
Negara Lothea merupakan negara kecil yang sudah ditinggal selama beberapa tahun. Di negara tersebut tepatnya di sebuah kastil tertinggal, hidup seorang wanita berparas cantik yang bernama Miranda. Dia disebut sebagai ratu dari negara tertinggal itu, ia hidup di dalam kastil yang kelam dan tidak ada cahaya yang meneranginya.
Miranda dikenal sebagai penyihir cantik yang pesonanya tidak bisa ditolak oleh siapapun itu. Ia bahkan menculik lebih dari 27 pria tampan lalu menjadikan mereka sebagai suaminya. Dalam hidupnya, dia hanya ingin bermain dengan pria tampan kemudian menguasai serta mengendalikan mereka sepenuhnya.
“Cermin oh cermin katakan siapa wanita yang paling cantik di dunia ini,” ucap Miranda di depan sebuah cermin rias yang cukup besar.
“Tentu saja yang paling cantik adalah Scarlesia,” jawab si cermin.
Miranda sontak kaget mendengar cermin ajaibnya tidak menyebut namanya sebagai wanita yang paling cantik di dunia. Setelah berpuluh-puluh lamanya tahun baru kali ini saja cerminnya mengatakan nama orang lain selain dirinya.
“Apa? Apa yang baru saja kau katakan?”
“Wanita yang paling cantik di dunia adalah Scarlesia dan bukan lagi kau,” ulang sang cermin.
“Bagaimana bisa? Tunjukkan padaku mana wanita yang bernama Scarlesia itu?”
Kemudian cerminnya memperlihatkan foto Scarlesia pada Miranda, dia tidak percaya bahwa ternyata ada wanita yang lebih cantik dari dirinya. Ia langsung merasa bahwa usahanya selama ini menjadi sia-sia karena Scarlesia.
“Jika aku membunuh wanita itu aku akan kembali menjadi wanita yang paling cantik di dunia ini. Baiklah aku bunuh saja dia,”
“Kau tidak akan bisa melawannya karena kecantikannya adalah pemberian langsung dari dewi venus,” jawab cerminnya.
“DEWI VENUS APANYA? SIALAN! DIAM SAJA KAU,”
Praangggg
Miranda memecahkan cermin tersebut sampai berkeping-keping, ia sangat geram dan emosinya menggebu-gebu keluar. Irama napasnya yang tak beraturan serta kendali dirinya seakan menghilang sesaat.
“Tiga minggu lagi adalah hari pertunangan putra mahkota Kekaisaran Roosevelt. Pada hari itu aku akan datang untuk membunuhnya kemudian memakan jiwanya untuk meningkatkan kecantikanku. Hahaha karena tidak boleh ada wanita yang lebih cantik dariku,” tawanya terdengar jahat.
Sementara itu, sekarang seluruh penghuni kediaman Duke Eginhardt tengah melaksanakan pemakaman untuk Zaneta. Semua orang memakai pakaian hitam yang memang khusus dikenakan saat menghadiri pemakaman. Nieva sejak tadi tidak berhenti menangis di samping peti tempat tubuh kosong Ibunya berbaring.
__ADS_1
“Aku dengar Nona Scarlesia beberapa hari yang lalu menangani masalah yang ada di daerah barat,”
“Iya, katanya dia berhasil mengobati seluruh penduduk yang terjangkit penyakit misterius bahkan para dokter saja tidak bisa menanganinya tapi dia bisa menyelesaikannya dalam waktu singkat,”
“Kalau virus tidak terdeteksi saja bisa dia tangani kenapa dia membiarkan Ibu tirinya meninggal karena racun?”
“Entah, apa mungkin dia sengaja melakukannya karena dia ingin menyingkirkan Yang Mulia Duchess? Ahh kasihan sekali Nona Nieva,”
“Seharusnya dia membantu untuk mengobati Yang Mulia Duchess tapi lihatlah ekspresi dia sekarang seolah tidak ada kesedihan sedikit pun. Padahal dulu beliau sering bercerita kalau dia mengurus anak tirinya yang sedang sakit-sakitan namun sekarang apa balasannya? Aku yakin dia sengaja membiarkan Ibu tirinya terbaring sakit,”
Beberapa hari belakangan ini banyak orang yang mengagumi kemampuan medis Scarlesia tapi ternyata hari ini banyak orang yang sibuk menjelekkannya. Para bangsawan yang datang sejak tadi sibuk membicarakan dan menyalahkan Scarlesia atas kematian Zaneta. Banyak fitnah-fitnah dan opini yang muncul dari mulut-mulut mereka.
“Sepertinya kalian asik sekali membicarakan adikku,” celetuk Carlen muncul dari belakang mereka.
“Kalian sudah bosan hidup ya? Apa lidah kalian mau aku potong?” gertak Aldert.
“T-tidak tuan…”
“Ayah, mereka berkata buruk soal Sia. Mereka mengatakan kalau Sia yang membunuh duchess,” adu Aldert.
“Apa? Beraninya kalian berbicara buruk mengenai anakku. Kalau begitu mulai sekarang aku akan menghentikan segala bentuk kerja sama dengan keluarga kalian,” ujar Eldrick langsung beranjak pergi.
“JANGAN YANG MULIA! SAYA MOHON MAAF,”
“TOLONG JANGAN PUTUSKAN KERJA SAMA DENGAN SUAMI SAYA JIKA SUAMI SAYA TAHU MAKA DIA AKAN MENCERAIKAN SAYA,”
“SAYA MOHON YANG MULIA,”
Mereka berteriak-teriak memohon maaf tapi Eldrick tidak menanggapi mereka dan hanya lurus berjalan ke depan.
“Rasakan! Jika aku mendengar kalian menyebarkan rumor buruk soal adikku lagi, jangan harap hidup kalian akan selamat,” gertak Aldert yang juga ikut pergi bersama Carlen.
__ADS_1
Scarlesia menyunggingkan senyumnya saat melihat para bangsawan itu tidak bisa melakukan apa-apa setelah digertak oleh Ayah dan kakaknya.
“Ya baguslah aku tidak perlu membuat mereka diam lalu kehilangan nyawanya. Sekarang satu hama sudah tersingkirkan, aku tidak ingin membuat tanganku lebih kotor karena bangsawan tak berguna seperti mereka,” batin Scarlesia.
Selesai pemakaman, Scarlesia segera kembali ke kamarnya lagi karena dia sudah cukup lelah menghadiri pemakaman Zaneta si wanita yang paling dia benci.
“Aku penasaran apakah racun itu sudah mulai bereaksi di tubuh permaisuri? Ahh aku sangat penasaran sekali,”
Di istana kekaisaran
“AAAAAAHHH APA YANG TERJADI DENGAN WAJAHKU? KENAPA BISA SEPERTI INI?” histeris permaisuri saat melihat wajahnya yang penuh dengan bintik-bintik merah di wajahnya yang mulus.
“Ada apa Yang Mulia? Apa yang terjadi?” tanya pelayan pribadi permaisuri yang bergegas masuk sesaat mendengar teriakan permaisuri.
Pelayan pribadinya sangat terkejut ketika melihat wajah permaisuri yang tiba-tiba hancur seperti ini. Dia memandang permaisuri dengan tatapan ngeri sekaligus merasa jijik.
“APA YANG KAU LIHAT? KAU MAU AKU BUNUH? CEPAT PANGGILKAN AKU DOKTER SEKARANG!” perintahnya penuh amarah.
“B-baik Yang Mulia,”
Ketika dokter sudah tiba, ia langsung memeriksa kondisi permaisuri tapi ternyata penyakitnya tidak terdeteksi oleh dokter tersebut. Kemudian permaisuri memanggil dokter lain dan dokter itu juga mengatakan hal yang sama, sudah banyak dokter yang memeriksanya tapi tidak ada yang berhasil mendeteksi penyakitnya.
“Yang Mulia, saya sebagai ketua asosiasi dokter menyarankan anda untuk diobati oleh Nona Scarlesia Eginhardt. Kemampuan medisnya berada di atas kami para dokter di kekaisaran ini, barangkali jika anda diperiksa olehnya anda bisa sembuh kembali,” saran dokter terakhir yang mencoba mengobati permaisuri.
Permaisuri menggerutu karena entah sudah berapa dokter yang mengatakan hal yang sama yaitu menyuruhnya untuk memanggil Scarlesia untuk mengobatinya. Sedangkan kini kondisi wajahnya semakin memburuk dan tidak ada tanda-tanda akan membaik. Jauh di dalam hatinya, dia merasakan ketakutan luar biasa yaitu dia sangat takut jika kaisar mengetahui ini lalu akan mengusirnya keluar dari istana.
“Aku tidak punya pilihan lain, baiklah aku akan menyuruh gadis itu untuk mengobatiku. Jika wajahku telah sembuh maka aku akan langsung menghabisinya,” pikir sang permaisuri.
Setelah itu, permaisuri menyuruh pelayannya untuk menjemput Scarlesia ke kediaman Duke Eginhardt hari itu juga karena dia sungguh tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Beberapa jam berselang, akhirnya Scarlesia datang menemui permaisuri.
“Salam kepada Yang Mulia Permaisuri. Sudah lama kita tidak bertemu sepertinya anda sedang tidak sehat ya Yang Mulia,”
__ADS_1