Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kisah Lalu


__ADS_3

“MULAI SEKARANG JANGAN PERNAH INJAKKAN KAKIMU DI RUMAH INI LAGI! AKU TIDAK SUDI PUNYA ANAK TIDAK BERGUNA SEPERTIMU INI!”


Braakk


Sofia menghempaskan pintu masuknya, dia tega mengusir Andreas yang tidak tahu apa-apa mengenai dunia luar. Andreas mencoba menggedor-gedor pintu rumahnya agar Sofia tidak mengusirnya dari rumah.


“Ibu! Aku mohon jangan usir aku. Aku tidak tahu harus pergi kemana, aku mohon bukakan pintunya,” ucap Andreas.


Namun, setelah menggedor cukup lama tidak ada respon apapun dari Sofia. Andreas dengan tubuh yang penuh luka lebam, mengangkat kakinya meninggalkan rumahnya yang seperti neraka baginya itu. Andreas melangkah menuju arah yang tak menentu, selama berhari-hari dia terus berjalan tapi tidak dia temukan ujung dari jalannya tersebut.


“Aku lapar, aku tidak tahu lagi kemana aku harus pergi. Tidak ada yang mau terima aku di dunia ini bahkan keluargaku sendiri tidak bisa menerima diriku yang tidak sempurna. Apakah aku berdosa terlahir dengan kekurangan? Apakah aku berdosa terlahir tidak punya kemampuan? Kenapa aku mendapat perlakuan yang tidak adil? Sebenarnya kesalahan apa yang sudah aku lakukan?” gumam Andreas, ia menekuk lututnya dan bersandar ke dinding. Di hadapannya kini banyak orang yang berlalu lalang tapi tidak ada satu pun dari mereka yang peduli padanya.


“Hei, apa kamu baik-baik saja?”


Seorang gadis cantik tiba-tiba menghampirinya dengan senyuman yang ramah, suaranya juga terdengar lembut di telinga. Begitu Andreas mengangkat kepalanya, ia terkesima melihat wajah cantik gadis itu.


“A-aku…”


Krrruyuukkk


Perut Andreas berbunyi, ia tersipu malu karena suara perutnya sendiri.


“Kau lapar? Kalau begitu apa kau mau ikut ke rumahku? Kebetulan aku baru siap berbelanja bahan makanan, nanti akan aku buatkan makanan untukmu,”


Andreas tidak punya pilihan lain, dia memutuaskan untuk mengikuti gadis yang tidak dia kenal itu. Sepanjang jalan si gadis terus mengajak Andreas berbicara tanpa henti, dia sangat ramah pada Andreas yang orang asing dan baru pertama dia temui. Setelah beberapa menit, akhirnya sampai juga di rumah gadis itu. Rumahnya memang tidak mewah, rumahnya sederhana namun rapi dan bersih.


Setibanya di rumah, gadis itu langsung pergi memasak sedangkan Andreas dia suruh mandi terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya yang sudah lusuh.


“Nah, silahkan makan,”


Gadis tersebut menghidangkan banyak makanan di atas meja, Andreas tercengang karena ini baru pertama kalinya baginya melihat makanan sebanyak ini. Dulu ketika dia masih tinggal dengan keluarganya, ia tidak pernah mendapatkan makanan yang layak tapi gadis asing ini sejak pertama kali bertemu sudah memperlakukannya dengan baik.


“Aku belum tahu nama dan umurmu, bisakah kamu memberitahunya padaku?” tanya si gadis.


“Aku Andreas berumur 14 tahun,”


“14 tahun? Berarti kita seumuran. Panggil aku Sia,” ucap gadis yang ternyata bernama Sia.

__ADS_1


“Sia? Baiklah,”


Andreas lalu makan dengan lahap, seluruh makanan di atas meja habis olehnya dalam sekejap. Sia agak sedih melihatnya yang makan seperti orang yang kelaparan.


“Sia, apa kau tinggal sendiri?” tanya Andreas memperhatikan rumah Scarlesia yang sepi.


“Iya. Aku diusir dari rumah oleh Ibu tiriku sejak aku berumur 10 tahun jadi aku terpaksa tinggal sendirian,” jawab Sia.


“Diusir? Ternyata nasibnya hampir sama denganku,” batin Andreas.


“Lalu bagaimana caramu memenuhi kebutuhanmu sehari-hari?” lanjut Andreas bertanya.


“Aku bekerja sebagai tentara bayaran, meski aku wanita aku cukup pandai memakai pedang loh,” balas Sia.


“Pedang? Sungguh? Aku diusir dari rumah karena aku tidak bisa menggunakan pedang. Aku dianggap sebagai anak yang tidak berguna oleh orangtuaku,” ujar Andreas menekuk ekspresi wajahnya.


“Tidak berguna? Ibu tiriku juga sering mengatakan aku tidak berguna. Dia bilang aku hanya akan menjadi benalu jika terus tinggal bersamanya. Aku rasa kita punya kesamaan,”


“Aku rasa juga begitu,”


“Bagaimana kalau mulai sekarang kau tinggal bersamaku? Rumahku cukup luas untuk ditinggali berdua,” tawar Sia.


“Tidak ada tapi-tapian. Aku akan mengajarimu nanti cara menggunakan pedang,”


Andreas akhirnya menyetujui penawaran Sia setelah dibujuk beberapa kali, semenjak hari itu lah mereka tinggal bersama. Sejak hari itu pula Sia mengajarkan teknik berpedang pada Andreas, setelah beberapa kali berlatih Andreas akhirnya bisa mengeluarkan kemampuannya yang sesungguhnya.


“Wahh kau benar-benar memiliki kemampuan berpedang yang luar biasa! Apa itu yang disebut dengan sword master? Aku sudah bilang kan kalau memakai pedang itu dirasakan dengan hati, kini kau mengerti bukan?”


Andreas menganggukkan kepalanya senang.


“Mantap!” puji Sia mengacungkan jempolnya.


Andreas kemudian berlatih setiap hari tanpa jeda, semakin hari kemampuannya semakin membaik. Akhirnya Andreas pun memutuskan untuk ikut menjadi tentara bayaran bersama dengan Sia, mereka bekerja dengan giat hingga tidak terasa 4 tahun berlalu. Sekarang mereka sudah menginjak usia 18 tahun yaitu usia awal memasuki dewasa.


Pada suatu hari, Andreas kembali dari luar dengan langkah yang terhuyung-huyung. Sia sangat terkejut melihatnya yang tiba-tiba menjadi lemah, napasnya juga tampak sesak. Setelah ia tanya, ternyata ini karena selama ini dia tidak pernah meminum darah manusia. Seorang vampir membutuhkan darah manusia untuk bertahan hidup.


“Bodoh! Kenapa kau tidak mengatakan padaku dari awal?”

__ADS_1


Sia mengoceh seraya berlinang air mata, dia meneteskan darahnya pada Andreas agar Andreas bisa bertahan hidup lebih lama. Sejak Andreas meminum darah Sia, kekuatannya meningkat sangat pesat dan pada akhirnya reputasinya juga semakin bagus.


“Sia…” panggil Andreas.


Sia yang sedang memasak pun terperanjak kaget dengan suara Andreas.


“Ada apa Andreas? Kau mengagetkanku saja,”


“Sia, aku… Aku tidak tahu bagaimana cara menahan hatiku lagi,”


Andreas dengan wajahnya yang merona, memeluk tubuh Sia dari belakang.


“A-a-apa yang k-kau lakukan?” tanya Sia gugup.


“Aku menyukaimu, aku sangat menyukaimu. Apa yang harus aku lakukan pada hatiku yang terasa ingin meledak setiap kali melihatmu?”


Andreas membenamkan kepalanya di pundak Scarlesia, dia mengungkapkan perasaannya begitu saja. Sia tersipu malu, dia salah tingkah sesaat Andreas mengatakan padanya mengenai perasaannya yang sebenarnya.


“Apa yang harus aku jawab? Apa aku harus mengatakan kalau aku punya perasaan yang sama dengannya? Tapi aku malu mengatakannya,” batin Sia.


Melihat Sia yang tak bersuara menjawab perkataannya, membuat Andreas merasa heran seketika.


“Sia?”


“Ahh iyaa,”


“Apa pernyataan perasaanku memberatkan untukmu?” tanya Andreas.


“B-bukan begitu. S-sebenarnya aku juga,”


“Apa?”


“Sebenarnya aku juga sama, aku juga menyukaimu,” ungkap Sia malu-malu.


“Benarkah? Kalau begitu mulai hari ini kamu adalah kekasihku,”


Resmi jadian. Perasaan mereka berdua saling berbalas, tertaut menjadi satu dalam lingkaran hati. Kebahagiaan yang mereka rasakan setiap harinya semakin bertambah besar, tidak ada yang bisa menandingi betapa bahagianya mereka.

__ADS_1


Hingga suatu hari kejadian yang tidak diinginkan pun terjadi, tepat ketika Andreas pulang dari luar dia mendapati darah yang berceceran dimana-mana. Dia langsung memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah, tubuh Scarlesia tergeletak hampir meregang nyawa di atas lantai.


“Sia, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang melakukan ini padamu?”


__ADS_2