Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Terbukanya Pintu Akhirat


__ADS_3

“Muncullah rantai penyegelan!” seru Scarlesia.


Dari atas langit, tiba-tiba saja keluar rantai berwarna perak. Rantai-rantai itu segera mengikat tangan serta kaki Leroux. Saat ini tubuh Leroux terentang di udara dalam keadaan terbelenggu rantai penyegelan. Leroux saat ini berada dalam keadaan setengah sadar, dia berusaha untuk menjaga kesadarannya hingga akhir. Scarlesia pun ikut naik ke atas, ia menarik tali busur sucinya bersiap-siap untuk meluncurkan panah pembunuh.


“Celaka! Kekuatanku melemah! Sepertinya waktu pemakaian kekuatan dari Yang Mulia sudah habis. Apa yang harus aku lakukan sekarang?”


Rasa panik mendera pikiran Scarlesia, dia panik bukan main sebab kekuatan yang dipinjamkan oleh Eberly sudah habis waktu pemakaiannya. Sedangkan sekarang dia mesti membunuh Leroux menggunakan busur sucinya, dengan kekuatannya yang biasa tidak akan bisa menghabisi Leroux begitu saja.


“Haha apa kau kehabisan waktu? Sudah aku duga, kekuatan yang Eberly berikan padamu memiliki batas waktu bukan? Kau tidak akan bisa membunuhku! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mati. Kau harusnya tahu itu kan wahai ratu alam semesta?” ujar Leroux, nada bicaranya terbata-bata akibat serangan dari Scarlesia benar-benar membuatnya tidak bisa bergerak bebas.


“Tutup mulutmu! Kau akan mati hari ini! Aku akan menjadikan medan perang ini sebagai kuburanmu,” balas Scarlesia.


Dinding pelindung yang dipasang oleh Scarlesia juga tidak dapat digunakan lagi, kini dinding pelindung tersebut telah terbuka sepenuhnya. Mereka yang terkurung di dalamnya bisa keluar serta bergerak beban ke semua tempat. Satu persatu tatapan mengarah pada Scarlesia, mereka tidak tahu apa yang terjadi, tapi mereka paham bahwa Scarlesia mengalami kesulitan lagi sekarang. Mereka berdo’a di dalam hati berharap Scarlesia bisa menyelesaikan hal ini dengan cepat.


“Sepertinya Sia panik karena jangka waktu pemakaian kekuatan dewa pencipta sudah habis. Apa tidak ada yang bisa kita lakukan?” tanya Andreas pada Xeon.


“Aku tidak tahu, kekuatanku tidak dapat mencapai level kekuatan dewa pencipta. Sekarang kita….”


Tringgg tringg tringgg


Dentingan lonceng kembali terdengar dari arah langit, sontak mereka mendongak ke atas langit untuk melihat apa lagi yang akan terjadi sekarang. Tiba-tiba saja, langit yang gelap berubah menjadi langit siang nan cerah. Terlihat jelas ada yang turun dari angkasa, mereka mengenakan pakaian putih bermotif emas. Rupanya mereka adalah dewa pencipta bersama para dewa dan dewi lainnya. Eberly berdiri paling depan diikuti oleh dewa dewi di belakangnya, kedatangan mereka merupakan hal yang tidak biasa bagi orang-orang biasa.

__ADS_1


Sontak saja satu persatu dari pasukan perang berlutut memberi penghormatan kepada Eberly, sang dewa pencipta. Bahkan Xeon pun terkejut dengan kedatangan mereka yang tepat waktu dengan habisnya jangka waktu pemakaian kekuatan Scarlesia.


“HORMAT KAMI KEPADA SANG DEWA PENCIPTA PEMBERI KEHIDUPAN, HORMAT KAMI KEPADA PARA DEWA DAN DEWI PENYELAMAT DUNIA, KAMI HATURKAN SALAM KEPADA ENGKAU SEKALIAN YANG TURUN DARI ISTANA LANGIT,” seru seluruh pasukan perang tanpa terkecuali.


Leroux memandang Eberly dengan sorot mata penuh kebencian, dia tidak bisa bergerak semena-mena dikarenakan lilitan rantai yang terlalu kuat. Eberly membalas tatapan mata Leroux dengan senyum tipis.


“Akhirnya kau datang juga, setelah sekian lama kita tidak berjumpa. Sekarang kau mau apa kemari? Apa kau mau membantu anak kesayanganmu ini untuk membunuhku?” tanya Leroux, kedua alisnya bertaut kesal.


“Leroux, kau tidak pernah berubah ya. Padahal aku menciptakanmu guna mengendalikan kegelapan di dunia ini supaya tidak mengacau di kehidupan alam semesta. Aku memberikan kesempatan untukmu berubah, namun kau tidak pernah mendengarkanku. Malah kau menginginkan kendaliku atas berjalannya kehidupan ini,” tutur Eberly.


“Aku ingin menjadi yang terkuat dan terhebat! Aku ingin dunia ini berada di dalam genggamanku. Aku tidak akan pernah sudi menjadi dewa yang bekerja di bawah kendalimu. Seharusnya aku berhasil mencapai ambisiku, tapi karena gadis sialan ini menggagalkan seluruh rencanaku. Aku tidak akan pernah merelakan diriku dibunuh olehnya!”


Eberly menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir kalau Leroux tidak memiliki sedikit pun rasa bersalah terhadap kerugian yang dia berikan kepada kehidupan makhluk hidup. Eberly kemudian mengalihkan padangannya pada Scarlesia, dia seperti ingin membicarakan beberapa hal.


“Tenang saja, aku akan membantumu melakukannya. Sekarang ambil posisi seperti semula, kau kerahkan fokusmu menggunakan busur suci itu,” perintah Eberly.


Scarlesia menarik tali busur sucinya, dia membidik tepat ke arah Leroux. Lalu Eberly berdiri agak ke tengah menghadap kepada para pasukan perang.


“DENGARKAN AKU SEBAGAI PENCIPTA KALIAN! TERUNTUK SELURUH MAKHLUK DI ALAM SEMESTA INI, SEKARANG ANGKAT TANGAN KALIAN TINGGI-TINGGI KE ATAS, KIRIMKAN SEMUA KEKUATAN KALIAN UNTUK RATU SEKALIGUS PEMIMPIN KALIAN. TUNJUKKAN RASA PEDULI KALIAN, BANTU DIA UNTUK MENGALAHKAN MUSUH!” seru Eberly.


Suara Eberly tergapai ke setiap penjuru alam semesta ini tanpa melalui satu titik tempat pun. Seluruh makhluk hidup mendengarnya, mereka mengikuti perintah Eberly untuk mengangkat tangan mereka menghadap langit. Satu persatu cahaya terpancar masuk ke dalam busur suci Scarlesia, saat ini alam semesta penuh dengan sinar kekuatan yang dikirimkan oleh para makhluk hidup.

__ADS_1


“Ini masih belum cukup! Masih kurang Yang Mulia!” ucap Scarlesia, kekuatan yang tertampung di busur suci rupanya belum cukup untuk membunuh Leroux.


“Sudah aku duga, baiklah. Aku akan memberikan kekuatan lain untukmu.”


Eberly lalu menjentik jemarinya, dari arah yang sama dengan kedatangannya, keluar sebuah pintu raksasa berwarna putih disertai ukiran vignette di permukaan pintu tersebut. Pintu itu terbuka perlahan, jiwa-jiwa suci yang pernah diselamatkan oleh Scarlesia berkeluaran dari sana. Itu adalah pintu akhirat, yaitu pintu yang menghubungkan menuju akhirat langsung.


“Sia, anakku.”


Suara yang tidak asing terdengar memanggil Scarlesia, dua pasang tangan pun terasa menyentuh pundak Scarlesia, ia menoleh ke belakang untuk melihat siapa gerangan memanggil dirinya.


“Ayah, Ibu, kenapa kalian bisa di sini?”


Ternyata mereka adalah Eldrick dan Larissa, lalu disusul oleh kedatangan Archie bersama Kitty. Di sebelahnya ada Erin, kemudian nenek dan kakeknya yaitu Qirani dan Feodor, setelahnya ada paman dan bibinya yakni Edward serta Jessie. Scarlesia sungguh merindukan mereka, hari ini dia bertemu dengan mereka lagi.


“Kakak, aku juga di sini,” ucap Archie melambaikan tangannya.


“Sia, semangatlah. Kami ada bersamamu,” sambung Kitty.


“Iya Yang Mulia, kami akan membantu anda membasmi kegelapan ini,” kata Erin.


Mereka datang untuk membantu Scarlesia dalam menyelesaikan masalah ini, mereka turut mengirimkan kekuatan kepada busur suci Scarlesia. Eldrick bersama Larissa memeluk erat tubuh Scarlesia dari belakang.

__ADS_1


“Sia, kami sudah ada di sini. Sekarang saatnya memfokuskan pikiranmu, Ayah dan Ibu akan membantumu membunuh dewa kegelapan. Ingatlah, mulai hari ini segala penderitaanmu akan segera berakhir,”


__ADS_2