Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kemarahan Rakyat Roosevelt


__ADS_3

Di istana kegelapan


Pada saat ini Leroux sang dewa kegelapan mengumpulkan seluruh bawahannya yang jumlahnya sudah berkurang drastis akibat perang yang terjadi sebelumnya. Raut wajahnya tidak bersahabat sama sekali, seolah amarahnya akan meledak-ledak kepada para bawahannya yang tersisa. Ini sudah kekalahan ke sekian kalinya yang ia dapati.


“DASAR TIDAK BERGUNA! MENGURUS SATU WANITA SAJA KALIAN TIDAK BISA!” teriaknya marah dari atas singgasananya.


Tidak ada satu pun bawahannya yang berani menjawab dan menatapnya kala ini, kemarahan dewa kegelapan adalah hal yang menakutkan bagi diri mereka. Tatapan matanya yang tajam seakan menerkam dan membunuh mereka semua.


“AARRHHH! KALAU BEGINI CARANYA BISA-BISA RENCANAKU DIGAGALKAN LAGI OLEH WANITA SIALAN ITU!”


Leroux serasa ingin menghempaskan para bawahannya, tapi dia harus menahannya karena baginya mereka masih berguna untuk menjalankan rencananya. Leroux lalu meredakan amarahnya, ia duduk kembali di singgasananya.


“Aku harus mencari cara lain membunuhnya. Kalau begitu aku akan mencoba membunuhnya secara tidak langsung karena ini adalah cara yang paling mempan untuk membunuh gadis itu,”


Di Paviliun Kirin


Tanpa disadari oleh Scarlesia, rumor buruk mengenai ia meracuni permaisuri hingga keguguran telah menyebar di ibu kota. Namun, pada saat ini rumornya masih belum masuk ke dalam kediaman Duke Eginhardt. Rumor buruk tersebut disebarkan oleh salah satu bangsawan yang hadir di dalam pesta perayaan kedewasaan Scarlesia.


Scarlesia kini tengah terhanyut di dalam lamunannya yang tidak berkesudahan.


“Kalau aku mau menyingkirkan kaisar dan Nieva maka aku harus memiliki posisi yang sama seperti mereka. Tapi bagaimana cara aku mendapatkan posisi itu tanpa harus menikah dengan seseorang yang setara kaisar?” gumam Scarlesia.


Mau dia pikirkan seperti apa pun itu, tidak akan ada jawaban yang ia dapatkan akhirnya untuk merilekskan pikirannya Scarlesia memutuskan pergi ke ibu kota.


“Sia, kau mau kemana?” tanya Kitty penasaran.


“Aku mau ke ibu kota sebentar. Apa kau mau pergi lagi? Akhir-akhir ini aku jarang bertemu denganmu ya Kitty,” kata Scarlesia.


Memang beberapa waktu belakangan ini Kitty jarang berada di kediaman, Scarlesia sendiri tidak tahu kemana tujuan Kitty yang sebenarnya. Tapi setiap kali ditanya, Kitty menjawab bahwa dia melakukan berbagai penyelidikan tentang kondisi dunia lebih lanjut bersama beberapa bawahannya.


“Aku akan pulang dalam beberapa hari lagi. Masih banyak yang aku kerjakan karena aku adalah binatang yang secara langsung diutus oleh dewa hewan untuk melindungimu,” jawab Kitty.


Meski rasanya tidak rela, mau tidak mau Scarlesia harus mengizinkannya pergi dikarenakan Kitty bekerja langsung di bawah perintah dewa hewan.


“Baiklah. Kalau begitu jaga dirimu baik-baik ya, jangan sampai terluka. Oh iya tunggu sebentar,”

__ADS_1


Scarlesia bergegas mengambil kotak obatnya, dia mengantongi beberapa obat herbal untuk Kitty.


“Bawalah ini. Jika kau kenapa-kenapa kau bisa menggunakan obat ini,” ucap Scarlesia.


“Oke, terima kasih Sia karena sudah mengkhawatirkanku sejauh ini,”


“Iya sama-sama. Hati-hati di jalan ya Kitty,” pesan Scarlesia kepada Kitty yang melompat pergi.


Kini Scarlesia beranjak pergi dari kamarnya, dia mencoba melihat Andreas dan yang lain tapi ternyata mereka masih terlelap. Scarlesia ingin mengajak salah satu dari mereka untuk keluar bersamanya namun ia tidak tega membangunkan mereka.


“Nona, anda mau kemana?” tanya Archie yang keluar tiba-tiba dari kamarnya.


“Aku mau pergi keluar tapi sepertinya tidak ada yang bisa menemaniku,” jawab Scarlesia lesu.


“Bagaimana kalau saya saja yang menemani anda Nona? Kebetulan saya sedang senggang,” Archie menawarkan dirinya untuk menemani Scarlesia.


“Benarkah? Ayo kita pergi sekarang,” ajak Scarlesia sumringah.


“Baiklah Nona,”


“Ada apa?” tanya Scarlesia sembari menarik sudut bibirnya.


“Apakah Nona menyukai hadiah dari saya?” tanya Archie balik.


“Maksudmu gelang ini? Tentu saja aku menyukainya. Terima kasih ya,”


Scarlesia memperlihatkan sebuah gelang mutiara berwarna putih yang secara khusus disiapkan Archie untuk dirinya. Archie terlihat senang begitu tahu Scarlesia mengenakan gelang pemberiannya.


“Aku dengar kau juga membantu dalam mempersiapkan istana es nya bukan? Terima kasih sekali lagi,” ungkap Scarlesia berterima kasih.


“T-tidak! Saya hanya membantu sedikit,” elak Archie tersipu malu.


Scarlesia tertawa kecil setiap melihat Archie bertingkah malu ketika bersama dirinya, dia tampak gugup tapi masih berusaha untuk tetap berada di samping Scarlesia. Setibanya di ibu kota, Scarlesia dan Archie berkeliling untuk melepas beban yang ada di kepalanya saat ini. Namun, ada yang aneh dari tatapan orang-orang kepada dirinya. Pada awalnya Scarlesia membiarkannya saja tapi tatapan itu semakin lama semakin membuatnya tidak nyaman.


“Ada apa dengan orang-orang ini?” pikir Scarlesia.

__ADS_1


“DASAR PEMBUNUH! MASIH BERANI SEKALI MENAMPAKKAN WAJAHMU DI KEKAISARAN INI,”


“ENYAHLAH DARI SINI!”


“KAU SUDAH MEMBUAT PERMAISURI KEGUGURAN!”


“DASAR KAU PEMBUNUH! TEGA SEKALI KAU MERACUNI PERMAISURI!”


“PADAHAL KALIAN ADALAH SAUDARA TIRI TAPI TERNYATA WAJAH CANTIKMU TIDAK BERGUNA SAMA SEKALI! PERCUMA PUNYA WAJAH CANTIK TAPI HATI SEPERTI IBLIS!”


“APA KAU MEMBENCI PERMAISURI SAMPAI SEBEGITUNYA HINGGA KAU MERACUNI ANAK YANG TIDAK SALAH APA-APA DI PERUT PERMAISURI?!”


“PERGILAH DARI KEKAISARAN INI! KAMI TIDAK BUTUH PEMBUNUH SEPERTIMU,”


Orang-orang melemparinya dengan batu Scarlesia dengan batu, meski kepalanya berdarah namun berkat kekuatan penyembuhnya ia bisa menghilangkan lukanya dalam sekejap.


“Apa yang mereka katakan? Pembunuh? Ahh sepertinya rumor mengenai Nieva keracunan itu sudah menyebar di kalangan rakyat biasa,” batin Scarlesia melindungi kepalanya dengan tangannya dari lemparan warga.


“JANGAN SAKITI NONA! NONA TIDAK PERNAH MERACUNI PERMAISURI!” Archie mencoba menghadang di depan Scarlesia agar orang-orang tidak melempari Scarlesia menggunakan batu lagi.


“MINGGIR KAU BOCAH! WANITA INI BISA-BISA MEMBAWA KESIALAN UNTUK KEKAISARAN INI!”


Archie yang mencoba melindungi Scarlesia juga ikut dilempari oleh mereka, Scarlesia langsung memeluk Archie agar tidak terkena serangan orang-orang yang murka kepadanya. Scarlesia tidak bisa membunuh orang-orang ini karena mereka hanyalah rakyat biasa yang termakan gosip buruk tentangnya.


“KALIAN BOLEH MARAH PADAKU TAPI JANGAN SAKITI ARCHIE SIALAN!” bentak Scarlesia emosi.


“KALAU BEGITU KELUARLAH DARI KEKAISARAN INI! KAU SUDAH MENJADI PEMBUNUH! JIKA TIDAK MAU KELUAR MAKA MATILAH KAU! LEBIH BAIK SEPERTI ITU SAJA,”


“MENTANG-MENTANG KAU ANAK DUKE EGINHARDT BUKAN BERARTI KAU BISA SEENAKNYA SAJA!”


Scarlesia geram mendengar perkataan mereka yang sudah sangat keterlaluan, tudingan yang mereka lontarkan membuatnya naik darah. Sekali lagi Scarlesia dilempari batu, darahnya mengucur sedikit dari kepalanya tapi sebelum lukanya semakin melebar, kekuatannya menutup kembali lukanya tersebut.


Archie yang berada di dalam dekapan Scarlesia meminta untuk melepas dekapannya, Scarlesia tidak bisa menahannya dan akhirnya melepaskan Archie. Tiba-tiba seorang pria mendorong Scarlesia hingga terjatuh tersungkur di tanah yang kotor. Archie yang melihatnya tidak bisa menerimanya, dia emosi, amarahnya tidak bisa dikontrol lagi.


“JANGAN KALIAN SAKITI KAKAKKU!”

__ADS_1


__ADS_2