
Berita mengenai Scarlesia yang mengalahkan monster laut di laut utara menyebar dengan cepat. Kekaisaran Roosevelt dibuat gempar olehnya, tidak hanya Kekaisaran Roosevelt saja bahkan beritanya sudah menyebar ke kekaisaran lain. Hal ini membuat gempar, bagaimana tidak? Satu monster laut saja memiliki kekuatan besar untuk
menghancurkan satu kekaisaran. Namun, berkat kekuatan busur suci serta kekuatan dewa laut yang baru saja ia bangkitkan mampu mengalahkan semua monster laut tersebut.
Selama berita itu terus menyebar, Scarlesia hanya berdiam diri di kamarnya dalam beberapa hari ini untuk memulihkan kekuatannya kembali. Scarlesia menghabiskan waktunya untuk tiduran, bermain dengan Kitty, membaca buku, dan meracik tanaman herbal yang masih tersisa di paviliunnya.
“Nona, saya punya berita baru,” ucap Hana yang baru masuk ke dalam kamar.
Scarlesia menutup buku yang sedang ia baca demi mendengar berita apa yang ingin dikatakan oleh Hana kepadanya.
“Berita apa? Cepat beritahu aku,” desak Scarlesia penasaran.
“Saya mendengar permaisuri memanggil seorang peramal untuk mengetahui penyebab penyakit di wajahnya,” beber Hana.
“Huh? Hahaha yang benar saja dia memanggil peramal? Pikirannya kolot sekali. Aduh ini sangat lucu,” kekeh Scarlesia.
“Katanya peramalnya akhir-akhir ini sangat terkenal Nona, apakah Nona tidak akan melakukan sesuatu mengenai hal ini?”
“Tenang saja karena aku tidak mungkin akan membiarkannya berjalan dengan baik begitu saja,”
Scarlesia menampakkan seringaiannya yang jahat, tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Scarlesia saat ini. Dia seolah sudah memikirkan rencana jahat di dalam otaknya, semua rencana sudah tersusun rapi dan tinggal menjalaninya saja.
“Erin, Hana, sepertinya malam ini kita akan sedikit sibuk,”
Pada malam harinya, Scarlesia menyelinap keluar bersama Erin dan Hana. Tidak lupa juga mereka mengenakan jubah agar tidak ada yang mengenalinya, mereka pergi menggunakan kereta kuda dan menuju ke salah satu penginapan yang terletak tidak jauh di pusat kota.
“Menurut infonya peramal ini sedang menginap di penginapan ini Nona,” ujar Hana.
“Oh sepertinya dia mendapatkan banyak uang dari pekerjaannya jadi dia bisa menginap di tempat yang mewah seperti ini,” ucap Scarlesia.
“Nona, sebenarnya apa yang ingin anda lakukan?” tanya Erin.
Scarlesia menarik sudut bibirnya untuk tersenyum lalu berucap, “Tentu saja melakukan hal yang menyenangkan.”
Setelah itu, Scarlesia menyuruh Hana untuk memanggil peramal tersebut karena Scarlesia ingin bertemu dengannya secara langsung. Ekspresi peramal tersebut tampak linglung karena ia tiba-tiba dipanggil oleh Scarlesia tanpa ia tahu apa alasannya. Mereka bertemu di dalam kereta kuda milik Scarlesia, wajah paruh baya dari wanita peramal di hadapannya kini dipenuhi oleh keringat dingin.
__ADS_1
“Halo Nyonya Margaret, perkenalkan saya Scarlesia Eginhardt. Ahh mungkin anda sudah pernah mendengar tentang saya,” kata Scarlesia membuka tudung jubahnya.
“S-s-saya Margaret memberi salam kepada Nona Eginhardt,”
Margaret memberi salam dengan suara yang bergetar dan gelagapan, ia meremas jemarinya yang gemetar.
“Kenapa dia mau menemuiku? Aku tidak mau berurusan dengannya karena reputasinya yang luar biasa,” batin Margaret.
“Saya dengar nyonya diundang ke istana kekaisaran oleh permaisuri untuk mengetahui penyebab penyakitnya,”
“Iya Nona, saya diundang ke istana oleh Yang Mulia Permaisuri,”
“Hmm sepertinya anda memiliki klien yang sangat penting. Setelah saya lihat-lihat cincin yang ada di jari anda bagus juga ya,”
Margaret tertegun mendengar Scarlesia memuji cincinnya yang berwarna merah tua, ia segera menyembunyikan cincinnya.
“Tidak juga Nona, ini hanya sebuah cincin yang tak berharga,” dalih Margaret.
“Oh begitu ya,”
“Aku ingin kau melakukan suatu pekerjaan untukku. Tentu saja aku akan membayarmu dengan mahal,”
Scarlesia mengeluarkan secarik kerja lalu memberikan kerta tersebut kepada Margaret, dia pun membaca isi dari kertas tersebut.
“T-t-tidak! Saya tidak bisa melakukan ini Nona. Saya tidak berani jika ini berkaitan dengan permaisuri,” tolak Margaret.
“Kau menolak pekerjaan yang dibayar mahal seperti ini? Nyonya, sepertinya saya harus mengatakan ini kepada anda. Saya tahu anda itu bukan peramal dan hanya lah rakyat biasa yang menemukan cincin ajaib itu secara tiba-tiba. Anda menipu seluruh klien anda dengan menghapus ingatan mereka lalu mencuci otak mereka dengan memasukkan ingatan mengenai kekuatan meramal anda yang luar biasa sehingga mereka menyebarkan mengenai peramal luar biasa layaknya anda ini,” beber Scarlesia.
“Saya minta maaf Nona, saya mohon tolong jangan katakan pada siapapun mengenai hal ini,” mohon Margaret.
“Jadi itu benar? Cepat sekali anda mengakunya. Anda menipu semua orang yang membayar anda dengan mahal, sudah berapa korbannya?”
“Bagaimana bisa anda tahu?”
“Aku punya banyak mata dan telinga,” jawab Scarlesia.
__ADS_1
Sebenarnya sebelum memutuskan bertemu dengan Margaret, ia menyuruh Cici untuk mencari tahu soal Margaret. Ternyata Margaret yang digadang-gadangkan sebagai peramal luar biasa hanyalah seorang sampah yang memiliki keahlian dalam menipu orang lain. Sudah banyak orang lain yang menjadi korban karena penipuan yang dilakukan oleh Margaret.
“Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun tapi dengan syarat kau harus membantuku melakukan pekerjaan sesuai dengan yang tertulis di kerta tersebut, bagaimana menurutmu?” tawar Scarlesia mencoba mendapatkan kesepakatan Margaret.
Margaret tidak punya pilihan lain saat ini selain menerima tawaran Scarlesia.
“Baiklah Nona, saya akan membantu anda,”
Kesepakatan diperoleh oleh Scarlesia dengan mudah tanpa harus mengancam Margaret menggunakan pedangnya, ia percaya bahwa rencananya akan berjalan dengan sempurna. Keesokan harinya, Margaret pergi ke istana kekaisaran sesuai dengan jam yang telah dijanjikan oleh permaisuri. Margaret masuk ke dalam kamar permaisuri, betapa terkejutnya ia melihat wajah permaisuri yang dipenuhi oleh bintik-bintik jerawat namun ia segera menyingkirkan ekspresi terkejutnya.
“Salam kepada Yang Mulia Permaisuri,” ujar Margaret memberi salam kepada permaisuri.
“Ya, silakan duduk,” suruh permaisuri.
Tanpa berlama-lama, Margaret pun langsung duduk di atas sofa yang berhadapan dengan permaisuri.
“Aku mendengar kau adalah peramal yang luar biasa. Aku memanggilmu kemari karena aku ingin kau menemukan apa penyebab wajahku menjadi seperti ini,” ucap sang permaisuri seraya meneguk tehnya.
“Saya akan melakukan yang terbaik untuk anda Yang Mulia,”
Permaisuri tersenyum miring, ia meneguk kembali tehnya.
“Lihat saja, setelah wajahku kembali mulus seperti dulu aku akan menghabisi wanita yang tidak tahu diri itu,” gerutu permaisuri dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Margaret memulai pekerjaannya dan ia mulai dari memeriksa denyut nadi permaisuri lalu beralih mengamati garis tangannya permaisuri. Margaret mengerahkan segala kemampuannya untuk menyiapkan akting yang luar biasa hari ini.
“Hah? Bagaimana mungkin…” kaget Margaret setelah memeriksa garis tangan milik permaisuri.
“Kenapa? Apa yang terjadi?” tanya permaisuri.
“Yang Mulia, saya mohon maaf sebelumnya tapi saya tidak bisa menemukan penyebab penyakit anda ini,”
“Ya, tapi kenapa?”
“Maaf saya harus mengatakannya kepada anda Yang Mulia kalau sebenarnya banyak aura jahat yang menyelimuti anda,”
__ADS_1