Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Rumor Buruk yang Menyebar


__ADS_3

“Maaf saya harus mengatakannya kepada anda Yang Mulia kalau sebenarnya banyak aura jahat yang menyelimuti anda,” ucap Margaret.


“Aura jahat? Apa maksudnya? Tidak bisakah kau mengusir aura jahat itu?”


Margaret kembali meraih tangan permaisuri, ia menekan-nekan telapak tangan permaisuri selama beberapa saat. Permaisuri kini tengah berada di dalam ketegangan yang luar biasa, dia tidak berhenti menelan salivanya serta menahan napasnya dalam waktu yang cukup lama.


“AARRHHH!” pekik Margaret beringsut mundur ke belakang.


Semua yang ada di dalam ruangan terkaget sesaat Margaret memekik dan memperlihatkan ekspresi ketakutan.


“A-ada apa?”


“Y-y-yang Mulia, k-kenapa a-ada banyak arwah yang m-marah kepada anda?”


“Arwah?”


Margaret mengangguk ketakutan, para pelayan serta dayang berbisik-bisik sesaat Margaret mengatakan seperti itu kepada permaisuri.


“Arwah itu meminta pertanggungjawaban anda Yang Mulia, m-m-mereka bilang…”


Ucapan Margaret terhenti seketika, dia merasa tidak enak hati untuk memberitahukan kepada permaisuri secara langsung.


“Apa yang mereka katakan? Cepat beritahu aku!” desak permaisuri.


“Mereka bilang bahwa mereka tidak akan melepas kutukannya dan mereka juga akan terus menghantui Yang Mulia. Mereka tidak ingin pergi karena Yang Mulia melakukan sesuatu yang jahat kepada mereka,”


“LANCANG!” teriak seorang dayang kepada Margaret.


Permaisuri mengangkat tangannya dan menyuruh dayangnya untuk tidak termakan emosi. Sekali lagi permaisuri menghela napasnya sambil memijit pelipisnya.


“Hahaha apa yang makhluk rendahan itu katakan? Mereka memang pantas untuk mati lalu kenapa aku yang harus bertanggung jawab? Memangnya mereka pantas untuk mendapatkannya?” gumam permaisuri tertawa jahat.


Gumaman permaisuri bisa terdengar oleh semua orang di ruangan ini, mereka mulai berbicara buruk mengenai permaisuri.


“Yang Mulia, saya mohon maaf karena kekuatan saya tidak cukup untuk mengusir para arwah jahat tersebut,” kata Margaret bersimpuh di hadapan sang permaisuri.

__ADS_1


“Oh begiu ya? Jadi, tidak ada alasanku sekarang membiarkanmu tetap hidup,”


“A-apa maksud anda Yang Mulia?”


“Hei kalian tangkap peramal sialan ini lalu bunuh dia! Jangan beri ampun kepadanya!” perintah permaisuri kepada para ksatrianya.


Para ksatria tersebut menuruti perintah permaisuri, mereka menahan Margaret lalu menyeretnya keluar dari ruangannya.


“YANG MULIA! TOLONG MAAFKAN HAMBA! JANGAN BUNUH SAYA YANG MULIA!” teriak Margaret memohon agar nyawanya diampuni, namun permaisuri tidak mempedulikannya.


Cici yang menyaksikan semuanya dari awal, segera melaporkan hal ini kepada Scarlesia. Dia yakin kalau Scarlesia akan senang mendengar berita mengenai permaisuri serta Margaret si peramal penipu. Saat ini Scarlesia tengah berada di kamarnya, ia tidak melakukan apa-apa selain rebahan sembari menatap ke arah langit-langit kamarnya.


“Siapa pria yang menyelamatkan aku ketika tenggelam waktu itu? Lalu kekuatan itu secara tidak sengaja aku keluarkan karena tiba-tiba terlintas sebuah ingatan mengenai kekuatan tersebut di kepalaku. Kenapa? Kenapa kekuatan yang sangat besar bisa berada di tubuh sekecil ini? Bukan hanya kekuatan penyembuhan, kemampuan berkomunikasi dengan hewan, bahkan kekuatan penguasa lautan juga ada. Sampai sekarang aku masih belum tahu apa-apa mengenai hal ini,” batin Scarlesia secara perlahan tenggelam di dalam pikirannya.


Cici yang baru datang, mengetuk jendela kamar menggunakan paruhnya. Scarlesia yang menyadari kedatangan Cici langsung membukakan jendela untuknya.


“Ada apa Cici? Apakah ada berita menarik lagi?”


“Nona! Rencana anda berjalan dengan sempurna. Sekarang Margaret akan dibunuh oleh permaisuri,” lapor Cici.


Rencana Scarlesia adalah dia ingin menyebar rumor buruk di kekaisaran melalui mulut orang lain mengenai permaisuri. Untuk itulah, ia menggunakan Margaret untuk melancarkan rencananya dengan menyuruh Margaret berbohong perihal arwah jahat yang menyelimuti permaisuri padahal sejak awal tidak ada yang namanya arwah jahat tersebut.


Orang-orang akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Margaret karena sekarang posisinya Margaret sedang naik daun. Dia dikenal sebagai peramal yang sudah menyelamatkan banyak nyawa orang lain, mereka akan percaya kalau permaisuri dikutuk oleh arwah jahat karena perbuatannya di masa lalu sering melukai bahkan membunuh banyak orang.


“Tapi Nona, siapa yang akan menyebarkan rumornya? Bukankah permaisuri akan mengancam semua orang yang mengetahui hal tersebut?” tanya Cici.


“Siapa bilang yang akan menyebarkan rumor ini adalah orang yang berada di pihak permaisuri? Yang akan menyebarkan rumornya adalah seseorang yang paling diuntungkan karena kejatuhan permaisuri,”


Di istana selir kekaisaran


Seorang pelayan yang diselundupkan sebagai mata-mata oleh Stella sang selir, memberikan laporan yang sangat bagus untuknya.


“Apa kau bilang? Penyakit yang diderita permaisuri adalah sebuah kutukan? Dia dikutuk oleh arwah jahat yang hidupnya menderita karena permaisuri? Hahaha ini adalah berita yang paling bagus yang aku dapatkan dalam beberapa waktu ini,” ujar Stella tertawa puas.


“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya Yang Mulia?” tanya salah seorang dayang Stella.

__ADS_1


“Tentu saja kita harus menyebarkan rumor ini untuk menurunkan reputasi permaisuri. Dengan begitu para bangsawan akan berpihak kepadaku lalu aku akan mengambil kursi permaisuri untukku. Lekas kalian sebarkan rumor ini!” perintah Stella.


“Baik Yang Mulia,”


Tidak butuh waktu lama, rumor buruk mengenai permaisuri tersebar luas di kalangan bangsawan dan kalangan rakyat biasa. Permaisuri yang mereka anggap selama ini baik ternyata memiliki sisi yang tidak terduga. Tidak ada siapa pun orang yang mampu menghentikan penyebaran rumor tersebut. Saat ini di alun-alun kota, para rakyat sibuk membicarakan terkait rumor ini dan tidak sedikit diantara mereka yang percaya.


“Benarkah permaisuri dikutuk oleh para arwah jahat?”


“Aku tidak bisa percaya ini tapi melihat penyakit permaisuri yang tidak kunjung sembuh, mungkin memang karena permaisuri telah dikutuk,”


“Dan katanya arwah jahat itu berasal dari orang-orang yang dibunuh dan disakiti oleh permaisuri di masa lalu,”


“Mereka mengatakan kalau mereka tidak akan melepaskan permaisuri begitu saja,”


“Lalu bagaimana dengan nasib peramal itu sekarang?”


“Katanya si peramal itu sudah dibunuh oleh permaisuri untuk menutupi segala kejahatan yang dilakukan permaisuri,”


“Ternyata permaisuri sekejam itu. Aku tidak bisa membayangkan hal seperti ini sebelumnya,”


Kaisar yang menerima laporan tentang rumor buruk permaisuri, tidak kuasa menahan amarahnya. Para bangsawan bahkan meminta agar kaisar bersikap tegas menangani rumor ini karena rumornya bisa berdampak berat pada reputasi kaisar di mata rakyatnya bahkan di mata kekaisaran lain.


“PANGGIL PERMAISURI! DAN SURUH DIA MENGHADAP KEPADAKU!” perintah kaisar.


Tidak berselang lama, permaisuri datang menghadap pada kaisar. Permaisuri merasakan ketakutan besar ketika menatap mata kaisar, suaranya tertahan sesaat kaisar menampakkan amarahnya secara jelas pada dirinya.


“Roseanne, kau tahu kan kenapa kau dipanggil kemari?”


“Maaf Yang Mulia, saya tidak tahu sama sekali,” jawab permaisuri dengan suara gemetar.


“BODOH! BAGAIMANA BISA RUMOR BURUK MENGENAIMU BISA TERSEBAR KE KALANGAN RAKYAT! ROSEANNE KAU SUDAH MENCORENG NAMA BAIKKU!” teriak kaisar marah.


“Y-yang Mulia saya….”


“DIAM! AKU TIDAK MAU MENDENGAR APAPUN DARIMU LAGI! MULAI HARI INI KAU AKAN AKU TEMPATKAN DI ISTANA BERDURI! JANGAN PERNAH KELUAR SEBELUM AKU MEMERINTAHKANMU UNTUK KELUAR!”

__ADS_1


__ADS_2