Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Kepanikan Dewa dan Dewi


__ADS_3

“Apakah kau mencari jalan keluarnya? Aku kan sudah bilang kau tidak akan bisa keluar dari sini tanpa persetujuanku,”


Lagi-lagi Cyrill menghalangi jalan kaburnya Scarlesia, melihat Cyrill yang sudah berada tepat di belakangnya membuat Scarlesia terpojok. Kesempatannya untuk kabur kini benar-benar tidak ada sama sekali, Scarlesia spontan terbang menjauh dari Cyrill untuk meminumalkan rasa sakit di dadanya.


“Keluarkan aku dari sini! Aku tidak suka berada di sini!” pinta Scarlesia dengan nada suara meninggi.


“Kau tahu? Aku tidak akan pernah mengeluarkanmu dari sini. Aku menginginkanmu lebih dari siapa pun itu!”


“Kenapa kau menahanku di sini? Padahal aku tidak mengenalmu sama sekali! Jadi cepat keluarkan aku dari sini!” amuk Scarlesia.


“Apa kau bilang? Tidak mengenalku sama sekali? HAHAHA KAU TIDAK MENGENALKU? Hei kau gadis sialan!” Cyrill juga terbang mendekati Scarlesia lalu ia meremas rahangnya. “Aku begitu gara-gara kau! Tidak terhitung jumlahnya sudah berapa kali kau menolakku kemudian sekarang kau mengatakan kalau kau tidak mengenalku? Baiklah, aku akan membantumu untuk mengingat siapa aku,” tekan Cyrill membawa Scarlesia balik ke kastilnya.


Cyrill menghempaskan tubuh Scarlesia ke atas tempat tidurnya, sebab rasa sakit yang tak tertahankan di jantungnya jadi membuat Scarlesia tidak bisa melawannya. Kesadarannya hampir terenggut sepenuhnya, namun ia masih berupaya mempertahankan kesadarannya.


Srakkk


Cyrill secara brutal merobek seluruh pakaian Scarlesia, suara Scarlesia yang meringis sakit membuatnya semakin antusias. Kedua kaki Scarlesia dikunci olehnya agar tidak melakukan hal yang sama lagi, kedua tangannya di tahan oleh Cyrill. Posisinya saat ini tidak bisa melarikan diri, semakin memberontak rasa pedih serta panas di dadanya bertambah kuat hingga rasanya dia akan mati kala itu juga.


“J-jangan… setuh a-aku….” lirih Scarlesia.


“Apa? Jangan sentuh? Sayang sekali aku jika tidak menyentuh tubuhmu yang indah ini,” ucap Cyrill.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak mau pria gila ini memainkan tubuhku. Kekuatanku tidak bisa keluar akibat rasa sakit ini,” pikir Scarlesia.


“Dasar menjijikkan!” cela Scarlesia.


Raut muka Cyrill memburuk sesaat Scarlesia mencela dirinya, Scarlesia memang sengaja membuatnya marah agar tidak menyentuhnya lebih jauh lagi.


“Kau mengatakan aku menjijikkan? Sudah dua kali kau mengatakan kalau aku menjijikkan. Jadi, bagaimana cara biar aku tidak terlihat menjijikkan lagi di matamu?”


“Tidak ada yang perlu kau lakukan karena kau tetap terlihat menjijikkan di mataku,” sarkas Scarlesia.


Plakkk


Saking kesalnya, Cyrill melayangkan tamparannya ke pipi Scarlesia. Tamparannya membuat Scarlesia terkejut karena semenjak datang ke dunia ini, ini adalah tamparan pertama yang dia terima.

__ADS_1


“Haha ini pertama kalinya aku ditampar sejak datang ke dunia ini dan yang menamparku pertama adalah pria. Kau laki-laki pengecut! Bisanya melawan wanita saja,” Scarlesia menyeringai seraya memandang remeh Cyrill.


“Sepertinya kau sengaja menyulut amarahku ya Sia,”


“Kalau iya memang kenapa? Aku tidak sudi disentuh olehmu apalagi harus sampai berhubungan badan. Lebih baik aku mati saja daripada membiarkanmu menikmati tubuhku,”


“Baiklah kalau begitu kau mati saja, siapa tahu dengan ini kau akan ingat siapa aku,”


Kedua tangan Cyrill melingkar di leher Scarlesia, dia menekan kekuatan tangannya untuk mencekik Scarlesia.


“Heukkk… le… pas….”


“HAHAHA BAGAIMANA RASANYA HAA? APA KAU BISA MENGINGATKU SEKARANG? AKU DULU JUGA PERNAH MELAKUKAN HAL YANG SAMA PADAMU KAN? CEPAT INGAT AKU SEKARANG!”


Scarlesia nyaris tidak bisa lagi bernapas, suaranya tercekat di tenggorokannya. Kekuatannya pun juga seperti terblokir, tubuhnya melemah dan tidak bisa memberi perlawanan pada Cyrill sedikit pun.


“Huh? Kepalaku kenapa mendadak sakit begini?”


Potongan-potongan sekelebat bayangan mulai menghantui masuk kepala Scarlesia. Bayangan tentang perlakuan Cyrill di masa lalu pada dirinya, bagaimana Cyrill memperkosanya dengan brutal kala itu.


“Tapi aku tidak mencintaimu! Tolong lepaskan aku!”


“Lepaskan? Haha aku tidak akan melepaskanmu. Kalau kau tidak bisa aku miliki, setidaknya aku harus merasakan tubuhmu,”


“Aku tidak mau! Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu. Dasar menjijikkan!”


Plakkk


“Diam! Mulutmu perlu aku ajarkan sedikit,”


“Jangan! JANGAN CIUM AKU SIALAN!”


“Tubuhmu terlalu bagus untuk dibiarkan saja. Aku akan membuatmu puas malam ini,”


“AARRRGHHHH TIDAAKKKK!!”

__ADS_1


Bayangan yang paling menyakitinya adalah samar-samar melihat tubuhnya yang berdarah dan terluka parah di bagian intimnya.


“Apa itu barusan? Apakah itu adalah aku? Lalu pria yang memperkosaku adalah Cyrill? Ternyata begitu rupanya.”


Kemudian di istana langit, lonceng berdenting lebih dari 5 kali itu menandakan Scarlesia berada di dalam bahaya. Seluruh dewa dan dewi dilanda kepanikan hebat karena hal itu, mereka juga tidak bisa menghubungi Xeon.


“Apa yang terjadi? Kenapa Xeon menutup seluruh akses komunikasinya dengan kita?” tanya Fritz, sang dewa laut teramat cemas.


“Sepertinya ada sesuatu yang buruk terjadi pada Sia,” ucap Agatha, dewi penyembuhan.


“B-b-bagaimana ini bisa terjadi? Ingatan yang sudah dihapus oleh dewa pencipta tentang Cyrill kembali muncul lagi di ingatannya Sia,” tutur Lydon, dewa waktu.


Mendengar ucapan Lydon barusan, sontak membuat mereka ikut kaget bersamaan.


“Bukannya itu adalah ingatan penghancur jiwanya? Jika dia mengingat lebih dalam dan lebih banyak lagi dari itu maka akan membahayakan untuk dirinya!” timpal Tavisha, dewi venus.


“Sebentar, aku akan mencoba menghubungi Shiro dan menanyakan perihal Sia padanya,” ujar Leopold, dewa hewan.


Leopold segera menghubungi Kitty, selama beberapa menit menunggu jawaban dari Kitty akhirnya ada respon dari panggilannya. Langsung saja Leopold menanyakan pada Kitty tentang Scarlesia, dan Kitty menjelaskan semuanya bahwa Scarlesia kini tengah menghilang dan tidak ada yang tahu dimana keberadaannya.


“SIA MENGHILANG? PASTI CYRILL YANG MEMBAWANYA,” tuding Aefar, dewa langit. Amarahnya menggelora sesaat mendengar kabar Scarlesia yang menghilang dan belum ditemukan sampai sekarang.


“Apakah Xeon benar-benar tidak bisa dihubungi sama sekali?” tanya Agatha.


“Tidak, seluruh akses komunikasi terputus,” jawab Fritz.


“Coba sekarang aku hubungi Shou, dia berada di dunia cermin yang selalu dibawa kemana-mana oleh Sia. Kalau bisa terhubung dengannya berarti kita bisa mengetahui keberadaan Sia segera,” kata Carolus, dewa perang.


Tepat sebelum Carolus menghubungi Shou, kebetulan sekali sebuah panggilan dari Shou masuk padanya.


“Tolong Yang Mulia! Beliau sedang berada di dalam bahaya sekarang,” panik Shou.


“Apa yang terjadi? Katakan pelan-pelan,” balas Carolus.


“Sepertinya Cyrill akan melakukan hal yang tidak senonoh pada Yang Mulia, saya sudah berusaha untuk keluar dari dunia cermin agar bisa menolongnya tapi sepertinya Cyrill memblokir segala akses masuk ke dalam kastil tersebut. Bahkan saya yang berada paling dekat dengan Yang Mulia tidak bisa keluar dari dunia cermin, sejak tadi saya berusaha menghubungi Xeon tapi tidak ada jawaban dan saya mencoba menghubungi anda sekarang dewa perang karena Sia berada di dalam situasi genting,”

__ADS_1


__ADS_2