
“Yang Mulia Kaisar Vincent Roosevelt, haruskah saya memulai pengungkapan dalang dari balik kegugurannya permaisuri?” ucap Scarlesia tersenyum menang.
“Tidak! Tidak boleh dibiarkan seperti ini. Wanita ini harus menjadi milikku,” kukuh kaisar dalam hatinya.
“Haha aku tidak percaya sebelum ada bukti apakah Nona Eginhardt sungguh putri mahkota. Palingan anda hanya mengada-ada,” bantah kaisar tidak mau menerima fakta.
“APA? SUDAH JEL….”
“Stop Lucas! Jangan mencari masalah di sini. Apa kau lupa? Kita membawa air dari kolam suci untuk memberikan bukti nyatanya,” ujar Edward.
Semua orang di sana tahu bahwa air dari kolam suci Kekaisaran Evariste berguna untuk membuktikan keturunan asli anggota istana kekaisaran alias keturunan langsung dari Kaisar Evariste. Seorang ksatria membawakan sebaskom kecil air kolam suci itu ke hadapan Scarlesia.
“Coba sekarang teteskan darahmu ke dalam air kolam suci ini,” suruh Edward.
Tanpa berlama-lama Scarlesia menusuk ujung jemari telunjuknya kemudian meneteskan beberapa tes darahnya ke atas air itu. Tidak lama berselang, air tersebut bergelombang lalu mulai berubah warna menjadi biru muda.
“LIHAT! WARNA AIRNYA BERUBAH!” seru salah seorang bangsawan.
“Benar! Warna airnya berubah jadi itu artinya dia benar-benar keturunan asli Kaisar Evariste!”
Ruang singgasana kembali ribut, Scarlesia masih tetap bersama ekspresi bingungnya.
“Memangnya kenapa kalau warna airnya berubah?” heran Scarlesia.
“Itu artinya kau benar adalah keturunan langsung dari Kaisar Evariste. Air kolam suci ini hanya bereaksi seperti ini pada keturunan asli,” jelas Xeon.
Scarlesia sekali lagi tercengang, dia berpikir bahwa air kolam suci ini sama seperti halnya tes DNA. Tapi, dia menyingkirkan sejenak pikiran dan lamunannya yang lain karena masih ada hal lebih penting yang mesti dia lakukan sekarang. Scarlesia memutar kepalanya, dia melihat kaisar juga tercengang melihat fakta secara langsung bahwa Scarlesia memang memiliki identitas yang tidak biasa.
“Bagaimana Yang Mulia? Anda masih tidak percaya? Saya di sini hanya meminta keadilan! Apakah hal itu sangat sulit bagi anda?” tekan Scarlesia.
“Hahh baiklah. Mari kita buktikan siapa sebenarnya dalang di balik keguguran permaisuri,” ujar kaisar tidak bisa melawan lebih jauh lagi.
“Itu yang mau saya dengar sejak tadi. Baiklah! Kalian para wanita bangsawan yang sejak tadi sibuk berbicara buruk mengenai diriku, ayo kalian ikut aku sekarang ke kamar permaisuri biar kalian bisa membuka mata kalian mengenai kebenaran di balik kasus ini,”
__ADS_1
Scarlesia menunjuk 4 orang wanita bangsawan yang sedari tadi sibuk bergosip ria tentang dirinya untuk pergi bersamanya ke kamar Nieva. Mereka tidak punya alasan untuk menolak perintah Scarlesia, mereka langsung beranjak pergi bersama Scarlesia. Sesampainya di kamar, Nieva tengah terbari di atas tempaat tidurnya tersentak melihat Scarlesia masuk begitu saja ke kamarnya.
“Lancang! Kalian masuk ke dalam kamarku tanpa permisi. Apa yang ingin kalian lakukan?” tanya Nieva segera bangun dari posisinya.
Scarlesia tersenyum tak berdosa, ia mendekati Nieva yang terlihat pucat.
“Halo bagaimana kabarmu? Kau terlihat sangat tidak sehat ya. Aku kemari karena ada yang ingin aku lihat jadi tolong izinkan aku menggeledah kamarmu,”
Belum sempat Nieva merespon, Scarlesia langsung bergerak menggeledah kamar Nieva. Mereka memeriksa tempat-tempat tertentu, Nieva gemetar karena takut bukti mengenai racunnya akan ditemukan oleh mereka.
“Jangan mengacau di kamarku! Apa yang sebenarnya kalian cari?”
Nieva hendak beranjak dari ranjangnya namun dihalangi oleh Scarlesia.
“Apa yang sedang kau lakukan? Bukannya kau sedang sakit? Harusnya kau diam saja dan melihat apa yang akan aku temukan,” cegat Scarlesia menekan Nieva.
“Huh? Bukannya sekarang kau sudah akan dieksekusi? Kenapa kau datang mengacau ke kamarku,”
“Aku tidak jadi dieksekusi karena pelaku yang sebenarnya masih berkeliaran, bagaimana aku bisa berdiam diri saja dan menerima waktu kematianku?”
Nieva menelan salivanya, ia meremas jemarinya, badannya gemetar karena perkataan Scarlesia. Pikirannya sudah mulai berjalan kemana-mana, dia tidak bisa menjernihkan pikirannya sekarang.
“Nona! Saya menemukan sesuatu,”
Scarlesia segera mengecek apa yang mereka temukan, ada dua botol yang berisi racun dan satunya lagi berisi penawar racunnya. Scarlesia tersenyum puas, dia memperlihatkan botol tersebut kepada Nieva.
“Aku menemukan hal yang menarik nih. Apa ini Yang Mulia Permaisuri?”
“T-TIDAK! ITU BUKAN APA-APA! KEMBALIKAN PADAKU!” teriak Nieva mencoba merebut botolnya dari Scarlesia.
“Kenapa anda terlihat sangat cemas? Apa yang anda khawatirkan Yang Mulia?”
Suara Scarlesia lembut namun terdengar tajam, ditambah sorot matanya yang mengerikan membuat Nieva tidak bisa melawan lagi.
__ADS_1
“Apa ada yang kau temukan?”
Kaisar tiba-tiba masuk ke dalam kamar bersama Eldrick di belakangnya. Scarlesia memamerkan penemuannya yang menarik pada kaisar.
“Lihatlah, saya menemukan hal yang menarik Yang Mulia,”
“Botol apa itu?” tanya kaisar.
“Ini adalah botol racun yang sama dengan racun yang membuat permaisuri keguguran, lalu yang ini adalah penawar dari racunnya. Anda mengerti maksud saya kan Yang Mulia? Permaisuri sengaja meneguk racun ini untuk memfitnah saya! Dia sudah menyiapkan penawarnya sebelum dia meneguk racunnya. Tolong Yang Mulia selidiki hal ini lebih lanjut lagi,” pinta Scarlesia.
Raut muka kaisar tampak tidak senang, dia menatap marah pada Nieva yang hanya menunduk tanpa memberikan pembelaan apa-apa kepada dirinya.
“Yang Mulia, jangan bilang anda sudah tahu mengenai hal ini? Raut wajah anda hanya datar dan terlihat seperti orang yang sudah mengetahuinya sejak awal. Ahh apa mungkin anda menggunakan insiden ini untuk menarik saya masuk ke dalam istana?” terka Scarlesia.
“TIDAK! MANA MUNGKIN AKU MELAKUKAN HAL SEMACAM ITU!” bantah kaisar berteriak.
“Tidak perlu berteriak Yang Mulia. Jika memang anda tidak mengetahuinya ya syukurlah karena saya akan mengampuni nyawa anda. Tapi jika anda sejak awal mengetahuinya maka saya akan hunuskan pedang saya ke leher anda,” gertak Scarlesia.
“BERANI SEKALI KAU MENGANCAMKU! AKU TIDAK PERNAH MENGETAHUI PERMAISURI AKAN BERBUAT NEKAT SEPERTI INI!” sekali lagi kaisar berteriak karena panik Scarlesia mengetahui rencana buruknya.
“Kenapa anda hobi sekali berteriak? Telinga saya masih berfungsi dengan normal jadi tolong jangan tinggikan suara anda,”
Kaisar mengatur napasnya kembali, dia memperbaiki ekspresinya yang panik serta cemas.
“Permaisuri, kau sungguh nekat sekali. PERBUATANMU INI MENCORENG NAMA BAIK KEKAISARAN!” bentak kaisar.
“Ampuni saya Yang Mulia, saya mengaku salah. Tolong ampuni saya,” mohon Nieva menjatuhkan dirinya memohon pengampunan kaisar.
Walau dia menangis sebanyak apa pun, meminta maaf sesering apa pun, sepertinya kaisar tidak akan pernah memaafkan dirinya. Tampak jelas dari kedua mata kaisar yang murka kepada Nieva karena sudah berani bersikap seenaknya terhadap posisinya sebagai permaisuri.
Kemudian kaisar keluar, dia menyuruh ksatria membawa permaisuri ke ruang singgasana. Scarlesia mengikutinya dari belakang berharap akan ada hal menarik ia saksikan, kaisar yang datang membawa permaisuri tentunya membuat seluruh orang bertanya-tanya ditambah ia membawa permaisuri secara tidak hormat.
Lalu kaisar mengumumkan secara detail semuanya dari awal tentang kesalahan permaisuri dan meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
__ADS_1
“DENGAN BEGINI DINYATAKAN BAHWA NONA SCARLESIA EGINHARDT DIBEBASKAN DARI TUDUHAN PERENCANAAN PEMBUNUHAN!”