
Suasana istana kekaisaran setelah berhasil mengusir dan mengalahkan para iblis hitam itu masih berada di situasi tegang. Mereka memikirkan tentang bagaimana nasib Scarlesia saat ini, ada segelintir kekhawatiran dan ketakutan Scarlesia tidak akan bangun lagi. Raut muka mereka semua terlihat resah dan gelisah. Tampak Eldrick berjalan mondar mandir di dalam kamarnya, Carlen dan Aldert mencoba membuatnya berhenti tapi Eldrick bersikeras untuk tidak berhenti karena dengan begini dia bisa menjadi lebih tenang sedikit.
Sementara itu, para lelakinya Scarlesia pun turut merasakan hal yang sama. Mereka menunggu Scarlesia datang sembari melirik ke arah langit sesekali, menyesakkan bagi mereka menunggu tanpa kepastian seperti ini. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain terus berdo’a di dalam hati agar Scarlesia bisa kembali di keadaan pulih sepenuhnya. Begitu pula dengan Qirani dan Feodor terus melihat langit melalui jendela kamarnya dengan mata berkaca-kaca.
Tidak lama berselang, hujan badai yang kencang, gunung berapi yang aktif, serta kilat dan petir di atas langit berhenti beraksi. Para hewan juga sudah tenang, tidak ada lagi keributan di alam semesta ini. Menyaksikan kondisi alam membaik, mereka berfirasat bahwa Scarlesia telah kembali dari kematiannya. Berbarengan pada kala itu, dari atas langit muncul Xeon menggendong Scarlesia yang belum sadarkan diri.
“Xeon! Mereka sudah kembali!”
“Yang Mulia Putri Mahkota telah kembali!”
Seruan-seruan tersebut sampai ke telinga Eldrick, Carlen, dan Aldert segera keluar untuk melihat kepulangan Scarlesia. Mereka menangis haru kala melihat Scarlesia sekarang sudah baik-baik saja walau dia masih belum membuka kedua matanya.
“Segera siapkan tempat tidur!” perintah Carlen pada Erin dan Hana.
Xeon membawa Scarlesia masuk ke kamarnya lalu merebahkan tubuh Scarlesia di atas tempat tidurnya. Dia menghela napas lega karena dia berhasil membawa Scarlesia pulang ke istana dengan selamat.
“Sia berhasil diselamatkan tapi dewi penyembuhan mengatakan kalau kekuatannya sementara waktu akan terkunci. Jadi aku harap kalian bisa melindungi Sia beberapa waktu ini karena dewa kegelapan tidak akan berhenti sampa di situ saja. Aku harap kalian bisa mengerti,” ujar Xeon menjelaskan terkait kondisi Scarlesia kepada mereka.
“Kekuatannya terkunci? Berarti ini akan membuka kesempatan dewa kegelapan untuk menyerang,” ucap Aldert.
Xeon menganggukkan kepalanya, ini memang sesuatu yang patut mereka waspadai sekarang sebab Scarlesia tidak bisa memakai kekuatannya selama beberapa waktu yang tidak ditentukan.
“Sepertinya keamanan istana juga harus ditingkatkan lagi, aku akan memerintahkan beberapa penyihir dari menara sihir untuk memperkuat keamanan,” tutur Oliver.
“Ya, itu sudah cukup dan jangan biarkan Sia pergi keluar sendirian. Kita harus menemaninya sementara waktu karena bahaya bisa datang dari mana saja,” balas Xeon diangguki oleh mereka.
__ADS_1
Kemudian mereka pergi keluar dan meninggalkan Scarlesia untuk beristirahat di kamarnya. Sesuai rencana mereka, keamanan istana diperkuat lagi. Para penyihir dari menara sihir berdatangan, mereka mengelilingi istana untuk memantau situasi lebih lanjut. Para ksatria penjaga juga diperintahkan untuk menjaga di sekitar kamar Scarlesia.
Empat hari kemudian, Scarlesia akhirnya sadar dan terjaga dari ketidaksadarannya selama beberapa hari ini. Dia membuka matanya pelan, ia mengerjapkan matanya seraya mengedarkan pandangannya di langit-langit kamarnya. Scarlesia secara perlahan bangun dari posisi tidurnya, kepalanya masih merasakan pusing.
“Apa aku baru saja kembali dari kematian? Aku merasakan jiwaku terbang entah kemana tapi akhirnya bisa kembali lagi ke tubuh ini.”
Scarlesia turun dari tempat tidurnya, dia berjalan mendekati jendela kamarnya lalu membuka jendelanya agar udara pagi masuk menyegarkan kamar.
“Yang Mulia! Anda sudah sadar?”
Cici tengah bertengker di atas pohon, ketika melihat Scarlesia membuka jendela hatinya sumringah dan langsung melompat ke pelukan Scarlesia seraya meneteskan air mata lega.
“Cici! Lama tidak bertemu. Sepertinya kau semakin sehat saja,” ujar Scarlesia.
“Hikss seharusnya anda memperhatikan diri anda sendiri Yang Mulia. Apa anda tidak tahu bagaimana khawatirnya kami saat anda tidak bernyawa?” kata Cici.
Scarlesia mengelus kepala Cici dan mengusap air matanya, dia tahu bahwa semua orang mengkhawatirkan kondisinya.
“Sia!” panggil Kitty dari luar jendela.
Scarlesia melihat ke bawah, dia melambaikan tangannya pada Kitty sembari tersenyum menyambut kedatangan Kitty.
“Halo Kitty.”
Kitty melompat melewati jendela, dia menyergap Scarlesia dan membuat tubuh Scarlesia terjatuh ke atas lantai. Dia terlihat sangat bahagia, tidak henti-hentinya ia mengusap-usapkan pipinya ke pipi Scarlesia. Ini membuat Scarlesia merasakan kegelian, dia tertawa oleh ulah Kitty sambil mendorong Kitty agar menjauh darinya.
__ADS_1
“Hahaha geli Kitty, apakah kau merindukanku?”
“Aku sangat merindukanmu, aku kehilangan akal sehat saat kau dinyatakan meninggal. Tolong jangan membuatku takut lagi,” ungkap Kitty.
“Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat khawatir atau menakut-nakuti kalian.”
Di saat ia berbincang dengan Kitty dan Cici mengenai kematiannya beberapa hari yang lalu, Erin dan Hana masuk ke kamarnya. Mereka tercengang sebelum mereka menghambur ke pelukan Scarlesia.
“Yang Mulia, akhirnya anda sadar. Saya takut anda tidak akan membuka mata anda lagi,” ucap Erin.
“Jangan menakuti kami lagi Yang Mulia, anda tidak boleh mengulangi masalah yang seperti kemarin lagi,” sambung Hana.
“Aku tidak bermaksud membuat kalian khawatir, terima kasih karena mengkhawatirkan diriku. Maaf ya.”
Bukannya berhenti menangis, justru pemintaan maaf Scarlesia membuat mereka semakin menangis sesenggukan. Scarlesia hanya bisa menghela napasnya sambil mendekap tubuh kedua gadis itu. Lalu tak lama, berita tentang Scarlesia yang sudah sadar menyebar cepat ke seluruh penjuru istana, kamar Scarlesia seketika penuh oleh mereka yang ingin melihat Scarlesia secara langsung.
“Astaga Sia, kau benar-benar membuatku takut setengah mati. Aku pikir aku akan kehilangan putriku satu-satunya,” kata Eldrick mendekap Scarlesia.
“Maafkan aku Ayah, aku tidak akan mati kok. Putri Ayah telah kembali.”
Scarlesia menepuk-nepuk punggung Ayahnya, beberapa waktu lalu tubuhnya dingin tapi sekarang sudah hangat lagi. Begitu pula dengan ketiga saudara laki-lakinya juga melakukan hal yang serupa dengan Eldrick, apalagi Archie menangis lumayan lama di pelukan Scarlesia.
Para lelakinya juga terlihat senang menyaksikan dia telah bangun dalam kondisi baik-baik saja. Xeon bersembunyi di balik mereka agar Scarlesia tidak melihatnya kalau saat ini dia sedang terharu akan bangunnya Scarlesia. Setelah itu semua, istana berjalan normal seperti sebelumnya lagi namun, keamanannya masih diperketat. Scarlesia juga tidak bisa pergi kemana-mana sebab kekuatannya terkunci sehingga membuat orang-orang khawatir apabila membiarkannya pergi ke luar istana.
“Hufft aku bosan sekali, aku ingin ke luar istana tapi tidak diizinkan. Padahal aku kan mau bermain,” dengusnya kesal.
__ADS_1
Kemudian muncul ide dari kepala Scarlesia, dia ingin memanjat pohon apel yang tertanam di dekat taman istananya. Kebetulan sekali saat itu tidak ada orang yang mengawasi dan berjaga di dekat pohon apel.
“Aku sudah lama tidak memanjat pohon. Oke, sekarang aku akan naik ke puncak pohonnya.”