Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Extra Chapter 2


__ADS_3

Scarlesia mendesak Carlen untuk menceritakan tentang bagaimana ceritanya Carlen bisa memiliki perasaan khusus kepada Natasha, Tuan Putri Kekaisaran Celosia. Lalu Carlen pun mengungkapkan bahwa sebenarnya ia dan Natasha sudah lama berkirim surat serta saling bertukar kabar. Scarlesia mulai menyadari sesuatu, dulu di saat acara penobatannya sebagai Putri Mahkota, dia tidak sengaja melihat Carlen bersama Natasha berdua sedang berbincang ramah. Scarlesia pikir hal itu bukan hal yang mencurigakan, tapi di sini dia mengetahuinya.


“Apa Kak Aldert tahu tentang ini?” tanya Scarlesia.


“Tentu saja aku tahu.” Aldert tiba-tiba datang dari arah pintu masuk ruang kerja Carlen, ia menyela obrolan adik dan kakaknya. Dia ikut duduk di samping sofa tempat Scarlesia, ia berencana untuk masuk ke dalam pembicaraan keduanya.


“Jadi, kakak tahu? Sungguh terlalu. Kapan pernikahannya akan diselenggarakan?”


“Kemungkinan dua bulan yang akan datang, aku harus menyelesaikan masalah di Roosevelt terlebih dahulu sebelum pernikahannya benar-benar terlaksana,” jawab Carlen sembari menenggak teh hangat yang telah disuguhkan oleh pelayan.


“Aku juga akan menikah, aku butuh seorang duchess untuk membantu dalam urusan rumah tangga,” celetuk Aldert.


Scarlesia sekali lagi dibuat kaget oleh Aldert, setelah berita pernikahan Carlen kemudian datang berita pernikahannya Aldert. Sedari tadi Scarlesia tidak bisa meneguk minumnya karena berita mengagetkan silih berganti berdatangan.


“Apakah kakak serius? Oke, kalau Kak Carlen aku bisa memaklumi, tapi kalau kakak? Siapa yang akan menikah dengan kakak?”


“Aku akan menikahi Clara Demian, anaknya Baron Demian.”


Scarlesia mulai mengacak-acak rambutnya sendiri, dunia ini terlalu kecil baginya sebab Clara Demian merupakan temannya juga sama seperti Natasha. Entah apa yang terbesit di kepala Aldert tentang pernikahannya dengan Clara yang bahkan sama sekali tidak ada interaksi di antara mereka berdua.


“Apa kakak pernah berbicara dengan Clara?” Scarlesia bertanya dengan tatapan penuh selidik.

__ADS_1


“Tidak,” jawab Aldert seadanya.


“TIDAK? LALU MENGAPA?” Scarlesia mengelus dadanya untuk tetap bersabar menghadapi Aldert. “Kenapa kakak mau menjadikannya sebagai istri? Sedangkan kakak sendiri belum pernah berbicara dengannya,” lanjut Scarlesia.


“Aku pikir karena dia temanmu, jadi itu membuktikan bahwa dia gadis yang baik. Lagian dia juga manis, aku tidak keberatan kalau menjadikan dia sebagai istriku. Apa kau tidak setuju?”


Scarlesia menghela napas panjang, dia merilekskan sejenak pikirannya. Semua ini terlalu tiba-tiba untuknya, dia tahu betul kedua saudara laki-lakinya ini tidak ada yang bisa bersikap romantis kepada perempuan. Mereka hanya baik kepada Scarlesia, berlaku manis terhadap sang adik, tidak ada cahaya cinta bagi perempuan lain di kedua pandangan itu. Meski banyak wanita bangsawan mengejar mereka, tapi satu pun tidak ada yang berhasil mendapatkan hati keduanya.


“Bukan aku tidak menyetujuinya, tapi aku hanya sedikit terkejut. Kedua kakakku tiba-tiba saja memberi kabar pernikahan padaku, hati adik mana yang tidak terkejut? Seperti yang aku tahu selama ini, tidak ada di antara kalian yang pandai dengan perempuan. Jadi wajar saja kalau aku syok,” jelas Scarlesia.


Mereka berdua juga mengetahuinya, seperti yang diutarakan oleh Scarlesia bahwa mereka sebenarnya memang tidak bisa menghadapi perempuan.


“Ajak mereka berkencan sebelum menikah,” ujar Scarlesia.


Scarlesia benar-benar mesti bersabar menghadapi dua pria yang tidak mengerti tentang perasaan wanita. Dia sempat merasa heran kepada Ibunya sendiri, bagaimana cara Larissa menangani Eldrick pada saat mereka berkencan dulu? Sedangkan Eldrick tidak memiliki sifat yang romantis, sama seperti kedua anak laki-lakinya.


“Tentu saja kalian harus mengajaknya berkencan. Apa kalian pikir semua wanita akan langsung mengiyakan ajakan menikah? Terkadang wanita itu butuh penilaian pasti terhadap pria yang akan mereka nikahi. Jangan membuatku emosi,” papar Scarlesia.


Mereka paham sekarang, akhirnya mereka menyetujui kalau mereka memang mesti berkencan sebelum menikah guna untuk saling memahami dan mengenal satu sama lain lebih jauh. Scarlesia mengajari mereka bagaimana caranya berkencan dengan wanita, apa saja yang harus dilakukan dan apa saja yang harus dihindari. Mengajari kedua kakaknya rupanya lebih sulit daripada yang dia bayangkan. Walau begitu, ujungnya mereka juga mengerti perihal penjelasan Scarlesia tentang tata cara berkencan dengan perempuan.


Selepas itu, Scarlesia pun pamit pulang ke Evariste sebab masih banyak pekerjaan yang menantinya. Cukup melelahkan, tapi dia mesti memaksakan diri untuk melakukan segala pekerjaan yang tersisa.

__ADS_1


Keesokan harinya, Scarlesia beranjak pergi ke ruang harta yang waktu itu diperlihatkan oleh Qirani pada dia. Rencananya dia akan melakukan pembangunan besar-besaran di Evariste, dia ingin memperbaiki beberapa hal yang menurutnya perlu ada perombakan secara maksimal. Ketika Scarlesia membuka pintu ruang harta, alangkah terkejutnya para bangsawa saat menyaksikan langsung emas dan uang yang jumlahnya tidaklah sedikit.


“Yang Mulia, kenapa anda bisa memiliki harta sebanyak ini?” tanya Duchess Freya, matanya tidak berkedip ketika melihat tumpukan harta tersebut.


“Ini merupakan peninggalan dari kaisar sebelumnya, aku ingin menggunakan harta ini untuk pembangunan Evariste. Aku ingin mendirikan sebuah akademi dimana di sini anak-anak mendapat pendidikan khusus sesuai minat dan bakat mereka, lalu aku akan mendirikan sebuah rumah sakit dengan peralatan medis yang canggih, dan juga aku akan membangun sarana prasarana di seluruh daerah Evariste tanpa tertinggal.”


“Aku ingin memajukan seluruh rakyat, tidak peduli dia bangsawan atau bukan, mereka akan mendapat perlakuan yang sama dariku. Anda semua mengerti apa yang dimaksud bukan? Menjadi kaisar bukan hanya sekedar menjadi pemimpin saja tapi juga menjadi seorang Ibu bagi rakyat. Mengayomi, mendidik, dan menuntun jalan mereka juga merupakan salah satu tugas penting bagi seorang kaisar.”


Penjelasan Scarlesia dapat diterima oleh para bangsawan, mereka menyetujui mengenai perubahan besar-besaran yang akan dilakukan oleh Scarlesia. Pada hari itu pula, Scarlesia membagi mereka pada setiap tugas yang akan mereka kerjakan.


“Sia, apa kau tidak lelah?”


Scarlesia menoleh ke sumber suara itu berasal, ternyata Xeon, dan para selirnya tengah mengunjungi dia ke ruang kerja. Langit sudah sangat gelap, sekarang sudah tengah malam, namun Scarlesia masih sibuk berkutat dengan segudang pekerjaannya.


“Rupanya kalian, sedikit lagi pekerjaanku selesai. Apa kalian tidak tidur? Mulai besok kita akan sibuk dengan pembangunan Evariste,” ucap Scarlesia masih sibuk menggoreskan pulpen di atas selembar demi selembar kertas.


“Kami mengkhawatirkanmu, sebaiknya kau istirahat sekarang. Sayangi tubuhmu sebelum tumbang,” ujar Xeon.


Scarlesia menghentikan sebentar aktivitasnya untuk merespon mereka, kalau dipikir-pikir memang ada benarnya. Dia terlalu memaksakan diri supaya pekerjaan ini lebih cepat selesai, tapi jika lama menunda pekerjaan maka akan datang lagi pekerjaan baru yang lebih banyak.


“Melayani kalian tiga minggu saja aku kuat, lalu kenapa aku harus istirahat karena pekerjaan yang tidak banyak ini?” dalih Scarlesia.

__ADS_1


“Ya… benar juga apa yang kau katakan,”


Kemudian, mereka menemani Scarlesia seraya bercerita dan membantu pekerjaan Scarlesia supaya lebih cepat selesai sehingga dia bisa beristirahat lebih cepat.


__ADS_2