Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Raja Iblis Hitam


__ADS_3

“Apa yang terjadi? Kenapa ritualnya tidak bereaksi padanya? Uhh? AARRRGGHHH!!”


Miranda terpental jauh karena efek ritualnya sendiri yang tidak mempan pada Scarlesia, mulutnya mengeluarkan begitu banyak darah.


“Jiwanya sangat kuat! Tidak! Dia bukan manusia,” gumam Miranda bangkit kembali dari posisinya.


“Kenapa? Bukannya anda ingin memakan jiwa saya? Jangan-jangan anda berbohong ya,”


“DIAM!!”


Miranda mengulang hal yang sama lagi tapi hasilnya nihil, tubuhnya hampir hancur dibuat olehnya.


“Kalau begitu tidak ada pilihan lain lagi. Sekarang aku akan memanggil…”


BRAAKKK


“HENTIKAANNN!!”


Pintu masuk setengah ruangan hancur seketika saat Xeon datang bersama Andreas, Zenon, Oliver, Louis, dan Elios. Scarlesia melambaikan tangannya sembari tersenyum pada pria-pria yang baru saja datang itu. Sedangkan Miranda saat ini dilanda kepanikan oleh kedatangan mereka yang sangat tiba-tiba.


“Ternyata Sia baik-baik saja,” ujar Andreas menghela napas lega.


“Kalian tepat waktu,” ucap Scarlesia mengacungkan jempolnya.


Kemudian Scarlesia berdiri sambil menepuk-nepuk gaunnya yang terkena debu lantai yang kotor. Lalu ia berjalan mendekati Miranda yang gemetaran seraya beringsut mundur ke belakang.


“Nah sekarang kau mengerti kan? Aku tidak akan mati karena aku percaya para priaku akan segera menemukanku. Sihir pembatas tadi kau bilang ya? Sepertinya sudah dihancurkan oleh mereka. Bagaimana? Kau percaya kan kalau kau tidak akan pernah menang melawanku,” tekan Scarlesia.


“AKU TIDAK MUNGKIN KALAH DARIMU! AKU AKAN PANGGIL RAJA IBLIS HITAM BIAR DIA BISA MENELAN KALIAN HIDUP-HIDUP!”


Miranda memulai pemanggilan raja iblis hitam, ya dia selama ini ternyata menjalin kontrak dengan raja iblis hitam itulah kenapa dia bisa memanggilnya. Tidak sempat mereka menghentikan pemanggilannya, sosok hitam besar dan bertanduk keluar dari lingkaran sihirnya.


“Hahaha ada apa ini Miranda? Tidak biasanya kau memanggilku seperti ini,”


Suara tawanya yang besar menggelegar ke seluruh ruangan, kedua matanya yang merah tidak sengaja menangkap keberadaan Scarlesia di sana.


“Aahh aku mengerti. Apa kau memberikan gadis ini sebagai persembahan untukku? Jiwanya terlihat sangat sedap,”


“VENOS!” seru Elios yang kaget dengan kemunculan Venos, sang raja iblis hitam.


“Wah lihatlah ini siapa yang aku temui. Sungguh kebetulan yang indah ya teman lamaku, Elios,” ujar Venos.

__ADS_1


“Aku juga tidak menyangka akan melihat pengkhianat sepertimu setelah sekian lama kita tidak bertemu,”


“WUAHAHAHA HAHA!” tawa Venos terdengar jahat. “Pengkhianat? Aku tidak terlahir dengan kekuatan yang besar sepertimu jadi wajar aku tergiur dengan tawaran dari dewa kegelapan untukku. Karena hal itu sampai hari ini aku memiliki kekuatan yang besar mengalir di tubuhku,” lanjutnya berkata dengan nada angkuh.


“Dewa kegelapan? Lagi-lagi aku mendengar soal dewa kegelapan,” batin Scarlesia.


“Raja iblis yang agung hari ini saya ingin meminta tolong kepada anda untuk menghabisi mereka terutama gadis itu!” kata Miranda menunjuk ke arah Scarlesia.


“Gadis cantik ini? Hmm sayang sekali jika aku menghabisinya bagaimana jika kau menikah saja denganku? Jika kau menjadi pengantinku maka akan aku ampuni nyawamu,” tawar Venos.


“Haha aku menikah dengan raja iblis hitam sepertimu? Aku akan menolaknya karena tampangmu sangat menyeramkan. Aku tidak menyukainya,” tolak Scarlesia.


“Apa? Kau meremehkanku ternyata,” Venos merubah wujudnya menjadi seorang pria tampan dengan rambut hitam dan tubuh yang tinggi. “Bagaimana kalau sekarang?” tanyanya.


“Aku tetap tidak berminat. Kau bahkan tidak lebih tampan dari Elios,” tolak Scarlesia sekali lagi.


Venos menggertak giginya, ia tidak percaya bahwa gadis yang berdiri di hadapannya tidak merasa takut sama sekali dengannya ditambah Scarlesia membandingkannya dengan Elios, hal itu malah semakin memperburuk suasana hatinya.


“BERANINYA KAU MEMBANDINGKAN AKU DENGANNYA!”


Venos mengangkat tangannya ingin memukul Scarlesia, tapi ditahan oleh Elios dengan cepat.


“Jangan pernah menyentuh Sia! Kalau kau berani menyentuhnya maka aku tidak akan segan-segan membunuhmu,” gertak Elios.


“Hoho sepertinya kau sangat mempedulikan gadis ini, baiklah aku akan pergi sekarang. Miranda ambil botol itu! Minum cairan itu biar kau bisa mengalahkan mereka tanpa bantuanku,”


Venos melemparkan sebuah botol kecil pada Miranda, lalu setelah itu Venos pun menghilang dari hadapan mereka. Miranda dengan sangat tergesa-gesa langsung meminum cairan yang diberikan oleh Venos padanya. Dalam beberapa detik, Miranda bangkit dengan seluruh luka yang sudah sembuh dari badannya.


“HAHAHA SEKARANG TUBUHKU PULIH KEMBALI! KEKUATANKU JUGA MENINGKAT DENGAN DRASTIS!”


“Cairan apa yang ada di dalam botol itu sebenarnya? Kenapa Miranda terlihat lebih kuat dari sebelumnya?” pikir Scarlesia.


“Sia, mundur! Kami yang akan menghadapinya,” kata Zenon menyuruh Scarlesia untuk mundur.


“Baiklah,”


Scarlesia berbalik, ia saat ini menuju ke tempat anak-anak yang sedang dikurung oleh Miranda. Anak-anak itu tampak ketakutan melihat Scarlesia mendekatinya.


“Kalian jangan takut lagi. Aku akan membebaskan dari sini nanti, jadi berhentilah menangis. Oke?” bujuk Scarlesia agar anak-anak itu berhenti menangis.


“Benarkah kakak akan membebaskan kami dari sini?” tanya salah seorang anak perempuan.

__ADS_1


“Iya, benar. Jadi kalian harus tenang sekarang,”


Pertarungan berlangsung begitu sengit, ditambah beberapa orang bawahan Miranda juga ikut campur di dalam pertarungan tersebut. Scarlesia hanya berdiam diri menonton sambil mengawasi agar anak-anak tidak ikut menjadi korbannya.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak membawa busur suci bersamaku,” gumam Scarlesia berpikir.


“Nona, anda bisa memanggil busur suci dari sini,” sahut Shou.


“Huh? Bagaimana caranya?”


“Tutup mata anda lalu pusatkan pikiran anda pada busur suci. Kemudian coba panggillah busur suci tersebut,”


Scarlesia mengikuti instruksi dari Shou, ia memejamkan matanya dan memusatkan pikirannya pada busur suci.


“Busur suci, aku ini tuanmu. Segera datanglah kemari jawab panggilanku,” ucap Scarlesia.


Beberapa detik kemudian, busur suci sudah berada di dalam genggamannya. Dia sangat riang begitu tahu ia berhasil memanggil busur sucinya.


“Woaahhh ini sangat menarik sekali!” girangnya. “Dengan begini aku bisa ikut bertarung bersama mereka.”


Scarlesia bersiap-siap mengambil posisi, dia menembak satu persatu bawahan Miranda menggunakan busur sucinya. Dalam sekejap para bawahannya sudah banyak yang menghilang akibat terkena panah dari busur sucinya.


“Sia, bagaimana bisa busur itu ada padamu sekarang?” tanya Zenon terpecah konsentrasinya melihat Scarlesia memegang busurnya.


“Aduh kalian fokus saja dulu. Aku akan di sini menjaga anak-anak ini biar tidak terluka,” sahut Scarlesia.


Kini kekuatan Miranda bertambah berkali-kali lipat bahkan wujudnya pun tidak menyerupai seorang manusia lagi. Wujudnya yang saat ini sangat mengerikan dan menjijikkan bagi Scarlesia sendiri, bahkan Oliver yang sebelumnya mudah menangani serangannya kini terlihat kewalahan dalam menghadapinya.


“Apa yang membuat dia menjadi seperti ini?” pertanyaan itu muncul di dalam kepalanya saat ini.


Scarlesia menarik tali busurnya, ia membidik Miranda bermaksud mencoba untuk menembaknya dengan busurnya. Pada saat anak panah itu menyentuh kulit Miranda, itu tidak mempan sama sekali.


“KURANG AJAR! BERANINYA KAU MENYERANGKU!”


Miranda mengarahkan kemarahannya kini pada Scarlesia, ia terbang dengan gerakan yang sangat cepat bahkan sulit untuk dibaca. Akhirnya Miranda berhasil menghempaskan tubuh Scarlesia hingga terpental sangat jauh.


“SIAAAAA!!!”


 


Note :

__ADS_1


Maaf ya readers, hari ini author up 2 chapter dulu karena hari ini author ada kegiatan di kampus jadi mohon maaf ya. Besok diusahain up seperti biasa lagi.


__ADS_2