Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Rayuan Maut Abigail


__ADS_3

Abigail keluar dari kamarnya bermaksud untuk mencari kesenangan lain. Ketika di persimpangan jalan menuju istana utama, Abigail tidak sengaja melihat Scarlesia bersama pria-prianya yang tampan. Mereka tengah membelai wajah Scarlesia, membelai rambutnya, hingga ada yang memeluknya.


"Itu dia! Wanita itu kenapa bisa memiliki banyak pria yang sangat tampan di sampingnya? Apa-apaan itu? Aku merasa kesal! Rasanya aku ingin marah sekarang tapi aku harus menahannya sampai aku berhasil menghancurkannya. Jika dia sudah hancur maka aku bisa memiliki pria-pria itu," gerutu Abigail bersembunyi di balik dinding.


Di samping itu, Scarlesia baru saja balik dari ruang kaisar. Dia secara tidak sengaja bertemu dengan pria-prianya yang menunggunya sejak tadi. Raut wajah lelah Scarlesia membuat mereka khawatir karena mereka berpikir Scarlesia terlalu banyak bekerja.


"Sia, kenapa wajahmu terlihat lesu?" tanya Louis khawatir sembari membelai wajah Scarlesia.


"Apa kau baru saja melakukan pekerjaan yang berat?" sambung Andreas yang juga khawatir.


Scarlesia tersenyum tipis, padahal dia sudah berusaha menutupi raut letihnya tapi sepertinya dia tidak bisa berbohong kepada mereka.


"Aku baik-baik saja, aku hanya memiliki beberapa pikiran yang cukup rumit untuk dipikirkan," jawab Scarlesia.


Andreas refleks memeluk Scarlesia, rasanya dadanya ikut sesak ketika melihat Scarlesia tidak sesemangat biasanya. Scarlesia membalas pelukan Andreas, rasanya hangat dan hatinya seketika terasa damai.


"Andreas, jangan terlalu lama karena aku juga ingin memeluk Sia," protes Elios.


"Tidak mau, aku mau lama-lama. Aku menyukai aroma tubuhnya Sia," ucap Andreas semakin membenamkan kepalanya di tubuh Scarlesia.


Zenon dan Elios segera menarik Andreas untuk menjauh. Saat mereka menahan Andreas, Oliver mencari kesempatan dan masuk ke dalam pelukannya Scarlesia.


"Haahh Andreas memang benar, paling enak bila memeluk Sia. Aku ingin terus seperti ini," ujar Oliver.


"HAAAA OLIVER! JANGAN MENCURI KESEMPATANKU!" teriak Zenon berusaha melepaskan Oliver dari Scarlesia.


Saat Oliver sudah lepas, Louis yang malah masuk ke pelukannya Scarlesia. Xeon terkekeh melihat mereka, rasanya seperti melihat anak-anak yang memperebutkan mainannya.


"Astaga kalian ini kenapa bertingkah layaknya seorang anak kecil? Aku akan memeluk kalian bergantian," kata Scarlesia untuk memberhentikan keributan diantara mereka.

__ADS_1


Xeon cemas karena melihat Scarlesia, dia terlihat banyak pikiran.


"Apa mungkin kau memikirkan masalah ujian kandidat putri mahkota?" tebak Xeon.


Scarlesia menggeleng, "Bukan itu yang aku pikirkan. Bisakah kalian ke kamarku sekarang? Karena ada sesuatu yang perlu aku diskusikan bersama kalian."


Scarlesia menjelaskan kepada mereka semua masalah yang terjadi pada istana kekaisaran, menjelaskan segala situasinya secara mendetail.


“Sepertinya sekarang kalian akan disibukkan oleh masalah ini, sampai sebelum aku naik tahta sebagai putri mahkota semoga bukti-bukti mengenai kejahatan Pangeran Rashid segera terungkap. Bisakah kalian membantuku dalam menyelidikinya?”


Mereka saling bertukar pandang lalu saling menganggukkan kepala.


“Percayakan semuanya pada kami, kau hanya perlu fokus untuk ujian kandidat putri mahkotanya Sia. Jangan sampai kau dikalahkan,” ucap Oliver.


“Baiklah, mohon bantuannya ya,”


Pada hari berikutnya, Edward menyuruh Scarlesia dan Abigail berkumpul di aula istana untuk mengumumkan kepada mereka berdua serta kepada seluruh bangsawan Evariste mengenai ujian yang akan mereka laksanakan.


Sehabis pengumuman, Scarlesia dan Abigail pun pergi meninggalkan aula. Mereka berdua bahkan tidak sudi untuk melihat wajah masing-masing.


“Sial! Wanita itu setelah aku lihat dari dekat, wajah cantiknya tidak wajar sama sekali. Memangnya ada manusia secantik itu di dunia ini? Apa mungkin dewi venus terlalu banyak memberikannya berkah kecantikan?” lagi-lagi Abigail menggerutu sebal melihat wajah Scarlesia yang jauh lebih cantik dibandingkan dirinya.


Dia semakin kesal melihat Scarlesia yang begitu dimanjakan oleh para prianya, mereka bahkan tidak segan-segan memeluk dan mencium Scarlesia di hadapan banyak orang. Bagi banyak orang ini adalah suatu hal yang biasa apalagi Scarlesia adalah keturunan langsung dari Anabela, jadi menurut mereka itu wajar ditambah wajahnya yang cantik berkilau.


“Yang Mulia Scarlesia tampak sangat serasi bersama pria-prianya,”


“Benar, apakah nanti mereka yang akan mengisi haremnya Yang Mulia?”


“Aku harap begitu, kyaaaa aku yakin Yang Mulia Scarlesia pasti menang,”

__ADS_1


“Iya, beliau sangat baik dibandingkan Abigail. Lihatlah cara beliau tersenyum pada semua orang, bukankah itu sangat cantik?”


“Hmm benar, aku sebagai perempuan saja suka apalagi para pria,”


Seisi aula sibuk memandangi Scarlesia, mereka bahkan tidak melirik Abigail sedikit pun. Yang mereka lihat hanyalah Scarlesia, si pemilik kecantikan yang tidak pernah bosan untuk dilihat dari sisi mana pun.


“Apa yang mereka katakan? Mereka memanggil wanita itu dengan sebutan ‘Yang Mulia’ tapi mereka memanggilku hanya dengan namaku saja? Lihat saja, akan aku potong lidah kalian yang berbicara sembarangan tentang aku,” batin Abigail kesal dan beranjak pergi dari aula segera.


Pada malam harinya, cuaca mendadak menjadi dingin tanpa alasan yang jelas. Scarlesia yang tidak bisa tidur, memutuskan untuk jalan-jalan keluar mengenakan jaketnya yang tebal. Dia menggigil menahan dingin yang luar biasa tak tertahankan.


“Kenapa mendadak jadi dingin begini sih? Ternyata benar ya cuaca di Evariste ini tidak menentu,” gumam Scarlesia.


Saat Scarlesia tengah melintas di lorong istana, ia mendengar suara Xeon bersama seorang wanita. Karena penasaran, Scarlesia mencari tahu dengan siapa gerangan Xeon berbincang. Betapa terkejutnya Scarlesia menemukan Abigail mengenakan pakaian sangat terbuka sambil menggoda Xeon.


“Ayolah ke kamarku, aku bisa memberikanmu kenikmatan di atas ranjang. Kau hanya perlu melayaniku,” rayu Abigail sembari menempelkan buah dadanya ke lengan Xeon.


Bukannya tergoda, Xeon malah melihatnya dengan tatapan penuh jijik.  Xeon memaksa melepaskan tangan Abigail dari lengannya.


“Tolong jangan sentuh saya, itu menjijikkan,” hina Xeon.


“Menjijikkan? Kau bukan siapa-siapanya wanita itu kan? Kau bahkan tidak bisa mendekat seperti yang dilakukan pria lainnya pada wanita itu. Siapa kau baginya? Melihat kau yang berusaha melakukan segalanya untuknya itu membuatku kasihan. Dasar menyedihkan!”


Xeon mengepalkan kedua tangannya, dia menekan amarahnya agar tidak terpancing keluar.


“Sepertinya aku berhasil memancingnya,” batin Abigail.


“Jadi sekarang, lebih baik kau melayaniku. Aku akan memperlakukanmu dengan sangat baik dibanding saat bersama wanita tidak tahu diri itu,” sekali lagi Abigail menggodanya sembari membelai lembut wajah Xeon.


Scarlesia tidak bisa bersembunyi lebih lama lagi akhirnya dia memutuskan untuk menampakkan dirinya di hadapan Abigail.

__ADS_1


“Hei kau Abigail wanita murahan yang menjajal tubuhnya pada semua pria, berani sekali kau menggoda priaku,”


__ADS_2