
Berbagai macam strategi mereka persiapkan dengan matang, mulai dari pengevakuasian manusia hingga hewan, kemudian menyiapkan medan pertempuran yang jauh dari pemukiman masyarakat. Mereka semua mempersiapkan diri untuk hal terburuk yang kemungkinan besar akan terjadi. Bagi Scarlesia sendiri, ini adalah kali pertama dia bertemu dengan dewa kegelapan, dia sering bertemu para bawahan Leroux yang tengah mengacau di dunia manusia. Namun, Scarlesia berhasil menghentikan mereka supaya tidak membuat ulah lebih lanjut.
Scarlesia bersama para dewa dan dewi memasuki arena perang, mereka tidak dibantu oleh makhluk lain. Hanya ada mereka bersama para malaikat serta asisten mereka juga ikut membantu, ada rasa tegang merajelela di perasaan Scarlesia, sebab ini merupakan pertempuran terbesar yang akan dia hadapi.
“Hahaha kalian sudah datang?”
Scarlesia mendongakkan kepalanya ke arah langit, dia melihat Leroux datang membawa banyak pasukan di belakangnya. Mereka mendarat tepat di hadapan mereka, hanya beberapa meter jarak di antara mereka. Scarlesia menyoroti Leroux dengan tatapan yang tajam, sebaliknya Leroux menanggapi Scarlesia dengan seringaian di bibirnya.
“Jangan bilang kalau gadis cantik ini yang dikatakan akan melawanku? Haha kasihan sekali Eberly, saking putus asanya dia bahkan menciptakan gadis lemah seperti ini,” remeh Leroux.
“Sepertinya kau banyak omong ya? Biasanya orang yang banyak omong itu dianggap lemah,” sindir Scarlesia sambil tersenyum.
“Apa kau bilang?”
Leroux geram, dia tidak tahan dengan hinaan yang dilontarkan Scarlesia untuk dirinya, muka angkuhnya berubah seketika itu juga. Di belakang Leroux saat ini ada Aaron, Cyrill, dan para bawahan mereka lainnya. Scarlesia menyunggingkan senyumnya ketika melihat para bawahan Leroux terlalu banyak ia bawa ke medan perang hanya untuk melawan 20 orang saja.
“Anda juga sepertinya pengecut, bisa-bisanya anda membawa pasukan sebanyak itu hanya untuk melawan kami. Dasar lemah!” sarkas Scarlesia.
“KURANG AJAR! SERAAANGGG!!” seru Leroux.
Para pasukan Leroux mulai maju menerjang ke arah Scarlesia, Leroux dan Scarlesia berhadapan langsung. Mereka berdua melakukan pertarungan dengan sangat sengit, tidak ada yang bisa mengikuti pergerakan mereka berdua kala itu.
“Ternyata kau lumayan hebat juga,” ujar Leroux.
__ADS_1
“Tentu saja karena aku adalah ratu alam semesta.”
“Ratu alam semesta? Hahaha itu hanya akan tinggal mimpi di masa lalu untukmu, karena aku akan menguasai seluruh alam semesta ini. Aku akan membunuhmu! Membunuh seluruh dewa dan dewi hingga dewa pencipta sialan itu! Kehadiranmu hanyalah mengacaukan rencanaku!”
Leroux menekan pedangnya lebih kuat hingga mementalkan Scarlesia ke belakang akibat tekanan yang tidak bisa ditahannya tersebut. Scarlesia mulai menyadari bahwa kekuatan Leroux bukan main-main kuatnya, Scarlesia kembali mengatur napas dan mengulang serangan yang sama menggunakan pedangnya. Pertarungan mereka berjalan hampir dua jam, namun belum tampak siapa yang akan menang di pertarungan ini.
Keanehan mulai terjadi dari sini, Leroux menarik seluruh pasukannya ke belakang, Scarlesia berfirasat akan terjadi hal buruk setelah ini. Leroux kemudian mengeluarkan semacam gelembung hitam pekat yang lama-lama berubah menjadi sangat besar. Belum sempat Scarlesia menepis gelembung tersebut, ternyata Leroux lebih cepat melepaskannya dan menargetkannya ke arah para dewa dan dewi serta malaikat dan asisten.
Duaarrr!!
Ledakan besar terjadi begitu saja, lubang besar terbentuk dari hasil ledakan tersebut. Asap hitam menghalangi pandangan Scarlesia, dia menunggu beberapa saat untuk melihat apa yang terjadi kepada mereka yang berdiri bersamanya melawan dewa kegelapan. Alangkah terkejutnya Scarlesia melihat pemandangan mengerikan di depan matanya, seluruh orang yang disayanginya terkapar di atas tanah tidak sadarkan diri.
“TIDAAAKKKK!!”
Scarlesia lekas turun ke bawah, dia memeriksa satu persatu keadaan mereka namun tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Scarlesia menangis, dia histeris mendapati mereka yang disayanginya tidak lagi bernyawa di hadapannya termasuk Xeon, cinta pertamanya kala itu. Scarlesia meraung dalam tangisnya, hatinya tergores dan perlahan membentuk luka besar, rasa putus asa pun mencoba menguasai dirinya.
Pandangan berapi Scarlesia diarahkan kepada Leroux, pedangnya ia ubah menjadi tongkat.
“Aku tidak akan pernah memaafkanmu!”
Dari tongkatnya keluar cahaya emas yang menyilaukan mata, Scarlesia melayangkan cahaya tersebut kepada bawahan Leroux yang tersisa sehingga membuat mereka terlempar jauh ke belakang dan membuatnya tidak sadarkan diri. Leroux kaget bukan main, dia tidak menyangka gadis itu bisa melayangkan serangan luar biasa hebatnya.
“Hoho tidak buruk juga,” seringai Leroux.
__ADS_1
“Aku akan membunuhmu!”
Scarlesia menyerang secara bertubi-tubi, kekuatannya semakin bertambah seiring serangannya. Leroux dipojokkan dan tidak diberi celah untuk melawan, terakhir Scarlesia berhasil menikam Leroux menggunakan pedangnya. Kekuatan Leroux melemah sesaat luka tusukan itu meneteskan darah merah.
“Sial! Bagaimana gadis itu bisa menjadi sangat kuat? Kalau begini bisa-bisa aku kalah,” gumam Leroux sembari menutupi luka menggunakan tangannya.
Leroux berbalik, ia berniat untuk kabur dari pertarungan ini, akan tetapi Scarlesia tidak membiarkannya begitu saja. Tiba-tiba sebuah rantai keluar dari busur suci Scarlesia kemudian melilit leher Leroux.
“Tidak mungkin! Jangan bilang ini adalah rantai penyegelan. Sejak kapan gadis itu menguasainya? Sejauh ini rantai penyegelan hanya bisa digunakan oleh Eberly, lalu gadis ini… kenapa? Ada apa sebenarnya?”
Leroux panik, tubuhnya diseret ke belakang oleh rantai tersebut, dia tidak dapat bergerak akibat luka tusukan tadi terlalu dalam.
“Aku akan menyegelmu di dalam neraka! Kekallah kamu di sana sang kegelapan pembawa malapetaka!”
“Hahaha kau pikir kau bisa hidup bebas sekarang? Tidak! Kau tidak akan bisa bahagia mulai sekarang! Karena aku sudah menanamkan kutukan di dalam dirimu! HAHAHA!!”
Rantai-rantai lain keluar melilit keseluruhan tubuh Leroux, sebuah pintu berwarna merah tua tiba-tiba keluar. Itu adalah pintu neraka, Scarlesia melemparkan Leroux masuk ke dalam pintu neraka tersebut. Kini Scarlesia berhasil menyegel Leroux, para bawahannya yang tersisa juga menghilang dari hadapannya.
“Aku tidak bisa membunuhnya karena kekuatanku hanya cukup untuk menyegelnya saja. Tadi dia berbicara soal kutukan, kutukan apa yang dia maksud? Ahh ya sudahlah, aku akan menyelamatkan mereka lebih dulu.”
Scarlesia turun lagi ke bawah, mendadak dari jantungnya ia merasakan sakit, jantungnya seakan diremas oleh rasa sakit itu.
“Uhukk uhukk.” Scarlesia terbatuk, dia mengalami batuk darah yang sangat parah hingga rasa pusing pun datang menghampirinya.
__ADS_1
“Bagaimana ini? Tubuhku sepertinya tidak akan bertahan lama.” Scarlesia terjatuh duduk, tangannya tidak berhenti menyentuh dadanya yang perihnya tidak tertahankan lagi.
“Tidak boleh begini! Aku akan menyelamatkan mereka. Ya, kekuatan dewa pencipta ada di tubuhku, kekuatan pemulihan jiwa yang dikhususkan untuk menghidupkan kembali dewa, dewi beserta asistennya, serta para malaikat. Aku akan menggunakan detik-detik terakhir ini untuk menyelamatkan mereka semua.”