Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Bentuk Sejati Pedang Killer Moon


__ADS_3

“AARRRGHHH INI SAKIT SEKALI!”


Scarlesia menjerit kesakitan, tangannya serasa dikoyak oleh kekuatan Xeon.


“Kenapa Sia bisa berteriak kesakitan begini? Apa yang terjadi Xeon?” tanya Elios.


“Ini karena luka yang dia terima cukup dalam,” jawab Xeon.


Andreas tidak tahan lagi melihat Scarlesia yang kesakitan karena luka yang ditorehkan oleh Norbert.


“Aku tidak mau lagi kehilangannya, aku sudah menunggunya selama lebih 200 tahun. Aku tidak akan membiarkannya mengalami hal yang sama, kekasihku tercinta,”


Andreas menggenggam semakin erat pegangan pedangnya, giginya bergemelatuk, keningnya mengerut, amarahnya ikut melonjak naik. Andreas menatap tajam pada Norbert yang bertingkah tidak bersalah sama sekali.


“Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti Sia bahkan itu dewa sekalipun. Aku akan membunuhmu. AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!”


Pedang killer moon bersinar, begitu juga tubuh Andreas yang kekuatannya meningkat drastis. Pedangnya perlahan berubah menjadi warna putih, Norbert tersentak melihat perubahan kekuatan Andreas.


“Apa ini? Kenapa kekuatannya semakin meningkat? Dan juga pedangnya, apa-apaan itu?” batin Norbert.


“Kau tidak akan bisa lari lagi NORBEERRRTTT!”


Andreas menerjang Norbert dengan gerakan super cepat, Norbert tidak bisa membaca gerakannya dan sekarang Andreas sudah berada tepat di hadapannya. Dia tidak bisa menghindar, Andreas menghunuskan pedangnya tepat ke perut Norbert. Tidak hanya sampai di sana saja, Andreas terbang lebih tinggi lagi lalu menghantam tubuh Norbert dari atas. Norbert yang melemah berakhir terlempar ke atas tanah yang keras.


“Heukk t-tubuhku tidak bisa digerakkan,” ucap Norbert.


Andreas terbang dari atas menuju bawah, Norbert berada tepat di bawah kakinya saat ini. Andreas memegang pedangnya menggunakan kedua tangannya, ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi kemudian menusuk dada Norbert berulang kali.


“Mati kau! Mati! MATIIIII!!!!”


Norbert tidak diberi kesempatan untuk berbicara oleh Andreas, dendam lamanya ia limpahkan hari ini. Tidak ada kata ampun untuk Norbert, baginya Norbert hanyalah sampah yang perlu dia bereskan segera. Hingga di tusukan terakhirnya, Norbert menghembuskan napas terakhirnya. Dendamnya terbayarkan sudah, semua orang yang dibencinya sudah dia musnahkan tanpa sisa. Andreas terduduk lemas, darah Norbert memercik di pedang dan wajah tampannya.

__ADS_1


“Bagaimana? Pendarahannya sudah berhenti kan?” tanya Zenon cemas.


“Sudah, sepertinya Sia sudah mulai tenang,” balas Xeon.


Andreas segera berdiri untuk melihat keadaan Scarlesia sekarang, meski lukanya sudah ditekan oleh Xeon tetap saja kondisinya masih melemah.


“Eitss tunggu Andreas. Aku harus membersihkan darah yang ada di tubuhmu sebelum mendekati Sia,” ujar Oliver membantu Andreas untuk membersihkan noda darah menggunakan sihirnya.


“Apakah Sia baik-baik saja?” tanya Andreas.


“Ya, dia sekarang sudah tidak apa-apa. Kita harus membawanya kembali ke penginapan,” jawab Louis.


Lalu mereka bersama-sama melangkah mengantarkan Scarlesia kembali ke penginapan, mereka juga memanggil dokter untuk mengobati lukanya. Andreas membawa mayat Norbert ke istana dan menjelaskan semua yang terjadi kepada pihak istana. Dengan begini, kasus pembunuhan berantai sudah selesai dan orang-orang tidak perlu mengkhawatir hal itu lagi.


Scarlesia tertidur nyenyak setelah diobati oleh dokter, ia tertidur selama satu hari penuh. Luka yang dia terima cukup parah dan perlahan membaik, saat dia terbangun seluruh staminanya sudah kembali seperti semula. Baru saja dia membuka mata, kamarnya sudah ramai oleh Andreas dan yang lainnya lalu ada Natasha juga yang mengkhawatirkan keadaannya.


“Aku tidak apa-apa. Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku,” tutur Scarlesia seraya tersenyum.


Natasha menghambur ke pelukannya, dia tidak berhenti mengkhawatirkan teman satu-satunya itu. Dia mendengar Scarlesia ketika dirinya tengah berada di dalam kelas memanah, ia rela meninggalkan kelasnya demi memastikan kondisi Scarlesia sebenarnya.


“Hehehe inilah bentuk sejatiku. Akhirnya kekuatanku berhasil dibangkitkan,” sela Moon.


“Moon! Kenapa kau baru berbicara sekarang?” omel Andreas.


“Aku tertidur beberapa waktu ini dan aku merasakan semalam kau membangkitkan kekuatan pedang killer moon. Pedang killer mood bentuk sejatinya seperti ini namun selama ini tidak ada yang bisa membangkitkannya tapi kau bisa melakukannya,” terang Moon.


“Apa kau bertambah kuat sekarang Moon? Aku bisa merasakan aliran kekuatan yang luar biasa di dalamnya,” ucap Zenon.


“Tentu saja aku bertambah kuat bahkan jika aku melawanmu lagi sekarang, aku akan menang dan tidak akan kalah darimu,” angkuh Moon.


“HAAAA OMONG KOSONG APA YANG KAU KATAKAN? DASAR PEDANG JELEK!” bentak Zenon.

__ADS_1


“KAU LEBIH JELEK, DASAR NAGA BODOH!” ledek Moon tak mau kalah.


“Tolong ya kalian berdua jangan bertengkar, oke?” lerai Scarlesia dan membuat mereka berdua diam.


Tiba-tiba di sela percakapan mereka, seorang pelayan dari istana memanggil Scarlesia karena kaisar ingin bertemu dengannya saat ini. Tanpa berlama-lama, Scarlesia mengganti pakaiannya dan segera menuju ke istana sedangkan Xeon dan yang lainnya kembali masuk ke dunia cermin karena Scarlesia tidak bisa membawa mereka sekaligus secara langsung. Di sana, ia sudah ditanti oleh kaisar, permaisuri, serta para bangsawan lainnya. Mereka menyambut Scarlesia dengan ramah dan penuh senyuman.


“Salam kepada Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri,” ujarnya memberi salam.


“Sudah, Nona tidak perlu melakukannya. Aku senang mendengar bahwa ternyata pelaku pembunuhannya telah terungkap. Aku tidak menyangka ternyata pelaku pembunuhan ini adalah seorang vampir,” kata kaisar.


“Ini bukan apa-apa bagi saya Yang Mulia, saya hanya bermaksud untuk membantu Yang Mulia saja,” balas Scarlesia sambil tersenyum tipis.


“Aku dengar Nona terluka, apa sekarang sudah tidak apa-apa?” tanya kaisar.


“Saya baik-baik saja sekarang Yang Mulia,”


“Syukurlah, aku akan memberimu hadiah. Sebutkan saja apa yang Nona inginkan maka aku akan mengabulkannya karena sebelumnya Nona pernah menyelamatkan putri saya bahkan sekarang menyelamatkan Kekaisaran Celosia dari ancaman pembunuhan,”


Scarlesia memutar otaknya, dia berpikir keras mengenai hadiah apa yang harus dia minta. Lalu terlintas di dalam pikirannya bahwa Kekaisaran Celosia terkenal karena banyaknya tanaman herbal yang langka.


“Yang Mulia jika boleh, tolong hadiahkan saya beberapa tanaman herbal,”


“Tanaman herbal? Apa hanya itu saja? Bukannya itu terlalu kecil?” tanya kaisar memastikan.


“Tidak masalah Yang Mulia karena saya hanya menginginkan tanaman herbal saja,” jawab Scarlesia.


Permintaan mengenai hadiahnya menciptakan kehebohan diantara bangsawan yang hadir saat ini. Mereka menilai Scarlesia meminta hadiah yang terlalu sederhana, mereka menganggap Scarlesia memiliki hati yang sangat luas setelah melakukan beberapa hal menakjubkan pada kekaisaran mereka. Mereka juga menganggap bahwa hadiah yang dia minta tidak sesuai dengan usaha yang sudah ia lakukan.


“Baiklah. Aku akan memberikan tanaman herbal terbaik Kekaisaran Celosia padamu,” balas kaisar menyetujuinya.


“Apa Nona bisa meracik obat?” tanya permaisuri penasaran.

__ADS_1


“Ya, saya memang ahli dalam meracik obat Yang Mulia. Itulah kenapa saya hanya meminta tanaman herbal saja,” jawabnya.


“Nona memiliki kemampuan yang beragam ya, pantas saja Natasha selalu membicarakannya setiap saat. Kecantikan tiada tara serta kemampuan luar biasa, Nona memiliki kecantikan paling sempurna,”


__ADS_2