
Pada hari berikutnya, berita mengenai Nieva menyebar ke seluruh kekaisaran. Tindakan nekatnya yang mencoba memfitnah Scarlesia hingga berita kegugurannya langsung membuatnya dikecam oleh rakyat Kekaisaran Roosevelt. Sebagai akibat dari perbuatannya, posisi Nieva sebagai permaisuri diturunkan oleh kaisar menjadi seorang selir biasa. Tidak hanya itu saja, untuk sementara waktu Nieva dilarang berkeliaran di luar istana dan dikurung di dalam istana. Kemudian, seorang pelayan yang menaruh racun untuk menjebak Scarlesia juga sudah tertangkap dan disiksa oleh Aldert sampai mati.
Yang tidak kalah mengejutkannya lagi, berita perihal Scarlesia akan menjadi putri mahkota Kekaisaran Evariste menambah kegemparan di kalangan rakyat Roosevelt. Sebagaimana mereka tahu, selama ini yang paling memiliki peran besar dalam penumpasan segala bentuk ancaman adalah Scarlesia sendiri. Hal ini tentu menciptakan kegaduhan dan rasa khawatir karena tidak ada yang lebih kuat dibanding Scarlesia serta para pria yang berada di sisinya.
“Kenapa kalian tenang-tenang saja dari kemarin? Tidak seperti yang lain menangis memohon biar aku tidak pergi,” ucap Scarlesia pada Erin dan Hana.
“Itu karena anda pasti akan mengajak kami kan Nona,” jawab Hana percaya diri.
“Iya, anda pasti akan mengajak kami. Karena itu lah kami tidak perlu menangis karena kami akan selalu berada di samping anda,” tambah Erin.
Scarlesia menghela napasnya, dia tidak menyangkalnya sebab apa yang mereka katakana adalah benar sepenuhnya. Mereka berdua harus dibawa dikarenakan Scarlesia belum bisa mempercayai penghuni istana Kekaisaran Evariste. Baginya, ancaman bisa datang kapan saja entah itu di luar kekaisaran atau di dalam kekaisaran. Meskipun statusnya kini akan berubah menjadi putri mahkota, namun hatinya masih merasa ada hal lain yang menantinya di Evariste.
“Tahu saja kalian kalau aku akan mengajak kalian pergi bersamaku,”
“Kami juga sudah mempersiapkan barang kami yang perlu dibawa,” ujar Erin bangga.
“Cepat sekali, sepertinya kalian sangat berharap untuk ikut bersamaku. Baiklah tidak apa-apa, sekarang kalian harus bantu aku bersiap-siap. Kemasi barang-barangku yang dirasa penting untukku,” suruh Scarlesia.
“Baiklah Nona,”
Scarlesia akan berangkat lusa, masih banyak yang mesti dia urus sebelum berangka ke Kekaisaran Evariste. Sementara Erin dan Hana mengemasi barang-barangnya di kamar, Scarlesia pergi berkeliling paviliun. Tumbuhan herbal yang tertanam di tamannya juga ia bawa masuk ke dalam dunia cermin, Shou bersama peri lain baru saja memperbaharui dunia cermin sehingga Scarlesia juga bisa menggunakannya untuk menanam berbagai tumbuhan.
__ADS_1
Scarlesia mengenang sedikit masa bagaimana ia mendapatkan paviliun ini hingga masalah-masalah yang menimpa diri. Jika dipikir-pikir kembali, sejak awal kedatangannya ke dunia ini selalu banyak hal yang terjadi, tiada hari yang dia lewatkan tanpa konflik. Otaknya yang dulu dia gunakan hanya untuk belajar, kini mesti dia putar melawan arus kehidupannya yang berlika-liku.
“Sepertinya aku tidak pernah masuk ke dalam ruangan ini. Ayah bilang ini adalah ruang baca milik Ibu, sekarang aku akan melihat sendiri apa yang ada di dalamnya,”
Scarlesia mendorong pintu masuk sebuah ruang yang berada di sudut lantai paling atas paviliun yang tidak pernah dia kunjungi semenjak pindah ke Paviliun Kirin.
“Uhukk uhukk."
Ruangannya penuh debu dan membuatnya terbatuk, Scarlesia dengan lekas membuka jendelanya agar memudahkan udara masuk ke dalamnya. Ruangannya seperti sebuah perpustakaan mini bahkan ada meja kerja di dalamnya. Di atas meja tersebut berjejer potret bahagia keluarga mereka, bahkan di atas mejanya masih terkambang sebuah buku yang dia duga adalah buku terakhir yang dibaca oleh sang Ibu.
“Samar-samar rasanya aku pernah masuk ke dalam ruang ini ketika Ibu masih hidup,” gumamnya.
“Buku apa ini? Sepertinya agak unik,”
Scarlesia menarik buku tersebut, tiba-tiba rak bukunya bergeser. Sebuah jalan menuju ruang rahasia terbuka lebar. Scarlesia agak terkejut karena dia tidak pernah menyangka ada ruang lain di dalam ruangan ini. Rasa penasaran yang bergejolak di dalam dirinya mendorong Scarlesia untuk memasuki ruang rahasia tersebut.
Scarlesia menapaki anak tangga yang gelap, selama lebih dari 10 tahun ruangan ini dibiarkan tertutup tanpa ada pencahayaan yang masuk. Rasanya pengap sebab tidak ada celah udara di dalamnya, namun Scarlesia tetap masuk tanpa mempedulikan hal lain. Sebelum melihat lebih dalam lagi, Scarlesia membuat pencahayaan dari kekuatannya agar mempermudah penglihatannya mengedar di dalam ruang tersebut.
“Tunggu dulu. Kenapa ruangan ini sangat mirip dengan ruang kerja Ibuku di kehidupan sebelumnya?”
Scarlesia mulai merasa ada yang aneh dari ruangannya, dia mengecek satu persatu benda-benda yang ada di sana. Hingga ia sampai di salah satu laci kecil, ia membuka laci yang penuh debu tersebut dan dia mendapati sebuah kotak kecil berwarna hitam.
__ADS_1
“Kotak apa ini? Sepertinya kotaknya terkunci,”
Scarlesia mengguncang-guncang kotaknya, tiba-tiba saja dia menyadari tentang kunci yang diberikan oleh Stella kepadanya beberapa waktu lalu. Kuncinya selalu dia bawa kemana-mana, jadi sekarang ia mencoba membuka kotaknya menggunakan kuncinya.
Klekkk
Ternyata kunci itu memang untuk membuka kotaknya, Scarlesia bergegas melihat apa yang tersimpan di dalamnya. Tak terduga, nyatanya di sana hanya ada selembar kertas yang dimasukkan ke dalam amplop. Kemudian tanpa menunggu lama, Scarlesia membuka amplopnya dan segera membaca suratnya.
Kedua tangannya gemetar ketika membaca suratnya, matanya mulai panas dan mengeluarkan air membasahi kedua pipinya.
“Apa lagi sekarang?” di dalam suratnya tertulis hal yang paling tidak dia duga selama ini.
“Sia, apabila kamu menemukan surat ini berarti artinya kamu sudah tahu segalanya. Sebelumnya Ibu ingin meminta maaf padamu atas semua yang kau lalui selama ini. Ibu secara tidak sengaja meninggalkanmu di dunia modern, aku meninggal ketika bertugas sebagai agen rahasia negara. Mungkin kamu bertanya-tanya apa maksudku berkata seperti ini, ya benar tebakanmu aku adalah Ibu yang melahirkanmu di dunia modern serta di dunia yang kau tinggali sekarang. Melahirkanmu dua kali adalah rasa bahagia yang tak bisa terelakkan, tapi mengingatmu masih ada di dunia modern sedikit mengiris hatiku dan aku selalu bertanya-tanya ‘apakah kau baik-baik saja?’,”
“Apa? Kejutan macam apa lagi yang diberikan dewa dan dewi untukku?”
“Aku percaya kamu bisa melalui semua ini bukan? Karena kamu adalah anakku. Aku disuruh oleh Xeon untuk masuk ke dalam dunia yang akan kau masuki nantinya, aku memiliki tugas penting untuk kebahagiaanmu. Datang dari dunia modern kemudian masuk ke dalam tubuh Kaisar Evariste, memberikan identitas serta kebahagiaan yang besar untukmu. Aku menikah dengan Eldrick yang mencintaiku, memberikanmu dua orang saudara yang menyayangimu, memberikan seorang Ayah yang akan mencintaimu. Sia, Ibu melakukan semua ini untuk memberikan kebahagiaan yang tidak pernah kau cicipi sebelumnya,”
“Hikss Ibu….” Scarlesia tidak bisa lagi menahan dirinya untuk menangis.
“Aku menyuruh Eldrick untuk membuatkan sebuah paviliun yang sangat besar untuk aku berikan padamu nanti. Paviliun yang berisi banyak kamar sehingga kau bisa membawa para pria yang mencintaimu untuk tinggal di sisimu. Aku menanam berbagai tumbuhan obat serta racun yang bisa kau gunakan nantinya. Aku sudah mempersiapkannya sebaik mungkin sebelum jiwamu dari dunia modern tiba di sini. Identitasku sebagai Kaisar Evariste ingin aku wariskan padamu karena kamu pasti membutuhkan posisi tinggi untuk melindungi banyak orang. Tolong berbahagialah kali ini, Ibu selalu menunggumu dari waktu ke waktu. Ibu akan melakukan apa saja agar kau bahagia, tolong jangan marah pada Xeon karena Ibu melakukan ini tanpa paksaan darinya. Apa kau mengerti Sia?”
__ADS_1