
Pada saat yang bersamaan, hari ini di seluruh penjuru kekaisaran tengah sibuk akan perang yang terjadi di hari esok. Mereka mempersiapkan segalanya secara maksimal tanpa ada satupun yang tertinggal. Xeon saat ini mengambil alih persiapan di Evariste, diikuti oleh Andreas, Zenon, Oliver, Louis, serta Elios juga membantu persiapan di setiap kekaisaran lainnya. Tidak ada waktu istirahat bagi mereka semenjak Scarlesia pergi ke pusat semesta untuk membangkitkan kekuatannya.
Hari ini pula seluruh rakyat dievakuasi ke tempat yang lebih aman, mereka sudah menyiapkan lebih awal tempatnya yang tersembunyi disertai oleh sihir perlindungan dan sihir pembatas yang sangat kuat. Untungnya, tidak ada satu pun orang yang membantah atau pun membangkang untuk dievakuasi. Proses evakuasi berjalan dengan sempurna tanpa adanya halangan apa pun, butuh waktu sekiranya enam jam untuk mengevakuasi masyarakat secara cepat.
“Hei kalian! Istirahat dulu. Aku menyiapkan makanan untuk mengisi perut kalian,” seru Aldert kepada Xeon bersama yang lain.
Mereka masih mendiskusikan beberapa hal sebelum menghadapi peperangan yang akan terjadi dalam beberapa jam lagi.
“Iya, sebentar lagi kami akan memakannya. Taruh saja di sana,” sahut Carlen.
Aldert pun menghampiri mereka, dia juga ingin mendengar tentang hal apa saja yang sedang mereka diskusikan.
“Zenon, kemungkinan Parnell yaitu Ayahmu akan ikut masuk ke dalam pasukan dewa kegelapan,” ucap Xeon.
Zenon tersentak, dia tidak menyangka akan mendengar nama Ayahnya setelah sekian lama. Zenon mengingat kembali kenangan buruk yang menimpa dirinya, konon sang Ayah merupakan naga api paling kuat. Dia menikah dengan Ibu Zenon demi memanfaatkan kekuatan Ibunya untuk mencapai posisi tertinggi sebagai naga paling kuat. Sehari-harinya, Zenon menyaksikan Ayahnya memperlakukan Ibunya dengan baik hingga topeng tersebut terbuka.
Parnell, Ayahnya Zenon membunuh Ibunya tepat di depan mata Zenon yang masih berumur 15 tahun kala itu. Parnell meneriakkan bahwa sang Ibu tidak lagi berguna karena setelah melahirkannya, kekuatan Ibunya melemah. Zenon yang murka tanpa sadar malah bertarung dengan Ayahnya, pada ujungnya Zenon berhasil membunuh Ayahnya dan menjadi satu-satunya naga yang masih hidup. Tidak hanya itu saja kejahatan Parnell yang diingat oleh Zenon, dulu Parnell juga semena-mena kepada manusia.
“Bagaimana orang itu bisa hidup kembali? Padahal aku sudah membunuhnya waktu itu.” Wajah Zenon berubah masam, dia tidak ingin melihat wajah Ayahnya lagi. Tapi, di perang kali ini sepertinya dia diharuskan berhadapan dengan Ayahnya.
“Ini hanya kemungkinan belaka, tapi tidak ada salahnya kita bersiap-siap sebelum terjadinya perang, karena dewa kegelapan membangkitkan jiwa-jiwa jahat pemilik kekuatan super hebat, salah satunya ya Ayahmu sendiri,” kata Xeon.
__ADS_1
“Ck, kalau dia muncul lagi. Aku akan membunuhnya, serahkan masalah ini padaku,” ucap Zenon berdecak sebal.
“Lalu Andreas, kakakmu juga aku serahkan padamu. Dewa kegelapan tampaknya juga membangkitkan kakakmu di perang kali ini.”
“Ahh jadi kakak sialan itu juga ikut dibangkitkan? Rasanya menyebalkan sekali mengingat apa yang dia lakukan dulu kepada Sia. Aku akan membunuhnya, tidak peduli berapa kali pun dia dibangkitkan karena aku akan menjadi orang yang akan mengakhiri hidupnya,” geram Andreas seraya meremas gagang pedangnya.
“Sakit sialan! Bisa-bisanya kau menyakitiku!”
Pedang Killer Moon berbicara, selama beberapa waktu ini Moon tertidur dan tidak pernah bangun sekali pun. Akan tetapi, hari ini dia tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya, hal ini membuat Andreas sedikit terkejut.
“Kau sudah bangun? Aku pikir kau masih tidur,” ucap Andreas datar.
“Lama sekali kau tidurnya, kenapa baru bangun sekarang?” celetuk Sun, yaitu pedang Killer Sun milik Carlen yang dulu pernah diambil oleh Scarlesia dari Abigail.
“Sudah! Sekarang aku akan membagi siapa saja musuh yang akan kita hadapi masing-masing,” sela Xeon menghentikan pembicaraan tidak berguna mereka.
Mereka pun diam untuk mendengarkan penjelasan Xeon lebih lanjut perihal siapa saja lawan yang akan mereka hadapi di esok hari.
“Oliver akan melawan Zin si siluman ular, Louis akan menghadapi Cyrill yang sepertinya juga ikut dibangkitkan, Elios melawan Vanos si raja iblis hitam, dan aku sendiri yang akan menghadapi Aaron. Sedangkan kalian yang lainnya akan membantu melawan raja monster, iblis hitam, beberapa siluman yang dihidupkan kembali, lalu monster-monster yang cukup berbahaya,” papar Xeon.
“Jadi, dewa kegelapan akan berhadapan langsung dengan Sia?” tanya Victor.
__ADS_1
“Iya, hanya Sia yang mampu mengimbangi kekuatan dewa kegelapan. Apabila kita yang berhadapan dengannya, aku yakin kita akan lenyap dalam sekejap mata. Kita akan mempermudah jalan untuk Sia nanti, jangan sampai ada yang mati di antara kita. Aku tidak mau mengulangi kejadian yang sama seperti masa lalu,” balas Xeon.
“Baiklah, kita hanya perlu mengalahkan bawahan dewa kegelapan agar Sia nanti lebih mudah dalam menghadapi dewa kegelapan bukan?” tanya Lucas.
“Iya, kita akan melakukan seperti yang aku katakan.”
“Tapi, tidak aku sangka ternyata membangkitkan kekuatan Sia membutuhkan waktu lebih lama,” tutur Louis.
“Sepertinya ada sesuatu yang direncanakan oleh dewa pencipta, aku tidak tahu dengan jelas apa yang beliau rencanakan. Namun, aku yakin Sia akan kembali membawa segala kekuatan yang luar biasa di dalam dirinya.” Ekspresi Xeon terlihat tidak sabar untuk melihat langsung perubahan seperti apa yang akan ditunjukkan oleh Scarlesia kepada mereka.
“Aku juga menantikannya. Sia dengan rambut dan sayap emas, seperti apa dia nanti? Aku tidak sanggup membayangkannya,” kata Elios.
“Ceritakan kepada kami, dulu Sia saat masih berada di pusat semesta, bagaimana penampilannya?” tanya Oliver penasaran pada Xeon.
Beberapa pasang mata tertuju kepada Xeon, mereka sungguh ingin mengetahuinya langsung dari mulut Xeon.
“Dia sangat cantik, jauh lebih cantik dari yang kalian lihat. Tidak hanya rambut dan sayap saja yang berwarna emas, bahkan pupil matanya juga berwarna emas. Dewa pencipta mewarisi Sia penampilan dirinya, makanya waktu itu para dewa dan dewi sedikit berdebat sebab dewa pencipta menciptakan Sia serupa dengan dirinya,” terang Xeon.
“Aku jadi tidak sabar menantikan hari esok, semoga saja Sia bisa datang tepat waktu,” ujar Andreas.
“Ya, tapi sekarang kita sebaiknya istirahat dulu. Besok akan menjadi hari yang sangat sibuk sepanjang hidup kita,” saran Carlen diangguki oleh mereka semua.
__ADS_1
Mereka beristirahat untuk memulihkan tenaga menghadapi perang akhir yang akan meletus di esok harinya. Mereka tegang sekaligus merasa penasaran atas perubahan Scarlesia yang akan mereka saksikan, tapi prioritas utama mereka tetap saja yaitu membantu Scarlesia menyingkirkan segala halangan sebelum dia melawan dewa kegelapan nantinya. Biarlah malam ini mereka menyimpan rasa penasaran tidak berguna itu terhadap Scarlesia. Besok adalah hari penentuan, Scarlesia adalah kunci dari semua ini, kemudian mereka akan membantu melonggarkan kesulitan Scarlesia sendiri.