Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Fakta Kembali Terkuak


__ADS_3

Penjelasan dari Eberly cukup mendatangkan kejutan kepada para dewa dan dewi, pasalnya mereka tidak tahu sama sekali bahwa dewa pencipta berada di dalam jiwa Scarlesia selama ini bahkan mereka tidak bisa merasakan kehadiran Eberly. Meski begitu, sebelumnya mereka memang keheranan dan mencari tahu apa sebenarnya yang membuat Scarlesia memiliki sinar perlindungan yang sangat kuat, kini mereka akhirnya menemukan jawaban yang tepat.


“Aku juga sudah mengupayakan agar kutukan itu tidak menggerogoti Sia lebih jauh lagi, tapi rasa sakit kehilangan Sia lebih besar dari yang aku duga. Untungnya Sia bisa bangkit kembali, jika tidak maka Sia sudah pasti mati karena kutukan itu. Lalu aku juga membantu Xeon untuk membuat Sia bereinkarnasi lagi dan lagi, sebab kekuatan Xeon tidak akan cukup untuk mereinkarnasi Sia,” lanjut Eberly menjelaskan.


Eberly memasang tatapan penuh kasih sayang ke arah Scarlesia yang masih menangis di dalam pelukannya. Eberly mengusap lembut kepala Scarlesia, selama ini ia selalu menganggap Scarlesia sebagai anaknya sendiri. Anak yang harus ia besarkan sepenuh hati, yang harus ia jaga setiap waktu, dan anak yang selalu ia selamatkan dari marabahaya.


“Jadi itulah kenapa ada energi anda di dalam dirinya Sia,” ujar Aefar.


“Kau memang sangat peka dalam urusan ini. Ya, aku hanya ingin menjaganya lebih dekat, ragaku tertidur tapi tidak dengan jiwaku,” tutur Eberly.


Kemudian Scarlesia melepas pelukannya, ia menyeka air matanya karena dia juga merasa cukup malu bila menangis lama-lama di hadapan dewa pencipta.


“Terima kasih sudah bertahan sejauh ini Sia, aku akan menjelaskan semua hal yang ingin kau ketahui tentang dirimu,” ujar Eberly menarik sudut bibirnya untuk tersenyum.


“Yang Mulia, bisakah anda menjelaskan secara rinci siapa saya sebenarnya? Lalu siapa wanita berambut emas yang kerap kali muncul di mimpi saya? Dan apa itu hari kebangkitan? Para malaikat sempat menyinggung soal hari kebangkitan saat menjemput saya tadi. Tapi, saya tidak mengerti maksud hari kebangkitan itu.” Scarlesia menanyakan sekaligus segala pertanyaan yang bersarang di otaknya selama ini. Hari ini dia akan mendapat jawaban atas pertanyaan tersebut, rasa penasarannya akan segera terjawab.


Dewa pencipta telah menduga Scarlesia akan mempertanyakan semua hal itu, dia akan menjelaskannya sekarang tanpa ada yang ditutupi dari Scarlesia. Dewa pencipta lalu membawa Scarlesia ke ruang altar emas, kemudian Eberly memerintahkan Lydon untuk mengambil sebuah mahkota yang terpajang di lemari kaca.


“Sebenarnya tempat apa ini?” tanya Scarlesia masih terfokus mengamati sekelilingnya.


“Sekarang kita berada di pusat semesta, tempat ini adalah milikmu dulunya. Kau akan segera ingat setelah seluruh ingatanmu kembali,” jawab Fritz.

__ADS_1


“Lalu ini mahkota apa?” tanya Scarlesia sekali lagi.


Di tangan Lydon ada mahkota dengan warna emas menyelimutinya kemudian ada permata yang mirip dengan permata di busur sucinya melekat di tengah mahkota tersebut.


“Ini milikmu, mahkota yang berisi semua ingatanmu. Kami menyegel ingatanmu di mahkota ini, sekaligus kekuatan sejatimu akan muncul setelah mahkota ini terpasang di atas kepalamu,” jelas Lydon.


“Lihat busur suci milikmu itu, sama bukan warnanya serta permata yang melekat di sana? Ini adalah milikmu karena identitasmu yang sebenarnya adalah ratu alam semesta,” ungkap Eberly.


Scarlesia kembali terperanjat kaget, kedua bola matanya membulat sempurna, dia kembali mengingat-ingat bahwa ada beberapa kali dia mendengar bahwa ratu alam semesta itu dirinya sendiri. Namun, saat itu dia masih belum mengerti apa yang dimaksudkan oleh mereka yang memanggilnya dengan sebutan ratu alam semesta.


“Dan wanita berambut emas yang kerap kali kau di mimpimu itu adalah dirimu sendiri,” tambah Leopold.


“Yeah, wanita itu adalah kamu. Ratu alam semesta bertugas mengontrol alam semesta dari pusat semesta ini. Kau berbeda dengan dewa atau dewi karena kau bisa turun ke dunia manusia dan ikut campur dengan urusan di sana. Kau diberi hak khusus demi menjaga keseimbangan alam semesta, itulah mengapa aku menjadikanmu sebagai ratu alam semesta ini. Ratu yang menjadi tempat bernaung para makhluk hidup, kau membawa mereka pada sebuah kedamaian,” terang Eberly.


“Sebelum kau ada, semesta selalu dilanda oleh berbagai masalah akibat kekacauan yang dilakukan oleh dewa kegelapan,” tambah Carolus.


Scarlesia tidak dapat berkata-kata, dia kehilangan arah tujuan pembicaraannya. Selama beberapa saat Scarlesia terdiam tanpa suara, dia hanya mencerna satu persatu fakta terkuak mengenai dirinya yang telah lama bersarang di tumpukan memori terdalam.


“Ahh jadi seperti itu rupanya. Aku merupakan ratu alam semesta dan wanita bersurai emas itu adalah aku sendiri. Aku sering bermimpi tentang diriku di masa lalu semenjak aku membaca sebuah buku di perpustakaan. Apa anda tahu buku apa itu Yang Mulia?” tanya Scarlesia kepada Eberly.


“Sesungguhnya buku yang kau baca itu adalah buku yang aku tulis untuk memicu ingatanmu supaya kau bisa mengingat setidaknya sedikit dirimu di masa lalu sebelum hari kebangkitan itu terjadi,” jelas Eberly.

__ADS_1


“Aku juga memberikanmu sebuah buku, buku pengobatan serta buku pengetahuan mengenai racun dulu di saat kau masih berada di dunia modern,” sela Agatha.


Scarlesia ingat, dia mempelajari berbagai pengobatan dan racun dari buku yang dimaksud oleh Agatha. Dia tidak sengaja menemukan buku tersebut di rak buku sang Ibu, sebab itulah ia mempunyai pengetahuan tentang tanaman herbal serta jenis-jenis racun. Seusai dia mempelajari semuanya, buku itu menghilang secara misterius. Dulu dia mencari kemana-mana buku itu, namun sekarang dia tahu ke mana buku itu perginya.


“Itulah mengapa bukunya menghilang, terima kasih berkat anda saya dapat bertahan dari dunia yang membuat saya sesak,” kata Scarlesia berterima kasih pada Agatha seraya melayangkan senyum manisnya.


“Oh iya lalu hari kebangkitan itu apa?” Scarlesia kembali melontarkan pertanyaan kepada Eberly.


“Hari kebangkitan yaitu hari di mana kau dibangkitkan menjadi ratu alam semesta sepenuhnya. Kau akan mendapat ingatan serta kekuatan sejatimu kembali, kemudian penyempurnaan penggabungan jiwamu yang terpecah. Semesta sungguh menanti saat-saat ini terjadi.” Eberly menjelaskan kepada Scarlesia menggunakan suara lembut dan nyaman terdengar di pendengaran.


“Sekarang apa yang harus saya lakukan?”


“Pertama-tama, kau harus mengubah busur suci itu menjadi tongkat emas,” perintah Eberly segera dilaksanakan oleh Scarlesia.


Busur suci itu ia ubah menjadi sebuah tongkat, saat ini tongkat tersebut bergetar menunjukkan reaksi pada mahkota yang tengah dipegang oleh Lydon.


“Tampaknya tongkatmu bahagia bertemu mahkotamu lagi, mereka adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sekarang aku akan memasangkan mahkota itu padamu.”


Eberly mengambil mahkotanya dari tangan Lydon, ia menaruh mahkota itu ke puncak kepala Scarlesia. Seketika rasa pusing mendera kepala Scarlesia, kekuatan hebat mengalir deras di tubuhnya saat ini.


“Sekarang berbaringlah di atas altar ini Sia, kita akan segera memulai kebangkitanmu,”

__ADS_1


__ADS_2