Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Hari Eksekusi


__ADS_3

“Sia, kemana kau sebenarnya?”


Zenon tiba-tiba menyadari ada jejak tapak kaki di rumahnya, jejak tapak kaki tersebut ada di jalan menuju luar hutan. Lalu Zenon mengikuti jejak tersebut, jejak itu menghilang saat sampai di luar hutan. Dari sini, Zenon berusaha sendiri untuk mencari keberadaan Sia yang entah berada dimana dan bersama siapa.


Zenon mencarinya selama kurang lebih 3 jam hingga dia tiba di depan sebuah rumah mewah, dia bisa merasakan keberadaan Sia ada di dalam rumah tersebut. Dengan perasaan yang dipenuh amarah, Zenon menerobos masuk ke dalam rumah yang dijaga oleh banyak pengawal. Para pengawal itu dapat dikalahkan oleh Zenon dengan sangat mudah.


“SIA! DIMANA KAU? SIA! AKU KEMARI UNTUK MENJEMPUTMU,” teriak Zenon mencari Scarlesia di sekeliling rumah itu.


“Aahh kenapa berisik sekali di luar?  Apa yang sedang kalian lakukan?”


Seorang pria bertelanjang dada keluar dari sebuah kamar, ia menemukan Zenon tengah mengacau di rumahnya.


“SIAPA KAU? KENAPA KAU MENGACAU DI RUMAHKU?” teriaknya marah pada Zenon.


“U-uhh Z-zenon….”


Zenon mendengar suara Sia yang berasal dari kamar tempat pria itu baru saja keluar, Zenon mendorong pria tersebut agar menghindar dari pintu masuk. Zenon mendapati Sia dalam keadaan tidak berbusana, seluruh tubuhnya dipenuhi luka lebam, kemudian ia segera menutupi tubuh Sia dengan pakaiannya,


“Sia, apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini? Siapa yang melakukannya padamu?”


Air mata berlinang di pelupuk mata Zenon, ia tak kuasa melihat keadaan Sia yang sangat buruk.


“Zenon, ada yang ingin aku katakan padamu,” lirih Sia.


“Apa? Katakan saja,”


“Aku… Aku mencintaimu Zenon. Selama ini aku sudah memendam perasaan ini terlalu lama, aku hanya ingin kau tahu betapa aku mencintaimu. Aku hanya ingin kau tahu sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini,” ungkap Sia dengan air mata yang membasahi pipinya.


“Apa yang kau katakan? Meninggalkan dunia? Aku tidak akan pernah merelakanmu pergi begitu saja! Aku ingin menikah denganmu Sia karena aku juga mencintaimu, jika kau meninggalkanku bagaimana cara aku hidup tanpamu?”


“Tidak Zenon, kau harus bertahan sampai aku kembali lagi padamu,”


“Kembali lagi? Apa maksudmu?”

__ADS_1


“Percayalah, aku akan terlahir kembali. Sampai aku datang, tolong bertahanlah sebentar. Aku akan menemuimu lebih dulu, jadi aku mohon cintailah aku sampai saat itu. Bisakah kamu menungguku?”


Zenon mengangguk dan mengeratkan dekapannya, dia tidak lagi bisa menahan air matanya agar tidak keluar. Wanita yang dicintainya menghembuskan napas terakhirnya di dalam dekapannya yang hangat.


“Aku akan menunggumu, seberapa lama pun itu aku akan menunggumu Sia. Wanita yang aku cintai,”


“Hei kau pria asing, apa kau kenal dengan wanitaku?” sela pria itu.


Zenon lekas mengusap air matanya sebelum melawan pria yang kini ada di hadapannya.


“Wanitamu? Kau mengatakan Sia adalah wanitamu? Jadi kau adalah orang yang membuat Sia seperti ini?”


“Tentu saja. Aku yang menyetubuhinya walaupun dia menolak tapi sepertinya dia menikmatinya, gadis itu mempunyai tubuh yang indah. Orangtuanya dan kakaknya menjualnya padaku untuk melunasi utang mereka, jadi dia adalah milikku. Aku bebas melakukan apapun padanya,”


Mendengar respon dari pria tersebut, membuat darah Zenon mendidih sesaat. Dia menundukkan kepalanya di dalam emosi yang meluap, kedua tangannya mengepal bersiap untuk memukul si pria itu.


Bugh!


“Beraninya kau memukuliku! Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah pria yang paling kaya di Negara Luc! Apa kau pikir kau bisa lolos setelah melukaiku?”


Di sela amarah Zenon, pria kurang ajar tersebut masih sempat menyombongkan dirinya di hadapan Zenon. Berharap Zenon akan berhenti tapi justru sebaliknya, sekali lagi Zenon memukulnya di bagian perutnya.


“Sia bukanlah barang yang bisa dijadikan alat transaksi jual beli kalian! Sia hanyalah wanita yang butuh kasih sayang dan kau malah memperkosanya lalu menyiksanya. APA KAU PIKIR AKU AKAN MELEPASKANMU BEGITU SAJA? AKU TIDAK PEDULI MAU KAU ORANG KAYA ATAU BUKAN. TAPI KARENA KAU SUDAH MEMBUNUH SIA MAKA AKU AKAN MENGIRIMMU KE NERAKA SEKARANG JUGA!”


Zenon mengeluarkan api yang sangat panas dari tangannya, pria itu tampak ketakutan dan berniat untuk kabur dari Zenon. Tapi, niatnya malah dihalangi oleh Zenon yang langsung melempar apinya hingga membakar tubuh pria itu.


“AAAHHHH PANASSSS!”


Suara pekikan yang menyakitkan terdengar darinya yang mencoba untuk memadamkan apinya, namun tidak berhasil. Meski dia sudah mencoba untuk menyebur ke dalam bak mandinya, api itu tidak padam dari tubuhnya. Kemudian Zenon membopong Sia keluar dari rumah itu, sebelum pergi Zenon membakar habis rumah tersebut.


Rencananya selanjutnya adalah pergi ke rumah orangtuanya Sia, dia ingin membuat perhitungan karena faktor terbesar dari kematian Sia adalah mereka sendiri. Tetapi sebelum itu, Zenon membawa tubuh Sia dulu ke rumah dan meninggalkannya sebentar. Rumah orangtuanya Sia letaknya tidak jauh, begitu sampai di sana tanpa mengatakan apapun pada mereka Zenon langsung menghabisinya, ia juga membakar habis rumahnya.


“Dengan begini semuanya sudah selesai kan? Kematian Sia hari ini akan aku ingat sampai kapanpun itu. Aku akan menunggumu kembali Sia, tidak peduli seberapa lamanya aku menunggu yang jelas api cinta di hatiku tidak akan pernah padam untukmu,”

__ADS_1


Masa lalu yang indah sekaligus menyakitkan bagi Zenon, ia memandangi wajah Scarlesia yang tengah tertidur. Penantiannya selama ini tidak sia-sia bahkan Scarlesia tanpa sadar menepati janjinya pada Zenon.


“Aku tidak akan melepaskanmu Sia,” batin Zenon.


3 hari kemudian tibalah hari eksekusinya permaisuri, semua rakyat kekaisaran berkumpul untuk menyaksikan jalannya eksekusi permaisuri.


“JANGAN BIARKAN WANITA ITU HIDUP!”


“JANGAN PERNAH LUPAKAN APA YANG SUDAH DIA LAKUKAN!”


“DASAR WANITA BERHATI IBLIS! TERNYATA LEBIH BURUK DARI YANG KAMI BAYANGKAN!”


“MEMANG SUDAH PANTAS KAU DIHUKUM MATI!”


Para rakyat bersorak mengutarakan kebenciannya pada permaisuri yang kini tengah berdiri didampingi oleh 2 orang petugas eksekusi. Scarlesia tersenyum puas melihat penampilan permaisuri yang lusuh dan terlihat tidak terawat itu. Wajahnya yang sendu seolah dia sudah berputus asa pada hidupnya.


“Sia, kenapa kau tersenyum-senyum sendiri?” tanya Louis.


“Aku hanya puas melihat wajah permaisuri,”


Beberapa saat kemudian, Vincent datang bersama Nieva untuk menyaksikan eksekusi Ibunya sendiri. Permaisuri menatap ke arah Vincent dan Giana, seperti Ibu pada umumnya permaisuri tetaplah Ibu yang baik bagi kedua anaknya tapi tidak bagi rakyatnya. Tidak lama berselang setelah itu, eksekusi pun dilaksanakn dan sebelum eksekusi permaisuri diperbolehkan untuk berbicara beberapa hal.


“UNTUK KAU SCARLESIA! AKU TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN INI! AKU PASTIKAN HIDUPMU TIDAK AKAN BAHAGIA SETELAH INI! DASAR WANITA MURAHAN!”


Semua pandangan tertuju kepada Scarlesia, perkataan permaisuri membuat mereka bingung mengenai apa yang terjadi pada permaisuri dengan Scarlesia sebenarnya.


“Jangan tatap lagi Sia! Atau akan aku colok mata kalian itu dengan pedangku ini,” gertak Andreas melindungi Scarlesia.


Lalu eksekusi pun dilaksanakan, tepat di hadapan seluruh rakyat permaisuri dihukum mati dengan memancung kepalanya.


“WOOAAHHH YEEEAAYYYY!”


Tepat kepalanya putus dari tubuhnya, satu kekaisaran bergetar oleh suara sorakan dari rakyat. Tidak ada hari yang lebih memuaskan selain hari dimana Scarlesia melihat permaisuri mati dengan cara yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2