
“Sia, kepakkan sayapmu pelan-pelan lalu coba terbang ke arahku,” ucap Oliver.
Pagi ini Scarlesia belajar menyeimbangkan cara terbangnya, Xeon, Oliver, Andreas, Louis, Elios, dan Zenon mengajarkan Scarlesia dengan sangat sabar. Mereka menyuruh Scarlesia untuk terbang pelan-pelan ke arah mereka bergantian.
“Aku pikir terbang itu gampang ternyata sesusah ini,” keluh Scarlesia.
“Pelan-pelan saja. Jangan terlalu terburu-buru,” kata Zenon.
“Kalau kau terjatuh aku akan menangkapmu,” ujar Andreas.
Mereka menatap tajam Andreas yang berkata manis kepada Scarlesia, mereka seperti sedang bersaing untuk sesuatu.
“Kenapa pria-pria ini tampaknya sedang bersaing?” pikir Scarlesia.
“NONA! TURUN DULU! SEKARANG WAKTUNYA SARAPAN!” teriak Hana dari bawah.
“Oke, aku akan turun sekarang,” sahut Scarlesia.
Scarlesia turun secara perlahan, dia sudah lebih baik dalam menyeimbangkan sayapnya. Mereka semua sarapan bersama di paviliun, biasanya Scarlesia sarapan di mansion tapi hari ini Ayah dan kakaknya tidak pulang karena ada urusan penting yang sedang mereka selesaikan di istana kekaisaran.
“Makan yang banyak Sia,” Louis menaruh beberapa potong daging ke atas piring Scarlesia.
“Ini juga,” Elios pun ikut-ikutan menaruh beberapa potongan daging.
Yang lain juga mengikuti Elios dan Louis, Scarlesia merasa heran dengan tingkah mereka. Lalu dia pun meletakkan sendoknya dan menatap serius mereka sambil memangku dagunya di tangannya.
“Apa yang sedang kalian lakukan? Kenapa kalian sangat aneh?” selidik Scarlesia.
“Tidak ada, kami hanya sedang mencoba menyenangkanmu,” dalih Elios.
“Iya benar Sia, matamu tolong jangan melihat kami seperti itu,” timpal Oliver.
“Bohong! Pasti ada yang kalian sembunyikan bukan?” terka Scarlesia.
Mereka terlihat kikuk dan bingung saat Scarlesia melontarkan pertanyaan penuh curiga.
“Sebenarnya mereka sedang bersaing untuk siapa yang paling pantas menjadi suamimu,” beber Xeon yang sibuk mengunyah makanannya.
__ADS_1
“Ssssttt kenapa kau malah mengatakannya pada Sia? Kau sangat jahat sekali,” bisik Zenon protes.
Xeon menjadi sasaran mereka karena Xeon membeberkan maksud mereka bersikap aneh kepada Scarlesia.
“Jadi karena itu kalian bertingkah aneh haa? Mau kalian sekarang bagaimana? Ayahku menyuruh untuk menikahi kalian semua, jadi bagaimana dong?”
Belum sempat mereka menjawab pertanyaan Scarlesia, Erin tiba-tiba datang mencari Scarlesia karena Eldrick baru saja kembali dari istana dan ada yang harus dibicarakan dengannya jadi Eldrick menyuruhnya untuk segera ke mansion, terpaksa Scarlesia meninggalkan mereka di ruang makan.
“Ayah, ada apa?” tanya Scarlesia baru masuk ke ruang kerja Eldrick.
“Pernikahan putra mahkota dengan Nieva akan dilaksanakan minggu depan,” ujar Eldrick to the point.
“Kenapa sangat cepat dan tiba-tiba begini?”
“Karena posisi kaisar dan permaisuri masih kosong. Kita tidak boleh membiarkan ini terjadi, jika dibiarkan terlalu lama kosong maka akan menjadi celah untuk orang lain menyerang atau pun memberontak,” jawab Eldrick.
“Ya itu ada benarnya juga. Baiklah, tidak masalah dan aku akan hadir di acara pernikahan mereka,”
“Bagus. Jangan sampai kamu membuat kekacauan yang bisa membatalkan pernikahan mereka tapi buatlah kekacauan yang melancarkan pernikahan mereka,” peringat Eldrick dengan ekspresi datar.
“Kalau masalah itu sudah pasti. Aku kan sangat mendukung pernikahan mereka, tapi Ayah hadiah apa itu yang ada di atas meja? Kenapa banyak sekali?” tanya Scarlesia tiba-tiba fokus matanya teralihkan oleh tumpukan hadiah tersebut.
“Dewi penyelamat? Hahaha ada-ada saja mereka,”
Scarlesia terkekeh mendengar gelar yang orang-orang berikan kepadanya.
“Sia, apa kau tahu Marquess Javar ditangkap karena ketahuan menjadi kaki tanganya permaisuri?” tanya Eldrick.
“Hmm? Jadi dia sudah ditangkap? Itu memang rencanaku. Aku yang membeberkan semua bukti-buktinya kepada pengadilan, sepertinya mereka bertindak lebih cepat dari dugaanku,”
Scarlesia menanggapinya dengan santai sambil menyeruput teh hangatnya, Eldrick sudah menduga bahwa ini adalah rencana anaknya tapi tetap tidak menyangka dia bisa melakukannya sejauh ini. Eldrick berpikir bahwa Scarlesia mempunyai kekuatan yang bisa menghancurkan satu kekaisaran dalam sekejap.
“Anakku ini dia bisa saja menjadi kaisar jika menjatuhkan dan menjebak seluruh anggota kekaisaran, Tapi sayangnya dia tidak mau melakukannya karena aku tahu seberapa pun dia membenci anggota kekaisaran, dia masih memikirkan nasib rakyat selanjutnya dan tidak ingin membuat keributan lebih seperti pemberontakan,” pikir Eldrick.
Waktu pun berlalu, tidak terasa ini sudah seminggu sejak ia berbicara dengan Eldrick masalah pernikahan Vincent dengan Nieva yang dipercepat. Tepat hari ini pernikahan mereka akan dilaksanakan dan juga sekaligus acara penobatan Vincent sebagai kaisar resmi Kekaisaran Roosevelt.
“Nona, anda harus jadi wanita yang paling cantik hari ini,” ucap Erin.
__ADS_1
“Kenapa harus aku? Yang menikah kan bukan aku, kenapa harus aku yang jadi paling cantik?” protes Scarlesia.
“Ya ampun Nona, anda harus tahu! Saat ini nama anda terkenal dimana-mana, tidak ada yang tidak kenal dengan dewi penyelamat. Benar kan Hana?”
“Benar Nona! Anda harus berdandan secantik mungkin walaupun anda sudah cantik tapi harus semakin cantik,” timpal Hana.
“Terserah kalian saja. Dandani aku secantik mungkin,”
Di aula istana sudah ramai dengan tamu yang berdatangan, perwakilan dari berbagai kekaisaran datang membawa berbagai macam hadiah pernikahan. Scarlesia saat ini hanya datang bersama Elios karena prianya yang lain sedang berpatroli di luar istana untuk mencari tahu apakah ada musuh yang tersembunyi atau tidak karena mereka tidak ingin terjadi kekacauan besar yang akhirnya melibatkan banyak orang.
“Hei itu dia dewi penyelamat!”
“Aku dengar terluka parah tapi sepertinya sekarang sudah tidak apa-apa,”
“Lihatlah caranya melangkah, sungguh sangat elegan! Ditambah dengan partnernya yang tampan. Ahh mereka berdua cocok sekali,”
“Benar, sepertinya Nona Scarlesia yang akan menjadi bintangnya hari ini,”
“Betapa tidak beruntungnya putra mahkota seharusnya dia menikahi Nona Scarlesia saja,”
Kata-kata pujian dari berbagai orang mengiringi langkahnya, meski begitu Scarlesia tetap berusaha bersikap tenang dan tidak terlalu menghiraukannya. Sementara itu, Nieva dan Giana sangat kesal melihat kedatangan Scarlesia yang mencuri semua perhatian dari mereka.
“Kenapa wanita itu masih belum mati? Aku sangat kesal melihatnya,” gerutu Nieva dalam hati.
Scarlesia tersenyum puas menatap Nieva yang kesal, dia suka melihat Giana dan Nieva kesal kepadanya. Beberapa menit kemudian, acara pun dimulai dan tidak ada hambatan atau gangguan bahkan sampai ke acara penobatan putra mahkota sebagai kaisar pun juga berjalan dengan lancar.
“Hei kau wanita murahan! Kenapa kau datang hanya dengan satu pria?” tegur Giana yang mencoba mencari masalah dengannya.
“Saya murahan? Berarti Yang Mulia Putri tidak laku? Karena sampai sekarang anda bahkan belum mempunyai tunangan,” sarkas Scarlesia.
“Huh? Lihat saja aku akan bertunangan dengan pangeran Lucas Evariste biar aku bisa menutup mulutmu,”
Scarlesia tertawa mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Giana padanya.
“Yakin? Hahaha saya tidak yakin beliau mau menikahi anda karena anda TI-DAK SE-LE-VEL dengan saya,” tekan Scarlesia langsung pergi meninggalkan Giana yang emosi karenanya.
“KAU SUDAH MELEWATI BATASMU WANITA SIALAN!”
__ADS_1
Scarlesia tiba-tiba merasakan hawa dingin sekitarnya, lantai berguncang hebat, Giana mengeluarkan aura aneh dari tubuhnya. Scarlesia bisa merasakan ada aura kegelapan padanya, Seluruh tamu undangan takut dan merasa tercekik oleh aura kegelapan yang dikeluarkan oleh Giana. Mereka semua berhambur berlari keluar agar bisa menjauh dari Giana.
“Aura kegelapan! Kenapa dia bisa memilikinya?”