Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Penghancuran Pengendalian Jiwa


__ADS_3

Medan pertempuran semakin memanas, di tengah semua itu pihak kegelapan kehilangan banyak pasukannya, sedangkan pihak kekaisaran tidak begitu banyak kehilangan. Xeon dan yang lain juga memimpin atas pertarungan mereka, satu persatu di antaranya berhasil tumbang. Mulai dari Cyrill, Parnell, Zin, Norbert, Vanos masih berada di kondisi sadar tapi tubuhnya sudah melemah, lalu Aaron masih berdiri tegak dalam keadaan lelah di hadapan Xeon. Sekujur badan Aaron dipenuhi luka akibat kekuatan benang merahnya Xeon.


Darah segar dari tubuh Aaron bercucuran berintikan di atas tanah, Xeon berada di kondisi baik-baik saja tanpa ada luka yang tertoreh di permukaan kulitnya. Aaron sudah sangat kewalahan, dia tidak memiliki tenaga lebih untuk melawan Xeon lagi. Perasaan tidak berdaya dari dirinya, ikut melemahkan rekan-rekannya.


“Tidak bisa! Apabila terus begini, bisa-bisa kami kalah oleh sekumpulan makhluk rendahan ini,” batin Aaron.


Kemudian Aaron memungut serulingnya yang jatuh, tampaknya dia sedang merencanakan sesuatu untuk mengalahkan Xeon dan yang lain. Aaron disertai perasaan tidak mau menerima kekalahan, dia meniup serulingnya sangat kencang. Volume dari bunyi serulingnya sangat besar dan berhasil menggapai telinga seluruh orang hingga memekakkan pendengarannya.


Parnell, Norbert, Zin, Cyrill, dan Vanos yang telah terkapar tidak sadarkan diri, tiba-tiba bangkit begitu mendengar bunyi seruling tersebut. Akan tetapi, ada yang aneh dari bangunnya mereka saat ini yaitu rambut dan pupil mata mereka berubah warna menjadi hitam pekat semuanya. Aliran kekuatan kegelapan juga terasa nyata, kekuatan mereka meningkat hanya dalam beberapa waktu. Yang anehnya lagi, pandangan mereka kosong seolah sedang dikendalikan oleh suara serulingnya Aaron.


Bahana seruling terus menggema hingga membangkitkan seluruh rekan Aaron yang dikalahkan pihak lawan. Mereka sadar tapi seakan sedang dikendalikan seperti boneka, tidak ada di antara mereka yang terlihat hidup. Golakan kekuatan kegelapan semakin menenggelamkan mereka di dalam pengendalian jiwa, mereka mulai menggerakkan anggota tubuh, sama-sama mereka menembakkan kekuatan kegelapan ke arah para ksatria dan penyihir.


Duarr! Boommm!


Ledakan hebat kembali bergaung memecah ruah medan perang, sebagian sisi medan perang telah hancur lebur. Banyak para penyihir dan ksatria menjadi korban dari ledakan tersebut, mereka mati bersamaan suara dentuman membahana keras. Mereka terus melakukan hal serupa sampai nyaris seluruh pasukan kini tumbang.


“KURANG AJAR! BERANINYA KALIAN!” teriak Zenon marah.


Kemarahan Andreas, Zenon, Oliver, Louis, Elios, serta Xeon menggebu-gebu, mereka tidak memprediksi ternyata Aaron dapat mengendalikan mereka dengan seruling tersebut. Xeon tenggelam di dalam pikirannya yang rumit, dia memikirkan apa yang mesti dia lakukan pada saat sekarang. Dia mengkhawatirkan Scarlesia apabila melihat kekacauan yang terjadi di sini, padahal mereka telah berjanji pada diri sendiri kalau mereka tidak akan membiarkan adanya korban lagi.


Kala ini, yang tersisa di luasnya medan pertempuran itu hanyalah Andreas, Zenon, Oliver, Louis, Elios, Xeon, kedua saudara laki-laki Scarlesia bersama Lucas, Victor, Oscar, Dizon, para malikat, serta asisten para dewa dan dewi. Terlepas dari mereka, semuanya telah tumbang dan kalah di dalam beberapa kali dentuman yang dilayangkan pihak lawan. Kini mereka harus memutar kepala, mereka mesti memikirkan lagi apa yang bisa mereka lakukan dalam jumlah yang sedikit ini.


“Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?” tanya Carlen.

__ADS_1


Para malaikat bersama asisten dewa dewi merapat ke dekat mereka, Xeon masih hening di dalam keseriusannya.


“Kita harus merebut seruling itu dari Aaron apa pun yang terjadi, sebab seruling itulah yang mengendalikan mereka semua,” ujar Xeon mulai membuka suara.


“Jadi, kita hanya perlu merebut seruling itu bukan?” tanya Lucas memastikan.


“Iya, kita hanya perlu merebutnya. Seruling itu memiliki kekuatan hampir setara dengan busur suci miliknya Sia. Hanya saja, letak bedanya yaitu di fungsinya, jika busur suci Sia memiliki kekuatan penyerangan, maka seruling itu memiliki kekuatan pengendalian,” jelas Xeon.


Mereka menatap bersamaan ke arah Xeon yang melayang di udara sambil memainkan serulingnya.


“Haruskah kita mulai sekarang? Bagaimanapun situasinya, kita harus bisa merebut seruling itu!”


Bersama-sama, mereka membubung ke angkasa mendekati Aaron untuk merebut lalu menghancurkan seruling miliknya. Namun, mereka terus dihadang oleh pasukan kegelapan yang dikendalikan oleh Aaron langsung. Mereka menghadang setiap jalan yang mereka pilih untuk naik ke atas, terpaksa mereka harus membereskan penghalang terlebih dahulu. Akan tetapi, musuh tidak bisa dikalahkan dengan mudah, mereka menyerang lagi dan lagi, setiap kali mereka dihempaskan ke permukaan tanah maka mereka akan kembali lagi untuk menghalangi jalan.


Mereka sama-sama mengatur irama napas sebelum kembali terbang ke atas ke dekat Aaron. Di sela kepeningan mereka, tiba-tiba saja Falco mendapat panggilan dari istana langit melalui sebuah cermin kecil yang dia bawa. Rupanya yang menghubungi Falco adalah para dewa itu sendiri, mereka terlihat ingin menanyakan lebih lanjut perihal situasi medan pertempuran.


“Falco, di sana sekarang sangat kacau bukan?” tanya Carolus.


“Benar, kami hanya tinggal beberapa orang saja sekarang. Selain kami, yang lainnya telah tewas,” jawab Falco.


“Oke, sekarang berikan cerminnya kepada Xeon. Kami ingin berbicara dengannya,” titah Carolus.


Falco segera memberikan cerminnya kepada Xeon, sementara Xeon berbicara bersama para dewa maka yang lain bertugas menghalangi musuh untuk tidak mendekat pada Xeon.

__ADS_1


“Bagaimana Sia? Apa proses penambahan kekuatannya sudah selesai?” tanya Xeon.


“Masih belum, sebentar lagi kelar. Kami tidak bisa turun ke medan perang sekarang, tapi kami punya cara untuk menghancurkan kendali dari seruling itu,” kata Lydon.


“Bagaimana caranya? Apa yang mesti saya lakukan?”


“Sebelum itu, bisakah kau memanggilkan lima pengantin Sia? Kami ingin berbicara dengan mereka.”


Xeon langsung memanggilkan Andreas dan yang lain sesuai permintaan para dewa. Menjelang mereka berbincang lebih lanjut, cermin komunikasi mereka diperbesar terlebih dahulu untuk mempermudah mereka berbicara.


“Jadi, mereka semua adalah dewa?” tanya Louis berbisik kepada Xeon, dan Xeon hanya meresponnya dengan mengangguk.


“Kami punya cara untuk menghancurkan pengendalian seruling itu, dan kami butuh bantuan kalian semuanya,” ucap Aefar.


“Bantuan? Apa yang bisa kami lakukan?” tanya Oliver.


“Kami akan meminjamkan sebentar kekuatan kami kepada kalian, gabungkan kekuatan itu maka kalian dapat menghancurkan pengaruh serulingnya. Wajar kalian tidak bisa mengalahkan pengaruh serulingnya dalam wujud saat ini karena seruling itu adalah senjata dewa, jadi hanya dengan ini kalian bisa menghancurkannya. Apa kalian mau melakukannya?” terang Aefar.


Mereka saling pandang kemudian mereka menganggukkan kepala.


“Baiklah, kami setuju untuk melakukannya.”


Setelah itu, mereka bersama Xeon juga diperintahkan untuk berdiri berpencar mengepung seluruh pasukan kegelapan yang kini berada di sekitar Aaron. Gelagat mereka dicurigai oleh Aaron, tapi dia tidak bisa menghentikan permainan serulingnya. Satu persatu kekuatan para dewa masuk ke tubuh mereka, Andreas dipinjamkan kekuatan dewa perang, Zenon dipinjamkan kekuatan dewa waktu, Oliver dipinjamkan kekuatan dewa langit, Louis dipinjamkan kekuatan dewa hewan, serta Elios dipinjamkan kekuatan dewa laut, dan Xeon sendiri telah punya kekuatan dewa di dirinya.

__ADS_1


“Berkonsentrasilah! Fokuskan pikiran kalian pada satu tujuan yaitu menghancurkan pengaruh seruling itu,”


__ADS_2