Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Pembunuhan Berantai


__ADS_3

“Mau sampai kapan kau akan memelukku?” tanya Scarlesia pada Andreas yang sedari tadi tidak mau melepaskan pelukannya.


“Kali ini aku tidak akan melepaskanmu, aku tidak akan membiarkan siapapun yang menyakitimu lagi karena aku tidak mau kehilangan dirimu untuk kedua kalinya,” batin Andreas.


Kini mereka sedang berada di dalam kamar yang disediakan oleh Shou untuk Andreas beristirahat tapi Andreas tidak membolehkan Scarlesia pergi darinya. Scarlesia tidak tahu apa yang membuatnya bertingkah seperti anak kecil, sejak dia meminum darahnya tingkahnya menjadi manja.


“Sia, kalau kau bertemu dengan kakakku sebaiknya kau kabur atau bersembunyi saja,” ucap Andreas.


“Hahh? Memangnya kenapa? Apa dia berbahaya?”


Andreas menganggukkan kepalanya.


“Tenang saja. Aku akan menghindarinya jika aku bertemu dengannya nanti, jadi sekarang kau istirahatlah dulu. Aku akan kembali ke istana karena pestanya belum selesai,”


Andreas akhirnya menurut, ia membaringkan badannya di atas tempat tidur, Scarlesia menyelimuti tubuhnya. Kemudian Scarlesia langsung keluar dari dunia cermin dan kembali ke taman sebelumnya.


“SIAA!!” panggil Natasha menghampirinya.


“Loh Natasha? Ada apa? Kenapa lari-lari?” tanya Scarlesia bingung.


“Aku mencarimu kemana-mana tapi ternyata kau sedang berada di sini,”


“Hmm iya, sekarang aku ingin kembali ke istana karena pestanya belum selesai kan?”


“Iya, tapi…”


“Sudah ayo cepat kita kembali ke istana,”


Scarlesia menarik tangan Natasha untuk segera kembali ke pesta bersama dirinya. Pesta berlangsung hingga hampir tengah malam dengan sangat meriah. Selesai itu Scarlesia kembali ke kamar,dia cukup merasa lelah hari ini. Scarlesia menghempaskan tubuhnya begitu saja ke atas tempat tidur, perlahan kedua matanya terpejam dan akhirnya tertidur.


Keesokan harinya, Kekaisaran Celosia dihebohkan oleh temuan mayat seorang wanita di dalam sebuah gang di pusat kota. Scarlesia yang baru saja selesai mandi dikejutkan oleh suara heboh orang-orang.


“Ada apa ini?” tanya Scarlesia pada pelayan yang melayaninya.


“Itu katanya ada orang yang menemukan mayat seorang wanita Nona, ini sudah kasus yang ke 8 dalam bulan ini. Saat ini istana sedang disibukkan oleh kasus ini,” jawab pelayan tersebut.


“Kitty, coba kau cari tahu detail kejadiannya,” suruh Scarlesia.


“Baik Sia,”

__ADS_1


Kitty berlari ke luar, ia segera mencari tahu tentang detail kejadian yang menimpa Kekaisaran Celosia. Tidak butuh waktu lama, Kitty kembali membawa informasi yang diminta oleh Scarlesia padanya.


“Bagaimana? Apa kau menemukan sesuatu?”


“Sama seperti yang dijelaskan oleh pelayan tadi tapi katanya setiap ditemukan mayat wanita di leher wanita tersebut ada sebuah bekas gigitan,”


“Bekas gigitan? Siapa yang melakukannya? Apa jangan-jangan…”


Scarlesia refleks bangun dari posisi duduknya, dia segera berlari ke luar menuju istana kekaisaran. Di tengan perjalanannya, dia tidak sengaja berpapasan dengan Natasha. Natasha yang melihat Scarlesia yang terburu-buru langsung menghentikan langkahnya.


“Kau mau pergi kemana terburu-buru seperti ini?” tanya Natasha.


“Tolong pertemukan aku dengan Yang Mulia Kaisar sekarang juga karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan beliau,”


“Baiklah, aku membawamu ke tempat Ayah,”


Natasha yang tidak tahu apa-apa saat ini segera mengantarkan Scarlesia ke istana kekaisaran. Di sana sudah ramai bangsawan di dalamnya, tampaknya mereka ingin membahas perihal pembunuhan berantai yang terjadi di kekaisaran ini. Sang kaisar terlihat pusing dengan laporan-laporan yang masuk kepadanya.


“Ayah, Sia ingin berbicara dengan Ayah,” bisik Natasha pada kaisar.


“Hmm? Baiklah, suruh dia menghadapku,”


“Salam kepada Yang Mulia Kaisar Celosia,” ucap Scarlesia memberi salam.


“Aku dengar Nona ingin menemuiku. Apakah ada yang ingin Nona bicarakan?” tanya kaisar.


“Yang Mulia, tolong izinkan saya untuk menyelidiki kasus mengenai masalah pembunuhan ini,” pinta Scarlesia.


Seluruh bangsawan tertegun mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Scarlesia, begitu pula dengan kaisar yang terdiam sejenak tapi wajah serius Scarlesia tidak bisa dia abaikan begitu saja.


“Kenapa Nona ingin menyelidiki kasus ini? Sudah sebulan lebih pihak istana menyelidikinya tapi belum ada hasilnya sama sekali,”


“Itulah kenapa saya ingin menyelidikinya Yang Mulia, jika dibiarkan terlalu lama lagi maka akan semakin banyak korban yang berjatuhan,”


Kaisar meletakkan jemarinya di dagunya, ia mencoba berpikir sejenak.


“Baiklah, tapi apa Nona akan baik-baik saja dengan hal ini?”


“Jangan khawatir karena saya akan menyelesaikannya dengan cepat,”

__ADS_1


Setelah mendapatkan persetujuan dari kaisar, Scarlesia pergi bersama beberapa ksatria penjaga ke ruang dimana mayat wanita yang tadi ditemukan itu berada. Scarlesia mengamati jasad pucat yang terbaring di depannya, ia mencoba melihat kejanggalan-kejanggalan yang mungkin ada di tubuhnya. Di sisi kiri lehernya terdapat bekat gigitan yang cukup dalam, kemungkinan besar dia mati karena itu.


Lalu Scarlesia mengambil sedikit darah wanita tersebut untuk dia teliti lebih dalam lagi, ia membawa darah itu ke dalam kamarnya. Di sana sudah dia sediakan beberapa peralatan medis untuk dia gunakan sebagai alat memeriksa darahnya.


“Tidak salah lagi, yang membuatnya meninggal adalah racun,” gumamnya.


Kemudian, Scarlesia langsung pergi ke dunia cermin tempat Andreas beristirahat karena ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan pada Andreas.


“Andreas mana?” tanya Scarlesia pada Shou, ia tidak melihat ada Andreas dimana pun.


“Andreas sedang bersama peri yang lain,” jawab Shou.


“Bisakah kau panggilkan dia kemari?”


Shou pun pergi untuk memanggil Andreas segera.


“Sia, ada apa? Kata Shou kau mencariku,”


Andreas datang dari pintu masuk dalam keadaan telanjang dada, Scarlesia langsung memalingkan wajahnya dari Andreas.


“Pakai bajumu dulu! Aku tidak tahan melihat ototmu itu,” ucap Scarlesia malu.


Andreas tertawa kecil melihat reaksi Scarlesia yang lucu menurutnya, ia mengambil pakaiannya dan langsung dikenakan ke tubuhnya.


“Oke sudah. Jadi apa yang mau kau bicarakan?”


“Ehemm,” dehem Scarlesia. “Di Kekaisaran Celosia ada kasus pembunuhan berantai dan korbannya semuanya adalah wanita. Setelah aku lihat ternyata ada bekas gigitan di lehernya, aku pikir itu adalah bekas gigitan vampir. Sekarang yang ingin aku tanyakan, apa taring vampir itu mengandung racun?” lanjutnya bertanya.


“Tidak, tidak ada racun sama sekali. Apa jangan-jangan yang menyebabkan hal ini terjadi adalah Norbert?” tebak Andreas.


“Kemungkinan besarnya seperti itu, tapi yang anehnya lagi darah wanita yang meninggal tersebut mengandung racun yang cukup kuat. Aku berpikir bahwa itu ada hubungannya dengan Norbert yang memiliki taring beracun,”


“Taring beracun? Tapi darimana dia mendapatkan kemampuan seperti hal itu? Padahal selama ini aku tidak pernah mendengar kalau ada vampir dengan taring beracun,” ujar Andreas berpikir keras.


“Ada juga kemungkinan kalau di belakangnya masih ada orang lain lagi,”


“Ada orang lain? Apa maksudmu?” bingung Andreas.


“Ketika kau bertarung dengannya kemarin itu, aku bisa merasakan kalau aura milik Norbert berbeda denganmu. Rasanya auranya tersebut terasa lebih gelap dan dingin seperti aura seorang iblis hitam,”

__ADS_1


__ADS_2