
Plakkk
Sia naik darah, dia membenci wanita seperti Naria dan akhirnya dia melayangkan tamparannya ke pipinya. Naria tercengang sesaat Sia menamparnya, wanita yang menjadi saingannya dalam mendapatkan Elios kini membuatnya merasa lebih rendah.
“Beraninya kau menamparku! Aku akan membuatmu menyesal,”
Naria menarik tangan Sia, namun ia ditahan oleh Elios.
“Aku membenci sifatmu yang seperti ini. Sejak awal aku tidak pernah menyukaimu dan aku hanya mencintai Sia. Sekali lagi kau berani menyentuh Sia maka aku tidak akan segan-segan membunuhmu,” gertak Elios.
“Sialan!”
Naria akhirnya pergi dari hadapan mereka berdua dibarengi perasaan kesal sambil menghentakkan kakinya. Itu lah penghujung dari pesta pertunangan antara Elios dan Sia, walau kedatangan Naria cukup membuat gaduh tapi itu tidak masalah sama sekali dan tidak merusak acara mereka. Sejak saat itu, Naria tidak pernah lagi terlihat di dunia bawah jadi tidak akan ada orang yang berani mengganggu Sia lagi.
“Sia, aku akan pergi keluar sebentar. Kamu jangan pernah keluar dari istana, oke?” pamit Elios ingin pergi keluar bersama beberapa bawahannya.
“Baiklah tapi jangan lama-lama ya,”
“Iya, tunggu aku pulang nanti,”
Elios pergi ke luar membuat Sia merasa kesepian, meski demikian Sia berusaha untuk menyibukkan dirinya dengan meracik beberapa ramuan obat dari tanaman herbal yang sebelumnya dia kumpulkan.
“Ehh aku kekurangan satu bahan lagi. Kalau begitu aku akan mengambilnya ke luar,”
Sia beranjak dari ruang pribadinya, dia berencana pergi keluar sebentar untuk mengambil beberapa tanaman herbal tanpa pengawalan dari ksatria penjaganya. Ketika dia sedang memetik tanaman herbalnya, seorang pria berjubah hitam muncul di hadapannya.
“Siapa kau?” tanya Sia.
“Kau tidak perlu tahu siapa aku tapi aku diperintahkan untuk membawamu pulang segera,” ucap pria itu langsung membawa Sia pergi dari dunia bawah menggunakan sihir.
Sia menghilang dan tidak ada yang tahu dimana keberadaannya kini, kerajaan iblis putih dilanda keributan serta kericuhan. Mereka sudah mencarinya kemana pun tapi tidak satupun yang bisa menemui dimana dirinya berada. Saat Elios pulang, ia mencari Sia di kamarnya tapi dia tidak mendapati tunangannya dimana pun.
“Mana Sia?” tanyanya.
Para bawahannya tidak bisa menjawabnya karena takut Elios akan mengamuk setelah mengetahui kebenarannya.
“Kenapa tidak ada yang menjawab?”
“Sia menghilang,” sela Hedwig.
“Apa? Sia menghilang? Bagaimana bisa?”
“Tidak ada yang tahu bagaimana Sia bisa menghilang. Aku sudah menyuruh mereka mencari Sia tapi tidak ditemukan dimana pun keberadaannya,”
__ADS_1
“Kalau begitu aku yang akan mencarinya!”
Tanpa menunggu lama, Elios segera pergi untuk mencari Sia dan sekali lagi Hedwig mengerahkan lebih banyak bawahannya untuk mencari Sia. Vivian khawatir karena Sia yang menghilang begitu saja bahkan tadi ia sempat jatuh pingsan karena mendengar kabar Sia.
Elios terus terbang selama beberapa hari untuk mencari tunangannya, sudah berapa kali dia jelajahi kekaisaran dan luar kekaisaran namun hasilnya nihil. Elios mencoba menyelinap dengan menyamar menuju pusat kota Kekaisaran Sora, di sana dia mendengar suatu kabar yang mengejutkannya.
“Apa kau tahu Sia dengan kekuatan penyembuhan yang hilang beberapa waktu ini ditemukan di dunia bawah,”
“Bagaimana caranya dia masuk ke dunia bawah?”
“Aku juga tidak tahu tapi yang jelas katanya dia sekarang ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara oleh kaisar dengan tuduhan mengkhianati kekaisaran,”
“Kenapa mengkhianati kekaisaran?”
“Karena dia bertunangan dengan anak dari raja iblis putih,”
“Hahh? Itu sudah pasti akan dituduh sebagai pengkhianat kekaisaran! Memang pantas dia mendapatkannya,”
“Ya, eksekusinya akan dilakukan 2 hari lagi,”
Elios shock mendengar pembicaraan dua pria itu, tanpa berpikir panjang Elios langsung pergi menyelinap ke dalam sel tahanan untuk memastikan sendiri apakah yang dikatakan oleh mereka adalah kebenarannya atau bukan.
Elios sangat berhati-hati agar tidak ketahuan oleh penjaga istana, dia bisa merasakan keberadaan Sia saat menginjak pintu menuju sel tahanan. Jeruji besi yang letaknya paling ujung, di sana lah tempat Sia ditahan. Elios berjinjit agar suara derap kakinya tidak terdengar oleh siapapun, ia mencoba melihat Sia dari balik jeruji tersebut.
“Sia!” panggil Elios teramat pelan.
“Elios! Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Sia.
“Apa maksudmu? Tentu saja untuk menjemput tunanganku. Aku akan mengeluarkanmu dari sini segera,”
“Tidak! Kau tidak perlu melakukan itu,” cegah Sia.
“Kenapa? Kita… Ehh Sia tanganmu kenapa?” fokus Elios teralihkan oleh luka-luka lebam yang ada di tangan Sia.
Sia hanya menunduk dan tidak menjawab pertanyaannya Elios.
“Jawab Sia!” desak Elios.
“Elios, kekuatan penyembuhanku melemah bahkan aku tidak bisa menyembuhkan diriku sendiri,”
Deg!
“A-apa? Kau jangan bercanda! Tidak mungkin itu hilang begitu saja,”
__ADS_1
“Aku mengatakan hal yang sebenarnya padamu,” ucap Sia dengan air mata yang mengucur deras di pipinya.
“Tidak masalah! Kau tidak perlu harus punya kekuatan yang spesial karena aku akan selalu melindungimu jadi aku akan mengeluarkanmu dari sini,” kukuh Elios.
“Tidak Elios, kau tidak boleh mengeluarkan aku dari sini karena aku sudah ditakdirkan untuk mati di sini,” ungkap Sia, suaranya terdengar bergetar.
“Sia, aku….”
“Elios, apa kau percaya dengan reinkarnasi?” potong Sia bertanya tiba-tiba.
“Reinkarnasi? Mana mungkin hal seperti itu ada,” bantah Elios.
“Ada! Itu ada! Karena aku mengalaminya. Oleh karena itu, biarkan aku mati kali ini karena aku akan dilahirkan kembali. Kau hanya perlu menungguku sampai aku kembali ke dunia ini, aku akan menemuimu lagi seperti saat pertama aku bertemu denganmu,” ujar Sia menggenggam erat kedua tangan Elios dari sela penjara besi.
Elios terdiam, tidak tahu jawaban apa yang harus dia berikan pada Sia saat ini.
“Bagaimana bisa aku membiarkanmu mati tepat di hadapanku? Jangan membuat aku berada di pilihan yang sulit!” jawab Elios.
“Elios… Aku mohon, percayalah padaku. Aku tidak berbohong soal ini,” mohon Sia.
“Kenapa kau bisa tahu kau akan terlahir kembali?”
“Aku tidak bisa memberitahumu tapi jika kamu menungguku dan pada saat kita dipertemukan kembali maka kamu akan tahu jawabannya. Dan satu hal lagi yang perlu kau tahu, Naria sudah bergabung menjadi iblis hitam dan dia yang memberitahu kaisar tentang pertunangan kita,” kata Sia.
“Apa? Darimana kau tahu itu?”
Tap tap tap
Suara langkah kaki manapaki anak tangga membuat pembicaraan mereka terpaksa berhenti.
“Cepat pergi dari sini!” usir Sia mendorong Elios untuk pergi.
“Tapi aku….”
“Kau harus ingat untuk menungguku. Aku mencintaimu Elios,”
Itu adalah kata-kata terakhir dan senyum terakhir Sia yang dilihat oleh Elios sampai 2 hari kemudian eksekusi Sia digelar di hadapan seluruh penjuru rakyat. Elios tak kuasa menahan air matanya, dunianya runtuh seketika melihat tunangannya meregang nyawa di hadapannya dan dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Elios tenggelam di dalam kesedihan yang luar biasa, dia tidak pulang ke dunia bawah selama beberapa hari. Ketika hari ke 10 setelah dia kehilangan Sia, Elios mendengarkan percakapan orang-orang seluruh kekaisaran yang masih berani menjelek-jelekkan nama Sia bahkan kaisar pun mengatakan bahwasanya dia tidak menyesali karena sudah mengeksekusi Sia dan keluarganya pun hidup semakin damai setelah kehilangannya.
Rasa amarah yang memuncak dia rasakan, kekuatannya meledak keluar, ia menentang kaisar secara langsung. Elios tanpa belas kasihan membekukan seluruh Kekaisaran Sora dalam sekejap lalu ia menghancurkannya hingga tak bersisa.
“Tidak apa-apa Elios, kamu hanya perlu menunggunya kembali. Tidak apa-apa,”
__ADS_1
Selepas mengingat masa lalu Elios, kini kembali ke masa sekarang. Sekarang ini di istana kegelapan tempat dimana Leroux sang dewa kegelapan memerintah tengah menyiapkan sesuatu untuk menyerang Scarlesia kembali.
“Nah sekarang keluarlah kamu. Rebut kembali tubuhmu dari wanita itu,”