
“Selamat kakak, aku sudah menyediakan hadiah untuk kakak,” ujar Jimmy menyerahkan sebuah kotak hadiah kepada Scarlesia.
“Dan ini dariku,” ucap Lucas turut memberikan Scarlesia hadiah.
“Terima kasih Yang Mulia, terima kasih juga untuk Jimmy,”
Scarlesia menerima hadiah dari mereka dengan perasaan senang, Jimmy juga terlihat bahagia ketika Scarlesia menerima hadiah darinya.
“Kakak Sia sangat cantik dengan gaun emasnya, entah kenapa aku melihat warna emas sangat menyatu dengan diri kakak,” sanjung Jimmy.
“Jimmy ternyata sangat pandai berbicara, terima kasih. Kamu juga terlihat tampan dengan pakaianmu hari ini,” sanjung Scarlesia balik seraya mengelus puncak kepala Jimmy.
Lalu disusul oleh kedatangan Raphael yang juga memberikan ucapan selamat serta hadiah kepada Scarlesia. Tamu undangan perayaan kedewasaan Scarlesia terbilang ramai karena masing-masing kekaisaran membawa utusannya untuk menghadiri acara perayaan kedewasaan Scarlesia.
“YANG MULIA KAISAR DAN YANG MULIA PERMAISURI MEMASUKI RUANGAN,”
Daun-daun pintu kembali terbuka lebar menyambut kedatangan kaisar bersama Nieva, sang permaisuri. Seluruh tamu diam memperhatikan kaisar dan permaisuri melangkah ringan menuju ke arah Scarlesia yang tengah sibuk bersama Lucas, Jimmy, dan Raphael.
“Sebenarnya aku tidak ingin mengundang mereka tapi mengingat mereka berdua adalah kaisar dan permaisuri, mau tidak mau aku harus mengundangnya. Jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam aku tidak ingin melihat mereka menginjakkan kaki di kediaman ini,” gerutu Scarlesia dalam hati.
Dengan perasaan terpaksa, Scarlesia mendorong dirinya untuk berpura-pura menyambut mereka berdua dengan ramah disertai salam penghormatan kepada mereka. Nieva memandang rendah Scarlesia ketika memberikan salam kepada dirinya.
“Lihatlah sekarang kau berdiri lebih rendah dariku, kau bahkan membungkuk padaku memberi salam. Bagaimana pun akulah pemenangnya,” batin Nieva menatap angkuh.
Berbeda dengan Vincent sebagai kaisar, dia memandang Scarlesia dengan tatapan penuh hasrat dan rasa suka. Apalagi penampilan Scarlesia hari ini membuatnya kehilangan akal sehat seketika, dia tidak bisa memalingkan pandangannya dari Scarlesia sedetik pun. Scarlesia terlihat menyadarinya, ia melirik ke arah Nieva yang mencoba memberi kode kepada kaisar namun kodenya tidak dihiraukan oleh kaisar.
“Mungkin kau berpikir sudah menang dariku tapi lihatlah suamimu. Apakah hatinya sudah kau menangkan sepenuhnya? Kau hanya dipandang sebagai syarat untuknya mendapatkan posisi kaisar. Sadarilah itu bodoh!” batin Scarlesia menyeringai.
Kaisar melepaskan tangan Nieva yang melingkar di lengannya, ia mengulurkan tangannya kepada Scarlesia.
“Sia, maukah kau berdansa denganku?” tanya kaisar.
Raut wajah Nieva semakin masam, dia memberikan sorot mata tajam kepada Scarlesia bahkan para tamu yang lain juga mulai berbisik buruk mengenai kaisar.
__ADS_1
“Sia tidak akan berdansa dengan siapa-siapa selain dengan kami,” sela Andreas baru datang langsung merengkuh pinggang Scarlesia.
“Hei kalian dari mana saja? Kenapa baru muncul?” tanya Scarlesia.
“Ada sesuatu yang harus kami siapkan. Tapi kami tidak terlalu terlambat kan?” jawab Louis.
“Tidak, kalian tiba tepat waktu,”
Kedatangan mereka menyita banyak perhatian, bagaimana tidak? Pakaian yang mereka kenakan berwarna putih dengan motif emas, sangat cocok bila dipadukan dengan pakaian Scarlesia sendiri. Mereka sengaja memesan pakaian yang warnanya mirip dengan pakaian Scarlesia, begitu pula dengan Archie yang tiba berbarengan mereka juga mengenakan warna yang sama.
“Yang Mulia Kaisar, sepertinya anda tidak pernah jera mengejar Sia ya,” ucap Oliver.
“Apa anda tidak kasihan terhadap permaisuri yang berada di sebelah anda Yang Mulia? Seharusnya anda tahu Sia itu milik siapa,” sambung Elios.
Kaisar spontan mundur karena dia sadar bahwa ia tidak akan bisa menghadapi para pria yang ada di samping Scarlesia.
“Kenapa mereka harus datang sih? Padahal tadi aku udah senang karena mereka tidak ada,” kaisar menggerutu di dalam hatinya.
Nieva menarik kaisar agar menjauh dari mereka segera, Scarlesia tersenyum puas karena wajah kaisar terlihat begitu kesal dan jengkel terhadapnya.
“Kalau kami pergi dari sini, bisa-bisa para pria itu mengajakmu berdansa,” jawab Zenon masih kesal dengan kaisar karena dia tidak bisa tenang jika belum memukul seseorang yang berani mengganggu Scarlesia.
“Hufftt ya sudah aku mau berdansa dengan Ayahku dulu,” kata Scarlesia menghela napasnya lalu beranjak pergi dari mereka.
Scarlesia mengajak Eldrick berdansa pertama bersamanya karena menurutnya dansa pertama harus lah dengan sang Ayah. Bagaimana pun Scarlesia sangat menyayangi Ayahnya sehingga ia ingin mempersembahkan dansa pertama di umurnya ke 18 tahun untuk sang Ayah tercinta. Ketika mereka tengah asik berdansa, suara pecahan gelas kaca yang terjatuh membuatn seluruh orang yang berada di aula kaget.
“KYYAAAAA TOLONG YANG MULIA PERMAISURI BERDARAH!” pekik salah seorang wanita.
Scarlesia yang penasaran langsung menerobos masuk ke kerumunan orang yang ingin melihat apa yang terjadi kepada Nieva. Di atas lantai Nieva sudah tergeletak nyaris tidak sadarkan diri dengan darah yang mengucur deras dari tubuh bagian bawahnya kemudian darahnya juga menyembur keluar dari mulutnya.
“Nieva! Kenapa ini? Apa yang terjadi padamu?” tanya kaisar panik.
Nieva yang setengah sadar menunjuk ke arah Scarlesia.
__ADS_1
“R-racun….”
Hanya itu yang dikatakan oleh Nieva lalu ia langsung menutup matanya rapat.
“Ehh? Racun?”
“Apakah Yang Mulia Permaisuri diracuni?”
“Entahlah tapi sebelum pingsan, Yang Mulia menunjuk ke arah Nona Eginhardt,”
“Apa itu ada kaitannya dengan Nona Eginhardt?”
Kaisar menggeram marah, ia melihat Scarlesia dengan mata yang berapi.
“Nieva sedang hamil anakku, apa kau berusaha untuk meracuninya?” tuding kaisar.
“Saya? Meracuni permaisuri? Untuk apa? Apa anda ada bukti atas tujuan anda yang tidakjelas itu?” sanggah Scarlesia semakin heran dan bingung karena dia tidak pernah merencanakan ini terhadap Nieva.
“Nieva menjadi seperti ini karena minum minuman yang kau sajikan di pesta ini! Semua orang juga tahu seburuk apa hubunganmu dengan Nieva! Kau jangan mencari alasan apapun lagi,” bentak kaisar.
Scarlesia menyerngitkan keningnya, rasanya dia ingin menampar mulut busuk kaisar di hadapan semua orang.
“Kalau begitu biar saya yang periksa keadaan permaisuri. Anda menuduh saya meracuni permaisuri, bagaimana jika saya mengeceknya terlebih dahulu?” tawar Scarlesia.
“TIDAK! AKU TIDAK PERCAYA PADAMU. DASAR KAU PEMBUNUH! AKU AKAN MENGUSUT SEMUANYA DARI AWAL, JIKA KAU TERBUKTI BERSALAH MAKA JANGAN HARAP AKU AKAN MELEPASKANMU,”
Scarlesia menyunggingkan senyumnya, hatinya seperti akan meledak dikarenakan tuduhan kaisar yang tak berdasar kepadanya.
“Kalau begitu buktikan saja. Jadi sekarang silakan anda keluar dari kediaman Duke Eginhardt dan bawa istri tersayang anda itu,” usir Scarlesia secara lembut.
“Apa kau baru saja mengusirku? AKU INI KAISAR! TUNJUKKAN RASA HORMATMU PADAKU!” sekali lagi kaisar meninggikan suaranya kepada Scarlesia.
“Yang Mulia! Anda sudah menuduh anak saya sebagai pembunuh. Saya sebagai Ayahnya tidak terima anda mengatakan anak saya pembunuh apalagi anda mengatakannya dengan bukti yang tidak jelas,” sela Eldrick serius marah.
__ADS_1
“Baiklah! Awas saja kalau kau terbukti bersalah, aku akan langsung eksekusi mati kau,” ancam kaisar berlalu pergi membawa Nieva bersama dirinya keluar dari kediaman Duke Eginhardt.
“Jadi, apakah ini bagian dari hadiah perayaan kedewasaanku?”