
“JANGAN KALIAN SAKITI KAKAKKU!” teriak Archie emosi.
“Kakak? Apa yang dikatakan Archie? Jangan bilang kalau dia….”
Archie yang emosi secara tidak sadar mengeluarkan kekuatannya, aura pekat dari kekuatannya mencekik seluruh orang yang ada di sana. Emosi serta amarahnya membuat kekuatannya tidak terkendali hingga berubah menjadi tekanan yang mampu membunuh semua orang di sekitarnya. Semakin lama aura gelapnya semakin menyelimutinya, semakin membuat orang-orang tidak mampu bernapas normal.
Scarlesia tidak bisa membiarkannya lebih lama lagi, jika ia biarkan maka banyak orang yang terbunuh oleh kekuatannya. Scarlesia segera bangkit dan menerjang ke dalam selimutan kegelapan Archie, ia memeluk Archie untuk meredakan amarahnya.
“Archie! Sudah aku tidak apa-apa. Jangan marah lagi ya, aku tidak terluka. Jangan khawatir aku sungguh baik-baik saja. Tenanglah dan kendalikan kekuatanmu,” ujar Scarlesia.
“Kakak hikss….”
Archie menangis dan luluh karena pelukan Scarlesia, kekuatannya sudah kembali masuk ke dalam tubuhnya dan tidak lagi membahayakan banyak orang bahkan kegelapan yang mengitari Archie kini sudah menghilang sepenuhnya. Lalu Archie mendadak tidak sadarkan diri di dalam dekapan Scarlesia, ia segera membawa Archie untuk pulang ke paviliun.
Semenjak kejadian itu, Archie tidak sadarkan diri selama dua hari berturut-turut, Scarlesia merawatnya sepenuh hati bahkan dia tidak bisa tidur demi menunggu Archie sadarkan diri. Setelah dua hari, Archie siuman dan menemukan Scarlesia sedang tertidur di sampingnya sambil menggenggam tangannya. Karena tangan Archie yang bergerak, Scarlesia jadi ikut terbangun.
“Archie! Kau sudah siuman? Bagaimana tubuhmu? Apakah ada yang sakit?” cecar Scarlesia menanyainya terus menerus.
“Kakak… Apakah kakak tidak ingin bertanya padaku kenapa aku bisa sampai di sini?”
Deg!
Selama dua hari ini Scarlesia berupaya menahan hatinya yang penasaran kenapa adiknya bisa berada di dunia ini. Ya, Archie adalah adiknya semasa dia masih menjadi Fyrensia di dunia modern.
“Banyak sekali yang ingin aku tanyakan padamu. Kenapa kau bisa ada di dunia ini? Kenapa kau bisa berada di tubuh iblis hitam? Apa yang kau lakukan sebenarnya? Banyak pertanyaanku tapi aku sungguh tidak mengerti sama sekali,” ucap Scarlesia dengan nada suara yang turun naik.
“Aku sudah meninggal kak,”
__ADS_1
“Huh? A-apa yang kau katakan Archie? Meninggal? Kenapa bisa? Aku sudah mendonorkan ginjalku untukmu tapi kenapa… Kenapa kau bisa meninggal? Aku….”
“ITU KARENA KAKAK MENINGGALKANKU!” sergah Archie.
Hening. Scarlesia tidak bisa berkata apa pun lagi, suaranya tersangkut di tenggorokannya. Selama berada di dunia ini dia selalu bertanya-tanya mengenai nasib adiknya yang sedang sakit parah. Apakah dia sudah sembuh? Apa dia sekarang bisa menikmati hidupnya seperti remaja pada umumnya? Apa dia sekarang bisa makan makanan yang sebelumnya menjadi pantangannya? Pertanyaan semacam itu selalu muncul di kepala Scarlesia. Meskipun dia berbeda Ibu dengan Archie, tapi dia tetap menyayangi adiknya itu.
“Aku mendonorkan ginjalku agar kau bisa hidup normal seperti teman-temanmu. Archie, aku tidak pernah bermaksud meninggalkanmu. Aku melakukan semua ini demi dirimu dan demi masa depanmu,” lirih Scarlesia tidak kuasa membendung air matanya yang sudah bergeling di pelupuk matanya.
“Kakak meninggalkanku sendirian, aku ketakutan di saat mendengar kabar kakak bunuh diri. Aku pergi memastikannya secara langsung, aku melihat tubuh kakak yang pucat pasi dan dingin karena sudah terlalu lama terbenam di laut. Aku menangis dan memohon agar kakak mau membuka mata tapi semua yang aku katakan percuma saja karena kakak tidak akan pernah bangun. Ayah dan Ibu senang ketika mengetahui kakak meninggal, begitu pula dengan kakak laki-laki juga tidak menunjukkan kesedihannya. Aku sangat terpukul saat itu,” jelas Archie.
“Lalu bagaimana bisa kamu meninggal?” tanya Scarlesia.
“Aku bunuh diri tepat di depan pemakaman kakak, aku menusuk tepat bekas operasi ginjalku,”
Deg!
“Kenapa Archie? KENAPA KAU MELAKUKANNYA? AKU HANYA MEMINTAMU HIDUP BAHAGIA DAN TIDAK SAKIT-SAKITAN LAGI. KENAPA….”
“BAGAIMANA AKU BISA HIDUP TANPA KAKAK? Bagaimana? Selama ini kakak adalah orang yang selalu berada di sampingku. Walaupun seluruh perhatian Ayah aku rebut dari kakak, tapi kakak tidak pernah membenciku. Ketika aku sakit kakak selalu merawatku, kakak selalu mengajakku ke tempat yang tidak pernah aku kunjungi. Walaupun kakak selalu dipukuli oleh Ayah dan Ibu tapi kakak selalu tersenyum padaku lalu mengatakan bahwa kakak baik-baik saja,”
Air mata Archie tidak berhenti berderai menceritakan apa yang dulu pernah dilakukan Scarlesia untuk dirinya.
“Padahal aku tahu kakak bukan orang yang sekuat itu, aku tahu kakak selalu menangis setiap malam tapi aku tidak bisa menanyakannya kepada kakak karena aku tahu kakak tidak akan pernah mengatakan seberapa besar rasa sakit yang kakak terima. Kakak satu-satunya orang yang mengajariku bagaimana dunia luar itu, selalu menyanyikanku ketika aku sulit tidur karena sakit, bahkan kakak rela begadang saat sakitku kambuh,”
“Maafkan aku Archie, maaf….”
“Hikss aku sayang kakak, aku ingin membawa kakak keluar dari rumah agar kakak tidak menderita lagi. Aku ingin tinggal berdua dengan kakak karena kakak satu-satunya orang yang selalu berada di sampingku. Kenapa kakak meninggalkanku? Apa kakak menyesal setelah mendonorkan ginjal kakak padaku? Apa mungkin aku adalah pengganggu bagi hidup kakak? Aku selalu mempertanyakannya dan karena itu lah aku bisa ada di sini,”
__ADS_1
Air mata Scarlesia tidak henti-hentinya menetes, semakin Archie menyuarakan isi hatinya semakin tersayat pula hati Scarlesia olehnya.
“Aku tidak pernah menyesal karena sudah mendonorkan ginjalku padamu, aku tidak pernah menganggapmu sebagai pengganggu. Kamu adalah adikku yang berharga, satu-satunya keluargaku di dunia modern, bagaimana mungkin aku membencimu? Aku menyayangimu. Aku meninggalkanmu karena aku berpikir bahwa tugasku sudah selesai,” jawab Scarlesia sesenggukan.
“Bohong! Kakak membenciku bukan? Karena aku kakak tidak pernah disayangi oleh Ayah, waktu aku hampir kecelakaan dulunya kakak yang menyelamatkanku. Kakak nyaris meninggal tapi tetap saja Ayah tidak peduli pada kakak. Benar kan kak? Kakak membenciku bukan?”
Scarlesia memeluk Archie erat, dia tidak ingin sang adik menyalahkan dirinya lagi.
“Aku tidak membencimu, sungguh. Aku menyayangimu adikku,” ungkap Scarlesia.
“Benarkah? Kakak menyayangiku?”
Scarlesia mengangguk kemudian melepas dekapannya.
“Ya, jadi tolong jangan menyalahkan dirimu lagi karena aku tidak pernah bermaksud meninggalkanmu,” Scarlesia menyeka air mata Archie. “Oh iya, apa kau kemari dibantu oleh Xeon?”
“Iya, kala itu aku bertemu dengannya di alam akhirat. Aku menanyakan kakak ada dimana lalu dia menjawab kakak ada di dunia ini. Karena itu lah aku masuk ke dunia ini, masuk ke tubuh adik dari raja iblis hitam yang sudah lama dikurung oleh kakaknya karena dia lemah dan dia bernama Archie, sama dengan namaku,” terang Archie.
“Oke, sekarang kau istirahatlah terlebih dahulu kemudian nanti kita bicarakan lagi masalah ini,” kata Scarlesia membantu Archie untuk membaringkan tubuhku.
“Baiklah kak,”
Archie menurut dan langsung beristirahat, sedangkan Scarlesia sekarang menuju ke tempat Xeon. Sekarang Xeon tengah bersama dengan Andreas serta prianya yang lain di taman belakang paviliun. Scarlesia menghampirinya disertai perasaan penuh amarah tak terkendali.
“Sia, kenapa kau kem….”
Plaakkk
__ADS_1