Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Sia Bertemu Leroux


__ADS_3

“Ceritakan padaku secara detail apa yang sedang terjadi pada Sia?” tanya Xeon duduk di tengah-tengah mereka.


Kemudian mereka secara bergantian mengatakan keseluruhan ceritanya kepada Xeon, mulai dari perubahan drastis perilaku Scarlesia selama beberapa hari ini sampai ke kejanggalan yang baru saja mereka temukan.


“Jadi, situasinya sudah seburuk ini? Baru saja aku meninggalkannya beberapa hari tapi semuanya sudah berjalan terlalu jauh,” tutur Xeon menghembuskan napas berat.


“Apakah kau tahu sesuatu? Katakan jika memang kau menyembunyikan hal lain di belakang kami,” ucap Elios.


“Kemungkinan besar…”


Tringg… Tring…. Tring…. Tring…. Tring….


Dentingan lonceng dari istana langit berbunyi sebanyak 5 kali, Xeon panik sesaat suara lonceng tersebut mencapai telinganya. Tidak hanya Xeon yang bisa mendengarkannya bahkan Andreas, Zenon, Oliver, Louis, serta Elios pun bisa mendengarkan suara lonceng itu.


“Hei Xeon, suara apa itu? Kenapa rasanya suaranya terdengar penuh bahaya?” tanya Zenon.


“Denting lonceng sebanyak 5 kali? Ini menandakan bahwa jiwanya Sia berada di dalam bahaya. Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya tapi yang pasti kita harus segera menemukan jiwanya Sia!”


“Jiwanya Sia? Apa itu berarti Sia yang saat ini yang ada di kediaman bukan yang asli?” tanya Oliver memastikan.


“Iya, aku akan menjelaskannya secara detail nanti kepada kalian,” jawab Xeon.


“Bagaimana cara kita menemukannya?” tanya Louis.


“Kalian bisa menemukannya karena benang merah yang mengikat kalian dengan Sia yang akan menuntun kalian untuk menemuinya,”


Lalu mereka pergi bersama-sama keluar untuk segera mencari jiwanya Fyrensia. Saat mereka hendak berpencar, Eldrick bersama Carlen dan Aldert datang untuk bertemu mereka semua.


“Dimana putriku sekarang? Apa kau tahu keberadaannya?”


Eldrick memasang muka cemas saat bertanya kepada Xeon, begitu pula dengan Carlen dan Aldert yang tidak kalah cemasnya.


“Sia ada di kediaman kan? Kenapa kalian malah mencarinya kemari? Sia sejak tadi kan bersama kalian di mansion,” ujar Zenon.


“Tidak, dia bukan Sia. Sebenarnya beberapa menit yang lalu ada suara yang berbisik di telinga kami,” tanggap Carlen.


Yang sebenarnya terjadi beberapa menit yang lalu tepat sebelum detik-detik lonceng istana langit berdenting. Sebuah suara berbisik masuk ke pendengaran semua orang yang berada di kediaman Duke Eginhardt.

__ADS_1


“Yang ada bersama kalian saat ini bukanlah Sia yang asli. Sadarkan diri kalian sebelum kejadian buruk menimpa Sia,”


Suara itu terus menerus muncul sebanyak beberapa kali, mantra cuci otak yang membelenggu diri mereka semua kini sudah menghilang sepenuhnya bersamaan dengan hilangnya suara tersebut. Suara tersebut menyadarkan mereka bahwasanya Scarlesia yang kini berada di sisi mereka bukanlah Scarlesia yang asli. Begitu lah ceritanya mengenai apa yang baru saja terjadi, sekarang Eldrick, Carlen, serta Aldert menuntut penjelasan kepada Xeon.


“Yang ada di kediaman kalian memang bukan Sia yang sebenarnya. Hanya itu yang bisa aku bicarakan dengan kalian, sekarang kita harus bergegas mencari jiwa Sia yang asli. Jika tidak cepat, maka….”


Xeon menekuk ekspresi wajahnya dan tidak melanjutkan perkataannya.


“Maka apa? Apa yang akan terjadi? Cepat beritahu aku!” desak Aldert.


“Kemungkinan terburuknya adalah Sia akan mati,” ujar Xeon to the point tanpa ragu-ragu.


“Mati? Mati kau bilang?”


Tepat saat ini di sisi lainnya, Fyrensia tertangkap oleh iblis hitam dan dia dibawa masuk ke dalam istana kegelapan. Fyrensia diikat ke sebuah tiang yang cukup tinggi, dirinya dikelilingi oleh banyak iblis hitam, siluman, serta para monster sekaligus. Fyrensia masih belum sadar dari pingsannya, istana kegelapan heboh karena jiwa Fyrensia tampak sedap untuk mereka santap tapi dewa kegelapan melarang mereka untuk melukai Fyrensia.


Selang beberapa menit kemudian, Fyrensia terjaga dari ketidaksadarannya. Dia terkejut melihat sekelilingnya yang tidak biasa untuknya, dirinya yang terikat membuat ruang geraknya menjadi terbatas.


“Dimana aku sekarang?” tanyanya mengedarkan pandangannya. “Iblis hitam, siluman, dan juga para monster. Apa mungkin sekarang aku tengah berada di….”


Aura kegelapan milik Leroux yang besar dan kuat memberi efek sesak napas kepada Fyrensia dan membuat jantungnya semakin sakit tapi dia berusaha menahan rasa sakitnya, ini membuat dirinya semakin lemah dan tidak berdaya ditambah semenjak dia meninggalkan tubuh Scarlesia dia tidak bisa menggunakan kekuatan apapun.


“Siapa kau?” tanya Fyrensia menatap tajam.


“HAHAHA kau sungguh tidak mengenaliku? Aku adalah Leroux sang dewa kegelapan yang agung. Apa sekarang kau sudah ingat?”


“Jadi kau adalah dewa kegelapan yang selama ini berusaha untuk membunuhku? Ternyata kau tidak lebih tampan dari yang aku bayangkan,” ledek Fyrensia tersenyum miring.


“Padahal kau sedang berada di ambang kematian tapi kau sepertinya tidak takut mati,”


“Apakah kau bodoh? Aku kan sudah mati jadi untuk apa mati lagi?” lawan Fyrensia membuat Leroux semakin kesal.


“Susah juga ya berbicara denganmu,” ujar Leroux menghela napas kasar. “Apa kau tahu alasan kenapa aku membawamu kemari?” lanjut Leroux melontarkan pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Fyrensia.


“Aku tidak tahu apa tujuanmu tapi yang jelas lepaskan aku sekarang juga!” ronta Fyrensia.


“Kau tidak akan aku lepaskan! Tau kenapa? Karena aku ingin kau mati,”

__ADS_1


“Memangnya apa yang sudah aku lakukan padamu sehingga kau menaruh dendam yang besar kepadaku?”


Leroux tertawa lepas mendengar pertanyaan dari Fyrensia.


“Kau menanyakan apa yang sudah kau lakukan? KARENA KAU SELALU MENGGAGALKAN RENCANAKU! BAIK 2000 TAHUN YANG LALU ATAU PUN SEKARANG! KAU SUDAH MENYEGELKU DAN MENGURUNGKU DI DALAM NERAKA UTAMA SELAMA HAMPIR 2000 TAHUN,” jelas Leroux dengan suara lantang.


“2000 tahun? Mana mungkin aku hidup selama itu. Kau jangan bercanda,” sanggah Fyrensia tidak percaya.


“Tentu saja karena ingatan kau masih tersegel. Wajar saja kalau kau tidak ing…. Ahhh HAHAHA KUTUKANMU MASIH AKTIF YA TERNYATA?”


Fyrensia semakin tidak mengerti apa yang diucapkan Leroux padanya yang tiba-tiba mengatakan soal kutukan.


“Kutukan? Apa yang kau maksud dengan kutukan?”


“Sekarang aku akan membuatmu ingat dengan masa lalumu termasuk masa lalu dengan pria-pria yang kau cintai. Kutukan yang bersemayam di dalam dirimu selalu berhasil mengalahkanmu bahkan menelan hidupmu,”


Leroux menyentuh puncak kepala Fyrensia, dia menaruh telapak tangannya sembari merapalkan beberapa mantra.


“AAARRRRGHHHHH!” pekik Fyrensia kesakitan.


Satu persatu ingatan masuk ke dalam kepalanya, ingatan-ingatan tersebut memenuhi otaknya seketika.


“I-i-ini adalah ingatanku bersama Andreas, Zenon, Oliver, Louis, dan Elios. J-jadi mereka telah menungguku selama ini? Aku sungguh tidak mengingatnya sama sekali,” pikir Fyrensia, air matanya secara tidak sadar mengalir membasahi pipinya.


Leroux melepaskan tangannya dari kepala Fyrensia, setelah mendapatkan sepenggal ingatan masa lalunya Fyrensia terdiam tanpa suara selama beberapa detik.


“Sia, kau memang seharusnya tidak pernah terlahir. Lihat, itu hanya sepotong kecil ingatan masa lalumu yang tidak pernah bahagia dan selalu terbuang, kau itu tidak pernah diinginkan oleh siapapun. Kau hanya pengganggu, tidak berguna, dan keberadaanmu tidak pernah diperlukan. Kau memang ditakdirkan untuk menderita,”


Kata-kata yang diucapkan Leroux memicu rasa sakit Fyrensia, gelombang-gelombang ingatan buruk memakan seluruh moment bahagia yang pernah dia rasakan.


“Aku… Aku…. AAAARRRGHHHHHHH!!!!”


“BAGUS! HAHAHA! INGAT PENDERITAAN YANG SELAMA INI KAU DAPATKAN! TERUSLAH BERTERIAK! DENGAN BEGINI AKU LEBIH MUDAH UNTUK MEMBUNUHMU!”


Note :


Author selama satu minggu ini agak sibuk, maaf ya readers jam uploadnya semakin kacau karena author sibuk UTS. Tapi tenang aja mulai besok author bakal usahain upload 3 chapter seperti biasa, sekali lagi maaf ya readers.

__ADS_1


__ADS_2