
“Iya, aku menanti hari dimana kau bisa mengerti ucapanku dan ternyata hari ini kau sudah mendapatkan kemampuanmu itu yaitu kemampuan untuk mengatur dan berkomunikasi dengan semua hewan di dunia ini,” jelas Kitty.
“BenarNona, anda bisa memberi perintah pada kami kapanpun itu dan kami akan selalu menuruti perintah Nona,” sambung seekor singa.
“Eh? EHH? EEHHHHH??!!” pekik Scarlesia tidak percaya dengan apa yang tengah terjadi sekarang.
“Sia, ada apa?” tanya Louis khawatir pada Scarlesia.
“Kau berbicara dengan siapa?” sambung Andreas juga bertanya.
“Nanti akan aku jelaskan pada kalian,” ucap Scarlesia.
Tiba-tiba para singa dan macan yang sebelumnya menolong Scarlesia melempar mayat-mayat penyihir yang mencoba membunuhnya tadi. Permaisuri dan Zaneta tidak percaya saat melihat jasad penyihir yang sebelumnya mereka perintahkan untuk membunuh Scarlesia.
“Kami ingin memberikan mayat manusia ini kepada Nona,” kata si macan.
“Dengan begini tugas kalian sudah selesai, sekarang kalian kembalilah. Terima kasih sudah menyelamatkan Sia,” tutur Kitty.
Akhirnya semua hewan-hewan itu pergi dari kamp perburuan, rasa tegang dari dalam diri mereka semua ikut menghilang. Kini hanya tinggal sebuah kebingungan yang melanda kepala mereka tentang apa alasan hewan-hewan itu kemari lalu kenapa para hewan tersebut melemparkan mayat-mayat penyihir ini.
“Yang Mulia, penyihir-penyihir ini membuat sebagian hewan di dalam hutan menjadi menggila dan melukai para peserta perburuan. Sepertinya hewan-hewan tadi ingin mengembalikan mereka pada kita sekaligus memperingatkan jika ada manusia yang berani berbuat buruk di hutan ini lagi maka akan memiliki nasib yang sama dengan mereka. Jadi tolong anda selidiki hal ini Yang Mulia karena tidak hanya saya yang terluka di sini,” ujar Scarlesia.
“Benar Yang Mulia! Anda harus menyelidiki masalah ini,”
“Saya hampir mati karena dikejar-kejar oleh hewan buruan saya. Anda harus memberi keadilan dan kejelasan untuk hal ini Yang Mulia,”
“Tidak hanya bangsawan bahkan Putri Celosia juga terluka,”
“Jika dibiarkan seperti ini maka kekaisaran kita akan menjadi bahan perbincangan oleh kekaisaran lain,”
“Mohon diselidiki lebih lanjut Yang Mulia,”
Suara dari para bangsawan tersampaikan pada sang kaisar, kaisar akhirnya setuju untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai masalah ini. Scarlesia sengaja tidak memberitahukan tentang para penyihir tersebut yang mencoba membunuhnya karena dia tidak punya bukti untuk menuduh permaisuri dan Zaneta. Itulah kenapa Scarlesia hanya menyarankan penyelidikan tentang kabut putih di dalam hutan karena dengan begini kaisar akan tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelah masalahnya selesai, mereka semua kembali ke kediaman masing-masing termasuk Scarlesia.
“Tolong nanti kalian berkumpul di paviliun setelah ini termasuk Ayah dan kakak berdua juga,” suruh Scarlesia pada 5 prianya beserta Ayah dan kakaknya.
Sesampainya mereka di paviliun, mereka berkumpul di ruang khusus di lantai satu. Ruang ini memang diperuntukkan untuk membicarakan hal-hal yang dianggap penting.
“Aku akan berbicara secara langsung saja. Sebenarnya penyihir yang berniat membunuhku adalah suruhan permaisuri dan Zaneta,”
__ADS_1
“APA? KALAU BEGITU…”
“Tunggu Zenon! Kamu diam dulu sebentar. Aku tahu apa yang akan kamu katakan, kau mau membunuh mereka secara langsung kan? Aku tidak ingin membunuh mereka secara langsung tapi aku ingin membuat mereka terbunuh secara perlahan. Untuk itu sekarang aku ingin bertanya pada Ayah, bolehkah aku membunuh Zaneta?” tanya Scarlesia agak membuat Eldrick terperanjak kaget.
“Membunuh? Tapi bagaimana cara kamu melakukannya?”
“Meracuninya. Aku bisa membuat sebuah racun mematikan dari bunga caroll yang ditanam oleh Ibu. Aku tidak tahu alasan Ibu menanam bunga ini tapi jika diolah dengan baik maka akan menjadi racun yang sangat mematikan,” balas Scarlesia tersenyum miring.
“Baiklah, tapi kamu harus lakukan ini tanpa diketahui oleh kaisar ataupun permaisuri,”
“Oke, lalu satu hal lagi. Sebenarnya aku baru mendapatkan kemampuan untuk bisa berbicara dengaan hewan,”
“HAAAHH?”
“Ya aku tahu kalian akan terkejut tapi aku tidak berbohong soal ini. Identitas Kitty aslinya adalah raja dari semua hewan di dunia ini. Dia mengatakan bahwa aku adalah orang yang bisa mengatur dan berkomunikasi langsung dengan hewan di seluruh dunia. Jadi aku bisa memerintahkan mereka melakukan apapun dan mereka akan menuruti perintahku la…”
“Sia, kamu sudah memberitahu kemampuanmu ini kepada siapa saja?” sela Oliver serius.
“Ya? Aku hanya mengatakannya pada kalian,”
“Jangan pernah mengatakan hal itu kepada orang lain selain kami karena jika orang lain tahu maka akan banyak yang mencoba mencelakaimu,” ujar Carlen.
“Bagus, jika ada yang berani mencelakaimu maka aku akan memotong-motongnya menggunakan pedangku,” kata Andreas sembari mengeluarkan pedangnya.
“Kalau begitu aku akan mencabik-cabik mereka,” tambah Louis.
“Aku akan membakarnya,” lanjut Zenon.
“Aku akan membekukan semua orang menyakiti Sia,” sambung Elios.
“Iya iya sudah. Sekarang aku mau pergi keluar dulu, aku hanya ingin mengatakan hal ini pada kalian,”
Scarlesia membalikkan tubuhnya, dia berjalan menuju pintu keluar.
“Sia, kakimu yang terkilir sudah sembuh?” tanya Aldert heran.
“Ehh iya juga. Aku baru sadar tapi sepertinya sekarang sudah baik-baik saja,” jawabnya sembari memutar-mutar pergelangan kakinya untuk memastikan apakah dia sudah benar-benar sembuh atau belum.
“Tubuhmu aneh sekali,” ucap Louis.
__ADS_1
“Iya, tapi aku tidak punya waktu untuk ini sekarang. Lain kali saja pikirkan soal tubuh ini, aku mau meracik racun dulu,”
Scarlesia keluar dari ruang rapatnya dengan antusias lalu mereka juga keluar satu persatu dan melakukan aktivitasnya masing-masing. Sedangkan Scarlesia pergi ke kamarnya untuk membuat racunnya tapi sebelum itu dia sudah menyediakan darah kalajengking untuk dicampurkan bersama bunga carollnya.
“Pria kelima sudah ketemu ya,” ujar Xeon yang tiba-tiba berbicara.
“Kau darimana saja? Sudah lama aku tidak mendengar suaramu,”
“Aku sibuk melakukan beberapa pekerjaan biar aku tidak terlihat seperti dewa yang pengangguran,”
“Hmm seperti itu. Lalu apa maksudmu pria kelima?”
“Tidak, tidak jadi. Kau membuat racun untuk Ibu tirimu?” tanya Xeon mengalihkan topik pembicaraan.
“Ya, tapi aku kan tadi bertanya apa maksudnya pria kelima?”
Hening. Xeon kembali menghilang secara tiba-tiba, dia datang secara tiba-tiba pergi juga tiba-tiba. Scarlesia geram sampai menancapkan pisau ke atas mejanya.
“Xeon… Dewa sialan itu sepertinya sesekali harus aku pukuli,” gerutunya.
Pada hari berikutnya, Scarlesia memerintahkan Hana untuk memanggil seorang pelayan yang biasa melayani Zaneta. Pelayan wanita ini tubuhnya dipenuhi oleh luka memar, dia menghadap Scarlesia dengan kondisi tubuh yang cukup parah.
“Siapa namamu?” tanya Scarlesia yang duduk bersilang kaki di atas kursinya.
“Tika Nona,” jawabnya tidak mampu menatap kedua mata Scarlesia.
“Lihat mataku Tika, tidak ada yang perlu kau takutkan di sini karena aku tidak akan berbuat kasar padamu,” tutur Scarlesia.
Tika mengangkat wajahnya, tubuhnya masih saja tidak berhenti bergetar sejak tadi.
“Nah begitu kan bagus. Tika aku tahu kau selalu disiksa oleh duchess tapi kau tetap bertahan di mansion karena keluargamu terlilit hutang. Bagaimana jika aku melunasi semua hutangmu? Tapi kau harus melakukan sesuatu untukku,” tawar Scarlesia.
“Anda serius Nona?”
“Apa aku terlihat sedang becanda?”
“Tidak Nona,” geleng tika. “Lalu apa yang harus saya lakukan?” lanjutnya bertanya.
“Campurkan racun ini ke dalam makanan dan minuman milik duchess,”
__ADS_1