
“Ketika kau bertarung dengannya kemarin itu, aku bisa merasakan kalau aura milik Norbert berbeda denganmu. Rasanya auranya tersebut terasa lebih gelap dan dingin seperti aura seorang iblis hitam,” ujar Scarlesia.
“Iblis? Berarti dia…”
“Ya ini hanya kemungkinannya saja,”
“Ingat kau tidak boleh berhadapan langsung dengan Norbert jadi aku akan ikut serta dalam penyelidikanmu,” ucap Andreas menawarkan dirinya untuk membantu Scarlesia.
Scarlesia menghela panjang napasnya.
“Baiklah.”
Setelah itu, mereka berdua berbarengan keluar dari dunia cermin untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pada malam harinya, mereka keluar mengenakan jubah agar tidak dikenali oleh siapapun itu. Mereka menuju ke pusat kota ke tempat-tempat biasa wanita-wanita terbunuh, mereka melakukannya dengan hati-hati.
Semenjak ada kasus pembunuhan berantai, orang-orang lebih memilih untuk mengurung diri jika langit sudah mulai gelap. Saat ini suasana kota sepi, tidak ada orang yang berlalu lalang masuk keluar kota. Tidak seperti bulan lalu, kota ini pasti suasananya begitu ramai ketika malam tiba tapi sekarang sungguh seperti kota yang ditinggalkan bahkan tidak ada suara apapun yang terdengar.
“Aku berfirasat bahwa Norbert sedang ada di sekitar kota ini,” pikir Scarlesia.
“Andreas, aku akan menjadi umpan agar Norbert menampakkan dirinya. Jadi kau harus bersembunyi sampai dia keluar, oke?” ucap Scarlesia membuka tudung jubahnya.
“Apa akan baik-baik saja kalau kau jadi umpan? Bagaimana nanti kalau kau terluka?” cemas Andreas.
“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja karena ada Andreas yang akan melindungiku,”
“Baiklah, aku akan melindungi Sia!!” tekad Andreas.
Scarlesia membuka jubahnya, kini hanya tertinggal dress putih pendek yang dia kenakan. Mereka mulai menjalankan rencananya, Scarlesia berjalan ke gang yang sepi sedangkan Andreas bersembunyi sembari mengawasinya. Di saat ia telah masuk ke dalam gang, seorang pria muncul dari belakangnya.
“Halo Nona cantik, bau darahmu sangat manis. Bagaimana kalau kau mengizinkanku untuk mencicipinya?”
Itu adalah suara Norbert, kini dia berdiri tepat di belakang Scarlesia.
“Halo kita bertemu lagi,” sapa Scarlesia berbalik.
“Hahh ternyata itu kau. Wanita yang bersama dengan Andreas kemarin,” ujar Norbert beringsut mundur.
“Ternyata benar, kau adalah dalang dari pembunuhan yang terjadi kota ini. Beraninya kau membunuh mereka dengan taring beracunmu itu!”
Scarlesia mengeluarkan busur sucinya kemudian mengubahnya menjadi pedang emasnya, ia menyerang Norbert tanpa pikir panjang tapi serangan pedangnya mampu ditahan oleh Norbert.
__ADS_1
“Hoho ternyata kemampuan berpedangmu tidak buruk juga ya,” kata Norbert tersenyum miring.
“Tentu saja, aku ini pandai dalam menggunakan seluruh senjata,” balas Scarlesia.
“Tapi mari kita lihat apakah kau bisa menghindari serangan aku ini,”
Norbert mengayunkan pedangnya, dari pedangnya tersebut keluar aura hitam. Scarlesia tidak bisa menghindari kecepatannya dan akhirnya tangan kanannya terkena serangan pedangnya. Darahnya tidak berhenti menetes keluar, lukanya cukup dalam dan anehnya lukanya tidak bisa sembuh seperti biasanya.
“Kenapa lukaku tidak bisa tertutup?” gumamnya heran.
“Hahaha tubuhmu yang dialiri begitu banyak cahaya tidak akan bisa sembuh jika terkena pedangku. Pedang yang khusus ditempa menggunakan darah dari dewa kegelapan yaitu musuh utama dari tubuh cahayamu. Meski kau punya kekuatan penyembuhan, itu tidak akan berguna jika kau terkena serangan langsung dari musuh alamimu,” ujar Norbert tertawa puas.
Andreas menyadari jikalau Scarlesia tengah terluka, ia bergegas menghampirinya.
“APA YANG KAU LAKUKAN PADA SIA??!” teriak Andreas dipenuhi amarah.
Andreas menghadang tepat ke depan Norbert, dia menyuruh Scarlesia untuk mundur ke belakang.
“Akhirnya kau muncul juga adikku Andreas,”
“AKU BUKAN ADIKMU SIALAN!”
“Apa kau sudah meminum darah manusia? Kekuatanmu lebih jauh meningkat sekarang,” ucap Norbert.
“Diam saja kau! Aku tidak akan membiarkanmu kabur lagi. Aku masih belum melupakan kejadi yang terjadi dulunya,”
“Kau pikir aku juga bisa melupakan apa yang kau lakukan pada klan vampir? Aku akan membuatmu menyesal karena telah membunuh klan kita!”
“Aku hanya menghukum mereka yang berani menyakiti kekasihku!”
Mereka terus bertarung, saat ini mereka berdua bertarung di udara sedangkan Scarlesia tetap berada di bawah sambil membalut lukanya dengan dressnya yang baru saja dia sobek. Darahnya tidak bisa berhenti keluar, saat ini tubuhnya semakin melemah karena ia banyak kehilangan darah.
“Apa benar kau bekerja sama dengan para iblis hitam?” selidik Andreas.
“Itu benar, tidak ada alasanku untuk menyembunyikan ini darimu,” jawab Norbert.
“Jadi kau mendapatkan taring beracun itu dari mereka juga?”
“Ternyata kau tahu juga mengenai taring beracunku. Tentu saja, aku mendapatkan kekuatan lebih dari mereka,”
__ADS_1
“Kau sangat menyedihkan,” hina Andreas menyunggingkan senyumnya.
“Apa? Kenapa aku menyedihkan?”
“Kau tak mampu mengalahkanku sehingga kau membutuhkan bantua pihak lain untuk mengalahkanku. Betapa menyedihkannya kau,” ledek Andreas tersenyum mengejek.
Norbert mengerutkan keningnya, perkataan Andreas membuatnya naik pitam.
“JANGAN MELEDEKKU SIALAN!” amuk Norbert, ia menekan kekuatan pedangnya sehingga membuat Andreas terdorong ke belakang.
Kemudian Norbert melirik ke arah Scarlesia yang semakin melemah, dia memiliki rencana lain di otaknya saat ini. Sekali lagi dia mengayunkan pedangnya, serangan aura hitam mengenai Scarlesia kembali.
“AARRGHHHH!!!”
Tubuh Scarlesia terhempas begitu jauh, Norbert tersenyum jahat pada Andreas karena dia berhasil melukai gadis yang dicintai Andreas.
“SIAAAA!!!” Andreas hendak menghampiri dan membantu Scarlesia namun sebelum ia datang membantunya, Xeon dan yang lainnya keluar dari dunia cermin. Saat ini Scarlesia telah aman bersama dengan mereka.
“Siapa mereka?” tanya Norbert.
“Kau tidak perlu tahu siapa mereka! Aku tidak akan memaafkanmu karena sudah berani melukai Sia!” tekan Andreas.
Saat ini Scarlesia hampir kehilangan kesadarannya, sekujur badannya sakit dan darahnya tak kunjung berhenti keluar. Xeon mencoba menekan lukanya agar pendarahannya berhenti, sedangkan Louis memangku tubuh lemah Scarlesia saat ini. Mereka begitu mengkhawatirkan kondisi Scarlesia yang kian memburuk.
“Sial! Bisa-bisanya kita datang terlambat,” umpat Elios kesal.
“Xeon, bagaimana? Apa lukanya bisa diatasi?” tanya Oliver.
“Ini cukup menyusahkan karena luka ini disebabkan oleh pedang yang ditempa menggunakan darah dewa kegelapan. Tubuh Sia yang dipenuhi cahaya sulit untuk menyembuhkan luka yang terkena langsung darah dewa kegelapan,” jelas Xeon.
“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Sia terlihat sangat kesakitan,” ucap Louis cemas.
“Aku akan mencoba menekan lukanya dengan kekuatanku. Tolong pegangi dia karena ini akan sangat menyakitkan,” kata Xeon mulai mengeluarkan kekuatannya.
“HEI ANDREAS! KAU HARUS MENGALAHKAN DIA! KARENA DIA MEMBUAT SIA TERLUKA PARAH. JIKA
KAU TIDAK BISA MENGALAHKANNYA MAKA AKAN AKU BUNUH KAU!” teriak Zenon pada Andreas.
“AARRRGHHH INI SAKIT SEKALI!”
__ADS_1