
“Hufftt akhirnya selesai.”
Scarlesia membuka kedua matanya yang terpejam, mencoba melihat pantulan dirinya di cermin rias. Sungguh penampakan yang sangat cantik, riasan tipis tapi terlihat elegan, gaun emas menjuntai di lantai, serta beberapa aksesoris cantik melekat di rambut silvernya. Lekuk tubuh nan indah dan cantik sungguh terlihat begitu seksi, memang Scarlesia lebih cocok memakai warna emas.
“Woahh anda jadi lebih cantik Yang Mulia,” puji Hana.
“Ini berkat kerja keras kalian. Sekarang ayo kita ke ruang singgasana,” ajak Scarlesia.
Merekseluruh pandangan langsung tertuju kepada Scarlesia. Ia melangkah anggun seraya
tersenyum elegan menuju ke hadapan para bangsawan. Para prianya sudah menunggu
dirinya sedari tadi, tidak ada satu pun pandangan yang terlepas dari keindahan
Scarlesia hari ini.
Acara penobatan dipimpin langsung oleh tetua kekaisaran yaitu orang yang dianggap berhubungan langsung dengan urusan kepercayaan di Evariste atau biasa disebut sebagai pemimpin kepercayaan. Mulai dari acara penyebutan sumpah hingga pemasangan mahkota kaisar di kepala Scarlesia. Acara penobatan berlangsung sangat damai pada hari ini. Selepas pemasangan mahkota dan penyerahan tongkat kepemimpinan kaisar, mereka semua langsung menuju luar istana sebab para rakyat biasa juga tengah menunggu ingin melihat kaisar mereka yang baru secara langsung.
Scarlesia berdiri di atas panggung yang lumayan tinggi hingga bisa disaksikan langsung oleh para rakyat. Scarlesia berdiri mengenakan mahkota, jubah berwarna merah di belakang punggungnya, serta tangan kanan menggenggam tongkat kepemimpinan kaisar. Seolah perhatian dunia beralih kepada Scarlesia kala ini. Ada perasaan takjub disertai wajah mereka yang tegang menyaksikan Scarlesia langsung di hadapan mereka. Aura kepemimpinan yang luar biasa memancar dari tubuh dan tatapan kedua mata Scarlesia.
“Apakah beliau akan menjadi kaisar kita berikutnya?”
“Entah kenapa aku merasa akan ada keajaiban besar yang akan terjadi.”
“Apa beliau manusia sungguhan? Beliau berbeda dengan kaisar sebelumnya.”
__ADS_1
“Aura kepemimpinan yang kuat, tidak salah lagi gelombang perubahan bertiup ke arah kita.”
Tidak ada suara, semua rakyat hanya memandang ke arah Scarlesia. Hening dan tidak ada tiupan angin menghembus mereka bahkan awan berdiam diri dan tidak berpindah tempat di langit biru yang cerah.
“BERIKAN HORMAT KALIAN KEPADA YANG MULIA KAISAR SCARLESIA EVARISTE!”
Suara itu bergaung ke segala penjuru Kekaisaran Evariste, spontan secara serentak seluruh rakyat baik itu rakyat biasa hingga bangsawan bertekuk lutut menunjukkan hormatnya kepada Scarlesia.
“Tunjukkan kesetiaan kalian, Scarlesia adalah pemimpin sejati kalian para manusia yang akan membawa kalian kepada perubahan besar. Tunjukkan rasa hormat dan segan atas pemimpin mulia yang direstui oleh sang dewa pencipta.”
Kata-kata tersebut terdengar menembus masuk ke alam pikiran mereka, tidak ada di antara mereka yang mengetahui dari mana suara itu berasal.
“Kenapa ini? Tubuhku tidak bisa digerakkan. Seakan aku dipaksa tunduk di hadapan kaisar,” batin salah seorang bangsawan.
“Perasaan apa ini? Kenapa rasanya beliau bukan hanya manusia bergelar kaisar tapi memiliki aura setingkat dengan dewi. Lalu suara apa yang aku dengar barusan?” pikir Duchess Freya.
Tidak ada satu pun di antara mereka yang tidak bertekuk lutut, semuanya serentak menurut dan tubuh mereka tidak ada yang bisa menentang seruan suara itu.
“ATAS KEHENDAK LANGIT DAN BUMI, ATAS PERINTAH DEWA DAN DEWI, SERTA ATAS RESTU DEWA PENCIPTA, KAMI BERIKAN SEGALA HORMAT KEPADA YANG MULIA KAISAR SCARLESIA EVARISTE, KAMI KERAHKAN SELURUH KESETIAAN DAN KEPERCAYAAN KAMI KEPADA ENGKAU WAHAI PEMIMPIN SEJATI ALAM SEMESTA.”
“PIMPIN JALAN KAMI MENUJU KEMENANGAN SEJATI, BERIKAN RUANG UNTUK KAMI BERGERAK, TOLONG HALAU SEMUA KEGELAPAN DI ALAM SEMESTA. KEMBALIKAN CAHAYA SEBAGAI EKSISTENSI TERTINGGI, TUTUP SEGALA CELAH BAGI KEGELAPAN, TOLONG RANGKUL KAMI AGAR TIDAK TERSESAT. HANYA KEPADA ENGKAU KAMI BERANI BERSUMPAH DAN KAMI AKAN BERIKAN KEKUATAN KAMI KEPADA ENGKAU SANG RATU ALAM SEMESTA.”
Tanpa sadar seluruh rakyat Evariste mengucapkan kata-kata yang membuat Scarlesia tak bergeming, sekujur badannya bergetar merinding, seolah ada kepercayaan besar yang ditaruh kepada dirinya.
“Haha sepertinya hari kebangkitan Sia benar-benar sudah dekat, ini adalah reaksi alam dan reaksi jiwa manusia terhadap pemimpin mereka. Para rakyat seluruhnya dikendalikan oleh jiwa mereka sendiri untuk tunduk di hadapan Sia,” batin Xeon.
__ADS_1
Kemudian Scarlesia menghentakkan tongkatnya sebanyak tiga kali, dari tongkat tersebut keluar cahaya yang menyebar cepat ke setiap sudut Evariste. Scarlesia sendiri masih bingung, namun tubuhnya seakan menariknya melakukan hal itu.
“CUKUP! SEKARANG KALIAN BERDIRILAH!” titah Scarlesia.
Para rakyat langsung bangkit seusai Scarlesia memerintahkan mereka untuk berdiri. Ekspresi mereka kebingungan disertai rasa merinding di badan mereka. Lalu angin kembali berhembus, awan juga bergerak lagi mengikuti arah angin. Suasana hening menjadi bising, jauh berbeda dibanding tadi, kini suasana tidak menegangkan dan serasa lebih santai sekarang.
“Apa yang terjadi barusan? Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku.”
“Ya, bahkan tubuhku masih merinding sampai sekarang.”
“Mungkinkah yang tadi itu suara dewa?”
“Kalau memang suara dewa, itu menunjukkan kalau pemimpin Evariste kala ini benar-benar merupakan pilihan dewa.”
“Aku tidak ingin mempercayainya, tapi jika dihubungkan dengan apa yang kita alami barusan, bisa saja Yang Mulia Kaisar sekarang dilindungi oleh dewa.”
“Dengan artian lain, Evariste… ehh bukan hanya Evariste, mungkin dunia ini sedang menunjukkan siapa orang yang pantas untuk memimpin mereka.”
Itulah yang mereka katakan, fenomena langka bahkan tidak pernah terjadi sekali pun dalam sejarah penobatan kaisar. Sebagian mereka bisa merasakan tentang Scarlesia yang akan menjadi pemimpin sejati umat manusia dan semua makhluk hidup di muka bumi ini.
“Yang Mulia Kaisar, siapa gerangan anda sebenarnya?” pikir Duchess Freya.
Sehabis itu, Scarlesia memberikan beberapa pidato untuk para rakyat, cara bicaranya yang tegas dibarengi oleh ucapannya yang dapat dipercaya, menambah kekaguman rakyat kepada dirinya. Hari ini ia berhasil menuju singgasana kaisar, selanjutnya ia akan memikirkan langkah berikutnya yang perlu dia lakukan demi kesejahteraan rakyat. Tidak hanya sebagai pemimpin Evariste, ia juga berperan sebagai pemimpin di alam semesta yang sangat luas ini.
Beberapa saat kemudian, Scarlesia menyelesaikan acara hari ini dan ia terlihat lelah sekali. Para rakyat bubar setelah pidato yang dituturkan Scarlesia selesai, kini Scarlesia juga turut pergi ke istananya dengan dibantu oleh para pelayannya. Tanpa Scarlesia sadari, sejak tadi dirinya diperhatikan oleh Leroux, sang dewa kegelapan dari kejauhan.
__ADS_1
“Ternyata gadis itu berhasil bertahan. Baiklah, aku akan memberikannya kejutan terakhir dan aku pastikan dia sungguh hancur kali ini,” gumam Leroux tersenyum jahat.