
“Diantara mereka ada yang penyihir agung, pangeran iblis putih, naga merah, vampir, manusia serigala, dan yang terakhir identitasnya tidak bisa aku ungkapkan. Jadi apa lagi yang kurang?”
Mereka terperangah kaget saat Scarlesia mengungkapkan identitas asli dari enam pria yang berada di sampingnya selama ini. Scarlesia menyunggingkan bibirnya, dia puas melihat raut wajah yang tidak bisa melepas kata-kata.
“Yang Mulia, walaupun mereka memiliki identitas tidak biasa tapi anda harus mengadakan kembali pemilihan selir. Istana selir juga harus diisi oleh keturunan asli Evariste, lalu untuk pemilihan pangeran juga kalau bisa dari bangsawan keturunan Evariste.”
Sahutan seorang bangsawan memecah ketegangan, Scarlesia mengerutkan alisnya, rasa kesalnya meledak-ledak di hatinya kini. Scarlesia berupaya tetap tenang dengan menarik napasnya dalam-dalam lalu membuangnya pelan.
“Kalau aku tidak mau bagaimana?” tanya Scarlesia sembari tersenyum paksa.
“Jika anda tidak mau maka kami para bangsawan yang akan memilihkan selir dan pangeran untuk anda.”
“Kenapa kalian bersikeras sekali ingin aku memilih selir? Apa kalian mau anak kalian masuk ke dalam istana selir?”
Jlebb
Tebakan Scarlesia tepat sasaran, sejak awal tujuan mereka sebenarnya adalah mengincar posisi di istana harem untuk anak mereka. Sejak awal posisi pria di Evariste tidak lebih tinggi dari posisi seorang wanita, jadi kalau anak laki-laki mereka masuk ke dalam istana harem maka itu akan membuat reputasi mereka membaik di mata masyarakat.
“B-bukan begitu Yang Mulia, sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Maksud kami bukan seperti itu, kami hanya membantu anda memilih selir yang jelas asal usulnya. Kami tidak ingin anda menyesali keputusan anda nanti.”
Sudah jelas maksud mereka tergambar dari ekspresi mereka masing-masing, namun tidak ada yang mau mengaku tujuan mereka sebenarnya. Mereka terus mengelak dan berdalih mencari alasan lain untuk membujuk Scarlesia supaya menyetujuinya.
“Apa kalian pikir aku mampu melayani 10 selir sekaligus? Aku tidak akan memilih selir lagi. Aku sudah punya enam calon selir, kalian tidak perlu repot-repot lagi,” tolak Scarlesia kukuh pada pendapatnya.
“Tidak bisa begitu Yang Mulia! Anda harus mengadakan pemilihan ulang. Bagaimana pun anda harus memasukkan keturunan bangsawan Evariste ke dalam istana selir!”
Scarlesia menghela napas kasar, dia benar-benar tidak habis pikir apa yang ada di dalam kepala para bangsawan ini hanyalah kekuasaan semata.
“Terserah kalian saja, perdebatan ini tidak akan berakhir kalau aku tidak mengiyakannya,” pasrah Scarlesia memilih menurut untuk sementara waktu.
__ADS_1
Karena Scarlesia sudah pasrah akan keputusan ini, akhirnya para bangsawan memperlihatkan ekspresi puas mereka. Setelah itu mereka menetapkan bahwasanya pemilihan selir akan diadakan lusa. Scarlesia keluar dari ruang rapat dengan muka masam, dia harus memikirkan cara agar pemilihan selir ini tidak terjadi.
“Akkhhh aku kesal sekali! Kenapa aku harus repot-repot memilih selir lagi? Aku sudah punya enam, ehh tapi aku belum konfirmasi pada Xeon kalau aku memasukkannya ke dalam daftar calon selir. Arghhhh tidak tahu lagi!” teriak Scarlesia dalam hati.
Kabar tentang pemilihan selir ini sudah menyebar di Evariste, bahkan dalam kurun waktu kurang dari satu jam daftar para pria yang menjadi kandidat selir sudah sampai di tangan Scarlesia. Total kandidat selir yang akan menjalani seleksi pemilihan selir ini sekitar 50 orang.
“Jadi aku harus memilih di antara mereka? Aku tidak boleh membiarkan ini terjadi!”
Scarlesia menghempaskan daftar kandidat tersebut ke atas mejanya, Scarlesia tidak berhenti menggerutu sejak tadi. Hana dan Erin turut kesal melihat Scarlesia marah-marah, mereka mencoba menenangkan Scarlesia agar menahan diri untuk bersabar.
“Yang Mulia, silakan minum jus ini terlebih dahulu untuk mendinginkan kepala anda.”
Hana menyajikan segelas jus jeruk kesukaan Scarlesia, sungguh masalah ini membuat kepalanya panas.
“Terima kasih Hana.”
“Ya Yang Mulia, anda jangan terlalu memaksakan diri. Anda tadi harusnya hancurkan saja para bangsawan itu biar mereka diam,” geram Hana.
Brakkk
Pintu kamar Scarlesia terbuka lebar, rupanya Andreas dan yang lain datang menerobos masuk tanpa permisi. Scarlesia menoleh pada kedatangan mereka, nampaknya ia mengerti alasan kedatangan mereka saat ini. Scarlesia menaruh gelas jusnya sebelum memulai pembicaraan dengan mereka.
“Apakah berita itu benar? Apa kau akan mengadakan pemilihan selir lusa ini?” tanya Andreas dengan muka memelas.
“Kau tidak boleh memilih selir lagi, bukannya sudah ada kami? Apa masih tidak cukup?” tambah Louis ikut memelas.
Mereka mengerumuni Scarlesia, ekspresi mereka membuat pikiran jahil Scarlesia muncul. Dia berpikir untuk mengajak mereka bercanda sebentar, Scarlesia tersenyum jahil lalu segera mengubah lagi mimiknya.
“Aku memang akan mengadakan pemilihan selir lagi, mereka mengatakan bahwa aku harus memiliki setidaknya 10 selir,” jawab Scarlesia.
__ADS_1
Krakk
Scarlesia bisa mendengar hati mereka yang patah, mereka tertegun mendengar jawaban bohong dari Scarlesia. Hampir saja Scarlesia kelepasan tawanya saat melihat mimik wajah mereka yang menurutnya lucu itu.
“Tapi aku tidak mau Sia mencari selir lagi, tolong ya jangan lagi. Aku mohon….” melas Andreas sampai bersimpuh di hadapan Scarlesia, kedua tangannya menyentuh pahanya.
“Iya Sia, sudah cukup kami saja dan jangan ada pria lain lagi. Apa kau tidak memikirkan persaingan haremmu nanti?” ucap Zenon.
“Aku menolak keras kau mencari pria lain untuk mengisi harem! Sudah cukup aku bersaing dengan anak-anak ini. Aku tidak mau bersaing lagi!” tegas Oliver.
“Aku juga tidak mau membagimu kepada pria lebih banyak lagi. Tahan dirimu ya Sia, aku akan membunuh pria lain yang ingin masuk ke haremmu!” sambung Elios kesal.
“Pfftt hahaha,” tawa Scarlesia pecah, dia terkekeh mencelik ekspresi mereka yang beragam itu. Mereka semakin kebingungan ketika melihat Scarlesia terkekeh.
“Aku hanya bercanda, mana mungkin aku mencari selir lagi. Justru aku sedang berpikir sekarang bagaimana cara untuk menggagalkan rencana pemilihan selir ini,” ujar Scarlesia.
Mereka akhirnya bernapas lega, rasa cemburu mereka menghilang seketika. Scarlesia sungguh membuat mereka jantungan bukan main.
“Lalu apa kau sudah memiliki rencana untuk menggagalkannya?” tanya Xeon.
Scarlesia menggeleng pelan, raut mukanya amat frustasi.
“Kalau begitu serahkan saja pada kami, biar kami yang mengurusnya,” ucap Zenon percaya diri.
“Kau duduk saja dengan tenang, masalah seperti ini hanyalah masalah kecil,” kata Louis.
Kemudian Xeon mengambil daftar kandidat selir yang akan masuk ke dalam pemilihan lusa.
“Apa ini semua adalah kandidat selirnya? Sepertinya mereka berasal dari kalangan bangsawan,” tutur Xeon membalikkan setiap halaman daftarnya.
__ADS_1
“Hufft aku tidak mau menambah selir lagi, tapi mereka mendesakku untuk memilih selir. Aku frustasi ketika berada di ruang rapat tadi, rasanya aku ingin menghancurkan mereka tapi mereka semua adalah bangsawan yang berpengaruh dalam pembangunan ekonomi Evariste,” ujar Scarlesia menggeram kesal.
“Apa kau juga memasukkan Xeon ke dalam haremmu?”