
“Selesai!” seru Scarlesia yang baru saja kelar memasak.
“Wahh jadi ini yang namanya nugget pisang Nona?” kata Erin menatap takjub nugget pisang yang dimasak oleh Scarlesia.
“Iya, apakah kalian mau mencobanya?” tawar Scarlesia.
Hana dan Erin mengangguk, mereka juga sepertinya ngiler dengan aroma nugget pisangnya. Kemudian mereka mencicipi nugget pisangnya masing-masing satu.
“Eummm sangat enak, ini tidak terlalu manis dan juga sangat renyah. Sangat cocok sebagai pengganjal perut serta bisa mengurangi rasa lelah,” ujar Erin diangguki oleh Hana.
Mereka sangat menikmatinya lalu Scarlesia juga menyuruh mereka mencoba susu jahe buatannya. Mereka juga mengatakan itu juga sama enaknya, lalu Scarlesia membagi-bagikan beberapa nugget pisangnya kepada para koki. Mereka heboh karena menurut mereka sangat enak, kemudian Scarlesia mendekati Allen yang sejak tadi sendirian.
“Allen coba lah,” ucap Scarlesia menyuguhkan nugget pisangnya pada Allen.
Allen yang sedang sibuk mengupas kentang terperanjak kaget karena Scarlesia tiba-tiba mengajaknya berbicara dan mencoba masakannya.
“N-nona! A-anda tahu nama saya?” tanya Allen gugup.
“Iya, apakah aneh kalau aku mengetahui nama koki yang bekerja di mansion?”
“T-tidak Nona, maafkan saya,” kata Allen menundukkan kepalanya.
Scarlesia bisa langsung mengetahui kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh Allen, terlihat dari kedua matanya yang menyimpan banyak rahasia. Ini membuat Scarlesia semakin penasaran dengannya.
“Tidak usah dipikirkan, sekarang cobalah nugget pisangnya dan ini susu jahenya,”
Allen mengambil satu nugget pisangnya dan langsung mencobanya.
“Ini sangat enak! N-nona, bisakah anda memberitahu saya resepnya?”
Allen terlihat sangat bersemangat, ini membuat Scarlesia menjadi sedikit menyukai kepribadiannya.
“Ahh maaf karena saya lancang, saya hanya bersemangat karena resep baru. Nona tidak per…”
“Baiklah,” potong Scarlesia setuju memberitahu Allen resepnya.
“Benarkah?”
“Iya, aku akan mendatangimu nanti malam di dapur dan mengajarkan cara membuatnya,” jawab Scarlesia.
Ekspresi Allen bahagia begitu mengetahui Scarlesia berniat memberitahukan resepnya padanya, setelah itu Scarlesia pergi mengantarkan makanan tersebut ke ruang kerja Eldrick. Dia ditemani oleh Hana dan juga Erin.
Di ruang kerja, Eldrick tampak sibuk dengan beberapa dokumen lalu ia juga ditemani oleh Carlen.
“Yang Mulia, maaf Nona Scarlesia mau menemui anda. Apakah…”
“Baiklah, suruh dia masuk,”
Wilson membukakan pintu dan menyuruh Scarlesia masuk.
“Wah kebetulan sekali tuan muda juga di sini,” ucap Scarlesia.
“Ada apa Sia? Kenapa kau mau menemuiku?” tanya Eldrick yang sepertinya senang karena Scarlesia menemuinya tanpa diminta.
Kemudian Hana dan Erin meletakkan nugget pisang dan susu jahenya di atas meja.
__ADS_1
“Saya tahu selama beberapa hari ini Yang Mulia dan juga tuan muda kurang istirahat jadi saya membuatkan cemilan serta minuman yang bisa mengurangi rasa lelah,” ujar Scarlesia.
“Apakah kamu yang membuatnya sendiri?” tanya Carlen.
“Iya, saya membuatkannya khusus untuk kalian berdua. Kalau begitu saya permisi keluar, selamat menikmati makanannya,” tutur Scarlesia.
“Ehh tunggu dulu Sia,” cegat Eldrick. “Nanti malam datanglah ke ruang makan, kita akan makan malam bersama,” ucap Eldrick sedikit malu-malu mengatakannya pada Scarlesia.
“Baiklah,” jawab Scarlesia langsung menyetujuinya.
Setelah itu Scarlesia segera pergi keluar, kemudian Eldrick dan Carlen mencoba nugget pisang dan susu jahe buatan Scarlesia.
“Hmm ini sangat enak dan tidak terlalu manis,” komentar Carlen diangguki oleh Eldrick.
“Susu jahenya juga enak, membuat rasa lelahku berkurang. Darimana dia belajar semua ini?” imbuh Eldrick.
“Entahlah, bukankah Sia berubah sekali sekarang? Tapi saya menyukai perubahannya,” kata Carlen seraya tersenyum.
“Sia sekarang sikapnya penuh misteri, sama dengan Larissa. Banyak hal yang belum aku tahu dari Larissa maupun Sia,” ujar Eldrick.
“Saya juga berpikir kalau Sia mirip dengan Ibu, saya penasaran bagaimana tanggapan Aldert mengenai hal ini,”
“Aku juga penasaran. Anak itu tidak menyukai Scarlesia sejak kematian Larissa, dia juga tidak mau mendengar penjelasanku. Aku ingin tahu apakah dia tetap membenci Scarlesia atau tidak setelah kebenarannya terungkap,”
Di lorong mansion
Scarlesia menenteng kotak yang berisi beberapa nugget pisang serta sebotol susu jahe untuk diberikannya pada Andreas.
“Nona, biar saya saja yang membawanya,” tawar Hana yang tidak enak hati.
Tidak lama berjalan, Scarlesia tiba di lapangan tempat Andreas sedang latihan. Hari ini dia sepertinya latihan sendirian tanpa orang lain.
“Andreas!” panggil Scarlesia.
Melihat Scarlesia, Andreas segera menghentikan latihannya dan menghampirinya.
“Sia! Kenapa kau kemari?” tanya Andreas yang wajahnya dipenuhi oleh keringat.
“Hei Andreas, aku selalu ingin menanyakan hal ini sejak pertama kali bertemu. Kenapa kau memanggil Nona dengan namanya saja? Padahal kau adalah ksatria pribadi yang baru dilantik oleh Nona walaupun wajahmu tampan dan banyak disukai oleh para pelayan tapi kau tetap harus menghormati Nona!,” protes Erin marah pada Andreas.
“Erin, aku yang menyuruhnya memanggil namaku karena aku tidak keberatan jika Andreas bersikap santai padaku,” jelas Scarlesia pada Erin.
“Bukan karena tidak keberatan tapi hatiku yang meminta seperti itu,” batinnya.
“T-tapi Nona…”
“Jangan protes lagi, aku yang mengizinkannya. Benar kan Andreas?”
Andreas tersenyum merona sembari mengangguk.
“Benar Sia,”
“Sudah aku duga pria ini hanya ramah dan tersenyum kepada Nona saja, dia bahkan tidak pernah bersikap ramah seperti ini pada orang lain selain Nona. Padahal banyak pelayan yang ingin mendekatinya semenjak dia bekerja di sini tapi semuanya mengatakan kalau pria ini sangat dingin dan tidak segan-segan menolak orang lain. Tapi dia berbeda ketika bersama Nona, ini tidak bisa dibiarkan! Jika dia berani menyakiti Nona maka aku akan melindungi Nona!” tekad Erin dalam hati.
“Oh iya Andreas, aku membawakanmu sedikit cemilan dan sebotol susu jahe. Jangan lupa habiskan ya,”
__ADS_1
Scarlesia memberikannya kepada Andreas, dan Andreas pun tampak senang menerimanya.
“Terima kasih Sia,” balasnya sambil tersenyum.
“Oke, sekarang aku kembali dulu. Kamu lanjutkan lagi latihannya,”
Andreas memandang punggung Scarlesia yang semakin menjauh darinya, kemudian Hana dan Erin masih memperhatikannya diam-diam.
“Erin, tidakkah Andreas itu sedikit aneh menurutmu?” bisik Hana.
“Aku juga merasa seperti itu, apakah dia menyukai Nona?”
“Kau lupa ya? Pria mana yang tidak menyukai Nona kita yang cantik ini? Semua pria sudah pasti menyukainya lah,”
“Oh iya benar, kita harus tetap awasi dia,”
“Iya, aku setuju,”
Mereka diam-diam sepakat ingin mengawasi Andreas yang menurut mereka gelagatnya sangat aneh.
“Kenapa kalian berbisik-bisik?” tegur Scarlesia membuat mereka berbuat tersentak.
“T-tidak ada Nona,” jawab Erin berbohong.
“Oh iya Nona, kenapa anda pergi ke Bukit Grigori?” tanya Hana mengalihkan ke topik baru.
“Aku pergi mengambil bunga tulip hitam dan rumput putih untuk menetralkan racunku,” jawab Scarlesia.
“Tapi kenapa harus ke Bukit Grigori?” tanya Hana sekali lagi.
“Apa maksudmu?”
“Bukankah di Paviliun Kirin banyak tumbuh bunga tulip hitam dan rumput putih?”
“EEEEHHHH???” pekik Scarlesia.
Dia tidak menyangka ternyata di Paviliun Kirin dekat mansion ada tumbuh bunga tulip hitam dan rumput putih.
“Sialan kau Xeon! Apakah dia mengerjaiku? Awas saja nanti akan aku marahi dia,” geram Scarlesia dalam hati seraya mengepalkan tangannya.
Pada malam harinya sesuai janji Scarlesia pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama dengan Eldrick, Carlen, dan juga Zaneta. Saat ini Nieva masih dalam masa hukuman, itulah kenapa dia tidak ada di ruang makan. Seperti biasa Zaneta tidak senang dengan kedatangannya.
“Sini Sia duduk,” ucap Carlen menyuruh Scarlesia duduk di sampingnya.
Para pelayan menghidangkan makanannya, mereka pun mulai makan. Namun, Scarlesia merasa aneh dengan nasi goreng yang dihidangkan padanya. Ternyata benar, setelah dia lihat ada potongan udang yang sangat kecil nasi gorengnya sedangkan dia sendiri mengidap alergi udang.
“Siapa yang memasak nasi goreng ini?” tanya Scarlesia pada seorang pelayan yang berdiri di belakangnya.
“Ada apa ya Nona? Apakah ada yang salah dengan makanannya?” tanya pelayan tersebut balik.
Brakkkk!
Scarlesia memukul meja makan hingga membuat Eldrick dan Carlen terkejut.
“AKU TANYA SIAPA YANG MEMASAK NASI GORENG INI?”
__ADS_1