Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Surat Lamaran Pertunangan


__ADS_3

“Tidak! Jangan lagi! KAK ALDERT, AWASSSS!!!”


Scarlesia terbangun dari mimpi buruknya, mimpi tersebut membuat ia tak mampu mengatur irama napasnya. Jantungnya berdetak kencang, bahkan keringat dingin ikut membasahi tubuhnya. Saat dia menoleh ke jendela, matahari sudah memancarkan sinarnya yang hangat.


“Nona, anda sudah bangun?” tanya Erin memasang wajah sendu.


“Ya, aku baru saja bangun. Tapi kenapa kau sedih begitu? Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Scarlesia balik sembari bangun dari posisi tidurnya.


“Nona, apa anda tidak sadar? Anda sudah tertidur selama hampir 12 jam. Tidur anda terlihat sangat gelisah, apa anda bermimpi buruk?”


“Hmm ya sudah lah. Yang penting sekarang aku sudah bangun, siapkan segera air untuk aku mandi,” perintah Scarlesia.


“Baik Nona,”


Kemudian, Scarlesia berjalan dan berdiri di tepi jendelanya. Suasana hari ini sangat tenang, cuaca pun cerah, kupu-kupu juga beterbangan dimana-mana. Scarlesia merenggangkan otot tubuhnya, sekujur badannya kini terasa melelahkan.


“Cici, kemarilah! Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu,” panggil Scarlesia.


Cici yang kebetulan sedang hinggap di atas pohon segera menghampiri Scarlesia.


“Ada apa Nona? Apa ada hal lain yang perlu saya lakukan?”


“Cici, bisakah kau memeriksa laut utara untukku? Jika ada sesuatu yang aneh terjadi, segera laporkan padaku,” suruh Scarlesia.


“Baik Nona. Saya akan pergi sekarang,” ucap Cici mengepakkan sayapnya, ia langsung terbang begitu mendapatkan perintah dari Scarlesia.


"Mimpi itu apakah pertanda akan terjadi sesuatu yang buruk lagi? Ini sudah kedua kalinya aku bermimpi buruk seperti ini. Aku harus memastikan apa mimpi ini penglihatan masa depan atau bukan,” gumamnya.


“Mimpi? Mimpi apa yang kau maksud? Apa kau bermimpi buruk semalam?” celetuk Xeon yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.


Scarlesia terperanjak kaget mendengar suara Xeon, lamunannya sesaat buyar karena ulah Xeon. Scarlesia segera membalikkan badannya agar bisa berhadapan dengan Xeon.


“Kenapa kau muncul tiba-tiba begitu sih? Aku kan jadi kaget,” omel Scarlesia.


“Haha maaf maaf, aku hanya berpikir kalau masuknya seperti ini akan terlihat lebih keren,”

__ADS_1


“Keren keren kepalamu,” ketus Scarlesia.


“Oke jangan marah lagi. Aku baru saja kembali dari istana langit tapi pas sampai di sini malah dimarahi lagi,” ujar Xeon merebahkan badannya di atas tempat tidur Scarlesia.


“Hehh siapa yang menyuruhmu tidur di kasurku? Cepat minggir!” usir Scarlesia menarik tangan Xeon agar ia mau pergi dari tempat tidurnya.


“Di sini sangat nyaman, jadi biarkan aku beristirahat di sini sebentar,”


“Tidak boleh! Kau tidak boleh tidur di sini,” larang Scarlesia.


“Baiklah aku akan berdiri sekarang jadi berhentilah menarik tanganku,” kata Xeon, Scarlesia langsung melepaskan tangannya dari Xeon.


“Nah bagus, sekarang kau kembalilah ke kamarmu,” usir Scarlesia sekali lagi.


“Aku mau bertanya dulu padamu. Mimpi apa yang kau maksudkan tadi?” tanya Xeon.


“Xeon, apakah masuk akal jika mimpi buruk menjadi kenyataan?”


Xeon memiringkan kepalanya sambil bersandar ke dinding samping jendela, sedangkan Scarlesia duduk di tepi tempat tidurnya.


Scarlesia menganggukkan kepalanya, dia menarik napasnya sebelum memberitahu Xeon mengenai mimpinya.


“Aku bermimpi monster laut di laut utara kekaisaran mengamuk, mereka memporak-porandakan semuanya bahkan sampai membunuh semua penduduk yang tinggal di dekat laut. Aku juga melihat banyak penyihir dan ksatria yang menjadi korbannya termasuk kakakku, Carlen. Beberapa waktu lalu sebelum wabah virus xynlo menyerang daerah barat, aku juga bermimpi dan mimpi tersebut menjadi kenyataan. Apa mimpiku yang sekarang juga akan menjadi nyata?” jelas Scarlesia.


“Penglihatan masa depan ya? Kekuatan melihat masa depannya sangat lemah jadi para dewa dan dewi tidak menyadari bahwa kemampuan mata masa depannya sudah bangkit. Dia hanya menerima penglihatan masa depan lewat mimpi, itupun hanya kejadian buruk saja yang dia mimpikan,” batin Xeon.


“Sia, kemungkinan besar mimpimu itu akan terjadi. Apa kau tahu kapan hal itu terjadi?”


“Tidak, aku tidak tahu,”


“Baiklah, tidak masalah. Kau harus bersiap-siap menghadapi kenyataannya nanti dan sebelum itu kita juga harus mengamati laut utara sementara waktu,” ujar Xeon.


“Tenang saja, kalau itu aku sudah menyuruh Cici untuk mencari tahunya,” kata Scarlesia.


“Ternyata kau lebih cepat bertindak dari dugaanku,” tukas Xeon mengakhiri percakapan mereka karena ia kembali ke kamarnya untuk beristirahat sejenak.

__ADS_1


Scarlesia menghembuskan napas kasar, ia kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sembari menghadap ke langit-langit kamarnya.


“Sebenarnya banyak yang ingin aku ketahui dari diriku ini, sebenarnya aku siapa? Kenapa Xeon mengawasiku sangat dekat? Bahkan dia mau membantuku jika aku kesulitan. Lalu siapa dewa kegelapan? Aku merasa tidak asing dengan dewa kegelapan tapi entah kenapa ketika aku mengingatnya aku merasakan ketakutan yang luar biasa bersarang di hatiku,” pikirnya serius.


“Na.. Nona… NONA!” sergah Erin yang sejak tadi memanggil Scarlesia tapi tidak direspon olehnya.


“IYAA!” sahut Scarlesia terkaget oleh suara lantang Erin, segala yang dia pikirkan ambyar karena suara Erin.


“Aduh Nona, anda sedang memikirkan apa? Sudah sejak tadi saya memanggil anda tapi anda tidak meresponnya,” ucap Erin menghela napasnya.


“Maaf, ada sesuatu yang sedang aku pikirkan sekarang. Apa air untukku mandi sudah siap?”


“Sudah Nona,”


“Oke, aku akan mandi sekarang,”


Usai mandi, seperti biasanya Erin merias Scarlesia dengan memakaikannya dress sederhana karena hari ini dia hanya akan berdiam diri di paviliunnya.


“NONAAAAA!!!!!” teriak Hana memanggil Scarlesia sambil menerobos masuk ke dalam kamar.


“ASTAGA HANA! JANGAN BERTERIAK, KAU MEMBUAT NONA TERKEJUT SAJA!” tegur Erin.


“Maafkan saya Nona,”


“Tidak apa-apa. Apa yang membuatmu begitu terburu-buru Hana?”


Sebelum berbicara, Hana mengatur napasnya yang sesak terlebih dahulu dan memperbaiki sikap berdirinya.


“Apakah anda tahu? Putra mahkota Kekaisaran Celosia mengirimi anda surat lamaran pertunangan Nona! Tidak hanya putra mahkota Kekaisaran Celosia bahkan Kekaisaran Thyme dan kekaisaran lainnya berebut ingin melamar Nona! Lalu para bangsawan juga banyak mengirim surat lamaran pertunangan. Saat ini mansion sedang heboh, bukan hanya mansion saja yang heboh tapi seluruh kekaisaran sedang heboh karena berita ini,” lapor Hana.


“Hahh? Sebentar. Apa aku tidak salah dengar sekarang? Kenapa tiba-tiba mereka mengirimiku surat lamaran pertunangan?” heran Scarlesia shock.


“Itu karena berita mengenai Nona sudah sampai ke seluruh kekaisaran dan Nona digadang-gadangkan akan menjadi permaisuri yang sempurna untuk kekaisaran. Mereka juga kagum dengan kecantikan dan kemampuan anda yang luar biasa ditambah tahun ini anda akan memasuki umur 18 tahun yaitu usia dewasa untuk menikah,” jelas Hana.


“Apa mereka semua tidak waras? Aku baru mau memasuki usia 18 tahun. Kenapa malah jadi seperti ini? Aku sangat lelah,”

__ADS_1


__ADS_2