Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Penglihatan Masa Depan


__ADS_3

Demi mengembalikan citra baik Scarlesia di mata para pekerja di kediaman serta di mata banyak orang, Eldrick menyebarkan rumor bahwa Scarlesia asli diculik lalu yang kemarin itu adalah iblis yang menyamar menjadi Scarlesia. Rumor ini menyebar dengan cepat di kalangan rakyat Kekaisaran Roosevelt sehingga membuat citra Scarlesia kembali membaik.


Perombakan Paviliun Kirin pun juga dilakukan mulai dari mengganti warna kamar Scarlesia, mendekornya menjadi lebih cantik dari sebelumnya, memperbaiki taman yang sudah rusak, serta membeli semua barang yang sudah rusak. Scarlesia kembali ke hidup yang damai setelah semuanya kelar dia rombak.


“Hahh tidak ada yang lebih baik daripada warna biru,” ucap Scarlesia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


“Kenapa kau suka sekali warna biru?” celetuk Kitty.


“Karena menurutku warna biru itu menenangkan,” jawab Scarlesia.


Di celah pintu, Hana bersama Erin mengintip. Mereka terlihat enggan untuk masuk ke dalam kamar. Scarlesia menyadari sikap aneh mereka dan langsung memanggil mereka untuk segera masuk ke dalam.


“Hana, Erin kalian kenapa? Apa ada yang ingin kalian bicarakan?” tanya Scarlesia.


“Itu Nona, kemaren Xeon menyinggung tentang dunia modern. Dunia modern itu seperti apa Nona? Apakah Nona bisa menceritakannya pada kami?” pinta Erin.


Scarlesia tertawa kecil, dia bisa merasakan rasa penasaran yang tinggi akan dunia yang dulu pernah ia tinggali.


“Apa kalian ingin tahu?”


Hana dan Erin mengangguk dengan antusias.


“Begitu ya? Baiklah aku akan menceritakannya pada kalian,”


Pertama, Scarlesia memberitahu bahwa tidak ada yang namanya sihir, di sana yang berkuasa adalah ilmu pengetahuan yang bisa menciptakan berbagai teknologi canggih. Lalu Scarlesia menceritakan mengenai kendaraan yang ada di dunia modern seperti mobil hingga pesawat yang bisa terbang mengangkut penumpang di udara.


“Wahh itu sungguhan Nona? Saya tidak bisa membayangkan bagaimana luar biasanya itu,” kedua mata Hana dan Erin berbinar.


“Iya, bahkan kalian bisa berkomunikasi jarak jauh dengan benda yang disebut dengan smartphone,”


Scarlesia terus menceritakan tentang bagaimana luar biasanya dunia yang dulu ia tinggali, meski tidak ada sihir atau kekuatan ajaib lainnya tapi seluruh umat manusia bisa bertahan di dalam gejolak perkembangan zaman. Ilmu pengetahun adalah raja di atas pertumbuhan dunia, semakin maju ilmu pengetahun maka peradaban juga akan ikut maju. Sungguh ini adalah cerita luar biasa yang diceritakan oleh Scarlesia pada mereka yang tidak pernah mengalami bagaimana rasanya hidup di dunia modern.


Setelah puas mendengar Scarlesia bercerita, mereka berdua kini kembali mengerjakan pekerjaannya masing-masing. Scarlesia melanjutkan lagi rebahannya, dia menghela napas berulang kali seperti ada yang sedang dia pikirkan.


“2000 tahun yang lalu, sebenarnya apa yang terjadi? Aku tidak mengerti sama sekali. Lalu ingatan masa laluku mengenai pria yang aku cintai itu sedikit membuatku frustasi. Dari apa yang aku ingat, tidak ada satu kehidupanpun aku hidup lebih lama dari usia 30 tahun. Apa-apaan itu? Bahkan aku sudah hampir memiliki anak dengan Andreas. Ini sangat gila!” pikirnya.

__ADS_1


“Oh iya, aku ingin menanyakan soal kutukan yang dikatakan oleh dewa kegelapan pada Xeon,”


Scarlesia bangkit dari posisi tidurnya, ia lekas keluar untuk pergi mencari Xeon. Saat ini Xeon kebetulan sedang berada di dalam ruang pertemuan bersama Andreas, Zenon, Oliver, Louis, dan Elios, mereka terlihat mendiskusikan sesuatu.


“Sia!!!! Apa yang membawamu kemari?” tanya Oliver.


“Aku kemari ingin mencari Xeon karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan,” jawab Scarlesia.


“Apa yang ingin kau tanyakan? Tidak bisakah kau bertanya langsung di sini?”


Xeon enggan beralih dari tempat duduknya karena sudah terlalu nyaman, Scarlesia menghembuskan napasnya dan memutuskan untuk menanyakan langsung di sana.


“Xeon, apa aku terkena kutukan?”


Pertanyaan Scarlesia membuat Xeon terperanjat.


“Apa? Kutukan? Dari mana kau mendengarnya?”


“Oh apa aku belum cerita? Kalau kemarin itu aku diculik oleh dewa kegelapan dan dibawa ke istana kegelapan,”


“Ehh? APAAA???”


“Lalu apa yang terjadi?” tanya Elios.


“Aku hampir saja mati tapi untungnya tidak jadi,” ujar Scarlesia menjawabnya dengan riang dan tersenyum.


“Bisa-bisanya kau menjawabnya sambil tersenyum,” ucap Elios.


“Karena tidak ada gunanya aku bersedih mengingatnya,” balas Scarlesia.


“Dia tidak melakukan sesuatu yang buruk padamu? Apa kau tidak….”


Suara orang-orang di sekitar Scarlesia berubah senyap di pendengarannya, kepala Scarlesia mendadak merasakan sakit yang teramat sangat. Scarlesia menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai, ia duduk sambil memegangi kepalanya yang serasa mau pecah.


“Aarrhhh kepalaku sakit sekali,” rintih Scarlesia.

__ADS_1


“Sia, apa yang terjadi? Kepalamu sakit?”


Mereka khawatir pada Scarlesia yang tiba-tiba menderita sakit kepala. Dari balik sakit kepalanya itu, beberapa bayangan melintas masuk ke kepalanya. Semua orang berlari berhamburan, suara pekikan orang-orang sangat menyakitinya. Anak-anak yang tidak bersalah bahkan menjadi korbannya.


“AAARRHH TOLONG SAYA!”


“AKU TIDAK MAU MATI! SIAPAPUN TOLONG AKU!”


“SELAMATKAN ANAK-ANAK DAN ORANG TUA!”


“CEPAT EVAKUASI SEMUA ORANG DARI SINI!”


Scarlesia melihat kehancuran Kekaisaran Roosevelt. Tidak ada yang tersisa di sana kecuali puing-puing bangunan, mayat bertebaran dimana saja, dan para ksatria serta penyihir tengah sibuk di medan perang. Ribuan monster berdiri melawan umat manusia, tidak tahu berapa jumlah manusia yang sudah dikalahkan oleh monster tersebut. Sihir bahkan pedang semuanya dikalahkan oleh monsternya.


Medan perang berubah menjadi lautan berdarah, monster-monster itu terlalu kuat untuk menjadi lawan manusia. Scarlesia melihat akhirnya bahwa para monster pulang membawa kemenangan sedangkan manusia menderita kekalahan parah. Apa yang baru saja ia saksikan adalah sebuah kehancuran besar yang akan terjadi, pemusnahan umat manusia menjadi semakin dekat. Rasa khawatirnya tidak bisa dia hindari lagi, kini benar nyata adanya.


“T-tidak mungkin! Aku harus melakukan sesuatu,” pikir Scarlesia.


Selesai semua bayangan itu menusuk kepalanya, sekarang rasa sakit di kepalanya sudah hilang sepenuhnya. Scarlesia masih terdiam dalam beberapa saat sampai akhirnya suara Louis membuat lamunannya menjadi buyar.


“Sia, apa kau baik-baik saja?”


“G-gerbang utama,”


“Apa?”


“Gerbang monster utama! KITA HARUS MEMERIKSA GERBANG MONSTER UTAMA!” seru Scarlesia tiba-tiba.


“Apa yang baru saja kau lihat?” tanya Xeon yang mengerti bahwa Scarlesia baru saja mendapatkan penglihatan masa depan.


“Aku melihat gerbang monster utama terbuka lalu mereka menyerang manusia, monster dan manusia berperang di medan perang. Monster-monster itu pulang membawa kemenangan sedangkan manusia membawa kekalahan, Medan perang berubah menjadi laut berdarah, apa yang harus aku lakukan sekarang?” panik Scarlesia.


“Hei apa yang sedang kalian bicarakan berdua? Kami tidak mengerti apa yang kalian katakan,” sela Louis.


“Sia baru saja melihat masa depan,” ungkap Xeon to the point.

__ADS_1


“Melihat masa depan? Apa yang kau lihat?” tanya Andreas.


“Kehancuran manusia,”


__ADS_2