
“Ayah dan kakak sudah mau pulang? Kenapa tidak tinggal di sini lebih lama? Atau kalian boleh pindah ke sini saja. Jangan tinggal di Roosevelt lagi,”
Scarlesia melarang Ayah dan kakaknya untuk pulang, dia merengek karena tidak rela bila harus berpisah dengan mereka. Selama ini mereka tinggal di satu kediaman tapi sekarang harus terpisah antar kekaisaran. Melihat ekspresi Scarlesia yang memelas, sebenarnya mereka merasa berat hati ingin balik ke Roosevelt tapi karena tuntutan pekerjaan jadi mau tidak mau mereka harus meninggalkan Scarlesia di Evariste.
“Maaf Sia, Ayah punya banyak pekerjaan yang tertinggal di Roosevelt,” ucap Eldrick.
“Aku juga harus mengurus menara sihir karena Oliver kan sekarang bersamamu di Evariste,” sambung Aldert.
“Nanti kami akan balik lagi pada saat hari penobatanmu sebagai putri mahkota. Jadi itu sekitar satu minggu lagi,” ujar Carlen mengelus puncak kepala sang adik.
“Hmm oke baiklah,” Scarlesia mengerucutkan bibirnya, jujur dia tidak menginginkan mereka berlama-lama di Roosevelt. Mengingat apa yang sudah dilakukan oleh kaisar serta para antek-anteknya pada keluarganya membuat ia kembali kesal.
Lalu Scarlesia mengantarkan mereka ke portal sihir yang sudah dibuat oleh Aldert, dia melambaikan tangaannya pada sang Ayah dan kakak yang juga tampak tidak rela berpisah dari Scarlesia.
“Yang Mulia, saatnya kita masuk ke dalam,” ajak Erin menuntun Scarlesia kembali ke istana.
Acara penobatannya sebagai putri mahkota akan dilaksanakan satu minggu lagi, jadi dia masih punya waktu luang sebelum hari penobatannya. Scarlesia menggunakan waktu luangnya ini untuk membereskan semua masalah di istana kekaisaran.
“Haruskah kita mulai sekarang? Saatnya mengeksekusi orang-orang yang berani mencelakaiku dan keluargaku,”
Pertama, Scarlesia ditemani oleh Oliver dan Andreas pergi ke asosiasi dokter Kekaisaran Evariste sebab segala racun yang membuat penduduk daerah utara menderita berasal dari asosiasi dokter tersebut. Tidak lupa Scarlesia membawa ksatria kekaisaran dalam penanganan masalah ini karena dia ingin menjebloskan semua dokter tersebut ke dalam sel tahanan.
Brakkkk
Scarlesia datang dengan mendobrak pintu masuk hingga hancur, seluruh dokter yang berada di ruang asosiasi terkejut melihat kedatangan Scarlesia.
“TANGKAP MEREKA SEMUA! JANGAN BIARKAN SATU PUN DARI MEREKA LOLOS!” titah Scarlesia.
“Ada apa ini Yang Mulia? Kenapa anda menahan kami? Apakah kami ada berbuat salah?” tanya salah seorang dokter.
__ADS_1
“Kalian masih menanyakan kesalahan kalian apa? DASAR SAMPAH! KALIAN BERNIAT MEMBUNUH ORANG LAIN MENGGUNAKAN ILMU KEDOKTERAN KALIAN? JANGAN KALIAN PIKIR AKU TIDAK TAHU MENGENAI AKAR MASALAH KENAPA PENDUDUK UTARA MENDERITA DEMAM TINGGI HINGGA MASALAH GAS BERACUN KEMARIN!” bentak Scarlesia emosi.
“YANG MULIA! INI BUKAN SALAH KAMI! KAMI HANYA DISURUH OLEH DUCHESS DEBORA!” beber mereka.
“TUTUP MULUT KALIAN! Bawa mereka segera ke penjara istana! Jangan biarkan satu orang pun tersisa,”
Semua ksatria menuruti apa yang diperintahkan oleh Scarlesia, mereka menahan semua dokter yang di sana lalu membawanya ke penjara istana.
“Asosiasi dokter sudah kosong dan tidak ada yang tersisa. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” tanya Andreas.
“Hanya beberapa orang dokter di kekaisaran ini yang tidak terlibat, aku akan mencari dokter-dokter baru dan berkompeten dengan menyeleksi mereka satu persatu melalui ujian agar masalah seperti ini tidak terulang kembali,” jawab Scarlesia.
Untuk hari ini hanya itu yang bisa dia lakukan, balik dari lokasi asosiasi dokter dia pergi berkeliling melepas lelah. Suasana kota yang ramai memberi kedamaian padanya, setelah siuman dari ketidak sadarannya selama 2 hari, baru ini dia pergi ke luar istana menikmati hidup santai sejenak.
“Oh iya Oliver, kenapa penduduk daerah utara bisa sampai di sini dalam waktu cepat? Apa mereka menggunakan portal sihir? Tapi bukannya portal sihir tidak bisa digunakan oleh manusia biasa?” tanya Scarlesia.
“Aku baru menciptakan sebuah portal yang bisa digunakan oleh manusia biasa, semenjak inti sihirku membaik aku lebih bisa leluasa menggunakan sihirku,” jelas Oliver.
Karena sudah merasa cukup bersantainya, kini Scarlesia pulang ke istana untuk beristirahat. Erin dan Hana membantunya mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih simpel. Ketika ia sedang berganti pakaian, tiba-tiba Cici datang mengetuk jendelanya.
“Apa ada berita baru lagi Cici?”
“Ada Yang Mulia. Ini adalah berita paling spektakuler! Jika anda mengetahuinya pasti anda akan senang,”
“Oh ya? Coba ceritakan padaku berita macam apa yang kau bawa,”
Cici menceritakan semuanya pada Scarlesia, tentunya ini adalah berita paling panas. Kedua mata Scarlesia berbinar, dia tidak percaya atas apa yang dilaporkan Cici saat ini. Di dalam kepalanya sudah bersarang banyak rencana-rencana tak terduga yang akan dia lakukan selanjutnya.
“Bagus Cici! Ini adalah berita terbaik yang aku terima sejauh ini. Sekarang pergilah cari hal lain lagi dan juga katakan pada Kittty kalau aku menyuruhnya pulang untuk melakukan beberapa pekerjaan,” suruh Scarlesia.
__ADS_1
“Baik Yang Mulia,”
Scarlesia menutup kembali jendelanya setelah melihat Cici jauh dari pandangannya.
“Ahh Abigail, aku penasaran melihat ekspresi wajahnya bila dia tahu mengenai hal ini. Aku yakin 100% dia akan malu setengah mati,” gumam Scarlesia tersenyum jahat.
Di keeesokan harinya, Scarlesia langsung memulai aksinya yaitu menahan seluruh bangsawan yang bekerja sama dengan Duchess Debora. Mereka dikumpulkan di dalam sebuah ruang di istana, ruang yang cukup luas dan berada dekat dengan aula. Di sana sudah ada Edward selaku kaisar yang masih menjabat, Scarlesia bersama pria-prianya, ada Archie juga, Lucas, dan Victor, lalu tidak tertinggal para bangsawan pendukung dirinya.
“LEPASKAN KAMI! KENAPA KAMI MALAH DISEKAP BEGINI?”
“KAMI TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN APA-APA. BEBASKAN KAMI SEKARANG JUGA!”
Mereka semua berteriak dan meronta agar Scarlesia mau melepaskannya, tidak ada raut wajah yang merasa bersalah atas perbuatan mereka sendiri.
“Tidak salah kalian bilang? Ini lihat!”
Scarlesia melemparkan sebuah buku ke hadapan mereka, buku tersebut adalah buku keuangan istana yang selama beberapa hari belakangan ini sudah dia periksa dengan teliti dan cermat. Mereka ketakutan saat melihat buku itu, tersirat sebuah kesalahan besar yang mereka lakukan.
“Selama kalian mengurus masalah daerah utara, sudah berapa banyak uang yang kalian ambil? Kalian….”
“SAYA TIDAK MELAKUKANNYA! SAYA….”
Klaanggg
Satu pedang melayang dan tertancap di sela kaki bangsawan yang mencoba protes dan memotong pembicaraan Scarlesia.
“Jangan potong pembicaraan Sia!” tekan Andreas mengeluarkan aura menakutkan.
Mereka akhirnya memilih diam dan tidak protes seperti sebelumnya, Scarlesia pun melanjutkan pembicaraannya.
__ADS_1
“Kalian para bangsawan tidak punya hati! Mengambil keuntungan dari dana istana yang digunakan untuk membereskan masalah daerah utara. Kalian memberikan obat beracun, obat berkualitas rendah, makanan yang tidak layak, bahkan kalian menyalurkan dana pada mereka dalam jumlah yang jauh berkurang dari dana yang sudah ditetapkan sejak awal. Apa kalian bukan manusia?”