
Leroux mencoba untuk bangkit kembali dari jatuhnya, lukanya dengan cepat tertutup. Tingkat penyembuhan Leroux memang lebih baik dibanding Scarlesia, saat ini ekspresi Leroux tampak sangat emosi karena menurutnya hal ini merupakan hal paling memalukan untuk dirinya. Dikalahkan oleh seorang gadis kecil yang berusia jauh lebih muda dari dirinya.
Leroux mempersiapkan diri untuk serangan lanjutan, dia terbang lagi ke posisi semula. Scarlesia menameng diri sebaik mungkin untuk menghadapi serangan Leroux yang akan diluncurkan padanya. Meski dia bertambah kuat akibat kekuatan yang dipinjamkan oleh Eberly, tetap saja dia harus berhati-hati berhadapan dengan Leroux sebab pria di depannya kini merupakan dewa yang menguasai kegelapan selama beribu-ribu tahun lamanya.
“Jangan senang dulu hanya karena kau berhasil melukaiku satu kali,” ujar Leroux mengupgrade pedangnya menjadi sebuah pedang bergerigi tajam.
“Aku tidak senang, aku cuma sedikit puas sebab aku berhasil menghajarmu satu kali,” jawab Scarlesia.
Kemudian Leroux melayangkan pedangnya tepat ke arah Scarlesia, dari gerigi pedangnya muncul api hitam nan sangat panas. Api hitam tersebut melesat bak bumerang mengarah pada Scarlesia, namun Scarlesia berhasil menangkal serangan itu menggunakan pedangnya.
“Sialan! Ternyata api hitam itu terlalu berbahaya,” gumam Scarlesia.
Ujung pedang Scarlesia menghitam karena api hitam milik Leroux, tapi itu tidak mempengaruhi kekuatan dari pedang itu. Scarlesia memurnikan pedangnya agar kembali pada warna semula, dia menyusun ancang-ancang di otaknya untuk membalas serangan dari Leroux. Akan tetapi, pada saat dia berpikir sejenak, Leroux tiba di depan wajahnya. Jaraknya terlampau dekat dengan Scarlesia, dia hendak menghunuskan pedang ke arah jantung Scarlesia, namun dengan gesit Scarlesia sukses menghindarinya.
Ketika Scarlesia menghindar dari Leroux, benang hitam nan kuat milik Leroux mencekik leher Scarlesia. Benang tersebut melilitnya hingga menekan napasnya untuk tidak bisa keluar, Scarlesia tetap bersikap tenang dan tidak panik.
“Hahaha sekarang kau tidak akan bisa kemana-mana lagi,” tawa Leroux mempererat lilitan benangnya.
Menyaksikan Scarlesia yang dipojokkan oleh Leroux, membuat keenam kekasihnya nyaris tidak bisa menahan diri, tapi mereka memutuskan untuk tetap diam dan tidak mengambil tindakan yang takutnya akan membahayakan bagi Scarlesia langsung.
“Ini saja kekuatanmu? Aku kira kau lebih kuat lagi.” Scarlesia menyunggingkan senyumnya, sudah terukir rencana lebih lanjut untuk menangkal lilitan benang hitam itu.
“Apa kau bilang? Entah kenapa sekarang kau lebih sombong kelihatannya,” balas Leroux mencapai batas kesalnya.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu, permukaan tanah tiba-tiba saja berguncang hebat, guncangannya sampai menggetarkan laut. Sulur-sulur akar bermuncul dari dasar tanah, akar yang berukuran besar itu menampar keras tubuh Leroux untuk menjauh dari Scarlesia. Tubuh Leroux kemudian dililit oleh akar-akarnya, lalu ia dibanting jauh dari lokasi awal mereka bertarung.
Akibat guncangan tersebut, orang-orang yang berada di dalam gelembung pemurnian terbangun. Mereka tanpa sengaja menonton secara langsung bagaimana Scarlesia bisa menghempaskan jauh Leroux dari tengah medan peperangan. Satu persatu gelembung pemurnian terpecah, semua orang mulai bertanya-tanya tentang kematian masing-masing. Para malaikat dan asisten dewa dewi terbangun dari ketidaksadaran mereka. Menyaksikan Scarlesia sekarang memberi keyakinan bahwasanya Eberly telah melakukan yang terbaik untuk Scarlesia.
“Apakah itu Yang Mulia?”
“Iya, beliau adalah Yang Mulia. Walaupun penampilannya berbeda, tapi aku tahu kalau itu Yang Mulia.”
“Jadi, kita dibawa kembali dari kematian oleh Yang Mulia.”
“Dan sekarang Yang Mulia tengah berhadapan dengan dewa kegelapan. Aku yakin jalannya perang ini akan berpihak kepada kita.”
“Yang Mulia hebat sekali.”
“Apa itu sungguh wujud Sia?” tanya Carlen menatap Scarlesia tanpa mengerjapkan mata.
“Iya, itu adalah Sia. Wujud Sia yang sesungguhnya,” jawab Xeon.
Tidak ada yang mampu mengalihkan pandangan mereka dari cantiknya Scarlesia, dia terlalu cantik untuk diabaikan. Scarlesia menyadari kalau mereka yang berada di gelembung pemurnian mulai terbangun dari ketidaksadaran. Dia merasa lega, namun di sisi lainnya dia juga cemas akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena ulah dewa kegelapan. Scarlesia berupaya untuk tetap berpikir positif agar tidak menjadi beban untuk dirinya saat bertarung kini.
“SIALAAANNNN!!” Leroux berteriak, dia mengumpat disertai pandangan berapi-api mengarah pada Scarlesia. Suara teriakannya bergaung di luasnya medan perang hingga membuat semua orang yang ribut menjadi hening tak berkata.
Leroux melaju dari arah berlawanan, pergerakan terbangnya sangat cepat, dia menyerang Scarlesia menggunakan tangan kosong. Scarlesia menampik tangan Leroux yang nyaris memukul wajah cantiknya. Leroux terengah-engah, wajahnya terbakar amarah luar biasa, Scarlesia bisa melihatnya langsung bagaimana marahnya Leroux pada dirinya.
__ADS_1
“Tampaknya aku tidak bisa membiarkanmu bermain-main lebih lama lagi.” Leroux mundur beberapa langkah ke belakang, dia sepertinya sedang mempersiapkan serangan lanjutan lainnya.
Lalu Leroux menjentikkan jemarinya, monster-monster di tengah laut yang semulanya sudah mati hidup kembali. Mereka mengamuk mengibas-ngibaskan ekornya, tubuh mereka yang besar dan wujud mereka terlihat seperti seekor belut raksasa bertaring tajam, terlihat akan menyerang orang-orang yang berada di medan perang. Sorot mata monster tersebut menargetkan serangannya ke tengah medan pertempuran.
“Kau sangat menyayangi mereka bukan? Aku akan menghancurkanmu lagi dengan kehilangan mereka! Kau akan merasakan sakit yang sama lagi karena aku tidak akan pernah membiarkanmu menang di perang ini.” Leroux tertawa kejam, dia tidak main-main dalam perkatannya. Namun, Scarlesia tidak merasa khawatir atau pun takut akan gertakan Leroux.
“Oh jadi begitu? Kau ingin menghancurkan mereka? Aku tidak akan pernah membiarkanmu melakukan itu,” tekan Scarlesia serius.
Scarlesia mengubah pedangnya menjadi tongkat lagi, dia geram mendengar Leroux selalu mengancam dirinya menggunakan orang-orang yang ingin dia lindungi.
“KELUARLAH FIRLY!!”
Laut yang tenang kini menampakkan gelombang dan ombak yang menghantam tepian laut. Seorang gadis berwujud seperti air berwarna biru muncul di atas ombak tersebut, gadis itu adalah Firly yaitu wujud dari laut yang sebelumnya ia selamatkan.
“Saya datang Yang Mulia,” sahut Firly.
“LENYAPKAN SELURUH MONSTER LAUT ITU! JANGAN SAMPAI ADA YANG TERSISA DI ANTARA MEREKA!” titah Scarlesia.
“Baik Yang Mulia, akan segera saya laksanakan.”
Firly menggunakan kekuatannya, dia mengumpulkan air laut pada satu titik. Air laut tersebut membentuk ombak yang sangat besar, ombak itu lalu menggulung monster-monster lautnya dan menenggelamkan mereka ke dasar lautan. Akibat tekanan air laut yang terlalu besar, akhirnya seluruh monster itu hancur sesaat laut menarik mereka ke dasar lautan.
Leroux terperangah, dia tidak menyangka bahwa Scarlesia memiliki kekuatan yang besar memerintahkan alam ini untuk mengikuti perintah darinya. Rahang Leroux menegang, tangannya terkepal sangat kuat, bara kebencian dari hatinya terpancar keluar dari seluruh ekspresi yang ia tunjukkan pada Scarlesia.
__ADS_1
“Kalau begitu sekarang aku akan mengeluarkan kekuatanku yang sesungguhnya. Aku akan tunjukkan padamu kekuatan mengerikan yang telah aku simpan lama di tubuhku,”