
“Karena saya tidak menyukai permaisuri. Hanya itu alasan yang bisa saya beritahu,”
Prianka geram, keningnya mulai berkerut karena mendengar alasan yang tidak bisa dia terima. Dia meremas cangkir teh yang dia pegang saat ini.
“Haha anda jangan bercanda Nona. Mana mungkin anda…”
“Tapi saya benar-benar tidak menyukai permaisuri, saya akan mengatakan secara singkat saja. Saya membenci permaisuri dan sangat sangat sangaatttt membencinya,” tekan Scarlesia memaksa bibirnya membentuk lengkungan.
“Anda ini keterlaluan sekali ya Nona, bagaimana anda memperlakukan permaisuri seperti ini? Anda tahu sendiri permaisuri sangat dihormati di kekaisaran ini, jika anda tidak menghormati permaisuri maka anda nanti akan dibenci oleh masyarakat sehingga membuat reputasi anda menjadi buruk kembali,”
“Saya sih tidak peduli. Yang jelas saya tidak mau menyembuhkan permaisuri, memangnya apa untungnya bagi saya untuk melakukan hal tidak berguna semacam itu?”
“KETERLALUAN!”
Prianka termakan emosi, ini sesuai dengan niat Scarlesia yang ingin membuka topeng Prianka yang tersembunyi sejak tadi.
“Berani sekali anda meninggikan suara anda pada saya di kediaman ini. Ya saya mengerti anda marah karena saya tidak mau membantu permaisuri, mau anda sekalipun membunuh saya tetap tidak akan merubah apapun itu,”
Scarlesia menanggapi amarah Prianka dengan sangat santai sambil menyeduh tehnya.
“ASTAGA BAGAIMANA CARA DUKE EGINHARDT MENGAJARKAN PUTRINYA?”
“Apa yang anda katakan Nyonya? Apa ada yang salah dengan cara aku mengajar putriku?” celetuk Eldrick tiba-tiba datang.
Prianka tersentak begitu Eldrick masuk, ia segera memperbaiki ekspresinya yang sedang ketahuan meninggikan suaranya pada Scarlesia.
“Y-yang M-mulia Duke,” sapanya gelagapan.
“Nyonya, saya tahu anda adalah dayang yang paling dipercaya oleh permaisuri tapi bukan berarti jabatan anda lebih tinggi dari saya atau pun anak saya. Saya tidak akan pernah membiarkan anda menghina putri saya sedikit pun, jika sekali lagi saya mendengar anda meninggikan suara anda pada putri saya maka saya tidak akan tinggal diam,” tegas Eldrick membuat Prianka tersurut.
“M-mohon ampuni s-saya Yang Mulia tapi saya kemari untuk meminta tolong pada Nona Scarlesia untuk menyembuhkan penyakit permaisuri tapi Nona menolak untuk melakukannya,” ucap Prianka menunduk takut.
“Kalau begitu silahkan anda pergi,” usir Eldrick.
__ADS_1
“Apa? Apa anda tidak akan memarahi putri anda? Dia sudah berani kurang ajar dengan mengatakan kalau dia membenci permaisuri,”
“Saya tahu itu dan saya rasa permaisuri pantas untuk mendapatkannya. Saya tidak akan pernah mengizinkan putri saya menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan permaisuri,”
Tentu saja ucapan Eldrick barusan membuat Prianka semakin dongkol di dalam hatinya, ia tidak percaya bahwa Eldrick ternyata akan membela putrinya.
“Kalau begitu saya pamit kembali ke istana untuk mengatakannya pada permaisuri,”
Prianka akhirnya memilih pergi dengan membawa perasaan marahnya pada Scarlesia dan Eldrick. Tangannya mengepal kuat, dia tidak punya pilihan lain selain pergi kediaman ini sebelum dirinya semakin stres menghadapi Scarlesia ataupun Eldrick.
“Wanita itu adalah dayang permaisuri yang paling buruk, pada saat seleksi pemilihan dayang dia menyingkirkan semua kendidat dayang yang memiliki kemampuan lebih daripada dirinya. Dia mendapatkan posisinya yang sekarang secara kotor dan tidak adil,” tutur Eldrick.
“Ya, aku dengar dia juga suka menyebarkan gosip di kalangan bangsawan. Aku yakin setelah ini akan banyak bangsawan yang membicarakan aku tapi aku tidak peduli karena tidak ada ruginya untuk diriku,” ujar Scarlesia.
“Itu benar sekali. Kau hanya perlu diam karena gosip-gosip itu akan hilang dengan sendirinya,”
Scarlesia mengamati ekspresi Ayahnya, ia bisa tahu bagaimana cara Ayahnya membasmi semua gosip buruk tentangnya bersama dua kakaknya. Tentu saja mereka akan memotong lidah dan menyiksa semua orang yang berani membicarakan hal buruk tentang Scarlesia.
Setelah itu Scarlesia membicarakan beberapa hal dengan Eldrick sebelum dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Akhir-akhir ini mereka jarang sekali mempunyai waktu untuk mengobrol, namun hari ini mereka mempunyai waktu untuk hal itu. Selesainya mengobrol, Scarlesia pergi ke kamarnya tapi sebelum itu, dia ingin mengunjungi para pria yang tenang-tenang saja selama 3 hari ini. Mereka semua saat ini tengah berkumpul di dalam ruang tengah yang memang biasanya mereka gunakan untuk berbicara.
Ekspresi mereka semuanya muram termasuk Xeon, dia memiliki pikiran yang sama dengan Zenon.
“Ya, aku tidak pernah membayangkan ternyata musuh kita akan sekuat itu,” sambung Louis.
“Kita tidak bisa melindungi Sia kalau kita lemah begini,” kata Andreas menekuk ekspresi wajahnya.
“Tekanan dewa kegelapan setara dengan tekanan dewa pencipta, sedangkan yang kemarin itu hanya beberapa persen dari tekanannya yang biasa. Sekarang kita harus mencari tempat yang memiliki tekanan yang kuat untuk latihan,” ujar Xeon meletakkan jemarinya di dagu sembari berpikir.
“Tapi apa ada tempat semacam itu di dunia ini?” tanya Elios.
“Setahuku tidak ada tempat yang memiliki tekanan cukup kuat,” timpal Oliver.
“Apa yang sedang kalian lakukan sekarang? Kenapa wajah kalian selama 3 hari ini murung sekali?” tanya Scarlesia mendadak datang.
__ADS_1
“Sia, hahh kami sedang membicarakan tentang tempat yang memiliki tekanan yang besar di dunia ini. Tidak ada bukan tempat yang seperti itu?” jawab Oliver.
“Kalian mau latihan? Apakah kejadian sebelumnya yang membuat kalian murung seperti sekarang?”
Mereka semua mengangguk serentak.
“Bagaimana kalau kalian latihan di dunia cermin? Waktu di dalam dunia cermin itu berbeda dengan waktu di bumi karena satu jam di sini sama dengan 3 hari di sana. Jika kalian latihan di dunia cermin aku yakin kalian bisa lebih kuat lagi,” usul Scarlesia.
“DUNIA CERMIN?”
“Jangan bilang dunia cermin yang diciptakan oleh dewa pencipta ada padamu?” terka Xeon.
“Tepat sekali! Aku akan panggil peri penjaga dunia cerminnya keluar,” Scarlesia memanggil Shou untuk keluar dari dunia cermin.
“Apakah ini yang disebut dengan peri? Kecil sekali,” kata Louis.
“Tidak sopan! Aku ini memang kecil tapi aku ini cukup kuat,” angkuh Shou.
“Shou, lama tidak berjumpa,” sapa Xeon tersenyum.
“Dewa tadir! Sudah sekali sejak terakhir kali saya melihat anda,”
“Ehemm,” dehem Scarlesia. “Nanti saja temu rindunya, sekarang ada hal penting yang mau aku tanyakan padamu Shou. Apakah aku bisa membawa mereka semua ke dunia cermin untuk latihan?” tanya Scarlesia.
“Tentu saja bisa. Anda bisa membawa mereka semua Nona,”
Setelah mendapat persetujuan dari Shou, mereka langsung masuk ke dunia cermin. Di sana ada sebuah ruang yang memiliki tekanan yang tinggi, mereka bisa berlatih di dalamnya.
“Xeon, apa kau tidak tahu apa-apa mengenai ini?” tanya Scarlesia.
“Aku tahu tapi aku tidak tahu dimana keberadaan dunia cermin ini dan juga ini hanya bisa diakses oleh kau sendiri bukan?”
“Yah, benar juga sih,”
__ADS_1
Mereka semua berlatih di tempat yang sama, begitu juga dengan scarlesia hingga beberapa hari kemudian berlalu di dunia nyata Scarlesia mendapatkan surat undangan dari Natasha, Kekaisaran Celosia karena di sana tengah ada perayaan ulang tahun kekaisaran.
“Sepertinya aku wajib menerima undangan ini,”