Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Gerbang Monster Mulai Terbuka


__ADS_3

“Apa yang baru saja Ayah katakan?” tanya Scarlesia yang sedang berada di ruang kerja Eldrick.


“Kamu harus menikahi mereka semua,”


“Apa Ayah sedang bercanda denganku? Aku…. Ehh?”


Kalimatnya terhenti, Scarlesia refleks menoleh ke arah luar. Suara bising dari burung-burung menggapai pendengarannya.


“Ada apa Sia?” tanya Carlen.


“Ada sesuatu yang buruk terjadi,”


Scarlesia meletakkan cangkir tehnya, ia langsung beranjak dari tempat duduknya menuju luar mansion. Scarlesia mendongak ke langit, burung-burung terbang menuju mansionnya dan langsung mengitari Scarlesia.


“Nona! Tolong kami Nona!” ujar mereka meminta tolong.


“Kenapa? Jelaskan dulu situasinya padaku,”


“Gerbang monster di Kekaisaran Celosia terbuka! Tidak hanya di Kekaisaran Celosia bahkan Kekaisaran Thyme, dan Kekaisaran Evariste. Nona, tolong raja! Raja sedang menghadang para monster itu di Kekaisaran Celosia,” lapor salah seekor burung kepadanya.


“Bagaimana keadaan di sana sekarang?”


“Banyak orang yang terluka Nona, para monster itu kekuatannya sangat kuat. Kami tidak bisa melawannya sekaligus dan itulah kenapa kami ingin meminta tolong kepada anda Nona,”


“Baiklah, aku akan ke sana segera,”


“Apa yang terjadi Sia?” tanya Eldrick.


“Ayah, kakak, kalian di sini saja. Aku akan pergi ke Kekaisaran Celosia karena gerbang monster terbuka, para monster menyerang manusia dan menyebabkan kehancuran. Aku akan pergi ke sana untuk membantu Kekaisaran Celosia. Tidak hanya Kekaisaran Celosia, bahkan Kekaisaran Thyme dan Kekaisaran Evariste. Tetap awasi gerbang monster yang ada di kekaisaran kita, minta seluruh penyihir untuk memperkuat kunci gerbangnya,” jelas Scarlesia langsung berlalu pergi.


Eldrick dan Carlen menurut, mereka segera pergi untuk mengumpulkan beberapa ksatria dan memanggil Aldert untuk memberitahu situasinya. Scarlesia bergegas untuk memanggil Oliver dan yang lain, saat ini mereka sedang berada di ruang yang biasanya mereka pakai untuk berkumpul.


Brakkk


Scarlesia menggebrak pintu masuk, kedatangannya yang tidak biasa membuat mereka semua terperanjak kaget.


“Ada ap…”


“KALIAN! KITA HARUS PERGI KE KEKAISARAN CELOSIA, THYME, DAN EVARISTE! GERBANG MONSTER TERBUKA!” seru Scarlesia dengan lantang.

__ADS_1


Lalu mereka terbagi menjadi beberapa kelompok, kelompok pertama Scarlesia dan Oliver akan pergi ke Kekaisaran Celosia. Kelompok kedua Zenon dan Elios akan pergi ke Kekaisaran Evariste, dan kelompok ketiga Xeon, Louis, dan Andreas akan pergi ke Kekaisaran Thyme.


“Sia, apa tidak apa-apa kau pergi berdua saja dengan Oliver?” tanya Louis cemas.


“Kau bisa ajak aku juga kalau kau mau,” kata Andreas.


“Tidak apa-apa, nanti aku akan menyusul kalian kalau sudah selesai,”


Mereka semua berpencar, Scarlesia pergi bersama Oliver ke Kekaisaran Celosia menggunakan portal sihir. Saat mereka baru saja menginjakkan kakinya di Kekaisaran Celosia, situasi di sana sungguh mencengangkan. Kekaisaran yang beberapa waktu lalu ia datangi, kini sudah hancur karena para monster. Scarlesia menyipitkan matanya, dia melihat Natasha tengah bertarung melawan monster-monster itu.


“Jangan jauh-jauh dariku Sia,” ujar Oliver.


“Hmm? Baiklah. Ayo kita bantu dulu mereka,”


Oliver menggendong Scarlesia, mereka terbang di udara untuk memantau situasi lebih lanjut. Para monster sudah mengacau terlalu parah, banyak warga yang terluka bahkan para ksatria dan juga para penyihir juga banyak yang tidak sadarkan diri.


“Turunkan aku di dekat orang yang terluka,”


Oliver mengikuti perintah Scarlesia, ia menurunkan Scarlesia tepat di sekitar orang-orang yang terluka.


“Oliver, kamu bantu mereka mengalahkan monster-monster itu. Aku di sini untuk menyembuhkan yang terluka,”


Scarlesia memeriksa terlebih dahulu bagaimana keadaan mereka, setelah itu dia langsung mengeluarkan kekuatan penyembuhannya untuk mengobati mereka yang terluka. Dalam beberapa detik, orang-orang itu membuka matanya dan menemukan dirinya sudah sembuh total.


“Bagaimana keadaan kalian? Apakah masih ada yang sakit?” tanya Scarlesia.


“N-nona! Anda kenapa bisa ada di sini?” tanya balik salah seorang ksatria.


“Aku datang untuk membantu kalian. Sekarang luka kalian sudah hilang,” jawab Scarlesia.


“Benar, luka-luka saya sudah sembuh total. Dengan begini, saya bisa bertarung kembali. Terima kasih Nona, terima kasih,”


“Kalian harus berhati-hati. Monster-monster itu kekuatannya tidak normal,” pesan Scarlesia sembari memperhatikan monster yang berwajah seram dan beragam bentuk di sekelilingnya.


Scarlesia mengeluarkan busur sucinya, ia mencoba menembakkan anak panahnya ke arah salah satu monster tapi ternyata monster yang ia bidik memiliki kesadaran akan anak panah yang sedang menerjang menuju dirinya. Anak panah tersebut dia tangkis menggunakan senjata gada, anak patahnya memantul jauh karena senjatanya tersebut.


“Cih ternyata mereka cukup cepat tanggap juga,” decak Scarlesia kesal. “Baiklah, karena ini kalian yang memintanya jadi jangan salahkan aku kalau kalian mati dengan cepat,”


Busur sucinya berubah menjadi pedang, Scarlesia menerjang ke kerumunan monster tersebut. Gerakan pedangnya mengayun cepat, monster-monster itu tidak bisa melawannya karena gerakannya tidak bisa mereka baca. Natasha baru menyadari bahwa ternyata Scarlesia berada di kekaisarannya, ia senang melihat Scarlesia setelah beberapa waktu tidak berjumpa.

__ADS_1


“SIAAA!!” panggil Natasha melambaikan tangannya dari kejauhan.


“NATASHA!” sahut Scarlesia yang ikut melambaikan tangannya.


Mereka tidak bisa berbincang banyak karena monster-monster ini terus saja menyerang mereka tanpa henti. Pertarungan membasmi monster tersebut berlangsung hampir 1 jam, selama itu Scarlesia dan Oliver berhasil membereskan mereka semua.


“Natasha, teknik berpedangmu sepertinya semakin membaik ya,” puji Scarlesia.


“Ini semua berkat Sia yang mengajariku,” balas Natasha memeluk Scarlesia.


Natasha memiliki tubuh yang tinggi untuk seukuran wanita, Scarlesia yang lebih kecil darinya jadi terlihat imut saat dipeluk olehnya.


“Eheem,” dehem Oliver. “Sia, kita harus pergi sekarang karena urusannya di sini sudah selesai kan? Kita harus menyusuli Xeon, Zenon, dan yang lain,” lanjut Oliver.


“Oh iya benar, kita harus menyusul mereka segera,”


“YANG MULIA PUTRI! GAWAT!” teriak salah seorang ksatria.


“Ada apa? Apanya yang gawat?” tanya Natasha.


“Itu… Yang Mulia Putra Mahkota terluka sangat parah. Sekarang beliau sedang tidak sadarkan diri di alun-alun kota!” lapor ksatria tersebut.


“Terluka parah? Cepat bawa aku ke tempatnya sekarang!”


“Tunggu Natasha! Biarkan aku ikut denganmu,” ujar Scarlesia menawarkan diri untuk melihat keadaan Oscar, putra mahkota Kekaisaran Celosia.


“Baiklah. Ayo kita pergi,”


Ksatria itu membawa mereka ke sebuah gang kecil di alun-alun kota, mereka terkejut melihat kondisi lukanya yang sangat parah. Oscar kehilangan dua kakinya dari pertarungan yang dia lakukan.


“Kenapa bisa separah ini? Apa yang terjadi?” tanya Natasha cemas.


“Ketika Yang Mulia selesai mengalahkan monster-monster itu, seorang laki-laki berambut hijau tua datang menyerangnya dan membuat Yang Mulia terluka parah,” jelas si ksatria.


“Pria berambut hijau tua? Sepertinya aku tahu siapa yang mereka bicarakan,” pikir Scarlesia seraya bertukar pandang dengan Oliver yang tampaknya juga tahu.


“Sia, bisakah kau menyelamatkan kakakku? Aku mohon padamu,” mohon Natasha menggenggam kedua tangan Scarlesia.


“Oke, aku akan mencoba menyembuhkannya,”

__ADS_1


__ADS_2