
“Akhirnya kalian berkumpul juga di sini, ya baguslah kalau begitu. Dengan begini aku bisa mengatakan pada kalian semua sekaligus,” ucap Aaron menyimpan kembali serulingnya.
“Maksudmu apa Aaron?”
Aaron menyunggingkan senyumnya, pandangan matanya menyoroti satu persatu dewa dan dewi di hadapannya kini.
“Aku ingin mengumumkan pada kalian, mulai hari ini seluruh yang ada di istana langit ini adalah musuhku. Aku akan bergabung dengan dewa kegelapan untuk menghancurkan kalian semua, dari yang aku dengar kalian sedang menciptakan sebuah jiwa istimewa dan unik ya. Hahaha aku akan menantikan jiwa unik itu hancur di tangan dewa kegelapan.”
Setelah itu Aaron menghilang begitu saja dari hadapan mereka, semua yang berada di sana dilanda kebingungan luar biasa. Mereka tidak mengetahui alasan kenapa Aaron mengucapkan kata-kata tersebut dan menyatakan kalau dirinya mulai sekarang adalah musuh bagi para dewa dan dewi. Kemudian Xeon memberitahu mereka tentang masalah sebenarnya, meskipun hatinya tercabik oleh ulah adiknya dia tidak membela perbuatan adiknya yang sudah berani berkhianat itu.
“Ahh jadi begitu ceritanya, ternyata hidupmu rumit juga ya Xeon,” ujar Oliver.
Mereka jadi mengetahui tentang kisah masa lalu Xeon yang sesungguhnya, Scarlesia merasa kasihan pada Xeon saat mengetahui kilas balik cerita hidupnya yang rumit. Untung saja dewa pencipta menyayanginya jadi setidaknya dia bisa membayar sedikit penderitaan di masa lalunya.
“Semenjak saat itu seluruh gerbang istana langit ditutup, tidak sembarang orang bisa masuk keluar ke istana langit karena saat Aaron bergabung dengan dewa kegelapan, semakin banyak bawahannya yang terkumpul ditambah dengan Cyrill sebagai pengkhianat, maka bertambah lah kekhawatiran kami masalah dunia kali ini,” lanjut Xeon menyelesaikan ceritanya.
“Lalu perang akhir yang dikatakan oleh Aaron tadi….”
“Ya, perang penentuan atas siapa yang paling berhak memimpin semesta ini. Dengan kata lain, nasib umat manusia dan seluruh makhluk hidup di semesta ini dipertaruhkan melalui perang akhir ini. Jadi Elios, kalau kau mau balas dendam maka balaskanlah ketika perang akhir nanti,” ucap Xeon.
Elios yang sejak tadi tertunduk langsung mengangkat wajahnya, dia berpikir perkataan Xeon ada benarnya juga. Dia mulai sadar dari ketenggelaman dirinya di dalam kesedihan yang tak terbendungkan, ia menoleh ke arah Scarlesia. Melihat wajah wanita tercintanya beberapa detik seraya mengingat perjuangannya selama ini di dalam sebuah penantian tanpa kepastian. Raut sedih Elios seketika menghilang, dia memaksa dirinya untuk bangkit dari rasa sedih tak berujung.
__ADS_1
“Oke, aku akan membalasnya nanti ketika di perang akhir,” balas Elios tersenyum tipis.
Kelar bercerita cukup lama, mereka semua keluar dari dunia cermin. Elios sudah lebih tegar dibanding sebelumnya, ini membuat Scarlesia lega sesaat. Lalu mereka bersama-sama menguburkan mayat-mayat dari iblis putih di reruntuhan dunia bawah sebab Elios tidak mau membawa mereka untuk dikubur di dunia atas.
Elios berada cukup lama di depan makam kedua orangtuanya, dia seperti mengatakan beberapa hal di depan makam Ayah dan Ibunya. Sehabis itu mereka semua pulang dan kembali lagi ke istana untuk beristirahat. Scarlesia tidak langsung beristirahat, dia mengoles kembali obat di punggungnya yang masih terluka.
Pada saat dia kembali dengan membawa luka di punggungnya, seluruh orang heboh seketika apalagi Ayah dan kakaknya, mereka tidak henti-hentinya mengomeli Scarlesia dan mengatakan Scarlesia bertindak ceroboh.
“Anda memang pantas untuk diomeli Yang Mulia. Bagaimana anda membawa luka sedalam ini pulang ke istana tanpa mengeluh sakit? Apakah syaraf perasa sakit anda sudah menghilang?” oceh Erin sambil mengoleskan obat di punggung Scarlesia.
“Kau ini cerewet sekali ya Erin, tadi memang sakit tapi sekarang sudah tidak sakit lagi karena Archie membantuku untuk mengobatinya,” balas Scarlesia.
Erin tidak berhenti mengoceh sampai membuat telinga Scarlesia sakit, tidak ada yang lebih berisik dibandingkan suara ocehan Erin. Tapi inilah yang membuat Scarlesia menyukai Erin, walaupun posisi Scarlesia berada jauh di atas Erin, tetap saja Erin suka memarahinya bila dia berbuat salah.
“Iya Erin, iya. Aku tidak akan mengulanginya lagi, oke? Kau jangan mengoceh lagi dan cepat balutkan perban itu ke punggungku,” suruh Scarlesia.
“Saya marah karena saya menyayangi anda Yang Mulia, bukan sebagai bawahan dan atasan tapi saya menganggap anda seperti keluarga saya. Ahh maaf Yang Mulia jika saya lancang,” kata Erin menutup mulutnya segera.
Scarlesia bangun dari posisi menelungkupnya, dia menatap dalam Erin yang duduk di tepi ranjang tempat tidurnya.
“Tidak perlu meminta maaf, sebab aku juga menganggap kau dan Hana sebagai keluargaku. Aku bersyukur kalian mendampingiku sejak di Roosevelt hingga kini aku berada di atas posisi tertinggi di Evariste,” tutur Scarlesia.
__ADS_1
Penuturan Scarlesia membuat Hana dan Erin terharu hingga mereka mengeluarkan air mata bahagia. Bagi mereka yang merupakan orang biasa merasa sangat beruntung saat Scarlesia memperlakukan mereka sama rata saja. Di kala Scarlesia membeli gaun, mereka juga akan dibelikan gaun bahkan uang gaji mereka dinaikkan oleh Scarlesia. Kehidupan keluarga mereka bertambah sejahtera karena Scarlesia.
“Terima kasih Yang Mulia, anda sangat baik sekali. Anda bahkan sudah membantu menyembuhkan penyakit Ibu saya walaupun dulunya saya pernah jahat pada anda, tapi anda tidak pernah mengungkitnya. Maaf Yang Mulia,” ungkap Hana memasang mata berkaca.
“Haha dasar Hana, aku juga mengerti kau melakukannya dengan terpaksa. Kalau aku berada di posisimu maka aku akan melakukan hal yang serupa denganmu. Tidak perlu salahkan dirimu, yang penting sekarang kau sudah berada di pihakku,” kata Scarlesia menambah keharuan mereka berdua.
Scarlesia menyuruh mereka untuk segera berhenti menangis haru, mereka berdua sangat berarti bagi Scarlesia. Semenjak dirinya masuk ke dunia ini, dia selalu mengandalkan mereka untuk mengurus segala keperluannya.
Waktu berjalan hingga bertemu malam, Scarlesia sibuk memandangi langit berbintang di bangku taman istana. Dia hanya sendiri ditemani oleh kunang-kunang yang mencoba mengajaknya untuk berbicara supaya suasananya tidak terlalu sepi. Tidak lama kemudian, Kitty datang menghampiri dirinya.
“Sia, sedang apa kau di sini?” tanya Kitty.
“Oh halo Kitty, aku sedang melihat langit berbintang. Aku hanya merasa langit seindah ini, sayang sekali jika tidak aku nikmati keindahannya,” jawab Scarlesia.
Kitty ikut duduk di samping Scarlesia untuk menemaninya menikmati langit malam.
“Terima kasih Kitty kau sudah menunggumu sejak lama, aku beruntung memilikimu di sampingku,” ungkap Scarlesia tiba-tiba.
Kitty terpaku beberapa saat sebelum kembali bersuara untuk merespon ucapan Scarlesia padanya.
“Seharusnya aku lah yang berterima kasih padamu sebab berkat dirimu aku ada sampai saat ini,”
__ADS_1