Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Extra Chapter 3


__ADS_3

Selang dua bulan setelah hari itu, tepatnya pada hari ini Carlen akan melaksanakan pernikahan dengan Natasha di Kekaisaran Roosevelt. Ini merupakan acara penting untuk Scarlesia, sebab yang menikah adalah kakak kandungnya sendiri. Entah mengapa hari ini Scarlesia tampak kurang sehat, wajahnya pucat pasi dan tidak bertenaga. Meski begitu, Scarlesia tetap memaksakan diri untuk menghadiri pernikahan Carlen.


“Yang Mulia, wajah anda pucat sekali. Tampaknya karena akhir-akhir ini anda terlalu sibuk mengurus pembangunan kota,” ujar Liz.


“Apa tidak sebaiknya anda beristirahat saja hari ini Yang Mulia? Jangan terlalu memaksakan diri anda,” cemas Hana.


Para pelayan yang merias Scarlesia nampak khawatir dengan kondisi Scarlesia, selama beberapa hari ini memang Scarlesia sangat sibuk mengurus pembangunan yang sedang berlangsung sehingga membuatnya kurang beristirahat.


“Tidak, aku harus pergi. Ini pernikahan kakakku, aku tidak boleh melewatkannya.” Scarlesia menolak untuk tidak pergi, ia bersikeras berangkat ke Roosevelt di tengah tubuh yang nyaris tumbang.


“Aneh sekali, biasanya sakitku langsung pulih. Kenapa rasanya kekuatanku tidak mempan terhadap tubuhku?” pikir Scarlesia.


Para pelayan tidak bisa mencegah Scarlesia untuk tidak pergi, mereka terpaksa mengizinkan Scarlesia berangkat ke acara pernikahan kakaknya. Tidak seperti biasa, Scarlesia terlihat lesu dan tidak bersemangat bahkan dia tidak banyak berbicara.


“Yang Mulia, tolong jaga Yang Mulia Kaisar dengan baik. Beliau sedang sakit, tapi tetap memaksakan diri untuk pergi ke Roosevelt,” pesan Liz pada Xeon.


“Sia sedang sakit? Pantas saja dia tampak lemas, tidak seperti biasanya. Baiklah, kami akan menjaganya dengan baik. Jangan khawatir,” kata Xeon.


Setelah itu, mereka segera pergi bersama menuju istana Kekaisaran Roosevelt, Xeon dan para selir lainnya juga ikut di dalam acara ini. Saat tiba di sana, ternyata istana sudah ramai tamu berdatangan, Lucas pun juga ikut tapi dia bersama tunangannya yang seorang penyihir serta gadis bangsawan Roosevelt. Acara pemberkatan pernikahan Carlen dan Natasha berlangsung lancar tanpa ada gangguan apa pun. Mereka berdua tampak serasi dan saling mencintai, Scarlesia turut bahagia menyaksikan kakaknya akhirnya menemukan pendamping hidup.


Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pesta pernikahan, sepanjang acara berlangsung Scarlesia hanya diam memperhatikan para tamu undangan. Jika ada yang mengajaknya bicara, maka dia akan menjawab seadanya saja.


“Sia, apa kita pulang saja sekarang? Kau terlihat sangat mengkhawatirkan,” ucap Andreas merangkul pundak Scarlesia.


“Tidak usah.”


Praanggg


Tiba-tiba saja, pandangan Scarlesia kabur, ia tidak sanggup lagi menahan dirinya untuk tidak tumbang. Gelas yang berisi minuman di tangannya lepas dan terjatuh ke atas ubin lantai, suara pecahan beling tersebut merebut perhatian banyak orang. Serpihan kaca berserak kemana-mana, Scarlesia tidak lagi sadarkan diri, Untungnya, Andreas ada di samping dan langsung menyambut tubuh Scarlesia yang nyaris jatuh.

__ADS_1


“KYAAAA YANG MULIA!”


“SIA! SADAR SIA!”


“CEPAT PANGGILKAN DOKTER SEGERA!”


Semua orang panik, aula pesta menjadi kacau dan gempar, bahkan Carlen yang sedang sibuk melayani tamu harus meninggalkan mereka sejenak lalu beranjak menuju ke lokasi Scarlesia pingsan. Scarlesia dibawa oleh Andreas ke dalam kamar kosong yang sudah disediakan oleh Carlen, Aldert bergegas membawa dokter untuk memeriksa keadaan Scarlesia.


Seorang dokter wanita datang bersama Aldert, ia langsung mengecek tubuh Scarlesia dengan seksama. Pada saat pemeriksaan berlangsung, Scarlesia terbangun dari pingsannya, ia kebingungan seketika melihat banyak orang yang mengelilinginya.


“Ada apa? Kenapa kalian berada di sini? Apa acaranya sudah selesai?” bingung Scarlesia.


“Ahh Yang Mulia, anda sudah bangun rupanya. Tadi anda pingsan dan di bawa kemari, sekarang saya sedang melakukan pemeriksaan pada tubuh anda. Mohon tunggu sebentar Yang Mulia,” jawab sang dokter.


Raut wajah khawatir mengelilingi Scarlesia, ia tidak mengerti tentang kondisi tubuh yang tiba-tiba saja tumbang. Dia tidak pernah merasakan pusing luar biasa seperti tadi, rasa lemas, bahkan perutnya juga mual.


“Bagaimana? Apa yang terjadi dengan Sia?” tanya Carlen khawatir.


“Lalu kenapa dia bisa pingsan?” Aldert juga ikut bertanya.


“Selamat Yang Mulia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, anda dinyatakan hamil. Saat ini usia kandungan anda memasuki minggu keenam.”


“H-hamil?”


Saat itu pula, seisi ruang heboh karena penyataan dokter yang mengatakan Scarlesia tengah hamil. Natasha dan Clara yang kebetulan berada di sana, langsung berlari memeluk Scarlesia, mereka mengucapkan selamat untuk Scarlesia.


“Selamat Yang Mulia, selamat. Sebentar lagi anda akan menjadi seorang Ibu.”


Scarlesia menatap tidak percaya, ada haru dan bahagia ia rasakan sekaligus. Dia mengelus-elus perutnya, tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja.

__ADS_1


“Begitu ya, sekarang ada nyawa lain di tubuhku,” gumam Scarlesia.


“Woahh berarti kita akan menjadi Ayah!” seru Elios semangat.


“Jadi, siapa Ayah dari bayi itu?” tanya Lucas memecah suasana bahagia orang lain.


Lucas mendapat sorot mata tajam, dia bertanya dengan wajah polos tidak berdosa dan tidak menyadari kalau dia sedang mengganggu waktu bahagia orang lain.


“Yang Mulia, perlu diingat kalau anda tidak boleh terlalu kelelahan, jangan mengerjakan pekerjaan yang berat. Lalu juga anda tidak boleh stres, kondisi kandungan anda masih lemah dan perlu beristirahat lebih,” pesan dokter tersebut sebelum meninggalkan kamar.


“Baik, terima kasih.”


Berita mengenai kehamilan Scarlesia langsung menyebar ke setiap penjuru alam semesta, tidak ada yang tidak senang atas berita bahagia ini, terutama rakyat Roosevelt. Seluruh rakyat berkumpul di alun-alun kota, seseorang menyampaikan dengan lantang tentang kaisar mereka tengah mengandung seorang anak.


“YANG MULIA KAISAR SEDANG HAMIL, KITA AKAN KEDATANGAN KEHIDUPAN BARU LAGI.”


Pada hari itu, orang-orang mengadakan pesta besar-besaran di alun-alun, mereka bahagia akan hal tersebut. Sungguh ramai bahkan para bangsawan juga ikut merayakan, kini hubungan bangsawan dengan rakyat biasa sudah lebih jauh membaik berkat Scarlesia.


“Yang Mulia, selamat! Akhirnya anda akan menjadi seorang Ibu,” ujar Shou.


Kala ini, Scarlesia tengah berada di taman istana melihat-lihat pemandangan dunia luar sejenak. Semenjak hari kemarin, Scarlesia tidak diperbolehkan bekerja dan semua pekerjaannya akan diselesaikan oleh para suaminya. Bahkan jumlah ksatria penjaga juga ditingkatkan berada di sekitar dia guna untuk menjaga Scarlesia agar tidak terjadi sesuatu yang buruk.


“Ya, kehidupan baru akan lahir,” balas Scarlesia sambil tersenyum.


“Kira-kira nanti anak ini perempuan atau laki-laki?” tanya Cici.


“Hmm entahlah, aku tidak peduli mau dia perempuan atau laki-laki. Aku akan tetap menyayanginya.”


Scarlesia sekarang sedang dikelilingi oleh Shou, Cici, Bely, Loki si iguana, dan Lulu si burung kenari. Mereka bercengkerama bersama menceritakan berbagai kisah lucu untuk menemani Scarlesia, mereka sangat bahagia begitu mendengar Scarlesia akan menjadi seorang Ibu.

__ADS_1


“Tapi, siapa Ayah anak ini? Kau punya enam suami kan?”


__ADS_2