Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Iblis Kecil


__ADS_3

Setelah kesepakatan terbentuk, Scarlesia pamit undur diri. Mereka tidak langsung pulang ke paviliun karena mereka ingin pergi melihat kondisi pusat kota terlebih dahulu. Bangunan-bangunan banyak yang hancur, puing-puing bangunan tersebut memenuhi jalanan, rakyat biasa saling bergotong royong untuk memperbaiki segala kerusakan yang terjadi.


“Kasihan sekali mereka, andai saja kaisar mau mendengarkan apa yang aku katakan maka tidak akan terjadi kerusakan yang separah ini,” batin Scarlesia memandang kasihan rakyat biasa yang menjadi korban kaisar dan para bangsawan.


“Sia….” panggil Louis.


Scarlesia refleks berhenti dan memutar tubuhnya ke belakang menghadap kepada mereka yang sejak tadi berjalan di belakangnya.


“Ada apa?”


“Kami ingin mendengar,” ucap Elios.


“Mendengar? Mendengar apa?” bingung Scarlesia.


“Kami ingin mendengarmu mengatakan….”


“DASAR IBLIS!”


Scarlesia kaget mendengar suara seorang anak kecil yang meneriaki iblis, ia memutar tubuhnya dan melihat apa yang gerangan sedang terjadi. Scarlesia melihat beberapa orang anak kecil sedang memukul seorang anak kecil pula. Scarlesia tidak bisa membiarkannya dan langsung melerai perkelahian mereka.


“Hei berhenti!”


Scarlesia berhasil menghentikan mereka lalu mendekap anak kecil yang mereka hajar.


“Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian memukulinya?” tanya Scarlesia.


“Dia adalah iblis! Lihatlah tanduk yang ada di kepalanya. Ayah dan Ibuku mengatakan kalau iblis itu mempunyai tanduk,” jawab salah seorang anak kecil.


Scarlesia melihat kepala anak kecil laki-laki yang didekapnya tersebut, ternyata memang benar ada sebuah tanduk kecil di kepalanya. Namun, anehnya Scarlesia tidak merasakan ancaman apa pun dari anak kecil itu dan ia merasakan bahwa aura yang dimilikinya berbeda dengan aura yang dimiliki oleh iblis hitam yang biasa dia temui.


“Kakak cantik, menjauhlah dari iblis itu! Ayahku mengatakan kalau iblis itu jahat, mereka adalah musuh manusia,”


“Tidak semua iblis jahat. Kalian pergilah dari sini biar aku yang mengurus masalah ini,” ujar Scarlesia menyuruh anak-anak tersebut untuk segera pergi.


“Bagaimana dengan iblisnya?”

__ADS_1


“Kalian tidak perlu khawatir. Serahkan semuanya padaku,”


Anak-anak tersebut menurut, mereka meninggalkan iblis kecil itu dengan Scarlesia.


“Sekarang sudah tidak apa-apa. Kau tidak perlu takut lagi,”


Iblis kecil itu gemetar setelah dikeroyok oleh anak-anak tadi, dia membuka matanya dan melihat seorang wanita cantik yang mendekapnya penuh hangat. Ekspresi wajahnya mudah terbaca, dia terkejut melihat sosok Scarlesia berada dekat dengannya.


“A-a-aku….” gugupnya mendorong Scarlesia menjauh darinya.


“Kamu kenapa? Aku tidak akan menyakitimu. Kau tidak perlu waspada seperti itu padaku,” kata Scarlesia.


“Ada apa Sia?” tanya Andreas.


“Iblis hitam! Kenapa bisa ada di sini? Apa dia datang mengincarmu lagi?” sela Oliver.


“Iblis kecil ini terasa berbeda dari iblis hitam yang lain. Aku tidak merasakan ancaman apapun darinya, entah kenapa dia… terlihat sangat baik. Bahkan aura membunuh pun juga tidak ada pada dirinya,” tutur Zenon.


“Benarkah itu yang kau rasakan? Apa kau tidak salah naga bodoh? Dimana-mana iblis hitam itu berbahaya. Kita harus membunuhnya,” ujar Elios.


“Menjauhlah dari dia Sia, nanti kau dilukai olehnya,” ucap Louis.


“Tenanglah, benar apa yang dikatakan oleh Zenon. Iblis kecil ini tidak berbahaya jadi berhentilah berburuk sangka, dia sama seperti anak kecil yang lain. Hanya saja dia berasal dari ras yang berbeda,”


Brukkk


Iblis kecil tersebut terjatuh tidak sadarkan diri, Scarlesia memeriksa keadaan tubuhnya dan ternyata banyak bekas luka memar serta tubuhnya yang kurus pertanda bahwa dia kekurangan gizi. Scarlesia tidak bisa meninggalkannya lalu ia meminta tolong pada Louis untuk membawa iblis kecil ini kembali ke kediaman. Sesampainya di paviliun, Scarlesia segera mengobati iblis kecil itu menggunakan beberapa racikan obat herbal karena kekuatannya tidak berguna untuk menyembuhkan iblis kecil tersebut.


Sementara Scarlesia sedang sibuk, saat ini Andreas serta Zenon, Oliver, Louis, dan Elios sedang berkumpul bersama. Sepertinya ada sesuatu hal penting yang ingin mereka bicarakan.


“Aku ingin mengetahui hal ini sejak beberapa hari yang lalu. Ceritakan bagaimana kalian bisa bertemu dengan Sia di masa lalu,” ujar Oliver serius.


Kemudian mereka mulai bercerita satu persatu mengenai pertemuannya pertama kali dengan Scarlesia. Ketika mendengarkan cerita masing-masing, membuat darah mereka turun naik apalagi saat mereka tahu bagaimana cara Scarlesia mati di masa lalunya. Perasaan mereka campur aduk menjadi satu tapi mengingat Scarlesia di kehidupan ini menjadi lebih baik mereka pun tidak terlalu mempermasalahkannya.


“Aku dulu sudah bertunangan dengan Sia,” kata Elios bangga.

__ADS_1


“Aku belum jadian dengannya tapi dia sudah mati duluan,” ucap Zenon lemas.


“Kalau aku hampir menikah dengan Sia,” timpal Louis tak kalah berbangga.


“Aku masih berpacaran dan belum bertunangan,” sambung Oliver lesu.


“Sia pernah hamil anakku tapi ujung-ujungnya tetap keguguran,” ungkap Andreas bermuka datar.


“A-APA??? SIA HAMIL ANAKMU? KAU TIDAK MENCERITAKAN TENTANG HAL ITU TADINYA!” Oliver mengguncang-guncang tubuh Andreas, begitu pula dengan yang lain tidak mau menerima kenyataannya.


“Berhentilah mengguncang tubuhku. Aku jadi pusing, lagian itu semua sudah berlalu jadi untuk apa kalian marah?” kata Andreas.


Oliver melepaskan tangannya dari kerah baju Andreas karena ia merasa apa yang dikatakan Andreas ada benarnya bahwa tidak ada gunanya ia marah untuk hal yang sudah lama berlalu. Tak berselang lama setelah itu, Xeon datang dan ikut bergabung bersama mereka.


“Apa yang sedang kalian ributkan di sini?” tanya Xeon melangkah masuk ke dalam ruangan.


“Ahh tepat sekali kau datang. Kami ingin mengajukan protes,” ujar Elios diangguki oleh Zenon, Oliver, dan Louis.


“Protes? Protes apa?”


“Kau adalah dewa takdir bukan? Bisa-bisanya kau membuat Sia hamil anak Andreas di masa lalu!” protes Zenon.


“Jadi kalian protes mengenai masa lalu Sia bersama kalian?”


Mereka menganggukkan kepalanya serentak.


“Takdir Sia bukan aku yang menciptakannya tapi dewa pencipta sendiri. Kalau kalian ingin protes maka protes lah ke dewa pencipta sendiri,”


Perkataan Xeon membuat mereka akhirnya terdiam, Xeon tidak habis pikir karena bisa-bisanya mereka meributkan hal yang tidak penting seperti ini.


“Hahh dewa pencipta, anda sungguh mengikat Sia dengan pria-pria aneh seperti mereka tapi aku lega ternyata pengantin yang anda pilihkan tidak terlalu buruk,” batin Xeon.


Keesokan harinya, kediaman cukup sibuk mengatur perayaan kedewasaan Scarlesia yang akan diadakan dalam beberapa hari lagi. Scarlesia merasa mereka sangat berlebihan dalam mendekor aula kediaman Duke Eginhardt. Seluruh pelayan bekerja sama untuk melakukan yang terbaik demi menyukseskan perayaan kedewasaan Scarlesia.


“Kenapa mereka repot-repot seperti ini? Padahal aku sudah bilang kepada mereka untuk mendekornya secara sederhana saja tapi mereka tidak mendengarkanku. Kadang aku heran sebenarnya siapa yang akan melaksanakan perayaan kedewasaan, aku ataukah mereka?” gumam Scarlesia menggeleng-geleng.

__ADS_1


Scarlesia memutuskan untuk kembali ke paviliun sembari membawa beberapa makanan untuk iblis kecil yang kemarin ia bawa kemari.


“Halo iblis kecil! Apa kau sudah siuman?”


__ADS_2