Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Keputusan Rapat


__ADS_3

“Apa anda yakin dengan itu? Siapa tahu anda hanya bermimpi saja. Dunia damai-damai saja, bagaimana bisa tiba-tiba berada di ambang kehancuran?” sela Vincent, Kaisar Roosevelt dengan nada ketus.


Scarlesia sudah menebaknya sejak awal bahwa Vincent akan meragukan dirinya. Scarlesia menarik sudut bibirnya untuk tersenyum ke arah Vincent. Sejujurnya dia sangat ingin menghabisi dan mencabik mulut Vincent yang suka berbicara seenaknya kepadanya. Scarlesia berusaha untuk sabar dan tetap menahan kekesalan memenuhi hati.


“Sepertinya anda tidak pernah berubah ya, sedari dulu anda selalu seperti ini. Anda pernah mengabaikan peringatan saya ketika gelombang monster datang, lalu apa akibatnya? Banyak rakyat yang menjadi korban. Apa anda mau mati di usia muda? Jika anda mengabaikan peringatan saya kali ini, saya pastikan Roosevelt akan rata dengan tanah. Saya tidak main-main dengan perkataan saya, anda paling tahu bagaimana saya bukan?”


Scarlesia membalas perkataan ketus Vincent dengan ucapan tegas dan terdengar tajam, Vincent pun akhirnya mendapatkan tatapan tidak biasa dari mereka yang berada di ruang rapat saat ini. Terlebih lagi Zenon melihatnya dengan mata berapi-api, mereka geram terhadap Vincent tapi demi menjaga jalannya rapat agar tenang, terpaksa mereka menahan kegeraman masing-masing.


“Saya mau bertanya.” Putra mahkota dari Kekaisaran Zelea mengacungkan tangannya untuk bertanya.


“Ya, silakan.”


“Sebenarnya siapa musuh kita? Bisakah anda menjelaskannya secara terperinci?”


Inilah inti pembicaraan yang ingin disampaikan oleh Scarlesia, ekspresi mereka menunjukkan keingintahuan yang tinggi.


“Musuh kita yang sebenarnya adalah dewa kegelapan,” ungkap Scarlesia.


Mereka semua termangu kaku, terpaku terhadap apa yang baru saja disampaikan oleh Scarlesia. Sungguh mereka tidak pernah mendengar dewa kegelapan selama ini dan kali ini Scarlesia menyebutkannya terang-terangan.


“Dewa kegelapan?”

__ADS_1


“Iya, musuh kita adalah dewa kegelapan. Semua masalah yang terjadi di masing-masing kekaisaran hampir semua dalangnya dewa kegelapan. Seperti salah satu contohnya masalah kekeringan serta penyerangan monster dan iblis hitam pada beberapa kekaisaran, di baliknya ada campur tangan dewa kegelapan,” lanjut Scarlesia menjelaskan.


“Maksud anda, kita para manusia ini disuruh untuk melawan dewa? Apa ada celah untuk kita memenangkan peperangan ini?”


“Tentu saja ada, kita punya kesempatan untuk menang. Kita punya banyak kekuatan hebat di sini.”


“Kekuatan hebat? Siapa yang anda maksud?”


Scarlesia melirik kepada para pria tercintanya.


“Maksud saya mereka. Banyak yang tidak tahu identitas mereka bukan? Saya akan memperkenalkannya kepada anda semua. Ini Andreas berasal dari kaum vampir yang dikenal karena kaum ini menghasilkan sword master yang hebat. Lalu di sebelahnya ada Zenon merupakan seekor naga merah yang dikenal dengan kekuatan apinya, kemudian Oliver yaitu penyihir agung yang terkenal kehebatannya dalam sihir, sebelahnya Louis berasal dari klan manusia serigala dan terkenal karena hebat dalam pertarungan tangan kosong.”


Scarlesia memutus kalimatnya, dia menoleh ke arah Xeon sebab dia bingung bagaimana ia akan menjelaskan tentang identitas Xeon.


“Hufft saya tidak bisa mengungkapkannya karena identitas Xeon terlalu sensitif untuk diungkapkan. Yang jelas dia tidak kalah hebatnya, kemudian kita punya Duke Eginhardt juga yang terkenal dengan skill berpedangnya, dan di Evariste ada Pangeran Lucas beserta Pangeran Victor yang sebagaimana anda semua ketahui mereka mempunyai kemampuan bagus dalam sihir. Jangan lupakan juga tentang penyihir dan ksatria, apa dengan ini anda masih tidak yakin kita akan menang?”


Penjelasan detail Scarlesia memberikan rasa kaget disertai ekspresi tercengang para utusan kekaisaran. Mereka mulai memutar pikiran sendiri bahwasanya akan ada peluang untuk mereka menang. Satu persatu dari mereka saling bertukar pandang lalu mengangguk pelan pertanda kalau mereka ingin mencoba percaya kepada Scarlesia.


Cara Scarlesia menyatakan persoalan ini dan caranya menatap, meyakinkan mereka bahwa Scarlesia tidak berbohong sama sekali mengenai masalah kehancuran yang akan datang. Awalnya mereka ragu, namun sebuah perasaan yakin mendorong diri mereka untuk mempercayai Scarlesia.


“Langkah apa yang mesti kita lakukan selanjutnya? Apakah kita akan melatih para penyihir dan ksatria?”

__ADS_1


“Atau ada hal lain yang perlu kami bantu?”


Berhasil! Senyum Scarlesia mengambang indah, dia sukses membuat mereka percaya atas perkataannya.


“Iya, hal pertama yang harus kita lakukan yaitu melatih para ksatria, penyihir, dokter. Dalam hal ini, saya ingin masing-masing kekaisaran mengutus lima orang dokter untuk saya latih di Evariste sebab peran dokter sangat penting di perang ini. Lalu saya juga meminta Kekaisaran Celosia menyediakan tumbuhan herbal, saya akan membayar berapa pun untuk tumbuhan herbal dalam jumlah besar,” kata Scarlesia ke Oscar, putra mahkota Kekaisaran Celosia.


“Anda tidak perlu membayarnya karena Celosia akan menjadi penyuplai utama tumbuhan herbal. Kami akan mengirimkan lima orang dokter terpercaya kepada anda, saya tahu kalau anda memiliki ilmu kedokteran melebihi siapa pun,” jawab Oscar.


“Baik, terima kasih. Saya mohon kerja sama anda semua untuk mengemban tanggung jawab soal pelatihan ini. Apabila ada masalah yang terjadi sebelum perang dimulai dan kekaisaran anda tidak bisa menanganinya, maka harap memberitahukan masalahnya kepada saya. Saya akan membantu semaksimal mungkin.”


Rapat hari ini berakhir sempurna, meskipun Vincent memandangnya kesal tapi dia cukup menurut kali ini. Mungkin karena dia sedikit sadar tentang sikapnya yang selalu ingin memojokkan Scarlesia, tidak terlalu penting juga untuk dipikirkan sekarang. Perwakilan masing-masing kekaisaran langsung pulang selesai rapat untuk memberitahu hasil rapat ini kepada para bangsawan atau petinggi di kekaisaran.


Hari yang cukup melelahkan ditambah Scarlesia harus mendiskusikan beberapa hal dengan keluarga dan para prianya. Scarlesia memberitahu mereka bahwa ia ingin menunda pengangkatan selir secara resmi sampai perang ini berakhir sebab dia takut nanti akan hamil ketika perang itu berlangsung. Apabila dia hamil, ini akan menyusahkan karena ada nyawa lain di dirinya yang mesti dia pikirkan. Alhasil mereka menyetujuinya untuk menunda pengangkatan selir hingga perang berakhir.


Berselang tiga hari kemudian, para utusan dokter dari masing-masing kekaisaran mulai berdatangan. Kekaisaran Celosia juga mengirimkan tumbuhan herbal yang sangat banyak ke Evariste, tujuan Scarlesia menginginkan tumbuhan herbal ini adalah untuk mengajarkan beberapa resep obat atau racikan ramuan yang dapat membantu dalam perang nanti.


Sungguh, mulai sekarang dia mempunyai waktu yang super sibuk dalam melatih para dokter dan ia menyelingi waktunya untuk ikut melatih para ksatria. Pelatihan penyihir diserahkan sepenuhnya kepada Oliver, Lucas, Victor, dan Zenon. Sedangkan untuk melatih ksatria, ini diserahkan kepada Andreas, Elios, Louis, dan Xeon. Scarlesia hanya membantu sedikit melatih ksatria pemanah, kemudian Ayah dan kakaknya juga sibuk melatih ksatria di Roosevelt.


Tidak ada waktu bagi mereka beristirahat, hingga tiba suatu pesan yang membuat Scarlesia harus menghentikan aktivitasnya sementara waktu.


“YANG MULIA, GAWAT! BEBERAPA KEKAISARAN MENGALAMI MASALAH SERIUS!”

__ADS_1


__ADS_2