
“Apa sekarang kau yakin akan menantangku?”
Venos dan Archie saling beradu pandang, Archie benar-benar tidak bisa mengampuni perbuatan Venos pada Scarlesia. Kini dia tidak punya lain selain melawan Venos langsung, terlebih saat ini hanya ada dia yang bisa menghadapi Venos.
“Aku serius menantangmu, tidak hanya menantang bahkan aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri,” tekan Archie dengan tatapan mengintimidasi.
Venos terperangah seketika melihat kobaran api hitam di sepasang mata milik Archie, dia dapat merasakan bahwa Archie memiliki kekuatan yang sangat besar dari dalam dirinya. Namun, mengingat kalau Archie bukan lagi adiknya, ia mengurungkan perasaannya yang terlayang ingin membawanya kembali.
“Baiklah. Aku akan melihat sejauh mana kemampuanmu, aku yang akan mati ataukah dirimu? Sekarang majulah!”
Archie tidak menahan dirinya lagi, dia langsung menyerang Venos. Begitu pula dengan Venos tidak bisa berdiam diri lagi, ia meladeni serangan Archie sehingga kini di langit kekuatan mereka saling bertubrukan satu sama lain. Scarlesia hanya bisa menyaksikan dari bawah seraya berdo’a untuk keselamatan Archie.
“Kau tidak akan bisa mengalahkanku!” ujar Venos.
“Aku akan mengalahkanmu!”
Archie menambah daya serang dan memperkuat kekuatannya, aura hitam yang dikeluarkan Archie semakin lama semakin pekat. Saat ini aura hitam itu menyelimuti diri mereka berdua sehingga Scarlesia dan Shou tidak bisa melihat dengan jelas jalannya pertarungan mereka.
“Apa Archie akan baik-baik saja?” gumam Scarlesia khawatir.
“Tenang saja Yang Mulia, Tuan Archie pasti baik-baik saja. Anda harus percaya padanya,” kata Shou menenangkan Scarlesia.
Kemudian Archie mengubah aura hitamnya menjadi sebuah pedang, dia menggunakan pedang itu untuk menyerang Venos. Satu tebasan pedangnya berhasil menggores dada sebelah kanan milik Venos, tentu saja ini membuat Venos semakin bersemangat untuk melawan Archie.
“Sekarang aku akan lebih serius lagi. Jangan menyesalinya Archie karena aku akan membuatmu sadar kalau kau tidak apa-apanya dibandingkan aku.”
Venos bergerak menjauh dari Archie, dia merentangkan kedua tangannya dengan kepalanya mendongak menghadap langit. Archie berhenti sejenak mengambil napas sembari memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Venos.
__ADS_1
“WAHAI KEGELAPAN! AKU PANGGIL KALIAN MENGHADAPKU. PINJAMKAN AKU SEBENTAR KEKUATAN KALIAN.”
Venos menyeru ke arah langit, tiba-tiba saja aura hitam semakin besar menyelimuti mereka berdua. Aura hitam tersebut terserap ke dalam tubuh Venos, lama kelamaan bentuk tubuh Venos berubah menjadi lebih besar dan menyeramkan. Rambut hitam pendeknya berubah menjadi panjang, kuku tangannya juga menghitam dan tajam.
“A-apa? K-kenapa wujudnya berubah? Aku sekarang merasa bahwa sekarang dia terlihat lebih berbahaya,” pikir Archie.
Selesai perubahannya, Venos menyerang Archie secara bertubi-tubi namun Archie berhasil menahan dan menghindari serangan Venos. Bahkan kecepatan serangan Venos juga berubah, Archie nampak kewalahan menghadapi Venos. Tepat pada serangan mengarah pada dada Archie, ia tidak sempat menghindarinya hingga membuat Archie terpental cukup kuat ke permukaan tanah.
“ARCHIE!!!”
Scarlesia hendak menghampiri Archie bermaksud untuk membantunya, tapi Archie melarangnya sebab dia masih bisa bangkit dari serangan tersebut.
“Kakak diam saja di sana. Ini adalah pertarunganku, tolong percayakan semuanya padaku,” ucap Archie.
Scarlesia menahan dirinya sejenak seusai melihat pandangan meyakinkan di kedua mata Archie, dia berdiam diri menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh Archie berikutnya. Lalu Archie perlahan bangkit dengan sekujur badan gemetar karena rasa sakit akan serangan barusan masih terasa olehnya.
“Haha banyak omong!”
“Apa? Kau baru saja mengatakan aku apa?”
“Kau banyak omong! Suaramu berisik dan membuat telingaku sakit,” ledek Archie.
Venos naik pitam, ia menggertakkan giginya seraya memandang tajam Archie. Dia spontan melemparkan sebuah gumpalan bola hitam ke arah Archie dan untungnya Archie berhasil menghindar darinya.
Boommm!
Gumpalan bola hitam tersebut menghasilkan ledakan besar dan menghancurkan sebagian labirinnya. Archie memang tidak kena efek ledakan itu tapi Scarlesia kembali terpental jauh dari posisi awalnya. Shou langsung membantu Scarlesia, Archie naik darah melihat sang kakak celaka akibat ledakan yang dikeluarkan oleh Venos.
__ADS_1
“Berani kau… BERANINYA KAU MENCELAKAI KAKAKKU! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU! AKU TIDAK AKAN MEMBERIKANMU AMPUN!”
Archie tersulut amarahnya, dia seperti seekor hewan buas yang akan mencabik-cabik Venos. Di sela kemarahan Archie, angin tiba-tiba bertiup kencang di sekitarnya. Angin itu awalnya tampak biasa-biasa saja, tapi perlahan anginnya menutupi diri Archie lalu berubah warna menjadi angin hitam. Aura hitam Archie terasa pekat dan mencekik, aura hitam tersebut terserap masuk ke tubuh Archie sama seperti apa yang dilakukan oleh Venos sebelumnya.
Tidak lama kemudian, penampilan Archie berubah menyeramkan. Rambut Archie menjadi panjang, timbul taring di giginya, tubuhnya menjadi lebih tinggi dan dewasa, serta kukunya ikut menjadi hitam dan panjang. Perubahannya menyerupai perubahan yang dialami oleh Venos tadi, tentu saja hal ini membuat Venos terkejut sebab hanya sebagian kecil saja iblis hitam yang bisa menguasai perubahan ini.
“Aku tidak akan memaafkanmu sialan!”
Archie menyerang secara langsung tubuh Venos, ia menghantamnya menggunakan tinjunya beberapa kali dan membuat Venos terpelenting jauh. Venos kaget bukan main, kekuatan Archie meningkat drastis tanpa ada celah di sekitarnya. Venos segera bangkit untuk menyerang balik Archie, kemudian kekuatan mereka kembali bertabrakan satu sama lain.
“Archie… kenapa wujudnya bisa berubah?”
“Sepertinya itu luapan kekuatannya Tuan Archie,” jawab Shou.
“Luapan kekuatan? Apa itu berbahaya untuk dirinya?”
“Selagi dia bisa mengendalikannya, itu tidak akan menjadi bahaya untuk tubuhnya.”
Scarlesia menelan salivanya, perasaannya semakin tak menentu seakan hal buruk akan terjadi setelah ini. Scarlesia menyentuh dadanya, dia tidak bisa berpikir jernih karena firasat buruk tersebut mengontrol hati serta pikirannya sehingga membuat dirinya berada di ambang rasa takut yang tak karuan.
“Aku mohon… tolong lindungi Archie. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpanya,” batin Scarlesia berdo’a.
Venos dan Archie saling menyerang dan beradu kekuatan di atas udara, gerakan mereka sangat cepat sehingga bola mata tidak akan bisa mengikuti arah serangan mereka. Sampai pada akhirnya, salah satu serangan Venos berhasil mengenai badan Archie hingga terjatuh ke permukaan tanah. Venos kehilangan kendali, sementara Archie berada jauh darinya kini ia memiliki pikiran buruk untuk mencelakai Scarlesia. Dia terbang gesit ke arah Scarlesia, sekarang posisinya berada tepat di depan Scarlesia.
“Menjauhlah! Jangan arahkan tangan kotormu pada Yang Mulia!” gertak Shou berdiri di depan Scarlesia untuk menghadang Venos.
“Seharusnya kau aku bunuh sedari tadi! Keberadaanmu benar-benar menjadi ancaman besar bagi dewa kegelapan. Sejak awal kau memang seharusnya tidak ada!” kata Venos penuh penekanan sambil menggerakkan tangannya bersiap untuk mengeluarkan serangannya.
__ADS_1
“JANGAN SENTUH KAKAKKU SIALAN!”