Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Amukan Alam


__ADS_3

“Hahaha bagus! Kerja bagus semuanya. Akhirnya gadis itu meminum darahku.”


Suara tawa Leroux bergaung di istananya, dia puas setelah Venos berhasil menjalankan rencananya untuk meracuni Scarlesia. Raut wajahnya terlihat bahagia, singgasananya diisi oleh perempuan-perempuan cantik untuk menemaninya bersenang-senang hari ini.


“Aku terlalu lama membiarkan gadis itu bermain-main, tapi sekarang dia tidak akan bisa lagi melawanku karena aku sudah merusak jiwanya. Dirinya hanya tersisa tubuh kosong tanpa jiwa, ini akan memudahkan rencanaku ke depannya,” ujar Leroux meneguk anggur yang telah disajikan oleh koki istananya.


“Lalu apa rencana kita selanjutnya Yang Mulia?” tanya Zin, siluman ular.


“Rencana? Apakah kau pikir kita sudah berhasil sepenuhnya?”


“Maksud anda ada kemungkinan bahwa gadis itu akan hidup kembali?”


Leroux mengerutkan keningnya, dia memang berpikir demikian sebab Scarlesia mempunyai dewa dan dewi di sisinya.


“Ya, memang tidak menutup kemungkinan gadis itu kembali dari kematian. Aku yakin dia akan dibantu oleh kekuatan seluruh dewa dan dewi, karena itu aku memerintahkan kalian semua untuk menghadang jalan ke istana langit. Kalau mereka ingin menghidupkan lagi gadis itu berarti Xeon akan membawanya masuk ke istana langit. Jangan biarkan hal itu terjadi, kalian mengerti?” seru Leroux memberi perintah kepada bawahannya.


“BAIK YANG MULIA!” sahut mereka serentak.


Leroux memperbaiki posisi duduknya, dia menarik seorang wanita ke pangkuannya dan gelas anggurnya yang sudah kosong diisi kembali hingga penuh.


“Aku tidak akan membiarkan rencana kalian berhasil, seperti biasa aku akan menggagalkan lagi dan lagi rencana basi kalian itu. Jangan lupakan soal kutukan yang masih tertanam di dalam jiwa gadis itu, dengan kutukan itu aku bisa menghancurkannya lagi serupa dengan hal lalu. Gadis yang ditakdirkan menguasai alam semesta? Hahaha aku akan merebut kuasa alam semesta ini dari tangan gadis itu.”


Semenjak Xeon menyatakan Scarlesia tidak bisa tertolong, alam seakan menunjukkan amukannya. Secara tiba-tiba cuaca yang awal mulanya cerah berubah gelap, perlahan hujan badai menggulung seluruh kekaisaran. Petir bersamaan kilat menggelegar di luasnya langit, gunung berapi mengeluarkan muntahannya, serta suara hewan-hewan terdengar menangis untuk kematian Scarlesia.


Xeon spontan berdiri dan melihat ke luar jendela, dia merasakan perasaan de javu melihat kondisi alam benar-benar marah. Dia melirik ke pohon-pohon yang tumbuh dekat kamar Scarlesia, daun-daun pohon itu berguguran tak menentu, dari kejauhan Cici bersama kawanannya datang melawan badai. Kitty datang dari arah berlawanan, ia berlari sekencang mungkin dalam keadaan tubuh terbalut lumpur.

__ADS_1


“Masih tertanam di memoriku dengan jelas, pada saat Sia mati di medan perang keadaannya juga seperti ini. Alam menunjukkan amarahnya karena ratu mereka pergi meninggalkan mereka sampai akhirnya kami para dewa dan dewi kerepotan menenangkan mereka. Lalu hal yang sama terulang lagi hari ini,” batin Xeon memasang mata berkaca.


“Kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini? Kenapa alam seolah mengamuk?” tanya Archie keheranan.


“Ini karena kematian Sia, alam tidak menerima kematian ratunya. Mereka akan mengamuk bila ratunya mati, ini sama seperti kehidupan pertama Sia,” jawab Xeon masih memandang ke luar jendela.


“Ratu? Apa maksudmu dengan ratu?” tanya Elios.


Xeon berbalik menghadap mereka yang ingin tahu jawabannya.


“Sia adalah ratu alam semesta, kuasa alam semesta berada di tangannya. Alam semesta akan mengikuti perintahnya, jika dia memerintahkan untuk menghancurkan umat manusia maka alam semesta dengan senang hati akan mengikuti perintahnya. Itulah alasannya kenapa sekarang alam terlihat mengamuk karena ratu mereka telah mati,” terang Xeon.


Satu rahasia mengejutkan kembali terkuak, raut muka mereka tegang saat Xeon menjelaskan kepada mereka.


“Aku mengerti kalian marah sebab Scarlesia terkesan menampung beban besar untuk alam semesta ini. Namun, ini adalah pilihannya sendiri karena sejak awal Sia diciptakan dia memilih untuk menjadi seorang ratu. Kekuatan dewa dan dewi di dalam tubuhnya adalah tonggak awal kenapa dia bisa menguasai alam semesta ini. Kami tidak bisa ikut campur terlalu sering dengan masalah alam semesta ini tapi Sia bisa ikut campur sesuka hatinya,”


“Lebih 2000 tahun lalu Sia turun menyelesaikan satu persatu masalah yang dihadapi manusia dan makhluk hidup lainnya. Dulu kondisi dunia ini lebih buruk dari yang kalian kira tapi secara perlahan Sia memperbaikinya. Wanita mulai mendapatkan tempatnya, hewan-hewan tidak lagi menjadi bahan siksaan, serta hasil alam tidak lagi dieksploitasi dan dirusak. Dia banyak berkorban untuk memperbaiki tatanan dunia ini,”


Brakkk


Qirani datang bersama Feodor mendobrak pintu masuk kamar Scarlesia, dia mendengar semua penjelasan Xeon tentang Scarlesia yang merupakan ratu alam semesta. Kedatangan mereka membuat seisi kamar terlonjak kaget.


“T-tadi apa k-kau bilang? Lebih 2000 tahun lalu? Apa dia berambut emas?” tanya Qirani gelagapan.


“Aku rasa ini tidak perlu aku rahasiakan lagi. Ya, dia berambut emas, dia wanita yang menyelamatkan negeri ini bukan? Sia adalah orangnya, orang yang selalu kalian tunggu kepulangannya tidak peduli berapa lamanya itu,” ujar Xeon memaksakan bibirnya untuk tersenyum.

__ADS_1


Qirani menoleh ke arah Scarlesia, air matanya berlinang menatap cucu perempuan satu-satunya. Perlahan ia melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur Scarlesia, dia tidak kuasa menahan air matanya agar tidak keluar.


“Ternyata begitu… ternyata wanita yang ditunggu Evariste sekarang sudah berada di sini. Dia adalah cucuku sendiri, tapi apa sekarang dia harus pergi lagi? Padahal aku dan leluhur sudah bersusah payah menjaga negeri ini untuk menunggu kepulangannya, kenapa kamu harus pergi secepat ini?”


Qirani dan Feodor menangis di samping jasad Scarlesia seraya menggenggam tangannya serta mengelus kepalanya.


“Inilah alasan kenapa aku memilihkan tempat ini sebagai identitas Sia, karena rakyat Kekaisaran Evariste sudah pasti akan menyayanginya,” batin Xeon memandang Qirani dan Scarlesia dengan tatapan sendu.


“Kenapa pada saat pertemuanku dengan Sia, kematiannya tidak ditangisi oleh alam?” tanya Louis.


“Kalau masalah itu, aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Kalian akan segera mengeta….”


“KEMBALIKAN RATU KAMI!”


Sebuah suara yang cukup kencang berdengung hingga membuat telinga semua orang sakit. Seisi ruangan menutupi telinga mereka sebab suara itu semakin lama semakin kencang. Tidak hanya orang yang berada di istana mendengar suara tersebut, bahkan suaranya menggapai setiap telinga masing-masing manusia di dunia ini.


“KEMBALIKAN RATU KAMI!”


“Suara siapa itu? Arrrghhh telingaku sakit sekali,” ringis Oliver menutupi telinganya.


“Ini adalah suara dari alam, mereka sangat marah sekarang karena kematian Sia. Aku tidak punya cara untuk menghentikan mereka,” ucap Xeon.


Akan tetapi, suara tersebut tidak berlangsung lama dan dalam beberapa waktu setelah itu suaranya menghilang tak bersisa.


“Apakah ini sudah selesai?”

__ADS_1


__ADS_2