
Saat ini mereka semua masih sedang bersiap-siap, Erin dan Hana sebenarnya sempat mencegah Scarlesia untuk pergi karena mereka khawatir akan terjadi hal buruk pada Scarlesia tapi pada akhirnya mereka luluh oleh beberapa kata saja dari Scarlesia. Tidak lupa Scarlesia membawa busur suci kebanggaannya serta beberapa makanan dan minuman ia masukkan ke dalam dunia cermin agar dia bisa membawa semuanya tanpa ada beban yang berat.
“Oliver, apakah portal sihirnya sudah siap?” tanya Scarlesia pada Oliver yang sedang membuat portal sihir.
“Sedikit lagi selesai,” jawab Oliver masih terfokus.
Scarlesia berbalik dan menunggu portal sihir yang dibuat oleh Oliver hingga selesai. Sementara menunggu, ia memeriksa kekuatan busur sucinya terlebih dahulu.
“SIAAAA!!!”
“NONAAA!!”
Scarlesia menoleh ke sumber suara yang memanggil dirinya, dari arah mansion ia melihat Eldrick, Carlen, Aldert serta para ksatria pedang dan ksatria pemanah yang berduyun-duyun ingin menemuinya.
“Kenapa kalian kemari?” tanya Scarlesia memandang bingung.
“Ehemm,” dehem Aldert. “Aku minta maaf karena aku sudah salah paham padamu,” ungkap Aldert.
Scarlesia tersenyum begitu Aldert meminta maaf padanya, ia merasa bahwa Aldert masih dibayang-bayangi oleh masa lalu sehingga dia selalu meminta maaf pada Scarlesia meski di masalah kecil sekali pun.
“Aku tidak terlalu memikirkan masalah yang tadi, jadi kakak tidak perlu khawatir,” ucap Scarlesia.
“Sia, kau harus pulang dengan selamat. Kau mengerti?” tegas Eldrick.
“Awas saja kalau kau terluka sedikit pun,” gertak Carlen.
“Oke, aku akan pulang dengan selamat dan tanpa ada luka,” jawab Scarlesia.
“Nona, tidak bisakah anda membawa kami bersama anda?” tanya Robert, ketua ksatria pemanah.
“Betul Nona. Kami ingin membantu anda dalam masalah ini,”
“Tenang saja Nona, kami tidak akan menjadi beban untuk anda,”
“Iya, tolong biarkan kami ikut bersama anda Nona,”
Para ksatria lain ikut menimpali pertanyaan Robert, Scarlesia melihat mereka bersungguh-sungguh ingin ikut dengannya tapi dia tidak bisa membawa mereka masuk ke dalam bahaya.
“Tidak bisa. Kalian harus tetap di sini karena kita tidak tahu kapan bahaya akan datang, jadi jaga kediaman ini dengan baik. Kalian mengerti?”
__ADS_1
“MENGERTI NONA!” sahut mereka serentak.
Aldert mengeluarkan sebuah kalung dari dalam saku celananya, kalung tersebut berwarna hijau gelap dan berkilau lalu ia mengalungkannya ke leher Scarlesia.
“Sia, pakai kalung ini. Jika terjadi sesuatu yang buruk padamu maka aku bisa langsung mengetahuinya, ingat kalung ini jangan sampai dilepas,” ujar Aldert sembari mengingatkan adiknya.
“Baiklah. Akan aku ingat itu,”
“Sia, portal sihirnya sudah selesai. Ayo kita berangkat sekarang,” kata Elios menggenggam tangan Scarlesia.
“Oke. Baiklah semuanya aku pergi dulu ya dan juga Ayah tolong laporkan masalah ini pada kaisar lalu bilang padanya jangan mengirim siapapun ke laut utara karena aku tidak ingin ada korban di sini,” ucap Scarlesia seraya pamit.
“Oke, aku akan melaporkannya pada kaisar,” jawab Eldrick.
“Nona, hati-hati. Kami di sini akan mendo’akan keselamatan Nona,”
“Jika anda tidak bisa menghadapi monster laut itu, jangan segan-segan memanggil kami Nona,”
“Kembalilah dengan selamat Nona,”
Scarlesia melambai-lambaikan tangannya sambil tersenyum kepada mereka semua, sedangkan Ayah dan kedua kakaknya terlihat tidak rela melihat Scarlesia pergi tapi mereka memaksakan hatinya untuk merelakan langkah Scarlesia.
“Dewa dan dewi dimana pun kalian berada jika memang kalian menyayangi putriku, tolong jaga dia di saat aku tidak bisa melindunginya,” do’a Eldrick dalam hati.
Ketika mereka baru saja keluar dari portal sihir, betapa terkejutnya mereka dengan kondisi laut utara yang tidak lagi karuan. Banyak rakyat biasa yang terluka akibat serangan para monster tersebut, bangunan-bangunan sudah hancur lebur, semua tanaman juga ikut menjadi korbannya, serta anak-anak yang menangis karena terpisah dari orangtuanya.
“Ini sangat buruk. Ayo cepat sekarang kita bantu mereka, aku akan mengevakuasi semua orang di sini dan kalian urus para monster itu,” perintah Scarlesia bergegas mengevakuasi semua orang.
“Baiklah,”
Kini mereka satu persatu melaksanakan tugasnya, Scarlesia membantu orang-orang yang terluka dengan kekuatan penyembuhannya. Scarlesia yang sudah mahir menggunakan kekuatannya, ia hanya perlu melakukannya satu kali dan semua orang yang berada di sekitar tepi pantai sudah sembuh seketika.
“AYO CEPAT KALIAN YANG MASIH BERADA DI SEKITAR SINI, SELAMATKAN DIRI KALIAN!” seru Scarlesia.
Orang-orang berhamburan pergi menjauh dari tepi laut, mereka ketakutan hingga membuat rasa panik mereka menghilangkan kendali diri masing-masing.
“Huhuhu Ibuuuu hiksss,”
Seorang anak kecil perempuan yang tidak sengaja kehilangan jejak Ibunya kini tengah menangis sesegukan, di saat semua orang sibuk mengevakuasi diri, anak kecil ini malah mencari Ibunya.
__ADS_1
“Adik, kenapa menangis? Apa kamu tidak bisa menemui Ibumu?” tanya Scarlesia begitu lembut.
“Hikss kakak, Ibuku dimana?” tanyanya sesegukan.
“Nanti kita cari Ibumu, sekarang kau harus pergi dari sini dulu. Ayo kakak antar,”
Scarlesia memegang tangan anak kecil tersebut, sekarang dia sudah mulai berhenti menangis. Kemudian Scarlesia membawanya ke tempat evakuasi dan semua orang sudah berkumpul di sana.
“Bagaimana dengan nasib kita sekarang?”
“Aku tidak tahu! Kenapa bisa monster laut terbangun dan menyerang kita semua?”
“Aku takut kita akan mati di sini,”
“Para ksatria dan penyihir juga belum datang untuk menyelamatkan kita. Apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Raut ketakutan di ekspresi mereka terlihat sangat jelas, anak-anak yang menangis dan para orangtua yang tidak tahu mesti berbuat apa sekarang.
“LILY! LILY! DIMANA KAMU NAK?” teriak seorang Ibu yang mencari anaknya yang bernama Lily.
“IBU! AKU DI SINI!” sahut anak kecil yang bersama Scarlesia.
Ibu anak itu langsung menghampirinya begitu melihat anaknya aman bersama Scarlesia. Dia memeluk anaknya dengan erat, air mata haru mengalir deras di pipinya.
“Terima kasih! Terima kasih karena sudah menemukan anak saya,” ujar Ibu tersebut pada Scarlesia.
“Iya sama-sama,”
Scarlesia mengamati kembali situasi sekitarnya, saat ini mereka berada di ruang kosong yang cukup besar dan cukup jauh dari laut karena mereka tidak bisa lari kemana-mana selain berlindung di tempat ini.
“PERHATIAN SEMUANYA! TOLONG DENGARKAN AKU TERLEBIH DAHULU!” seru Scarlesia. Suara lantangnya mencapai ke seluruh orang, mereka langsung diam ketika Scarlesia menyeru.
“Sebelum itu untuk para orangtua, tolong diamkan anak-anak kalian yang menangis sebelum aku melanjutkan pembicaraan. Kalian akan aman di sini bersamaku, aku Scarlesia Eginhardt akan menjamin keselamatan kalian jadi aku mohon kerja sama kalian semuanya agar tetap diam di sini sampai aku menyelesaikan semuanya,” kata Scarlesia.
“Apakah pihak kekaisaran hanya mengirim anda Nona?”
“Bagaimana bisa mereka mengirim seorang anak perempuan? Terlebih anda adalah anak Duke Eginhardt,”
“Betul! Apakah mereka tidak memikirkan keselamatan kami di sini?”
__ADS_1
Mereka menyerang Scarlesia dengan berbagai pertanyaan dan perkataan yang bersifat meremehkan Scarlesia.
“Bukan pihak kekaisaran yang mengirimku kemari tapi aku yang datang sendiri, pihak kekaisaran belum ada yang tahu mengenai masalah ini,”