Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Pasukan Bayangan


__ADS_3

“Hmm…”


Ekspresi Xeon begitu serius, Scarlesia memandang heran Xeon yang tidak bersuara sedikit pun sejak mereka kembali dari Kekaisaran Evariste. Seolah saat ini ada hal lain yang dipikirkan olehnya, kini mereka tengah berada di ruang pertemuan karena ada beberapa hal yang ingin dibicarakan oleh Scarlesia. Tapi melihat Xeon yang seperti sekarang membuat Scarlesia terpaksa untuk memulai buka suara.


“Xeon, apa yang sedang kau pikirkan sebenarnya? Kenapa raut wajahmu tampak sangat serius?” tanya Scarlesia.


Segala lamunan Xeon buyar sesaat mendengar suara Scarlesia bertanya pada dirinya.


“Ada yang aneh dari kekeringan ini,” ucap Xeon.


“Haa benar aku juga merasa seperti itu,” timpal Oliver.


Scarlesia memiringkan kepalanya, sebenarnya dia juga merasa ada yang janggal dari kekeringan ini tapi mau berapa kalipun dia memikirkannya, tetap saja dia tidak menemukan jawaban yang tepat.


“Jadi bagaimana menurutmu kekeringan ini bisa terjadi?” tanya Scarlesia.


Sebelum menjawab pertanyaan Scarlesia, Xeon memperbaiki posisi duduknya agar terlihat lebih serius.


“Seperti yang aku duga, kekeringan itu disebabkan oleh gelombang monster yang akan datang,”


“Apa hubungannya dengan gelombang monster?” bingung Zenon.


“Jika gerbang monster utama terbuka, maka akan banyak monster yang keluar bahkan raja monster pun juga ikut keluar. Tapi, membuka gerbang monster dan membawa monster dalam jumlah banyak ke dunia manusia memerlukan energi alam,” jelas Xeon.


“Aku mengerti! Itu lah kenapa bisa ada kekeringan ekstrim karena energi alam disedot oleh gelombang monster yang akan terjadi sehingga menyebabkan kekeringan, kegersangan, serta tumbuhan kesulitan untuk bertahan hidup,” ujar Scarlesia spontan mengerti meski belum sepenuhnya dijelaskan oleh Xeon.


“Benar! Kekeringan karena berkurangnya energi alam ini hanya bisa ditangani oleh kekuatan dewa langit seperti yang dilakukan oleh Sia sebelumnya yaitu kekuatan yang bisa mengatur seluruh cuaca di alam semesta,”


“Jadi tidak heran kenapa para penyihir tidak bisa menanganinya,” ucap Oliver.


“Nah sekarang apa yang harus kita lakukan selanjutnya Sia?” tanya Elios membuka topik baru.


“Baiklah, aku akan menjelaskan kepada kalian mengenai apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi perang dengan monster selama 1,5 bulan ke depan,”

__ADS_1


Scarlesia mulai berbicara mengenai pembagian tugas, yang pertama pelatihan ksatria berpedang akan diserahkan kepada Andreas dan Carlen, kedua pelatihan para penyihir akan diserahkan kepada Oliver dan Aldert, ketiga pelatihan ksatria pemanah akan dilakukan oleh Scarlesia sendiri bersama Elios, ketiga pengumpulan tanaman herbal akan diserahkan kepada Zenon karena dia lebih banyak tahu soal tanaman herbal, keempat pembuatan ramuan untuk meningkatkan stamina yang juga akan dilakukan oleh Scarlesia bersama Louis dan Xeon.


Kemudian Scarlesia mengumpulkan seluruh ksatria di lapangan latihan, jumlah ksatria yang bekerja di bawah naungan Duke Eginhardt cukup banyak dan hampir memenuhi lapangan. Ketika mereka dikumpulkan, terlihat raut bingung di wajah mereka karena Scarlesia belum memberikan penjelasan apapun mengenai alasan mereka


dikumpulkan saat ini.


“Aku mengerti kalian pasti bingung dikumpulkan secara tiba-tiba tapi aku mengumpulkan kalian bukan tanpa sebab atau alasan karena aku akan menjelaskan semuanya kepada kalian dari awal,” seru Scarlesia berdiri di hadapan mereka semua.


Lalu Scarlesia memberitahu mereka soal gelombang monster yang akan terjadi nantinya, mereka tegang ketika dijelaskan mengenai masa depan yang dilihat oleh Scarlesia. Mereka antara percaya atau tidak karena mereka berpikir bahwa belum tentu hal semacam itu akan terjadi. Namun, semakin lama penjelasan Scarlesia mulai membuat apa yang mereka pikirkan sebelumnya itu tidak benar bahkan apa yang dikatakan oleh Scarlesia saat ini membuat mereka percaya ditambah dengan ekspresi Scarlesia yang tidak terlihat seperti orang yang mengada-ada.


“Mungkin ini terdengar sedikit tidak masuk akal tapi aku tidak berbohong pada kalian, aku mengumpulkan kalian di sini karena aku ingin mengatakan bahwa kalian harus bersiap dengan apa yang akan terjadi. Aku tidak mau kalian mati saat melawan monster-monster itu, maka dari itu aku akan memberikan kalian pelatihan khusus untuk menghadapi pertempuran yang akan terjadi 1,5 bulan lagi. Jika kalian tidak percaya padaku atau kalian merasa takut, kalian boleh mundur dari sekarang,” jelas Scarlesia tegas.


Para ksatria tersebut saling beradu pandang satu sama lain sembari memikirkan apa yang dikatakan oleh Scarlesia.


“SAYA PERCAYA KEPADA NONA!” teriak salah seorang ksatria.


“SAYA JUGA PERCAYA KARENA ITU SAYA AKAN MELAKUKAN PELATIHAN YANG ANDA KATAKAN,”


“NONA JANGAN KHAWATIR! KARENA KAMI SEMUA PERCAYA PADA ANDA,”


“Pelatihan jenis apa yang akan kita lakukan Nona?” tanya salah seorang ksatria berpedang.


“Besok kalian akan segera mengetahuinya. Jadi aku sarankan kalian beristirahat lebih cepat hari ini karena latihan besok cukup melelahkan,” saran Scarlesia.


“BAIKLAH NONA!”


Selepas itu, mereka langsung bubar menuju kamar masing-masing. Atas perintah Scarlesia, segala jenis kegiatan ksatria untuk hari ini ditiadakan. Kemudian, Scarlesia pergi menemui Carlen di kamarnya karena ada sesuatu yang penting ingin dibicarakannya.


“Tumben kau kemari, apa yang ingin kau katakan padaku Sia?” tanya Carlen.


“Kak, bukankah kakak punya pasukan bayangan?”


“Huh? Dari mana kau mengetahuinya?”

__ADS_1


“Aku kan punya mata dan telinga dimana-mana,” jawab Scarlesia tersenyum.


“Jadi, maksudnya kau datang kemari untuk mengatakan soal pasukan bayanganku?”


Scarlesia menganggukkan kepalanya.


“Tepat sekali! Pasukan bayangan kakak berasal dari klan beracun bukan? Setahuku klan ini sudah lama berakhir tapi tidak aku sangka masih ada diantara mereka yang tersisa. Bisakah kakak mempertemukan aku dengan mereka? Karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan bersama mereka,” ucap Scarlesia.


Carlen berpikir sejenak sebelum menjawabnya.


“Baiklah, aku akan membawamu untuk bertemu mereka sekarang,”


Carlen membawa Scarlesia melalui sebuah terowongan yang tersembunyi di dalam ruang bawah tanah. Terowongan yang gelap dan sangat lembab dikarenakan terowongan tersebut terdapat saluran air. Mereka berhenti di depan sebuah dinding, di sana ternyata ada tombol menuju ke dalam ruangan yang lumayan besar. Di dalam ruang tersebut sudah ada beberapa orang di sana, mereka menyambut kedatangan Carlen yang mendadak tanpa pemberitahuan.


“Tuan, kenapa anda tidak mengabari kami terlebih dahulu jika ingin berkunjung kemari?” tanya Felix, wakil komandan dari pasukan bayangan.


“Ahh maaf, apa kalian sedang sibuk?”


Scarlesia melihat mereka seperti sedang melakukan semacam pertemuan.


“Tidak tuan, kami sedang tidak sibuk. Tapi sepertinya anda membawa Nona,”


Scarlesia tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Felix.


“Kau mirip dengan Dion dari ksatria pemanah, apa jangan-jangan kau adalah saudaranya?” tebak Scarlesia yang sejak tadi memperhatikan wajah Felix yang mirip dengan Dion.


“Ahh apakah anda mengenal Dion Nona? Dion adalah adik saya, jadi tidak heran jika banyak orang yang mengatakan kami berdua mirip,” jawab Felix sumringah.


“Pantas saja kalian berdua mirip ternyata adik kakak,” ujar Scarlesia.


“Apa Max ada di sini?” tanya Carlen, matanya mencari keberadaan Max.


“Komandan baru saja pergi keluar. Sebentar lagi mungkin dia akan kembali,”

__ADS_1


Felix lalu menyuruh mereka berdua untuk masuk terlebih dahulu, jumlah pasukan bayangan milik Carlen ini tidak banyak. Jumlah mereka berkisar tidak lebih dari 50 orang tapi walaupun begitu, mereka punya kemampuan bertempur yang kuat dan selama hampir 7 tahun mereka bekerja di bawah perintah Carlen.


“Tuan, ternyata anda ada di sini,”


__ADS_2