Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Laporan


__ADS_3

“Hei kau tidak lupa dengan taruhannya kan?”


Abigail menggertak giginya, kedua matanya memeloti Scarlesia seraya menekan amarahnya.


“Aku tidak lupa,” jawabnya dengan berat hati


“Oke, bagus! Lakukan langsung besok. Aku akan mengawasimu,” ujar Scarlesia berbalik pergi. “Oh iya, jangan pernah sesekali mencoba merebut pria-priaku ini. Walaupun kau yang menang di perburuannya aku tetap akan mengambil mereka kembali darimu. Kalau perlu aku bunuh saja kau sekalian, dasar sampah!”


Scarlesia puas setelah mengatakan itu pada Abigail, ekspresi Abigail sungguh membuatnya ingin tertawa. Dia tidak ingin lama-lama berada di sana karena melihat wajah Abigail, Rashid, dan Duchess Debora membuatnya muak.


“Duchess, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Rashid.


“Kita harus membuatnya kalah di ujian terakhir, apa pun yang terjadi Abigail harus naik ke tahta kaisar. Di ujian keempat nanti kita buat wanita itu tidak punya muka di depan rakyat, buat dia menjadi dibenci oleh orang lain maka akan mempermudah Abigail naik ke tahta selanjutnya,” ucap Duchess Debora memandang penuh kebencian Scarlesia dari belakang.


Sesampainya di istana, Scarlesia segera masuk ke kamarnya untuk beristirahat sejenak. Burung kenari dan iguana yang diselamatkannya juga ikut ia bawa masuk. Scarlesia menghempaskan tubuhnya ke atas sofanya.


“Yang Mulia, mereka berdua akan tinggal di sini?” tanya Hana.


“Oh iya aku hampir melupakannya,” Scarlesia menegakkan tubuhnya. “Apa yang akan kalian lakukan setelah ini?”


Burung kenari dan iguana tersebut saling beradu pandang.


“Yang Mulia, izinkan kami berdua melayani anda. Saya tahu bahwa sudah ada raja di sisi anda tapi kami juga ingin membantu anda,” ujar si iguana itu.


“Benar Yang Mulia, kami memiliki beberapa teman lagi yang tersebar ke seluruh dunia jadi jika anda membutuhkan info maka kami bisa membantu anda untuk mencarikannya,” timpal burung kenari.


Scarlesia mengangguk-angguk, ia pikir bahwa yang dikatakan oleh mereka ada benarnya juga karena dia harus mencari informasi sedetail apa pun mengenai dunia saat ini.


“Baiklah, mulai sekarang kalian akan menjadi kaki tanganku. Apakah kalian sudah punya nama?”


“Belum Yang Mulia,”

__ADS_1


“Oke, kalau begitu burung kenari akan aku beri nama Lulu dan iguana bernama Loki. Mulai sekarang kalian adalah pemimpin dari kawanan kalian, bantu aku mencari info penting yang tersebar di seluruh dunia ini. Laporkan padaku segera jika ada sesuatu yang janggal terjadi,” perintah Scarlesia.


“Baik Yang Mulia, akan segera kami laksanakan,”


Lulu dan Loki begitulah ceritanya mereka menjadi salah satu kaki tangannya, sekarang Scarlesia sudah memiliki banyak orang yang berada di pihaknya sebab ini adalah suatu keharusan untuknya yang sebentar lagi akan menghadapi akhir dunia ini. Ia harus memperluas koneksinya, memperbanyak relasinya, ia mesti mengumpulkan orang-orang kuat sebanyak mungkin. Dia tidak bisa menghadapi masalah dunia ini seorang diri, meskipun Scarlesia kuat tapi dia butuh orang lain untuk melakukannya.


“Fyuuhhh,” ini sudah ke sekian kalinya Scarlesia menghela napasnya, dia melihat pantulan wajahnya dari cermin. Tampak jelas bahwasanya ia sangat lelah dengan berbagai pikiran yang mengisi penuh kepalanya.


“Yang Mulia, anda jangan terlalu banyak berpikir. Jangan paksakan diri anda,” ucap Erin.


“Ya, tapi ini terlalu rumit untukku. Mau berapa kali pun aku memikirkannya tetap saja tidak ada jawaban yang tepat dari pertanyaan yang bersarang di otakku,” keluh Scarlesia.


Tiba-tiba Hana masuk, dia baru kembali dari perpustakaan karena Scarlesia memerintahkannya mencari buku yang terakhir kali ia baca kemarin lusa.


“Bagaimana? Apa kau menemukannya?”


Hana menggelengkan kepalanya.


“Aneh sekali, buku itu muncul dan menghilang secara tiba-tiba. Aku ingin menanyakannya pada Xeon tapi aku tidak bisa membebaninya lagi, dia terikat sumpah dengan dewa pencipta. Jika secara tidak sengaja dia memberitahuku, bukankah itu bahaya bagi hidupnya? Ya sudahlah sebaiknya aku memang harus bersabar,” batin Scarlesia.


Melihat mimik serius Scarlesia yang tengah berpikir keras membuat Erin dan Hana khawatir karena Scarlesia tidak menghabiskan sarapannya sebab pikiran rumitnya tersebut.


“Anda harus mengistirahatkan sejenak pikiran anda Yang Mulia,” kata Erin.


“Tidak! Sekarang aku harus bertemu dengan kaisar karena masih ada beberapa hal yang ingin aku laporkan pada beliau,”


Erin dan Hana tidak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan Scarlesia, mereka mendampingin Scarlesia untuk pergi ke ruang kaisar. Pas sekali Edward berada di dalam waktu senggang jadi ia bisa berbicara dengan bebas.


“Ada apa? Apakah ada yang mau kau bicarakan?” tanya Edward.


Scarlesia tak sengaja melihat Bely yang tertidur dalam keadaan perutnya yang sudah gembung.

__ADS_1


“Sepertinya Yang Mulia terlalu memanjakan Bely,” pikir Scarlesia.


“Yang Mulia, mengenai penyihir yang mengincar nyawa saya kemarin adalah penyihir hitam yang merupakan sisa bawahan dari Ratu Miranda. Sebagaimana yang anda ketahui, Ratu Miranda sudah lama saya bunuh tapi para bawahannya masih ada yang berkeliaran. Setelah saya tanya pada mereka, yang memberi perintah pada mereka adalah Duchess Debora,” lapor Scarlesia.


“Ratu Miranda? Jadi yang ingin kau katakan adalah Duchess Debora pernah bekerja sama dengan Ratu Miranda? Tapi demi tujuan apa?”


“Untuk menjadi kaisar!”


Deg!


Kedua mata Edward membulat sempurna saat Scarlesia mengatakan tujuan Duchess Debora yang sebenarnya seolah ia tidak percaya atas apa yang dia dengar sekarang.


“Apa kau yakin soal ini?”


“Yakin Yang Mulia, saya juga menduga dalang di balik hilangnya anak-anak bangsawan adalah Duchess Debora sendiri. Ratu Miranda membutuhkan tumbal untuk memperkuat dirinya sehingga dia meminta Duchess Debora untuk mencarikan tumbal untuknya dan sebagai gantinya Ratu Miranda akan membantunya naik ke tahta kaisar,” jelas Scarlesia.


“Karena kau membunuh Ratu Miranda, jadi dia menaruh dendam padamu serta kedatanganmu yang menggemparkan sebagai anak dari adikku menambah kebenciannya padamu sehingga ia ingin membunuhmu untuk mempermudahnya naik ke tahta selanjutnya?” duga Edward.


“Ya, itu benar Yang Mulia. Dia menggunakan Abigail sebagai batu pijakannya, jadi ketika Abigail berhasil menduduki tahta kaisar maka dia akan membunuh Abigail beserta Pangeran Rashid sekaligus. Jika keturunan kaisar lenyap seluruhnya, itu akan memudahkannya menjadi kaisar,”


“Tapi kita tidak punya bukti untuk menuduhnya,”


“Kenapa kalian tidak membuatnya mengaku saja secara langsung?” sela Bely.


“Apa yang kau katakan? Bagaimana bisa aku bisa membuatnya mengakui kesalahannya di hadapan banyak orang?” balas Scarlesia.


“Bisa saja, aku bisa membuatnya mengaku dengan mudah menggunakan kekuatanku,”


“SUNGGUH??!” Scarlesia terlihat riang ketika Bely berkata bahwa ia bisa menangani masalah seperti itu.


Edward bingung melihat Scarlesia berbicara bersama Bely sebab dia tidak bisa memahami bahasa hewan seperti Scarlesia.

__ADS_1


“Tentu saja, aku akan membantu kalian melakukannya asalkan aku diberi makan enak terus setiap hari,”


__ADS_2