
“Sepertinya Cyrill akan melakukan hal yang tidak senonoh pada Yang Mulia, saya sudah berusaha untuk keluar dari dunia cermin agar bisa menolongnya tapi sepertinya Cyrill memblokir segala akses masuk ke dalam kastil tersebut. Bahkan saya yang berada paling dekat dengan Yang Mulia tidak bisa keluar dari dunia cermin, sejak tadi saya berusaha menghubungi Xeon tapi tidak ada jawaban dan saya mencoba menghubungi anda sekarang dewa perang karena Sia berada di dalam situasi genting,” lapor Shou pada Carolus.
“Apa kau tahu dimana lokasi kastilnya Cyrill?” tanya Aefar.
“Tidak, saya tidak tahu karena saya tidak bisa keluar dari dunia cermin untuk mengeceknya. Apa yang harus saya lakukan sekarang? Saya sungguh tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada Yang Mulia,”
“Sekarang kau tenang saja, kami di sini akan membantu sebisanya. Kau tetap berjaga dan segera laporkan padaku bila ada sesuatu yang lebih darurat lagi,” pungkas Carolus memutus komunikasinya dengan Shou.
“Sekarang kita harus apa?” Tavisha bertanya memasang mimik khawatirnya.
“Kita harus melakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang. Kita harus mencari keberadaannya dengan teliti, tidak ada yang bisa kita lakukan sesuatu yang lebih daripada ini,” jawab Carolus.
Pada saat yang bersamaan di Kekaisaran Evariste, berita mengenai hilangnya Scarlesia tersebar dengan sangat cepat.
Di alun-alun kota
“YANG MULIA PUTRI MAHKOTA MENGHILANG!”
“YANG MULIA PUTRI MAHKOTA MENGHILANG!”
Seru seorang pria, sebab itulah orang-orang semuanya menghentikan segala aktivitasnya dan segera berkumpul untuk memastikan berita tersebut.
“Apa berita itu benar? Katanya Yang Mulia Putri Mahkota menghilang,”
“Iya, banyak ksatria yang mengatakan bahwa beliau diculik oleh seseorang yang sempat berselisih paham dengan salah satu calon selir Yang Mulia pada malam penobatan,”
“Calon selir? Yang Mulia sudah memiliki calon selir?”
“Benar, Yang Mulia sudah punya beberapa calon selir. Itu bukan masalah penting, sekarang kita harus membantu untuk mencari keberadaan Yang Mulia,”
__ADS_1
“Tapi dimana kita bisa menemukannya? Bahkan gambar pelakunya pun tidak ada oleh kita, bagaimana cara kita mengenali pelakunya?”
Tiba-tiba saja dari atas langit turun banyak kertas yang berisi gambar wajah Cyrill di dalamnya, kertas itu entah datang dari mana dan di kertasnya tertulis beberapa kata.
“Temukan pria ini, dialah yang membawa Yang Mulia Putri Mahkota.”
Suasana kekaisaran langsung heboh seketika menerima kertas gambar wajah Cyrill. Sebenarnya kertas itu dibuat oleh dewa langit tanpa mereka ketahui.
“INI PENCULIKNYA! CEPAT SEKARANG KITA CARI DIA!”
“AYO KITA BERPENCAR DAN MINTA PRIA GILA INI MENYERAHKAN PUTRI MAHKOTA KITA,”
“CEPAT KITA BERANGKAT SEKARANG!”
Tidak hanya Evariste saja, bahkan kekaisaran yang lain pun juga ikut andil di dalam pencarian Scarlesia. Situasi terkini istana Kekaisaran Evariste menggemparkan sekali, Scarlesia sudah hilang sejak kemarin dan hingga sekarang belum ditemukan keberadaannya. Hana dan Erin tidak kunjung berhenti menangisi kehilangan Scarlesia ini.
“Yang Mulia, kami tidak menemukan jejak keberadaan putri mahkota di mana pun,” lapor seorang ksatria.
“Sudah Yang Mulia, kami sudah memeriksa sedetail mungkin tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan putri mahkota di sana,” jawab ksatria tersebut.
“Lanjutkan pencarian ke tempat lain,” titah Edward.
“Baik Yang Mulia,”
Kemudian Kitty dan para bawahannya juga mencari Scarlesia, mereka berpencar ke segala arah namun hasilnya juga sama saja, tidak mereka temukan jejak keberadaan Scarlesia.
“Raja, kami tidak bisa menemukan Yang Mulia juga,” ucap seekor singa.
“Kami juga raja, tidak ada jejak Yang Mulia dimana pun,” sambung Cici.
__ADS_1
“Perluas pencarian! Kalau bisa hubungi seluruh kawan-kawan kita yang ada di kekaisaran lain! Cari ke seluruh tempat dan jangan sampai ada yang tertinggal,” perintah Kitty.
“Baik raja!”
Lalu Kekaisaran Celosia juga heboh sesaat mendapatkan kabar mengenai hilangnya Scarlesia. Saat ini Oscar, selaku putra mahkota Kekaisaran Celosia juga segera mengirim tim pencarian untuk mencari Scarlesia.
“Periksa seluruh tempat di Celosia! Jangan sampai ada yang terlewatkan! Ingat wajah pria yang ada di kertas ini, dia yang sudah membawa putri mahkota Evariste!” perintah Oscar pada ksatrianya.
“Baik Yang Mulia!”
“Kak, apa yang akan terjadi pada Sia? Pria itu aku bertemu dengannya pada saat malam penobatan dan Sia kesakitan begitu melihatnya,” ujar Natasha tidak bisa berhenti khawatir.
“Tenang saja, dia pasti baik-baik saja. Aku yakin itu,”
Kekaisaran Thyme juga melakukan hal yang sama, kecuali Kekaisaran Roosevelt tidak mengirim bala bantuan apa pun. Hanya kediaman Duke Eginhardt saja yang bergerak ditambah beberapa pendukung Duke Eginhardt juga membantu dalam pencarian kali ini. Orang-orang yang dulu dibantu oleh Scarlesia di Roosevelt, turut merasa khawatir padanya.
“Kakak, apakah Kakak Sia akan baik-baik saja? Aku khawatir setelah mendengar berita ini,” kata Luna.
“Percayakan saja, kau kan tahu Kak Sia adalah dewi yang sudah menyelamatkan hidup kita,” balas Theo.
Theo dan Luna adalah dua kakak beradik yang tinggal di panti asuhan yang dulunya pernah diselamatkan oleh Scarlesia. Mereka mengirim do’a untuk Scarlesia supaya ia diberi keselamatan dan bisa pulang dengan cepat.
Andreas mengerahkan seluruh tenaganya untuk terbang kesana kemari untuk mencari Scarlesia, begitu pula dengan Zenon yang terbang ke segala tempat. Oliver memerintahkan semua penyihir untuk melacak keberadaan Scarlesia, Louis juga melakukan hal yang sama dengan Andreas dan Zenon, serta Elios meminta bantuan pada Ayah dan Ibunya untuk mengirim para iblis putih ikut dalam pencarian Scarlesia.
Sedangkan Xeon, juga ikut mencari menggunakan benang merahnya karena biasanya dia mudah melacak keberadaan Scarlesia menggunakan benangnya. Namun, tidak ada hasil yang dia dapatkan dari pencariannya. Archie, sang adik Scarlesia ikut mencari kakaknya juga dan dia telah berada di level kekhawatiran yang nyaris tak terkontrol.
Sementara mereka mencari Scarlesia, saat ini di kastil milik Cyrill yang tempatnya tersembunyi dan tidak bisa ditemukan oleh siapa-siapa, Scarlesia tengah melawan rasa sakit yang menyerang kepala serta jantungnya. Scarlesia meronta sembari meringis, Cyrill berada di atas tubuhnya seraya menahan Scarlesia agar tidak bergerak leluasa.
“Oke, aku lebih suka melihatmu seperti ini. Gairahku semakin menggelora melihatmu merintih apalagi sampai menangis,” ujar Cyrill.
__ADS_1
Jemari Cyrill mulai menggeranyangi badan Scarlesia, ia menyentuh setiap titik vitalnya. Suara teriakan Scarlesia bertambah kencang dan membuat gendang telinga Cyrill seolah akan pecah. Dari dalam tubuh Scarlesia, tanpa disadari sebuah cahaya silau berwarna putih keluar dan menghantam Cyrill untuk menjauh dari atas tubuh Scarlesia. Cahaya itu makin terang dan membuat Cyrill merasakan panas.
“Cahaya perlindungan dewa pencipta? Jadi dewa pencipta memasang perlindungan sehebat ini untuk Sia? Sial! Dadaku sakit sekali karena dihantam dua kali olehnya, apa yang harus aku lakukan sekarang?”