Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Berendam Dalam Kolam Suci


__ADS_3

“Ayah beneran demam,” kata Aldert.


“Ya sudah, aku kan sudah di sini, jadi sekarang aku bisa menyembuhkan Ayah,”


Scarlesia segera mengeluarkan kekuatan penyembuhannya, dia menggenggam tangan Eldrick sembari memejamkan matanya. Beberapa detik berselang, kini demam Eldrick sudah turun sepenuhnya.


“Sudah selesai, biarkan Ayah beristirahat dulu. Setelah bangun tubuh Ayah akan segar kembali,” tutur Scarlesia. “Ayo kita keluar,” ajak Scarlesia beranjak keluar dari kamar Eldrick.


Pada saat yang bersamaan di istana kegelapan, Zin menyeret Cyrill ke hadapan Leroux. Sekujur badannya penuh dengan noda darah, dia mencoba menegakkan wajahnya untuk menatap Leroux yang sedang duduk di atas singgasananya bersama beberapa gadis dari klan iblis hitam.


“Saya menghadap pada sang dewa kegelapan,” ucap Cyrill memaksakan dirinya untuk memberi salam.


“Kau gagal kan? Ya aku sudah mengira kau akan gagal dalam misi pembunuhan gadis itu. Sejak dulu kau tidak pernah melupakannya bukan? Kau menunggu hingga hari ini datang bahkan aku dengar kau hampir menikahinya. Sebenarnya apa maksudmu bergabung denganku?”


Tatapan penuh intimidasi dari Leroux membuat Cyrill tidak bisa berkutik, sekujur badannya bergetar karena takut. Cyrill tidak bisa menjawab pertanyaan dari Leroux, lidahnya kaku, serta suaranya tidak bisa keluar untuk menanggapinya.


“Kau diam? Oke, aku akan menganggap bahwa dugaanku tentang kau yang memanfaatkanku itu adalah benar adanya,”


Deg!


Cyrill melotot, tidak menyangka Leroux akan mengetahui niat terselubungnya.


“T-tidak, bukan begitu Yang Mulia, saya….”


Leroux bangun dari singgasananya, dia melangkah maju mendekati Cyrill.


“Aku sudah tahu semuanya,”


“Mohon ampuni saya Yang Mulia, tolong beri saya satu kesempatan lagi,” mohon Cyrill sambil bersujud.


“Basi!”


Kemudian Leroux menjentikkan jarinya, dalam satu kejapan dan satu jentikan jarinya Cyrill lenyap seketika karenanya. Jiwa Cyrill disimpan oleh Leroux dalam sebuah botol kecil dan dia melemparkan botol itu pada Zin.


“Simpan itu! Jangan sampai hilang, bagaimana pun nanti jiwa Cyrill akan berguna saat peperangan akhir,”


Kembali lagi pada Scarlesia yang tengah sibuk di dalam kamarnya, dia membuka seluruh pakaiannya dan kini hanya mengenakan bathrobe untuk menutupi badannya sebelum berendam di dalam bathup. Di kala dia sedang menunggu Erin dan Hana menyiapkan air untuknya mandi, tiba-tiba saja Xeon dan prianya yang lain menerobos masuk ke dalam kamarnya sehingga membuat Scarlesia terperanjat kaget oleh ulah mereka.


“Aduh kalian membuatku kaget saja, ada apa?” tanya Scarlesia.


“Apakah kau sudah selesai mandi?” tanya Louis balik.


“Belum, memangnya kenapa?”


Louis menganggukkan kepalanya kepada yang lain, tanpa banyak bicara langsung saja dia menggendong Scarlesia.


“AAAHHH KENAPA? ADA APA? TURUNKAN AKU! AKU MAU MANDI!” teriak Scarlesia.

__ADS_1


Karena teriakannya yang kencang, Erin dan Hana spontan berlari ke kamar untuk memastikan apa yang menyebabkan Scarlesia teriak.


“YANG MULIA, ADA APA? APA ADA ORANG….”


“Hei kalian berdua ikut juga sini,” ajak Oliver.


Hana dan Erin hanya bisa mengiyakannya saja, mereka mengekor di belakang. Scarlesia meronta beberapa kali meminta untuk diturunkan sebab di merasa sangat malu karena para pekerja memperhatikannya yang sedang digendong Louis dan hanya mengenakan bathrobe saja.


“Kalian mau bawa aku kemana?” tanya Scarlesia.


“Lihat saja, sebentar lagi kita akan sampai,” jawab Andreas.


Scarlesia mengerucutkan bibirnya, tak tahu entah kemana dia akan dibawa oleh mereka. Ternyata mereka mengajaknya ke kolam suci kekaisaran, di sana ada Qirani, Jessie, serta Agnes yang menunggu kedatangannya.


“Mengapa kita ke kolam suci? Ada apa memangnya? Apakah ada keturunan lain yang baru saja ketemu?” bingung Scarlesia.


Tak ada yang merespon kebingungannya, Louis membawanya ke tepi kolam lalu langsung menceburkan Scarlesia ke dalam kolam suci tersebut.


Byurrrr


“Kyaaaa! Kenapa kau menceburkanku ke dalam kolam suci?” Scarlesia berusaha keluar dari kolam itu tapi dilarang oleh mereka.


“JELASKANLAH PADAKU! KENAPA KALIAN MENCEBURKANKU KE DALAM KOLAM SUCI?  JANGAN MEMBUATKU MARAH YA,” bentak Scarlesia emosi.


“Oke, kami akan bertanya padamu. Apa saja yang sudah dilakukan oleh Cyrill padamu?” tanya Xeon serius.


“Cepat saja jawab!” desak Xeon.


Scarlesia terpaksa menceritakan pada Xeon tentang dirinya yang sempat ditelanjangi oleh Cyrill dan memegang beberapa titik vital, serta ciuman pipi yang tadi mereka saksikan. Aliran darah mereka naik turun mendengar cerita Scarlesia, marah sebab mereka tidak terima Cyrill menjamah dan meraba tubuh Scarlesia.


“Itu saja, tidak ada yang lain lagi. Tenang saja, aku tidak sampai diperkosa oleh pria menjijikkan itu,” ujar Scarlesia mencoba meyakinkan mereka.


“Ya sudah, kau harus berendam di sini selama satu minggu!” tegas Elios diangguki oleh yang lain.


“Hahh? Kenapa satu minggu? Tidak tidak! Aku mau keluar,”


Scarlesia merangkak keluar dari kolam, namun lagi-lagi Elios dan Andreas mendorongnya untuk masuk.


“KENAPA? KENAPA AKU HARUS BERENDAM DI KOLAM SUCI? KATAKAN PADAKU!” amuk Scarlesia.


Qirani, Jessie, dan Agnes terkekeh melihat tingkah mereka yang menggemaskan dan lucu.


“Biar aku jelaskan. Sia, mereka tadi mendatangiku dan bertanya apakah kolam suci bisa berfungsi untuk membersihkan diri dari kuman-kuman jahat lalu aku jawab kolam suci bisa melakukannya. Mereka memohon padaku agar kolam suci bisa dipakai untukmu berendam sebab kau sempat disentuh oleh Cyrill dan mereka tidak bisa menerimanya begitu saja,” beber Qirani.


Scarlesia menyorot mereka satu persatu menggunakan tatapan tajam, ingin hati memukul kepala mereka tapi dia memilih untuk bersabar. Scarlesia menghela napasnya dan keluar dari kolam yang airnya cukup dingin itu.


“Kalian dengar! Aku tidak mau berendam di kolam suci. Apa kalian tahu bagaimana tersiksanya aku saat berusaha menghindari Cyrill agar dia tidak menyentuhku? Untung saja kutukan itu hilang,” omel Scarlesia mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Bagaimana bisa kutukan itu hilang? Bisakah kau ceritakan padaku?” tanya Xeon.


“Ingatanku tentang Cyrill yang merusakku di masa lalu tiba-tiba kembali, kepalaku sakit kala mengingatnya tapi sebuah cahaya keluar dan menghempaskan Cyrill, kalau tidak salah Cyrill mengatakan kalau itu adalah cahaya perlindungan dari dewa pencipta,” jelas Scarlesia.


“Cahaya perlindungan? Apakah kau yakin itu?” tanya Xeon kembali untuk memastikan.


“Ya, itu benar. Apa ada yang salah?”


“Tidak tidak, aku hanya memastikannya saja,”


“Ya sudah kalau begitu aku kembali ke kamar lagi, aku mau berendam di bathup saja,” pamit Scarlesia hendak melangkah pergi.


“Tidak boleh! Kau harus berendam di kolam suci!” cegat Zenon mencekal pergelangan tangan Scarlesia.


Scarlesia berbalik sambil menghembuskan napas kasar, Zenon melepaskan tangannya yang melingkar di pergelangan tangan Scarlesia. Scarlesia melipat kedua tangannya di dadanya, dia berniat berjalan ke dekat Erin dan Hana untuk mengajak mereka ke kamar. Namun, suatu kejadian memalukan menimpa dirinya, tanpa ada unsur kesengajaan Scarlesia tergelincir dan membuatnya terjatuh ke lantai yang licin akibat tetesan air dari bathrobenya.


“Duh kepalaku sakit sekali,” lirihnya mencoba bangun dari atas lantai.


Saat dia melirik badannya, ternyata tali pengikat bathrobenya terlepas sehingga menyebabkan seluruh tubuh polosnya terpampang nyata di depan para pria. Xeon dan mereka yang lain tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kemolekan tubuh Scarlesia.


“KYAAAAAA!!” pekik Scarlesia segera menutupi tubuhnya, Hana dan Erin juga turut membantu Scarlesia, mereka membalut tubuh Scarlesia dengan sebuah kain. Wajah Scarlesia merah padam, moodnya memburuk seketika, muka cemberut sebal. Dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa pada mereka yang tertinggal di kolam suci.


“Sia mulus luar dalam,” ucap Oliver.


“Surga dunia memang beda,” sambung Zenon.


“Apa yang baru saja aku lihat?” tanya Andreas terpaku.


“Kenikmatan tiada tara,” kata Louis.


“Ini pertama kalinya aku melihatnya,” tambah Elios.


“Sudah! Bubar sekarang. Lupakan yang baru saja kalian lihat,” seru Xeon.


“Apa sekarang kau pura-pura tidak menyukainya?”


“Kau ini buruk sekali,”


“Tidak boleh melupakannya, simpan baik-baik di kepalamu,”


“Betul! Kau sebenarnya suka kan?”


“Xeon hanya pura-pura tidak menyukainya,”


“DIAM! LAGI PULA KITA AKAN MELIHATNYA NANTI SETELAH MENIKAH!” sergah Xeon membuat mereka semua terkekeh.


Akhirnya pada hari itu Scarlesia tetap berendam di bathup kamarnya dengan air suci yang diangkut masuk ke dalam bathupnya. Sungguh kacau dia beberapa hari apalagi insiden memalukan yang baru saja dia alami.

__ADS_1


__ADS_2