
“Kembalikan kau bilang? Apa kau tahu berapa banyak uang yang aku habiskan untuk membeli anak tidak berguna seperti adikmu ini?” sarkas Count Iram.
Xeon mengepal tangannya hingga kubu-kubu jarinya memutih, giginya menggertak marah karena ucapan Count Iram.
“Jangan sebut adikku tidak berguna dasar tua bangka!” hardik Xeon.
“A-apa yang kau katakana barusan? Beraninya orang miskin menghinaku! Akan aku bunuh kau!” gertak Count Iram.
Count Iram memanggil para penjaganya, dia memberikan perintah untuk segera menangkap Xeon. Namun, Xeon sudah kabur lebih dulu membawa Aaron bersamanya, dia terus berlari untuk menghindar agar mereka tidak tertanggap. Dia tahu jika sampai tertangkap maka tidak akan ada kata ampun untuk dirinya dan adiknya.
Xeon membawa Aaron masuk ke dalam sebuah hutan, hutan itu disebut sebagai hutan terlarang sebab orang yang masuk ke hutan itu tidak pernah kembali dalam keadaan selamat. Meskipun Xeon telah mengetahui fakta tentang hutan terlarang, dia tetap nekat membawa Aaron masuk ke hutan tersebut. Aaron beberapa kali mencoba mencegah Xeon supaya tidak masuk lebih dalam lagi tapi Xeon tidak mengindahkannya.
“Lebih baik aku mati di hutan ini dibanding harus mati terbunuh di tangan orang-orang kotor itu,” batin Xeon.
Mereka berlari terlalu jauh ke dalam hutan, karena Xeon dan Aaron nekat menembus hutan hingga ke dalamnya maka para bawahan Count Iram tidak bisa mengejar mereka lagi. Xeon mengatur irama napasnya, dia menyuruh Aaron beristirahat sejenak di bawah pohon yang rindang. Mereka sama-sama kelelahan dan kelaparan, Xeon mencoba mengamati ke sekitarnya dan dia menemukan berbagai buah-buahan. Rasa lapar yang tidak tertahankan membuat Xeon terpaksa memakan buah-buahan itu dan tidak lupa membaginya pada Aaron.
“Eumm enak, buahnya sangat enak,” kata Aaron memakan dengan lahap buah-buahannya.
“Pelan-pelan saja makannya, ini buahnya masih banyak tersisa,” ucap Xeon seraya menyeka mulut Aaron.
Setelah makan, mereka melanjutkan jalan untuk terus masuk ke dalam hutan karena kalau mereka keluar dari hutan ini, sudah pasti mereka akan mudah ditemukan oleh bawahannya Count Iram. Aaron sedari tadi hanya menggenggam tangan Xeon, dia takut sebab hawa hutan itu terasa sedikit berbeda. Xeon juga bisa merasakan hawa bahaya dari hutannya tapi dia memaksakan dirinya untuk berani.
“Kak, aku takut….” Ucap Aaron.
“Sudah jangan takut, ada kakak di sini,” ujar Xeon menenangkan Aaron.
Mereka terus berjalan lurus, langit sudah semakin gelap. Rasa gelisah mulai menguasai diri, tubuh juga lelah karena berjalan tanpa beristirahat selama beberapa jam. Xeon melihat Aaron juga mulai mengantuk, akhirnya Xeon memilih untuk menghentikan perjalanan mereka agar Aaron bisa beristirahat.
__ADS_1
“Tidurlah, kakak akan menjagamu selagi kamu tertidur,” tutur Xeon.
Aaron tidak banyak bicara, langsung saja dia rebahkan kepalanya di atas paha Xeon. Kepalanya diusap-usap oleh Xeon sampai akhirnya dia terlelap. Sedangkan Xeon tidak bisa tertidur, dia khawatir akan terjadi sesuatu jika dia ikut tidur.
Suasana bertambah aneh ketika tengah malam, kicauan burung gagak ada dimana-mana, suara auman serigala juga bergaung ke penjuru hutan. Perasaan Xeon memburuk, dia berfirasat akan ada sesuatu yang buruk terjadi. Kemudian Xeon membangunkan Aaron, namun dia tidak mau bangun dari tidurnya. Jadi, terpaksa Xeon menggendong Aaron lalu membawanya pergi ke tempat yang dirasa lebih aman.
“Aahh kenapa ada anak kecil di sini?”
Suara seorang wanita mengejutkan Xeon, ia berbalik untuk memastikan suara siapa itu sebenarnya. Ketika dia berbalik ke belakang, betapa kagetnya Xeon nampak seorang wanita berbadan setengah ular. Dia memandang Xeon penuh hasrat ingin memakannya, Xeon berlari untuk menjauh dari wanita ular tersebut. Mereka berdua dikejar oleh wanita ular itu, mereka sudah dianggap sebagai santapan olehnya.
Saat sedang berlari, Aaron pun terjaga dari tidurnya dan dia terkejut bukan main begitu melihat wanita ular itu. Dia ketakutan setengah mati, wanita ular tersebut tidak jua berhenti mengejar mereka berdua. Pada akhirnya, mereka tidak bisa lari kemana-mana lagi karena ada jurang yang dalam di depan mereka.
“Hahaha kalian tidak akan bisa lari kemana-mana lagi. Lebih baik kalian menurut padaku, kemarilah anak manis dan aku akan membuat kalian sebagai hidangan paling lezat malam ini,” ucap wanita ular itu.
Napas Xeon terasa sesak sekali karena dia harus menggendong adiknya, dia kehabisan akal seketika mengetahui kalau tidak ada lagi jalan untuknya kabur. Aaron merasa kasihan pada Xeon, dia pun minta diturunkan agar Xeon tidak lagi kesulitan.
“Tidak boleh! Nanti kau dicelakai oleh wanita itu bagaimana?” tolak Xeon.
“Tidak akan, kan ada kakak yang melindungiku. Sekarang turunkan saja aku.”
Beberapa kali dibujuk oleh Aaron, akhirnya Xeon mengalah dan menurunkan Aaron tapi dengan syarat, Aaron harus berlindung di belakang tubuhnya.
“Cepatlah kemari, aku tidak akan menyakiti kalian,” bujuk wanita ular tersebut.
“Jangan menjauh dariku Aaron. Jangan takut, aku akan menghadapinya,” ujar Xeon.
Xeon melirik ke sisi kanannya, dia tak sengaja melihat sebuah pisau di sana. Xeon dengan cepat meraih pisau itu lalu menodongkan pisaunya pada wanita ular yang berada di depan matanya.
__ADS_1
“Aku tidak takut denganmu, aku akan membunuhmu!”
Walaupun tangannya gemetar, itu tidak membuat nyali Xeon menjadi ciut. Dia telah bertekad akan melindungi adik kecilnya apapun yang terjadi.
“Apa kau yakin melawanku menggunakan pisau jelek seperti itu?” remeh si wanita ular.
“Hiyaaaaa!!!”
Xeon maju menerjang wanita ular itu, tapi ujung pisaunya tidak berhasil mengenai wanita ular tersebut. Dia mencobanya lagi dan lagi tapi hasilnya nihil, dia tidak bisa mengimbangi kekuatan yang berada jauh di atasnya.
“Jangan bermain-main lagi denganku!” bentak wanita ular itu marah.
Lalu ekornya digerakkan ke arah Xeon dan membuat Xeon terhempas cukup jauh dari tempat awalnya berdiri.
“KAKAK!!!”
Aaron hendak menghampiri Xeon, tapi digagalkan oleh wanita ular itu. Dia melilit tubuh Aaron menggunakan ekornya, tubuh ringkih milik Aaron merasa sesak serta kesakitan karenanya. Aaron berupaya melepaskan dirinya tapi dia tidak punya kekuatan besar untuk melakukannya. Melihat adiknya yang kesusahan, Xeon berusaha bangkit kembali dari posisinya.
“Aaron… JANGAN SENTUH AARON!” teriak Xeon marah.
Wanita ular itu tidak mengindahkan teriakan Xeon, dia semakin memperkuat lilitannya sehingga Aaron tidak bisa lagi bernapas. Beberapa detik setelahnya, Aaron tidak lagi bernapas dan terbunuh oleh wanita ular tersebut. Menyaksikan kematian sang adik di hadapannya membuatnya kehilangan kendali diri lagi.
“AARON!!!”
“Hahaha daging anak kecil adalah yang terbaik.”
Aaron yang sudah tak bernyawa ingin dijadikan santapan oleh wanita ular itu, namun Xeon tidak membiarkan hal itu terjadi. Xeon kehilangan akal sehatnya sejenak, dia tidak bisa mengontrol seberapa besar kemarahannya kini.
__ADS_1
“Akan aku bunuh kau!”