
“TUNGGU SEBENTAR!”
Suara lantang Xeon menggema di aula, semua mata serentak melihat ke arah Xeon yang datang dari pintu masuk aula. Xeon tengah menggendong Scarlesia yang setengah sadar, wajahnya pucat pasi, dan tubuhnya gemetar tak karuan. Pandangannya sayup-sayup melihat keramaian orang di aula pengumuman.
“Itu Yang Mulia Putri Scarlesia, ternyata beliau hadir,”
“Kenapa beliau terlihat seperti sedang tidak sehat?”
“Wajahnya pucat sekali,”
“Apa yang terjadi pada beliau sebenarnya?”
Melihat Scarlesia dalam kondisi yang ringkih dan tak berdaya, membuat para bangsawan merasa kasihan. Mereka tidak tahu apa yang telah menimpa Scarlesia sehingga membuatnya menjadi seperti ini.
“Kenapa wanita itu bisa berada di sini? Bukannya aku sudah menebar gas beracun di daerah utara? Seharusnya dia tidak akan bisa menangani masalahnya lebih cepat. Apa mungkin penduduk daerah utara sudah mati semua? Kalau begitu ya baguslah,” batin Duchess Debora.
“Mengapa Sia… tidak! Apa Sia sakit?” tanya Edward.
Xeon melangkah pelan membawa Scarlesia masuk lebih dalam lagi, mereka membuka jalan untuk Xeon menuju tempat Edward.
“Yang Mulia, anda harus memberikan tahta kaisar pada Sia,” ujar Xeon.
“APA YANG KAU KATAKAN? DATANG-DATANG LALU MENYURUH KAISAR MENYERAHKAN TAHTANYA PADA DIA!”
“BAGAIMANA DENGAN MASALAH DAERAH UTARA? KAMI DENGAR ADA PENYAKIT MEMATIKAN DI SANA,”
“APA PENDUDUK DAERAH UTARA SUDAH MATI? MAKANYA KALIAN BISA PULANG,”
“JIKA TIDAK BISA MENYELAMATKAN HIDUP MEREKA BAGAIMANA DIA AKAN MENJADI KAISAR?”
Para pendukung Abigail kembali berulah, mereka menghujat Xeon yang datang meminta Edward segera menyerahkan tahta kaisar kepada Scarlesia. Urat Xeon menegang mendengar ocehan mereka yang tidak berdasar dan banyak berisi omong kosong.
“CUKUP! APA KALIAN BUTA? LIHATLAH SIA SEKARANG! DIA MENGORBANKAN DIRINYA UNTUK MENYELAMATKAN NYAWA PENDUDUK DAERAH UTARA! SEENAKNYA SAJA KALIAN MENGATAKAN OMONG KOSONG TENTANG SIA!” teriak Xeon marah.
Mereka terhening, tak ada yang berani membantah amarah Xeon kala itu. Eldrick berdiri di sisi Edward tidak tahan melihat sang putri yang tidak berdaya lagi, dia ikut kesal dan muak karena para bangsawan terus mengocehkan hal buruk mengenai Sia. Begitu pula dengan Carlen dan Aldert yang juga berada di aula, mereka menahan hati supaya tidak menimbulkan kericuhan.
__ADS_1
“Tahta kaisar adalah milik Sia. Aku tidak akan menyerahkannya kepada siapapun, anda harus bersikap adil Yang Mulia. Sejak awal mula ujian Sia lah yang selalu memenangkannya, jika anda bersikeras menjadikan wanita sampah itu sebagai kaisar maka jangan salahkan dewa dan dewi menghancurkan kekaisaran ini,” ancam Xeon menggertakkan giginya.
“Apa seluruh penduduk daerah utara selamat? Jangan-jangan mereka semua mati, itulah mengapa kalian bisa berada di sini. Aku dengar penyakit mematikan itu baru muncul 3 hari yang lalu, memangnya siapa yang bisa menyelesaikan masalah sepelik itu hanya dalam kurun waktu 3 hari?” celetuk Duchess Debora mencoba menjatuhkan Scarlesia.
Xeon menyeringai menatap Duchess Debora.
“Yang Mulia dan juga kalian semua yang berada di ruangan ini, harap keluar segera. Kalian akan melihat hasil dari pekerjaan Sia selama lebih 1 bulan ini. Aku akan membungkam mulut kalian dan memotong lidah kalian jika setelah ini masih berani berbicara buruk soal Sia,”
Xeon berjalan lebih dulu keluar aula, tanpa berpikir panjang seisi aula mengikuti Xeon dari belakang. Tidak ada yang tahu apa yang akan ditunjukkan oleh Xeon pada mereka di luar aula istana.
“Tolong buka mata kalian lebar-lebar! Lihat mereka!”
Di luar istana, tepatnya di depan istana kekaisaran sudah dipenuhi oleh banyak orang dari ibu kota bahkan penduduk daerah utara juga ikut di dalam keramaian tersebut. Edward tercengang melihat begitu banyak rakyat biasa di luar istananya.
“YANG MULIA! TOLONG JADIKAN YANG MULIA PUTRI SCARLESIA SEBAGAI KAISAR BERIKUTNYA!”
“KAMI SELAMAT DARI GAS BERACUN BERKAT BELIAU!”
“BELIAU TIDAK MAKAN DAN ISTIRAHAT DEMI MENYELAMATKAN NYAWA KAMI,”
“KAMI BERHUTANG BUDI PADA BELIAU YANG MULIA! YANG MULIA PUTRI MENYELAMATKAN DAERAH UTARA. BELIAU MENGAJARI KAMI BERBAGAI ILMU YANG TIDAK PERNAH KAMI DAPATKAN DARI PIHAK KEKAISARAN,”
“JIKA BUKAN BELIAU YANG MENJADI KAISAR MAKA KAMI PENDUDUK DAERAH UTARA AKAN MEMISAHKAN DIRI DARI EVARISTE!”
Mereka mendesak Edward supaya segera menetapkan Scarlesia sebagai putri mahkota. Situasi ini membuat Edward tidak bisa berkata-kata, apalagi Duchess Debora, Abigail, dan Rashid yang berkeringat dingin menyaksikan banyak penduduk daerah utara datang membela Scarlesia. Mereka lebih tidak menyangka lagi bahwasanya mereka selamat dari gas beracunnya.
“Tunggu! Kalian tenanglah dulu,” ujar Edward menenangkan para rakyat ricuh dan marah kepadanya.
“TENANG APANYA YANG MULIA? SAYA BERANI BERSUMPAH 3 HARI YANG LALU SAYA MELIHAT ADA BEBERAPA ORANG YANG MASUK KE DAERAH UTARA MENYEBARKAN GAS BERACUN DI SANA. MEREKA MENGATAKAN KALAU MEREKA DISURUH OLEH SESEORANG,”
“OBAT-OBAT YANG ANDA KIRIM UNTUK KAMI TERNYATA JUGA BERACUN! KALAU BUKAN KARENA YANG MULIA PUTRI SCARLESIA KAMI TIDAK AKAN SELAMAT,”
“BAGAIMANA ANDA AKAN MENANGANI MASALAH INI YANG MULIA?”
Terpancar amarah dari para penduduk daerah utara, Edward tidak bisa meredakan amarah mereka.
__ADS_1
“Xeon, turunkan aku,” pinta Scarlesia tidak bisa membiarkan masalah ini lebih lama lagi.
“Tapi tubuhmu masih lemah,” kata Xeon.
“Tidak apa-apa, aku masih bisa menahannya,” ucap Scarlesia meyakinkan Xeon.
“Baiklah, jangan paksakan dirimu terlalu jauh,”
“Oke,”
Xeon menurunkan Scarlesia dari gendongannya, Scarlesia berdiri sempoyongan di hadapan para rakyat.
“Suaraku tidak akan sampai pada mereka, apa yang harus aku lakukan?” gumam Scarlesia berpikir.
“Kak, kakak butuh ini kan?”
Archie menyodorkan kepada Scarlesia sebuah mikrofon, ia menoleh ke sisi kanannya ternyata sudah ada Archie, Andreas, Zenon, Oliver, Louis, serta Elios. Scarlesia langsung menerima mikrofon yang diberikan oleh Archie.
“Bisakah kalian mendengarkan aku sebentar?”
Suara Scarlesia akhirnya mencapai pendengaran mereka semua, mereka diam saat melihat Scarlesia mencoba berbicara pada mereka.
“Masalah obat hingga gas beracun yang menimpa kalian, serahkan padaku biar aku yang menyelesaikannya. Kalian tidak perlu kemari dan membuang-buang waktu kalian hanya untuk mengatakan hal ini kepada kaisar. Sekarang kalian pulanglah! Masalah daerah utara telah selesai. Pulanglah lalu manfaatkan waktu kalian untuk berkebun, bertani, belajar, atau pun bermain. Kerjakan apa yang selama ini belum pernah kalian lakukan,” ujar Scarlesia.
Kedua pundaknya dirangkul oleh Xeon untuk menahan tubuhnya agar tidak oleng ke samping atau ke belakang.
“Hikss Yang Mulia, bagaimana anda bisa mengatakan itu kepada kami?”
“Saya mendengar anda mengatakan kalau nyawa kami lebih penting daripada menjadi kaisar. Anda tidak boleh seperti ini pada kami Yang Mulia,”
“Anda harus menjadi kaisar karena kami butuh pemimpin seperti anda,”
“BENAR! ANDA HARUS MENJADI KAISAR YANG MULIA!”
“KAMI TIDAK BUTUH ORANG LAIN TAPI KAMI BUTUH ANDA!”
__ADS_1