
Aaron menggali kembali ke dasar memorinya, dia mengingat apa yang terjadi beberapa waktu sebelum dia berkhianat dan meninggalkan Xeon. Sekelebat bayang masa lalu memenuhi otaknya, dia mengingat jelas perasaannya sendiri, itu bukanlah perasaan iri terhadap kakaknya melainkan perasaan bangga sebab Xeon berhasil menjadi dewa takdir. Sedari awal, Aaron tidak pernah mengharapkan dirinya untuk naik ke posisi itu, karena dia cuma mau untuk berdiri di samping Xeon selalu.
“Waktu aku sedang menjalani tugas yang kakak berikan padaku, aku secara tidak sengaja bertemu dengan dewa kegelapan. Mulanya, aku tidak tahu kalau dia adalah dewa kegelapan, kemudian lama kelamaan aku mengetahui identitasnya. Akan tetapi, tidak semudah itu untuk aku menjauh darinya, dia menanamkan kutukan yang sama dengan kutukan yang diberikan kepada Sia,” papar Aaron.
Satu persatu rahasia di balik berubahnya Aaron mulai terkuak, Aaron memberitahu Xeon keseluruhan cerita tentang apa yang dialaminya sebelum terjun ke dalam dunia kegelapan hingga harus bekerja di bawah dewa kegelapan secara langsung.
“Kutukan itu sangat mengerikan, aku tidak bisa tidur karena suara kegelapan selalu menghantui kepalaku. Puncaknya pada saat kutukan itu berhasil mengendalikan diriku sepenuhnya, aku tanpa sadar terus melakukan tindakan kejahatan. Aku mengkhianati dan meninggalkan kakak bukanlah keinginanku, tapi kutukan mengerikan itu mengendalikan diriku, aku kesakitan setiap waktu, aku sangat menderita. Hatiku sakit setiap kali aku tanpa sadar melakukan kejahatan.”
“Padahal aku tidak bermaksud seperti itu, aku tidak mau berubah menjadi orang yang jahat. Aku tidak mau menyakiti kakak, tapi aku tidak bisa melawan kutukan itu. Aku terus menangis dan memohon supaya kegelapan itu tidak menelan lalu mengambil alih tubuhku. Aku ingin mati, aku tidak ingin hidup lagi, aku lelah kak, aku tidak ingin melakukannya sama sekali.”
Aaron terisak, dia tahu bahwa perbuatannya selama ini tidak akan termaafkan, namun itu bukan karena ingin dirinya sendiri. Sejak pertama, dia tidak ada niat membunuh mereka yang tidak bersalah. Akan tetapi, kutukan yang diikatkan oleh dewa kegelapan sanggup menguasai diri serta pergerakannya. Aaron bukanlah orang jahat, dia dikendalikan oleh dewa kegelapan, baru sekarang dia bisa menceritakan yang sejujurnya kepada Xeon.
Mendengar cerita dari Aaron, membuat pedih hati Xeon, dia tidak pernah tahu bahwa adiknya mengalami dan melewati masa-masa berat tanpa dirinya.
“Kenapa kau tidak menceritakan padaku sejak awal? Kenapa kau tidak melibatkanku di dalam masalahmu? Padahal aku kakakmu, tapi mengapa Aaron? Mengapa?”
Xeon menarik tubuh Aaron ke dalam dekapannya, ini adalah pelukan pertama setelah sekian ratus sampai ribuan tahun lamanya. Aaron merasa damai seketika dipeluk oleh Xeon, rasa damai dan ketenangan yang sudah lama tidak pernah dia rasakan.
“Aku tidak bisa mengatakannya pada kakak secara langsung, karena kutukan itu membuatku bungkam. Aku menyesal setiap kali aku membunuh dan menyakiti Sia, kalau Sia tahu bahwa bukan maksudku untuk membunuh orang-orang yang dia sayangi, apakah Sia akan memaafkan kesalahanku? Apa Sia mau menerima permintaan maafku?”
__ADS_1
Aaron menyesali atas apa yang dia lakukan, dia menyesal telah menyakiti Scarlesia, ini bukan kehendak dirinya melainkan kehendak dewa kegelapan yang memaksanya untuk menjadi bawahannya. Setiap kali dia menolak perintah Leroux, kutukan yang tertanam di dalam dirinya akan bertindak dan menyakitinya secara perlahan, kemudian mengambil alih dirinya serta menghilangkan segala kebaikan yang tertanam di hati kecilnya.
“Sia akan memaafkanmu, pasti. Sia akan mengerti keadaanmu, yang terpenting sekarang kau bertahanlah dulu. Aku akan meminta tolong kepada dewa pencipta nanti untuk menghilangkan kutukan itu ya,” tutur Xeon, dia merasakan sakit seperti apa yang dirasakan adiknya.
“Maaf kak, aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Aku ingin mati, dosaku sangat banyak, aku tidak bisa hidup sembari memeluk dosaku.”
Xeon semakin memeluk erat Aaron, dia hanya ingin Aaron hidup bahagia bersama dirinya. Sedari mereka kecil, Aaron tidak pernah menikmati bahagianya hidup, dirinya terus menerus dihancurkan di dalam rasa sakit yang tidak terbendungkan.
“Kau tidak boleh menyerah begitu saja, aku akan melakukan apa saja agar kau bisa hidup bersamaku. Kau tahu bukan? Aku menyayangimu, tolong jangan pergi dan tinggallah bersamaku. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian melewati penderitaan itu lagi,” ucap Xeon.
“Aku bersyukur memiliki kakak sepertimu, aku bersyukur setiap waktu. Sudah lebih 2000 tahun aku menahan semuanya sendirian, aku tidak ingin hidup lagi kak. Aku… aku… aku sudah tidak sanggup lagi…” tangis Aaron, kalimatnya terputus-putus sebab menahan sesak perasaannya.
Aaron terdiam, dia memikirkan kembali sebenarnya apa yang dia inginkan. Dia mengingatnya, dia ingat mimpi lamanya bahwa dia ingin hidup bahagia bersama Xeon, dia juga ingin dekat dengan Scarlesia yaitu gadis yang dicintai oleh kakaknya selama ini. Terlampau banyak keinginannya, tapi sungguh itu adalah hal yang ingin dia wujudkan.
“Aku ingin hidup kak… aku ingin menikmati kebahagiaan sejenak, aku ingin dekat dengan Sia, aku ingin punya teman, aku ingin tertawa bersama kakak lagi. Aku menginginkan itu semua, aku tidak mau mati kak, tolong aku….”
“Tenang saja, aku pasti akan membantumu. Aku akan melakukan apa pun untuk kebahagiaanmu, bersabarlah sedikit, bertahanlah sampai perang ini berakhir. Mengerti?”
Aaron mengangguk pelan, lalu Xeon melepas pelukannya sambil mengusap air mata yang masih menetes dari sudut matanya Aaron.
__ADS_1
“Tenang saja, aku tidak akan meninggalkanmu. Jangan pernah berpikir untuk mati lagi, aku akan meminta dewa pencipta untuk menghilangkan kutukanmu,” ujar Xeon.
“Iya ka….”
Settt! Jleb!
Tiba-tiba saja sebuah belati melesat cepat dan menusuk belakang punggung Aaron hingga belati itu menembus jantung Aaron. Xeon langsung panik, seketika belati itu menembus jantungnya, saat itu pula jantung Aaron kehilangan detakannya. Xeon mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Aaron yang tidak lagi ada hembusan napasnya.
“Aaron bangun! Aaron! AARON!” teriak Xeon berkali-kali, namun tidak ia dengar lagi suara dari sang adik.
“Hahaha apakah kau pikir aku akan membiarkannya hidup begitu saja?”
Sebuah suara yang tidak asing terdengar datang dari arah berlawanan, langit mendadak berubah menjadi semakin kelam, aura mencekam pun dirasakan oleh mereka yang berada di sana. Seorang pria di atas angkasa tengah memandang tajam ke arah mereka semua. Xeon tahu bahwa belati tadi adalah ulah dari pria tersebut.
“Leroux, akhirnya kau datang juga. Beraninya kau membunuh dan menyiksa adikku selama ribuan tahun ini!” sembur Xeon marah.
Mereka segera mengambil posisi untuk mengantisipasi serangan dari Leroux, perasaan mereka tertekan sesaat Leroux tiba di medan perang.
“Oh ya? Aku tidak peduli terhadap apa yang terjadi pada adikmu, aku hanya membutuhkan seseorang yang bisa aku jadikan sebagai pesuruh. Salah satunya ya itu Aaron, adikmu sendiri.”
__ADS_1